Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Semiotika Makna Kasih Sayang Dalam Lagu “Nina” Karya Band .Feast Arif Musyahadah; Sri Dwi Fajarini
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v2i3.127

Abstract

Penelitian ini membahas analisis semiotika terhadap makna kasih sayang dalam lirik lagu "Nina" karya band .Feast. Musik sebagai salah satu bentuk komunikasi massa memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan emosional yang kompleks melalui perpaduan melodi dan lirik. Lagu "Nina" diciptakan oleh Adnan Satyanugraha dan terinspirasi dari kasih sayangnya kepada sang putri, Nina. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kasih sayang dalam lirik lagu tersebut melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, khususnya dengan menganalisis hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) serta keterkaitannya dalam struktur sintagmatik dan paradigmatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Data utama berupa lirik lagu dianalisis untuk mengidentifikasi bentuk ekspresi kasih sayang, yang dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori menurut Zubaedi (2005), yaitu cinta, pengabdian, dan perhatian. Analisis sintagmatik dilakukan dengan mengkaji hubungan horizontal antar kata dalam satu bait, sedangkan analisis paradigmatik menggambarkan hubungan makna yang saling menggantikan secara vertikal dalam sistem bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu "Nina" sarat akan makna kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Cinta terlihat dari ungkapan syukur dan pengharapan sang ayah untuk pertumbuhan anaknya. Pengabdian tercermin dalam pengorbanan waktu dan tenaga untuk melindungi serta menjaga anak dari kerasnya dunia. Sementara perhatian diwujudkan melalui janji untuk tetap hadir, meski secara fisik terpisah. Lirik lagu ini membentuk satu kesatuan makna yang menyentuh, tidak hanya bagi anak sebagai objek kasih, namun juga bagi pendengar sebagai penerima pesan emosional yang kuat.
INTEGRATION OF DIGITAL COMMUNICATION IN SUSTAINABLE SHARIA FINANCE : CHALLENGES AND OPPORTUNITIES IN THE CYBER MEDIA ERA Kurniawati, Juliana; Fitria Yuliani; Sri Dwi Fajarini
International Journal of Accounting Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): June
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ijai.v1i2.12

Abstract

Objective: This study aims to examine the challenges and opportunities faced by the Islamic finance sector in utilizing digital communication technology. Method: This article uses a qualitative research method based on a literature review, analyzing the integration of digital communication in Islamic banking services and the implementation of digital technology, as well as opportunities and challenges in the cyber media era. Results: On the one hand, the use of digital platforms expands access to Islamic financial services, increases transparency, efficiency, and community involvement. However, on the other hand, a number of challenges arise, including low digital literacy, cybersecurity threats, and the need for regulations that are in accordance with sharia principles. Novelty: With a deeper understanding, the integration of digital communication can be a strong basis for strengthening inclusive, adaptive, and sustainable sharia finance amidst the changes in the digital era. Utilizing all available resources on the internet for the integration of sharia banking product services, for example creating interesting content on digital media platforms as a means of promotion and education for Indonesian society.