Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Role of Madrasah Principles and School Culture in Enhancing Teacher Performance at Muhammadiyah Schools Abd. Rahman; Mowafg Masuwd; Mohd Aizul Yaakob; Hasanuddin Hasanuddin
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v9i1.38098

Abstract

This study examines how madrasah principals' leadership practices and school culture shape teacher performance in Muhammadiyah schools in South Sulawesi, Indonesia. While previous studies have extensively addressed leadership and school culture, evidence remains limited regarding the specific mechanisms by which faith-based leadership in Muhammadiyah madrasahs is manifested and experienced at the school level, particularly outside of key areas. Addressing this gap is crucial because leadership and culture are practical levers for strengthening teacher development and maintaining school quality in a values-based educational environment. This study employed a qualitative multiple case study design in three Muhammadiyah madrasahs in South Sulawesi. Data were collected through in-depth interviews with participants (madrasah principals, vice-principals, and teachers) who were purposively selected based on criteria such as position, minimum tenure, integration into professional development programs, and non-participant observation and document analysis (e.g., school policies and professional development records). Data were analyzed using thematic analysis through iterative coding, theme development, and cross-case comparison. Findings indicate that principals support teacher performance through (1) structured professional development planning (e.g., training/workshops aligned with teacher needs), (2) instructional supervision and feedback routines, (3) cultivating a collaborative culture (peer support, shared problem-solving), and (4) recognition practices that strengthen motivation and commitment. Based on these themes, we recommend strengthening needs-based professional development cycles, institutionalizing regular feedback and supervision protocols, and implementing transparent recognition criteria aligned with agreed-upon performance indicators.
Penerapan Microlearning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas IV A SDIT Al-Muwahhidiin Kabupaten Gowa Qonitah Bintu Muhammad Ali Tasrif; Abd. Rahman; Muhammad Yasin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan microlearning berbasis multimedia dalam upaya meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas IV A SDIT Al-Muwahhidiin Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilaksanakan melalui beberapa siklus tindakan. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV A yang berjumlah 21 orang dan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan metode microlearning berbasis multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode microlearning dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa, yaitu pada tahap pre-test sebesar 49, kemudian meningkat menjadi 68,8 pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 84,5 pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Arab melalui penyajian materi yang singkat, menarik, dan berbasis multimedia. Dengan demikian, penerapan metode microlearning berbasis multimedia efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas IV A SDIT Al-Muwahhidiin Kabupaten Gowa serta mendukung terciptanya proses pembelajaran Bahasa Arab yang aktif, menarik, interaktif, sesuai dengan kebutuhan siswa, efektif, dan berkelanjutan di sekolah secara lebih optimal pula.
Fenomena Language Anxiety Pada Tahap Awal Pembelajaran Bahasa Arab Pada Siswa Kelas VIII MTs Biccoing Kabupaten Bone Nurul Mujahidah; Abd. Rahman; Muhammad Radhi Al Mardhi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk language anxiety yang dialami siswa kelas VIII MTs Biccoing Kabupaten Bone pada tahap awal pembelajaran bahasa Arab serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas delapan siswa yang dipilih melalui purposive sampling, seorang guru bahasa Arab, dan kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami communication apprehension, fear of negative evaluation, dan test anxiety. Kecemasan tampak melalui rasa gugup saat berbicara, takut salah, khawatir dinilai guru dan teman, serta cemas ketika menghadapi evaluasi. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan kosakata bahasa Arab, tekanan penilaian, suasana kelas, dan terbatasnya media pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa language anxiety memengaruhi keberanian dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab.