Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Pijat Perut sebagai Terapi Komplementer : Pelatihan bagi Ibu Balita dalam Menangani Gas dan Kolik Sumarni Sumarni; Kusumastuti Kusumastuti; Siti Mutoharoh; Dina Saskia Budiarti; Enjel Laksana P; Faizatun Hidayah; Jennie Sava Adela; Novi Wahyuni; Khusnul Khotimah
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i4.2517

Abstract

Bloating in infants can also accompany other digestive disorders, such as vomiting, diarrhea, abdominal pain, and constipation. Babies with gas often vomit easily. Babies with diarrhea will have low potassium levels, resulting in bloating. One benefit of infant massage is addressing complaints of bloating and colic in infants. Tummy massage is a gentle abdominal massage designed to encourage trapped air to move. The goal is to move gas and other materials from the intestines to the large intestine. The method used was preparation through coordination with midwives and cadres in Selokerto Village, Sempor District, Kebumen Regency. The activity was implemented through lectures and tummy massage simulations. While evaluation and follow-up plans for the activity were carried out by evaluating the knowledge of mothers of toddlers and can be implemented independently using leaflets distributed to mothers of toddlers. The number of respondents in this activity was 10 mothers of toddlers. The activity went smoothly, all mothers enthusiastically participated in the activity. Respondents were aged between 20-34 years. The level of knowledge of respondents before the activity was that most had sufficient knowledge about bloating/colic in toddlers and tummy massage. Meanwhile, after the knowledge activity, most responded well. Conclusion: The community service activity was effective in increasing respondents' knowledge about gas/colic in toddlers and tummy massage.
Tinjauan kesiapan mitigasi bencana non-struktural dalam menghadapi bencana tsunami di kawasan pesisir Kecamatan Kuta Ramadhani, Difa Ayu Balqist; Miladan, Nur; Kusumastuti, Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.53767

Abstract

Kecamatan Kuta memiliki beragam destinasi wisata di Pulau Bali yang mendunia, berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik vital dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi, letak Pulau Bali pada zona subduksi (tumbukan) menjadikan kawasan ini memiliki risiko bencana tsunami tinggi sehingga diperlukan adanya upaya mitigasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesiapan upaya mitigasi bencana non-struktural tsunami di Kecamatan Kuta. Metode kuantitatif dengan teknik analisis berupa teknik analisis spasial, teknik analisis deskriptif, dan teknik analisis skoring, digunakan untuk mengukur hal tersebut. Data yang digunakan adalah data regulasi yang mengatur bencana tsunami, data penggunaan lahan yang berbasis pada mitigasi tsunami, dan data sosialisasi terkait mitigasi bencana tsunami yang diperoleh melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil menunjukan bahwa tingkat mitigasi kesiapan mitigasi bencana tsunami non-struktural di Kecamatan Kuta tergolong dalam kategori kurang siap. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya regulasi yang mengatur kawasan bencana tsunami pada kawasan penelitian secara menyeluruh, minimnya dan belum menyeluruhnya pemberian edukasi dan sosialisasi terkait mitigasi bencana tsunami, serta kawasan masih belum sesuai dengan regulasi berbasis kawasan rawan bencana.
Kajian risiko bencana gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat Kinasih, Farah Achyani; Miladan, Nur; Kusumastuti, Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.57232

Abstract

Kabupaten Bandung Barat merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung serta memiliki potensi di bidang pariwisata. Letaknya yang berbatasan langsung dengan perkotaan menjadikan kabupaten ini memiliki angka laju pertumbuhan penduduk tertinggi pada tahun 2010-2020 di Provinsi Jawa Barat. Namun, Kabupaten Bandung Barat dilalui oleh Sesar Lembang yang terpantau mengalami aktivitas sehingga dapat memicu ancaman gempa bumi dan pada saat ini sudah memasuki fase pelepasan energi. Dengan adanya kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji risiko bencana gempa bumi yang mungkin terjadi akibat aktivitas Sesar Lembang. Komponen risiko bencana meliputi kerawanan dan kerentanan baik kerentanan fisik, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan data utama dari studi dokumen dan data pendukung dari wawancara dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik skoring pada unit wilayah kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Bandung Barat terbagi dalam empat tingkatan risiko bencana. Risiko bencana tertinggi berada pada ibu kota kabupaten dan daerah wisata potensial pada bagian utara Kabupaten Bandung Barat. Area ini termasuk dalam kecamatan yang dilalui oleh jalur sesar sehingga apabila Sesar Lembang beraktivitas dan memicu gempa bumi, maka daerah ini akan merasakan intensitas guncangan yang paling besar.
Kesesuaian proses perencanaan partisipatif terhadap rencana pembangunan desa di Triharjo, Kabupaten Kulon Progo Khadijah, Sabila; Kusumastuti, Kusumastuti; Miladan, Nur
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.56863

Abstract

Pembangunan desa menjadi tantangan di Indonesia dengan lebih dari 20.000 desa berada dalam status tertinggal dan sangat tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun pada tahun 2019. Upaya mempercepat pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat dengan mendorong pembangunan desa agar mandiri, berketahanan, serta berkelanjutan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengamanatkan agar pemerintah desa menyusun RPJMDes dengan pendekatan partisipatif. Di Kalurahan Triharjo, Kabupaten Kulonprogo, rencana pembangunan desa melalui serangkaian tahapan yang melibatkan masyarakat mulai dari identifikasi, perumusan rencana, hingga pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian proses penyusunan RPJM Desa di Kalurahan Triharjo terhadap pedoman perencanaan dan konsep perencanaan partisipatif. Metode penelitian campuran digunakan untuk mengungkap partisipasi masyarakat, kapasitas kelembagaan, dan forum musyawarah yang terjadi sepanjang proses perencanaan. Analisis dilakukan untuk melihat kesesuaian tahapan dan substansi penyusunan RPJMDes sebagai dokumen utama pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk perencanaan telah sesuai dengan pedoman pada kategori sedang. Proses perencanaan melibatkan berbagai unsur dalam masyarakat, dilaksanakan secara langsung, berkesinambungan, serta terdapat dorongan melalui musyawarah dari level teritorial paling bawah.