Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

STRATEGI PEMASARAN TAUCO CAP BIRUANG DI KABUPATEN CIANJUR Zumi Saidah; Kuswarini Kusno; Eliana Wulandari
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.612 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5476

Abstract

Saat ini, produksi tauco Cianjur kini semakin menyusut, seiring dengan berkurangnya jumlah pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan makanan khas Cianjur ini. Melihat hal ini maka, perlu dicarikan solusi bagi para pengusaha tauco Cianjur agar mereka tetap dapat mempertahankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kendala-kendala internal dan eksternal perusahaan dalam memasarkan tauco Cap Biruang; (2) merekomendasikan strategi pemasaran yang lebih baik untuk meningkatkan dan mengembangan pemasaran tauco Cap Biruang. Penelitian ini dilakukan di perusahaan tauco Cap Biruang, Desa Pamayonan Kecamatan Cianjur Kota, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang memusatkan perhatian pada suatu kasus perkembangan pemasaran tauco Cap Biruang di Kaupaten Cianjur secara intensif dan rinci dengan mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara langsung. Pengolahan data dan informasi menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis faktor internal dan eskternal yang telah dilakukan pada perusahaan tauco cap Biruang, maka dapat diketahui bahwa secara umum perusahaan tauco cap Biruang masih belum memanfaatkan secara maksimal kekuatan dan peluang yang ada untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil perhitungan IFE dan EFE yang hanya mencapai skor 2.52 dan 2.40 yang apabila dilihat pada matriks Internal-Eksternal (IE) berada pada kolom V. Hal ini berarti pihak perusahaan tauco cap Biruang masih pada tahap sedang (rata-rata) yang baru mampu mencapai tahap strategi pemeliharaan, pertahankan (hold and maintain) melalui penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi yang dapat diterapkan pada posisi ini adalah strategi penetrasi pasar dan pegembangan produk, dengan cara memperluas segmen pasar. Selain itu berdasarkan dari hasil analisa SWOT maka di dapatkan beberapa alternatif strategi diantaranya: meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar terutama pada saat-saat tertentu, memperluas area pemasaran, perlunya menjalin kemitraan dengan lembaga maupun pihak lainnya guna mengatasi ancaman dan meraih peluang yang ada. Selain itu juga perlu dilakukan perbaikan pencatatan keuangan mengingat selama ini pencatatan yang dilakukan oleh industri tauco cap Biruang hanya sebatas pencatatan sederhana tanpa ada perhitungan laba/rugi.
IDENTIFIKASI RISIKO USAHATANI MANGGA DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KABUPATEN CIREBON Nur Syamsiyah; Lies Sulistyowati; Kuswarini Kusno; Sulistyodewi Nur Wiyono
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.264 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.11062

Abstract

Masalah utama dalam pengembangan sektor pertanian adalah ketisakpastian. Ketidakpastian menjadikan banyak masyarakat yang yang tidak memilik sektor pertanian sebagai pengembangan bisnis, utamanya ditingkat usahatani. Risiko ketidakpastian ini memperngwaruhi petani dalam menjalankan usahataninya. Petani mangga di Kabupaten Cirebon juga tidak terlepas dari risiko ketidakpastian dalam usahatani mangga yang dilakukannya. Beberapa petani mangga memilih untuk membiarkan pohon mangganya tanpa proses pemeliharaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko usahatani mangga dalam pengembangan agrowisata di Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, wawancara, focus group discussion dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix method yaitu menggunakan analisis deskriptif dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil identifikasi risiko adalah risiko dalam usahatani mangga digolongkan dalam 4 kategori yaitu risiko suplai, risiko operasional, risiko keuangan dan risiko lingkungan. Dalam kegiatan usahatani yang dilakukan petani mangga risiko yang memiliki nilai RPN dan RSV yang paling tinggi adalah risiko alam/lingkungan.