Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Rachana Interior

Tinjauan Proksemik Pada Area Lorong Lift Lobby Hotel Mercure Bandung City Centre Sucianti Cahya Ramdhani; Iyus Kusnaedi
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.54

Abstract

Penelitian ini meneliti fenomena proksemik di lorong lift lobi Hotel Mercure Bandung City Centre serta peran desain interior dalam mengatasi kendala interaksi ruang dan pengunjung. Permasalahan muncul akibat tata ruang yang belum mampu mengatur jarak, arah pandang, dan alur pergerakan secara efektif pada area antrian. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi elemen interior yang dapat mengatasi kendala proksemik melalui pendekatan kualitatif deskriptif, observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur tentang teori proksemik serta desain interior publik. Hasil penelitian menunjukkan elemen seperti pola lantai, plafon, dan signage berperan penting dalam mengarahkan sirkulasi, menjaga jarak sosial, serta meningkatkan kenyamanan dan keteraturan antrian. Kesimpulannya, penerapan desain interior yang tepat dapat mengoptimalkan proksemik, sehingga menciptakan pengalaman ruang yang tertib dan nyaman bagi pengguna. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis elemen interior sebagai pengatur perilaku proksemik di area publik hotel. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan prinsip desain interior publik sebagai dasar bagi perancangan interior yang adaptif terhadap perubahan perilaku spasial pengguna.
Tinjauan Unsur Ragam Hias Budaya Dayak Pada Desain Interior Lobby Swiss-Belhotel Danum Jasmine Nurcahyadi Bachtiar; Iyus Kusnaedi
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.55

Abstract

Lobi hotel memiliki peran penting dalam membentuk kesan pertama bagi tamu. Banyak hotel berbintang menerapkan unsur budaya sebagai daya tarik utama dalam desain interiornya. Dengan desain modern, hotel dapat merepresentasikan identitas budaya daerah tempatnya berdiri. Penelitian ini berfokus pada desain interior lobi Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya yang mengimplementasikan ragam hias budaya Dayak. Ragam hias budaya tersebut mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam, yang menjadi filosofi penting dalam budaya Dayak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, dokumentasi lapangan, dan studi literatur dari sumber daring dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ragam hias Dayak dalam desain interior lobi seperti ornamen motif pakis, bunga terong, dan burung tingang pada lobi hotel mampu menciptakan identitas visual yang kuat dan tetap relevan dengan tren desain modern. Penelitian ini berkonstribusi pada pengembangan keilmuan desain interior berbasis kearifan lokal, serta memberikan manfaat praktis bagi industri perhotelan dan upaya pelestarian budaya Dayak melalui penerapan desain yang autentik dan berkarakter.
Tinjauan Tata Sirkulasi Pada Ruang Baca Dewasa Di Perpustakaan Kota Untuk Mendukung Aktivitas Membaca Yang Efektif Dan Nyaman Koesputriantoro, Aliyya Qur’ani; Kusnaedi, Iyus; Arief, Boyke
Rachana Interior Vol. 3 No. 01 (2026): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v3i01.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sirkulasi pada ruang baca dewasa di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung berdasarkan kondisi eksisting, standar ergonomi, serta efektivitas tata ruang dalam mendukung aktivitas pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan selama ± 5 hari, wawancara dengan 1-4 orang pihak pengelola perpustakaan, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak ruang yang padat, jarak antar rak dan furnitur yang sempit, serta jalur sirkulasi yang tidak memenuhi standar berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas dan kenyamanan pengguna. Beberapa titik sirkulasi berada di bawah standar lebar jalur ideal, sehingga menimbulkan hambatan pergerakan terutama saat ruang ramai. Temuan ini menunjukkan bahwa penataan ulang tata letak diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sirkulasi, aksesibilitas, dan kenyamanan ruang baca dewasa. Perbaikan sirkulasi tidak hanya meningkatkan kualitas penggunaan ruang, tetapi juga mendukung fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang aman dan ergonomis.
Tinjauan Unsur Ragam Hias Berbasis Tangible Culture Pada Interior Yabe! Izakaya Sebagai Representasi Budaya Jepang Kirana , Vanita; Kusnaedi, Iyus
Rachana Interior Vol. 3 No. 01 (2026): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v3i01.76

Abstract

Representasi budaya dalam desain interior restoran sering kali belum optimal, penggunaan elemen hias yang cenderung bersifat visual tanpa memahami makna yang mendasarinya. Hal ini menyebabkan berkurangnya autentisitas dalam menghadirkan suasana ruang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ragam hias berbasis tangible culture khas Jepang pada interior Restoran Yabe! Izakaya di Bandung. Fokus utama adalah bagaimana unsur tangible culture ini dapat diterapkan secara autentik untuk merepresentasikan budaya dan suasana Jepang. Sasaran penelitian adalah unsur ragam hias di area makan restoran. Metode yang digunakan adalah kualitatif-eksplanatif, melibatkan observasi langsung sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Restoran Yabe! Izakaya dinilai berhasil merepresentasikan budaya Jepang dengan baik melalui penggunaan elemen autentik, seperti material alami kayu dan bambu, pencahayaan hangat dari lampion chōchin, dan elemen pendukung seperti noren. Elemenelemen desain ini berfungsi tidak hanya sebagai komponen estetis dan fungsional, tetapi juga sebagai media visual yang menyampaikan nilai-nilai budaya Jepang. Penerapan unsur tangible culture dalam desain interior ini membuktikan bahwa representasi budaya sangat mungkin dilakukan dan dapat menjadi ide kreatif yang kuat.