Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI DESA TANETE KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN Nur Alisa; Imam Suyitno; Bakhtiar Bakhtiar; Najamuddin Najamuddin
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 20, No 1 (2024): Volume 20, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v20i1.5063

Abstract

he aim of this research is to understand (1) How the Family Hope Program plays a role in overcoming poverty in Tanete Village, Tompobulu District, Gowa Regency. (2) Effectiveness of the Family Hope Program in Tanete Village, Tompobulu District, Gowa Regency. (3) Factors that hinder the implementation of the Family Hope Program in dealing with poverty in Tanete Village, Tompobulu District, Gowa Regency. This research used a qualitative approach, with informants consisting of PKH Facilitators, Tanete Village Welfare Head, Posyandu Cadres, and Beneficiary Families (KPM) of the Family Hope Program (PKH). Data was obtained from primary and secondary sources through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that: (1) The implementation of PKH in Tanete Village has been coordinated from the start, but has not been effective in reducing poverty, only helping to reduce the expenditure burden on poor families. (2) The effectiveness of PKH in Tanete Village is considered to be in accordance with the rules for determining prospective participants, even though there are differences in the amount of assistance at each disbursement stage due to discrepancies in the disbursement schedule. (3) Inhibiting factors include the Integrated Social Welfare Data (DTKS) not being updated, data discrepancies with reality, limited PKH assistance quotas, and a lack of PKH assistants.
PENGUATAN KARAKTER NASIONALISME PESERTA DIDIK MELALUI HABITUASI DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA (STUDI DI SMP NEGERI 1 SEBATIK TENGAH) Andi Aco Agus; Imam Suyitno; Era Fasirah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out: (1) The strategies used by schools to strengthen the nationalist character of students through habituation at SMP Negeri 1 Sebatik Tengah. (2) Supporting and inhibiting factors in the implementation of strengthening the nationalist character of students at SMP Negeri 1 Sebatik Tengah. This research is qualitative research with a qualitative descriptive approach, the types of data used in the research are primary data and secondary data. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. The results of the research show that: (1) The strategy used by schools to strengthen the nationalistic character of students is through habituation in the form of flag ceremony activities, singing the national anthem before and after learning, use of Indonesian then scout extracurricular activities, teacher example, and Learning based on local wisdom, namely Yameto and Lukiwol regional gymnastics. This habituation program has very important benefits and contributions in supporting the strengthening of students' nationalistic character. (2) Supporting and inhibiting factors in the implementation of strengthening the nationalist character of students at SMP Negeri 1 Sebatik Tengah (a) Supporting factors are the active role of teachers, consistency and regularity in carrying out habituation activities. (b) inhibiting factors, namely the influence of the living environment.
Analisis Kasus Perceraian pada masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Bulukumba Kelas I B (Periode Januari 2019 s/d Agustus 2023) Riskawati Hasram; Andi Aco Agus; Imam Suyitno
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RISKAWATI HASRAM. 2024. Analisis Kasus Perceraian pada masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Bulukumba Kelas I B (Periode Januari 2019 s/d Agustus 2023). Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan PPKn dan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar.Dibimbing oleh Andi Aco Agus dan Imam Suyitno. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor empiris penyebab terjadinya perceraian (2) Upaya mediator dalam proses mediasi perceraian (3) Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perceraian. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif, menggunakan dua sumber data yakni Sumber data primer (hakim, mediator, panitera) dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Triangulasi Sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor empiris penyebab terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Bulukumba yakni perselisihan dan pertengkaran terus menerus, faktor ekonomi dan faktor meninggalkan salah satu pihak (2) Upaya mediator dalam proses mediasi mencakup pemahaman metode mediasi, pemberian nasehat, memberikan pemahaman tentang dampak perceraian, dan pelaksanaan pertemuan terpisah (kaukus). Meskipun demikian, mediator dihadapkan pada kendala seperti ketidakhadiran salah satu pihak, konflik berkepanjangan, keinginan kuat untuk bercerai dan masalah bahasa. (3) Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perceraian, yakni landasan hukum, alasan perceraian, bukti dan keterangan saksi. Kata Kunci: Pandemi Covid-19; Perceraian; Mediator; Hakim; Pengadilan Agama. 
Studi Tentang Keterampilan Guru Menggunakan Variasi Dalam Proses Pembelajaran PPKn Ratih Purnama Intang; Nurkarsya Khaer; Imam Suyitno
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 2 (Juni 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i2.70980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Keterampilan guru menggunakan variasi dalam proses pembelajaran PPKn di Kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Bangkala. (2) Faktor penghambat guru dalam menggunakan variasi pembelajaran pada proses pembelajaran PPKn di Kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Bangkala. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data terkait dengan tujuan penelitian ini, maka digunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdidi dari 1 Guru PPKn Kelas VIII, Kepala Sekolah dan 3 orang siswa Kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Bangkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterampilan guru menggunakan variasi dalam proses pembelajaran telah diterapkan oleh guru PPKn Kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Bangkala, yang meliputi variasi gaya mengajar (berupa variasi suara, pemusatan perhatian, menggunakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik wajah, kesenyapan dan pergantian posisi), variasi penggunaan media dan alat pengajaran (berupa media dan alat pengajaran yang dapat dilihat, didengar dan diraba, seperti handphone dan video pembelajaran) dan variasi pola interaksi (berupa variasi pola guru-murid (komunikasi sebagai aksi/satu arah), pola guru-murid-guru (komunikasi sebagai interaksi) dan pola guru-murid, murid-murid (komunikasi multi arah)). (2) Faktor penghambat guru dalam menggunakan variasi pembelajaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan ekternal. Faktor internal berasal dari dalam diri guru yang meliputi kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang metode pengajaran, kurangnya manajeman waktu guru dan kurangnya keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Sedangkan faktor eksternal berasal dari lingukungan sekitar yang meliputi perbedaan tingkat kemampuan peserta didik, kurangnya rasa percaya diri peserta didik dan kurangnya perhatian siswa dalam proses pembelajaran.
Budaya Santri Dalam Menerapkan Nilai-Nilai Persatuan Di Pondok Pesantren Assalam Timbuseng Febi Febrianti; Mustaring Mustaring; Imam Suyitno
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 4 (Desember 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i4.77124

Abstract

Budaya Santri dalam Menerapkan Nilai-Nilai Persatuan dipondok Pesantren Assalam Timbuseng” Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Muh Sudirman selaku Pembimbing I dan Imam Suyitno selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) penerapan nilai-nilai persatuan dipondok pesantren assalam timbuseng. 2) kendala santri dalam menerapkan nilai-nilai persatuan. 3) Upaya santri mengatasi kendala yang di alami dalam menerapkan nilai-nilai persatuan dipondok pesantren assalam timbuseng. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder dalam rangka mencapai tjuan tersebut, maka peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang diperoleh dari hasil reduksi kata, penyajian data kemudian penarikan Kesimpulan. Sumber informan peneliti adalah Pembina, guru, dan santri pondok pesantren assalam timbuseng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penerapan nilai-nilai persatuan dipondok pesantren assalam timbuseng dilakukan dengan ranah Pendidikan baik formal maupun non-formal dan melalui kegiatan-kegiatan yang membentuk stivitas santri. 2. Kendala santri dalam menerapkan nilai-nilai persatuan terdapat pada diri sendiri dan di asrama, karena kurangnya intensif dan juga pengaruh dari orang lain. 3. Upaya santri dalam mengatasi kendala yang dialami dalam menerapkan nilai-nilai persatuan yaitu dengan membimbing, menuntun dan mengajak santri dalam perkembangannya dengan memberikan jalan lingkungan dan arahan sesuai dengan tujuan Pendidikan.
Implementasi Nilai Bela Negara Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Resimen Mahasiswa (MENWA) Imam Suyitno; Nurharsya Khaer Hanafie; Andi Nur Indah
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i1.72443

Abstract

Implementation of National Defense Values in the Student Activity Unit (UKM) of the Wolter Mongisidi Student Regiment (MENWA) Unit 702, Makassar State University. Thesis. Pancasila and Citizenship Education Study Program. PPKn and Business Law Department, Faculty of Social Sciences and Law. Makassar State University. Supervised by Imam Suyitno and Nurharsya Khaer Hanafie. The purpose of this study was to determine 1) the implementation of national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University in terms of To find out how the aspects of the Implementation of national defense values are in terms of: A. Love for the homeland; a) Willing to Sacrifice a) Soul and Body Proud as Indonesians. B. Awareness of Nation and State; a) Participate in general elections b) Think, behave and do the best for the nation and state. C. Belief in Pancasila as the nation's ideology; a) Understand the values in Pancasila b) Practice the values of Pancasila in everyday life. D. Have the initial ability to defend the country; a) Like to exercise b) Always maintain their health. 2) Inhibiting factors for the implementation of national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University 1) The implementation of national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University consists of 4 indicators, namely: A. Love for the homeland; a) Willing to Sacrifice b) Soul and Body Proud to be Indonesian. B. Awareness of Nation and State; a) Participate in general elections b) Think, behave and do the best for the nation and state. C. Belief in Pancasila as the nation's ideology; a) Understand the values in Pancasila b) Practice the values of Pancasila in everyday life. D. Having initial national defense skills; a) Likes to exercise b) Always maintains his health 2) The inhibiting factor in implementing national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University is that time constraints greatly affect the effectiveness of training and the achievement of program goals in Menwa, considering the importance of balance between academic responsibilities and organizational activities. For this reason, more flexible and efficient time management is needed so that training programs can run more optimally without sacrificing quality and achieving organizational goals.