Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PIJAT BAYI TERHADAP KEAKTIFAN IBU DALAM MELAKUKAN PIJAT BAYI DI POSYANDU TEMUIRENG 10 SOROSUTAN UMBULHARJO YOGYAKARTA Wulandari, Setyo Retno; Kuswanti, Ina; Suprihatin, Alifa
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.359 KB)

Abstract

Latar belakang: Prevalensi gizi buruk di dunia adalah 14,9% dan secara regional dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara sebesar 27,3% (WHO, 2015). Berdasarkan data dari laporan Gizi Global pada tahun 2016, Indonesia menempati urutan ke-108 di dunia dengan jumlah kasus gizi buruk terbanyak. Sementara itu, menurut Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2016 jumlah kasus gizi buruk tertinggi di kota Yogyakarta, yaitu 96 orang, diikuti oleh 43 orang di Bantul, 32 orang di Sleman, 31 orang di Kulonprogo, dan 27 orang (kantor kesehatan). DIY, 2016). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan pijat bayi pada aktivitas ibu dalam melakukan pijat bayi di Posyandu Temuireng 10 Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian one-group pretest-posttest yang dilakukan pada bulan Februari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Temuireng 10 Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah statistik Wilcoxon. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling berpengaruh terhadap aktivitas ibu dalam melakukan pijat bayi di Posyandu Temuireng 10 Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta. Sedangkan konseling berpengaruh terhadap aktivitas ibu dalam melakukan pijat bayi di Posyandu Temuireng 10 Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG TEKNIK MENYUSUI BENAR DENGAN PERILAKU MENYUSUI PADA IBU NIFAS Kuswanti, Ina; Puspitasari, Intan
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 8 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.59 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2011, cakupan ASI eksklusif di DIY mencapai 40,2 dan pada 2012 menjadi 46,4%. Salah satu penyebab rendahnya kesuksesan dalam menyusui adalah disebabkan karena kesalahan ibu dalam memposisikan dan meletakkan bayi saat menyusui. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu diberi penjelasan tentang pentingnya pengetahuan dan cara menyusui yang benar. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang teknik menyusui benar dengan perilaku menyusui pada ibu nifas di BPS Sri Romdhati Semin Gunungkidul. Metode: penelitian ini merupakan jenis survey analisis dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan lembar observasi yang menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Populasi penelitian adalah 68 ibu nifas dan sampel penelitian sejamlah 40 responden menggunakan purposive sampling. Metode analisa data menggunakan analasia biavariat dan korelasi Kendall-Tau. Hasil: Sebagian besar pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui benar di BPS Sri Romdhati Semin Gunungkidul berada dalam kategori cukup (55%) dan sebagian besar perilaku menyusui ibu nifas di BPS Sri Romdhati Semin Gunungkidul berada dalam kategori cukup (70%). Ada korelasi antara pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui benar dan perilaku menyusui ibu nifas di BPS Sri Romdhati Semin Gunungkidul dengan nilai korelasi Kendall-Tau = 0,475 dan korelasi tabel = 0,312 dengan Sig. = 0,001 (α=0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang teknik menyusui benar dengan perilaku menyusui pada ibu nifas di BPS Sri Romdhati Semin Gunungkidul.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN KEPATUHAN IBU MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI DUSUN REJOSARI KELURAHAN SRIMARTANI BANTUL Tita, Fransiska Dua; Melina, Fitria; kuswanti, ina
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 9 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.951 KB)

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks adalah salah satu masalah kesehatan yang paling menonjol bagi wanita di seluruh dunia dengan perkiraan 529.409 kasus baru dan sekitar 89% di negara-negara berkembang, sementara prevalensi kanker serviks di DIY adalah 4,1%. Setiap wanita yang telah melakukan hubungan seksual wajib melakukan deteksi dini kanker serviks, oleh karena itu deteksi dini kanker serviks perlu segera dilakukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi deteksi dini adalah pengetahuan ibu. Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik akan patuh dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Dusun Rejosari, Srimartani adalah sebuah dusun di desa Srimartani Bantul yang memiliki 3 kasus wanita yang menderita kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan kepatuhan ibu dalam melakukan tes IVA di Rejosari, Srimartani, Bantul. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian survei analitik dan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dari pasangan usia subur di Dusun Rejosari, Srimartani Bantul, sebanyak 59 Orang, Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah Chi Square, yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan kepatuhan ibu dalam melakukan tes IVA. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan kepatuhan ibu dalam melakukan tes IVA di Rejosari, Srimartani, Bantul. Dengan nilai Chi square dan nilai signifikansi sebesar 0,000> 0,05. Kesimpulan: Bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan kepatuhan ibu dalam melakukan tes IVA di Rejosari, Srimartani Bantul. Saran: Diharapkan ibu akan mendapatkan pengetahuan tentang kanker serviks sehingga bisa meningkatkan kepatuhan atau motivasi PUS untuk melakukan pemeriksaan IVA.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG KANKER PAYUDARA DI SMA NEGERI 1 SANDEN BANTUL Murtiningsih, Diana; Kuswanti, Ina; Melina, Fitria
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 9 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.828 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara merupakan kanker dengan insiden tinggi, sebesar 20% dari seluruh keganasan. Insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 penduduk, provinsi DIY memiliki prevelensi tertinggi untuk penyakit kanker payudara sebesar 2,4%. Tahun 2016 angka kejadian kanker payudara di DIY tertinggi berada di kabupaten Bantul sebanyak (38,01%) 312 kasus, dan kejadian tertinggi tertinggi di kecamatan Sanden yaitu 61 kasus. Salah satu cara untuk mencegah kenaikan angka kejadian kanker payudara adalah dengan memberikan pemahaman tentang kanker payudara pada siswi melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan metode ceramah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswi tentang kanker payudara di SMA N 1 Sanden Bantul. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen Pretest-Posttest One Group Design. Jumlah populasi 275 siswi, jumlah sampel 74 siswi diambil dengan rumus Slovin dan teknik stratified random sampling. Hasil : Pengetahuan siswi sebelum diberikan pendidikan kesehatan berada di kategori kurang sebesar 63,5% dan setelah diberikan pendidikan kesehatan berada di kategori cukup sebesar 63,5%. Hasil uji Wilcoxon dengan = 0,05, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang kanker payudara di SMA N 1 Sanden Bantul.
Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS Dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Kuswanti, Ina; Melina, Fitria; Mulaicin, Nafira
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 15 No 01 (2024): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v15i01.297

Abstract

Background: There are 36,902 cases of HIV and AIDS in Indonesia. The city of Yogyakarta ranks 1st as the province with the most HIV and AIDS sufferers. The number of HIV and AIDS cases was 206 in men and 89 in women, while those who were positive for AIDS were 36 in men and 13 in women. Most of the sufferers of HIV cases from 1993-2021 in DIY came from 1775 people aged 20-29 years, and 1701 people aged 30-39 years, 99 people aged 15-19 years. The most common HIV and AIDS risk factors found in DIY were 3152 heterosexuals, 1030 homosexuals and 287 injecting narcotics. Research Methods: This study used a cross-sectional method. The population in this study were all adolescents from SMA Piri I Yogyakarta, totaling 77 teenagers. The sampling technique in this study used accidental sampling with a sample of 41 respondents. The data analysis used was Univariate Analysis and Bivariate Analysis with the Kendall Tau statistical test. Research Results: The results of this study showed that the majority of adolescents' knowledge about HIV/AIDS was in the sufficient category, namely 19 people (46.3%), and the prevention behavior regarding HIV/AIDS was mostly in the good category, namely 34 (82.9%). Conclusion: Relationship between adolescent knowledge about HIV/AIDS and HIV/AIDS prevention behavior
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL Dai Doni, Stefania; Kuswanti, Ina; Novitasari, Rista
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2016): Vol. 3. No. 2 Juli 2016
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang  :  Penyebab  utama  dari  kematian  ibu  di  Indonesia  adalah perdarahan  (27%).  Perdarahan  pada  24  jam  pertama  persalinan  salah  satunya disebabkan  oleh  robekan  jalan  lahir.  Prevalensi  ibu  bersalin  yang  mengalami ruptur perineum di Indonesia 52% dikarenakan persalinan dengan bayi berat lahir cukup  atau  lebih.  Di  DIY  pada  tahun  2014,  ada  40  kasus  kematian  ibu  dengan kasus  tertinggi  terjadi  di  Bantul  yaitu  14  kasus,  dengan  penyebab  utama  yaitu perdarahan 46%. Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, pada tahun 2015 terdapat 370 kasus ruptur perineum pada persalinan normal. Tujuan : Mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal. Metode : Penelitian survey  analitik menggunakan  pendekatan cross  sectional. Lokasi  penelitian  di  RSU  PKU  Muhammadiyah  Bantul.  Populasi  penelitian sebanyak  370  orang.  Sampel  sebanyak  40  orang  dengan accidental  sampling. Jenis  data  menggunakan  data  sekunder.  Metode  analisis  data  menggunakan korelasi Kendall-Tau. Hasil :  Mayoritas bayi  lahir  dengan  berat  badan  lahir  normal  (80%). Sebagian besar  ibu  mengalami ruptur  perineum derajat  2  (57,5%)  pada  persalinan  normal. Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat ruptur  perineum pada persalinan  normal dengan  nilai  korelasi Kendall-Tau sebesar  0,664  dengan  nilai signifikan 0,000. Kesimpulan  :  Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat  ruptur perineum pada persalinan normal. Kata Kunci : Berat Badan Lahir, Derajat Ruptur Perineum.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL Doni, Stefania Dai; Kuswanti, Ina; Novitasari, Rista
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2017): Vol. 4. No. 1 Januari 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang  :  Penyebab  utama  dari  kematian  ibu  di  Indonesia  adalah perdarahan  (27%).  Perdarahan  pada  24  jam  pertama  persalinan  salah  satunya disebabkan  oleh  robekan  jalan  lahir.  Prevalensi  ibu  bersalin  yang  mengalami ruptur perineum di Indonesia 52% dikarenakan persalinan dengan bayi berat lahir cukup  atau  lebih.  Di  DIY  pada  tahun  2014,  ada  40  kasus  kematian  ibu  dengan kasus  tertinggi  terjadi  di  Bantul  yaitu  14  kasus,  dengan  penyebab  utama  yaitu perdarahan 46%. Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, pada tahun 2015 terdapat 370 kasus ruptur perineum pada persalinan normal. Tujuan : Mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal. Metode : Penelitian survey  analitik menggunakan  pendekatan cross  sectional. Lokasi  penelitian  di  RSU  PKU  Muhammadiyah  Bantul.  Populasi  penelitian sebanyak  370  orang.  Sampel  sebanyak  40  orang  dengan accidental  sampling. Jenis  data  menggunakan  data  sekunder.  Metode  analisis  data  menggunakan korelasi Kendall-Tau. Hasil :  Mayoritas bayi  lahir  dengan  berat  badan  lahir  normal  (80%). Sebagian besar  ibu  mengalami ruptur  perineum derajat  2  (57,5%)  pada  persalinan  normal. Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat ruptur  perineum pada persalinan  normal dengan  nilai  korelasi Kendall-Tau sebesar  0,664  dengan  nilai signifikan 0,000. Kesimpulan  :  Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat  ruptur perineum pada persalinan normal. Kata Kunci : Berat Badan Lahir, Derajat Ruptur Perineum
HUBUNGAN USIA GESTASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Rochmawati, Lusa; Kuswanti, Ina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2024

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyebab stunting yaitu: faktor keluarga dan rumah tangga; makanan tambahan/komplementer yang tidak adekuat; menyusui, dan infeksi. Usia gestasi ibu dan pemberian ASI eksklusif termasuk faktor risiko dari maternal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan usia gestasi dan pemberian ASI eksklusif dengan risiko kejadian stunting pada balita. Metode: Jenis penelitian kuantitatif analitik observasional. Sampel sebagian balita yang berkunjung di posyandu bulan April-Juni 2023 di Bintaran dan Surokarsan Yogyakarta. Teknik sampling, purposive random sampling, berjumlah 55 balita. Instrumen berupa angket wawancara dan lembar observasi. Analisa data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Balita dengan umur gestasi matur dan tidak stunting sejumlah 46 balita (83,6%) lebih banyak dibandingkan balita dengan umur gestasi premature dan tidak stunting sejumlah 3 balita (5,5%), hasil uji Chi square dengan P value = 0,533. Balita yang tidak diberikan ASI eksklusif dan tidak stunting sejumlah 36 balita (65,5%) lebih banyak dibandingkan balita yang diberikan ASI eksklusif dan tidak stunting sejumlah 13 balita (23,6%), hasil uji Chi square dengan P value = 0,005. Simpulan: tidak ada hubungan umur gestasi dengan kejadian stunting pada balita. Sedangkan ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN, BERAT BADAN LAHIR DAN PANJANG BADAN LAHIR Kuswanti, Ina; Rochmwati, Lusa
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 15, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v15i1.995

Abstract

TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN SADARI PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN STIKES YOHYAKARTA Meliana Maria Tae; Rista Novitasari; Fitri Meliana; Ina Kuswanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.606

Abstract

Kasus kanker payudara di negara berkembang telah mencapai lebih dari 580.000 kasus pada setiap tahunnya 64% dari jumlah kasus tersebut meninggal karena penyakit ini. Diperkirakan pada tahun 2030 insiden kanker payudara dapat mencapai 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker payudara hal ini dikarenakan 70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut. Faktor yang menyebabkan adalah penderita kurang mengerti tentang kanker payudara dan masih kurangnya kesadaran wanita dalam melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara. Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan  cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2019 di STIKes Yogyakarta. Populasi penelitian ini semua mahasiswa Kebidanan STIKes Yogyakarta yang berjumlah 58 orang, dengan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 58 mahasiswa, analisa data menggunakan uji Chi-Square. Pengetahuan mahasiswa tentang SADARI sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 31 orang (53,4%) sedangkan kepatuhan SADARI sebagian besar termasuk tidak patuh yaitu 31 orang (53,4%). Tabulasi silang menunjukan bahwa dari 19 orang (32,8%) yang berpengetahuan baik dan patuh melakukan SADARI sedangkan 12 orang (20,7%) yang berpengetahuan baik namun tidak patuh dan masih terdapat 15 orang (25,9%) yang berpengetahuan cukup namun tidak patuh melakukan SADARI serta 4 orang (6,9%) yang berpengetahuan kurang semuanya tidak patuh melakukan SADARI. Ada Hubungan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Yogyakarta.