Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH SIMULASI TRIASE START TERHADAP TINGKAT KESIAPSIAGAAN ANGGOTA KARANG TARUNA DI PADUKUHAN ROGOITAN KALURAHAN PENDOWOHARJO BANTUL DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Andini Felia Putri; Istiqomah Rosidah; Ratih Kusuma Dewi
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.756

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan ring of fire yang menyebabkan indonesia menjadi rawan terhadap bencana gempa bumi. Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul, termasuk wilayah dengan indeks risiko bencana gempa bumi tinggi. Didapatkan data sebagian besar anggota karang taruna padukuhan Rogoitan kalurahan Pendowoharjo Bantul belum memahami triase START dalam menghadapi gempa bumi. Simulasi triase penting dipahami dan diterapkan pada saat keadaan darurat sehingga pertolongan yang diberikan dapat dioptimalkan dan meminimalkan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simulasi Triase START terhadap tingkat kesiapsiagaan anggota karang taruna di padukuhan Rogoitan kalurahan Pendowoharjo Bantul dalam menghadapi bencana gempa bumi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan one group pretest and post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, berjumlah 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini yaitu mayoritas responden sebelum diberikan simulasi triase START berada pada tingkat kesiapsiagaan kurang siap dan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden berada pada kesiapsiagaan sangat siap. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,005), sehingga hasil menunjukan terdapat pengaruh simulasi Triase START terhadap tingkat kesiapsiagaan anggota karang taruna di padukuhan Rogoitan kalurahan Pendowoharjo Bantul dalam menghadapi bencana gempa bumi.
HUBUNGAN RIWAYAT PEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERSEKRESI MUKUS PADA PASIEN INTRA ANESTESI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Diana Puspita Sari; Ratih Kusuma Dewi; Astika Nur Rohmah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.763

Abstract

Tindakan operasi dengan general anestesi secara global semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Anestesi juga dapat memicu komplikasi seperti hipersekresi mukus yang mengganggu saluran napas dan berisiko menyebabkan hipoksia. Pasien perokok memiliki risiko lebih tinggi karena kebiasaan merokok meningkatkan produksi mukus dan merusak mekanisme pembersihan saluran napas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien intra anestesi dengan general anestesi di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian terdiri dari 84 pasien yang menjalani anestesi umum, dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa kejadian hipersekresi mukus paling banyak terjadi pada kelompok perokok sedang (89,6%) dan berat (90,9%), dibandingkan dengan perokok ringan (56%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta (p value = 0,002).
Pengaruh Model PBL Berbantuan Media Parisa Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V Materi Warisan Budaya Daerah Kusuma Dewi, Ratih; Huda, Choirul; Istiqomah, Istiqomah; Sulianto, Joko
Jurnal Lensa Pendas Vol 9 No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v9i2.4067

Abstract

Penemuan hasil pembelajaran IPAS materi warisan budaya menjadi pendorong penelitian ini. Pendekatan PBL dengan bantuan media PARISA memberikan pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas V sekolah dasar. Selain itu untuk mengetahui apakah hasil belajar kognitif dari model PBL dengan berbantuan media PARISA sudah memenuhi standar KKTP. Penelitian ini menggunakan desain Pra-eksperimental, one group pre-test post-test mengambil tes sebelum dan sesudah perlakuan; itu bersifat kuantitatif. Ha diterima setelah menguji hipotesis penelitian dengan Uji Paired sample t-test yang menunjukkan bahwa Sig. = 0,000 < α = 0,05. Terlihat penggunaan model PBL dengan berbantuan media Parisa sangat berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Selain itu, uji T satu sampel pada penelitian ini menunjukkan bahwa t_hitung = 7,260 > t_tabel atau sig. 0,000 < 0,05, maka menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas V IPAS materi warisan budaya daerah mempunyai nilai minimum 75.
Gambaran Karakteristik Penderita Gonore yang Melakukan Pemeriksaan Pewarnaan Gram di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Mulia Dewi Nur Haliza; Nazula Rahma Shafriani; Ratih Kusuma Dewi
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.63

Abstract

Gonorrhea is a sexually transmitted disease caused by the bacterium Neisseria gonorrhoeae. This bacterium infects the urethra, cervix, anus, and throat, depending on the type of sexual contact involved. This research aimed to provide an overview of the characteristics of respondents suffering from gonorrhea who underwent examination using the Gram staining method at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. This research employed cross-sectional method and was conducted at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital, and collected data from 24 samples between May 2022 and May 2023. The results showed that 19 patients (79,2%) tested positive. Among them, the majority of male patients showed positive results, with 18 respondents (75,0%), while only 1 female respondent (4.2%) tested positive. On the other hand, 2 male respondents (8,3%) and 3 female respondents (12,5%) tested negative. Individuals infected with gonorrhea were found to produce anti- gonococcal antibodies in their serum, semen, and cervical secretions. Specific antibody responses to gonococcal antigens were reported in various gonococcal polysaccharides and protein antigens. This research clearly shows that males are more frequently affected by gonorrhea infections. In addition, the Gram staining method provides faster results and employs a straightforward technique, which makes it the preferred choice for diagnosing gonorrhea.
Pengaruh Edukasi Kesiapsiagaan Menggunakan Media Mobile Learning Terhadap Tingkat Pengetahuan Menghadapi Resiko Gempa Bumi Pada Smk Muhammadiyah 1 Bantul Teguh, Andi Muhammad; Endah Tri Wulandari; Ratih Kusuma Dewi
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i2.7785

Abstract

Bencana alam merupakan peristiwa yang membawa dampak signifikan terhadap kehidupan manusia, tidak hanya dalam bentuk kerusakan lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi akibat terganggunya infrastruktur. Kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesiapsiagaan melalui media mobile learning terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi risiko gempa bumi di SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 siswa yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang (63,3%), sedangkan setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan ke kategori baik (73,3%). Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan antara edukasi menggunakan mobile learning terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media mobile learning merupakan metode edukatif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana. Oleh karena itu, disarankan agar pengembangan media mobile learning terus dilakukan agar lebih mudah diakses dan digunakan oleh lebih banyak individu, serta dapat menjadi sarana edukasi kebencanaan yang lebih luas.
Scoping Review: Efektivitas Vasopresor terhadap Hipotensi Intraoperatif Sari Asyira Vianita Ohorella; Adelya Putri Aisyah; Rezky Aulia Putri; Asya Qoblianingtyas; Safrian Safrian; Ratih Kusuma Dewi
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 4 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i4.267

Abstract

Intraoperative hypotension, particularly during spinal anesthesia in cesarean sections or major surgeries, is a common complication that can adversely affect maternal hemodynamics and organ perfusion, including fetal circulation. Vasopressors such as norepinephrine, phenylephrine, and ephedrine are widely used to manage this condition. This study employed a scoping review, defined as a type of research synthesis aimed at mapping the literature on a specific topic or field, providing an opportunity to identify key concepts, research gaps, and types and sources of evidence to inform clinical practice, policy-making, and further research. A systematic search was conducted across 10 recent experimental and clinical studies evaluating the effectiveness and safety of vasopressors in adult patients, particularly ASA I–II parturients, during surgical procedures. The results indicate that norepinephrine tends to maintain blood pressure with a lower incidence of tachycardia compared to ephedrine, while phenylephrine effectively prevents systemic vascular resistance decline but may reduce heart rate and cardiac output in a dose-dependent manner. Effects on fetal cerebral perfusion and cerebral oxygenation were generally similar across vasopressors. No significant differences were observed in neonatal Apgar scores or maternal complications. In conclusion, norepinephrine and phenylephrine are effective alternatives for managing intraoperative hypotension, whereas ephedrine increases cardiac output but may elevate the risk of tachycardia. Selecting the appropriate vasopressor is crucial to ensure maternal and neonatal safety.
Peran Penghangat Aktif dan Pasif terhadap Pencegahan Hipotermia Intraoperatif pada Pasien Pediatrik: Literature Review Radina Dinova Ramadanis; Nasywa Natania Savira; Jihan Artika Prastiwi; Bening Zahwa Islamaya; Ratih Kusuma Dewi
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2025): November: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i6.1928

Abstract

Hypothermia during surgery is a common occurrence among pediatric patients due to their immature thermoregulation system, higher body surface area-to-weight ratio, and thinner subcutaneous fat layer. This condition can lead to several complications, including increased bleeding, coagulation disorders, surgical wound infections, and delayed healing. Prevention strategies include active and passive warming methods. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of active and passive warming in preventing intraoperative hypothermia in pediatric patients. A scoping review approach was applied to interpret the evidence based on predetermined inclusion and exclusion criteria, followed by data exploration, analysis, and synthesis of findings. The results indicate that active warming methods—such as forced-air warming, blanket warming, and warmed intravenous fluids—are more effective than passive warming in maintaining normothermia during surgery. Moreover, combining both approaches provides optimal prevention against hypothermia. Overall, active warming plays a vital role in stabilizing body temperature and enhancing patient safety during pediatric surgery. Therefore, its implementation should be considered a standard practice in perioperative nursing care.
Efektivitas Intervensi Terapeutik Non-farmakologis (Terapi Musik dan Distraksi) terhadap Kecemasan Intraoperatif pada Pasien Operasi Caesar dengan Anestesi Regional: Tinjauan Literatur Muflizar Utamadiasna Putra; Farros Mirsa Setya Kalimasadda; M Refco Refliyani Hakim; Yolanda Puspita Loka; Ratih Kusuma Dewi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.123

Abstract

Pasien yang menjalani operasi Caesar (SC) dengan anestesi regional sering mengalami kecemasan, yang dapat memperburuk respons fisiologis dan meningkatkan persepsi nyeri. Karena intervensi farmakologis memiliki risiko terhadap janin atau bayi, scoping review ini meninjau bukti terbaru (2020–2025) mengenai efektivitas intervensi non-farmakologis, terutama terapi musik dan distraksi. Literatur yang dianalisis mencakup RCT dan Systematic Review. Hasil menunjukkan bahwa terapi musik secara konsisten menurunkan kecemasan intraoperatif maupun pascaoperasi dini, diukur menggunakan VAS-A dan STAI-SA. Musik pilihan pasien (patient-selected) terbukti paling efektif karena memberikan rasa kontrol, meningkatkan suasana hati, serta mengurangi kebutuhan obat bius tambahan seperti fentanyl atau midazolam. Beberapa studi juga menemukan penurunan skor PCS (Pain Catastrophizing Scale). Namun, efek terapi musik terhadap nyeri akut pascaoperasi masih belum konsisten, kemungkinan karena pengaruh residu anestesi spinal. Secara keseluruhan, terapi musik merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, disukai pasien, dan efektif dalam mengurangi kecemasan dan faktor psikologis yang berkontribusi pada persepsi nyeri pada pasien SC dengan anestesi regional.