Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan pendidikan ibu dan pendapatan dengan kejadian stunting pada balita Kuswanti, Ina; Handayani, Fitri; Rochmawati, Lusa
Avicenna : Journal of Health Research Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v7i2.1209

Abstract

EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN VIDEO DENGAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK Rochmawati, Lusa; Kuswanti, Ina; Prabawati, Sulistyaningsih
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 12, No 2 (2021): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v12i2.495

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Kuswanti, Ina; Khairani Azzahra, Salsabila
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 13, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v13i1.560

Abstract

Latar Belakang: Secara global, 155 juta (22,9%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting balita di Indonesia urutan ke - 5 terbesar di dunia. Angka kejadian stunting pada balita di DIY sebesar 14,36% dan kejadian tertinggi terdapat di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta dengan prevalensi sebesar (14,70%).Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang dengan perilaku pencegahan stunting pada balita.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi ibu balita yang ada di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta (90 ibu balita). Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah 73 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji statistik Kendall-Tau.Hasil: Pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang pada balita berada di kategori cukup sebanyak 30 orang (41,1%), perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada balita berada di kategori perilaku negatif sebanyak 41 orang (56,2%), pengetahuan tentang pemenuhan gizi seimbang pada balita dengan perilaku pencegahan stunting pada balita sama-sama memiliki berada di kategori cukup dengan perilaku negatif yaitu sebanyak 18 ibu dengan persentase (44%) dan dengan kategori pengetahuan rendah dan perilaku negatif sebanyak 23 ibu dengan persentase (56%). Hasil uji Kendall-Tau dengan < α= 0,723, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang dengan perilaku pencegahan stunting pada balita
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemantauan Kesehatan, Edukasi, dan Pendampingan pada Ibu Hamil di Wilayah Bintaran dan Surokarsan Yogyakarta Lusa Rochmawati; Kuswanti, Ina; Prabawati, Sulistyaningsih; Melina, Fitria; Wulandari, Setyo Retno
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Philanthropy, January 2024
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v2i1.179

Abstract

Stunting is a condition where children under five fail to thrive due to chronic malnutrition and recurrent infections during the First 1000 Days of Life (HPK). Assistance for pregnant women can increase family understanding and be an effective strategy to empower families to increase readiness, especially in preventing stunting. The aim of community service activities is to carry out health monitoring and provide education to pregnant women regarding the results of examinations as an effort to prevent stunting through assisting pregnant women. The target of the activity is pregnant women in the Surokarsan and Bintaran areas, Wirogunan Village, Mergangsan Kemantren. The number of pregnant women recorded in September – December 2023 was 4 people. The method used is home visits by carrying out health monitoring and providing education through assistance to pregnant women. The results of activities in the form of health monitoring showed that all pregnant women were detected to be at high risk. The highest risk factors for pregnancy are anemia and pregnancy at too old an age (> 35 years). Education provided when assisting pregnant women about pregnancy anemia and high risk  pregnancies. After receiving education, pregnant women understand the importance of preventing anemia during pregnancy and are willing to consume blood supplement tablets regularly and fulfill balanced nutrition. Pregnant women understand that high-risk pregnancies are also a risk factor for stunting.
Pengaruh Edukasi Berbasis Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu di Puskesmas Antang Perumnas Tahun 2024 Karlina, Nini; Sumarni; Yakob, Asmirati; Melina, Fitria; Kuswanti, Ina
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v4i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi berbasis leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai pembuatan makanan pendamping ASI (MPASI) di Puskesmas Antang Perumnas pada tahun 2024. MPASI merupakan elemen penting dalam memastikan gizi yang cukup bagi bayi yang telah berusia 6 bulan setelah ASI eksklusif. Kekurangan pengetahuan ibu dalam pembuatan MPASI dapat menyebabkan pemberian yang tidak tepat, yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design, melibatkan 36 ibu dengan bayi yang mengalami kekurangan gizi di Puskesmas Antang Perumnas pada Agustus hingga Oktober 2023. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan ibu tentang pembuatan MPASI. Sebelum edukasi, sebagian besar ibu menunjukkan pengetahuan yang kurang, namun setelah diberikan edukasi berbasis leaflet, pengetahuan mereka meningkat secara signifikan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), menandakan pengaruh yang signifikan dari edukasi terhadap pengetahuan ibu. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pembuatan MPASI, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pemberian MPASI dan mendukung pertumbuhan optimal bayi, serta mengurangi risiko gizi buruk dan stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ANTENATAL CARE TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN II BANTUL Nisa, Hayatun; Melina, Fitria; Kuswanti, Ina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v9i1.149

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan ibu erat kaitannya dengan ibu hamil, yang banyak memberikan kontribusi terhadap angka kematian ibu saat ini, kematian ibu hamil dapat dicegah bila ibu hamil mendapatkan kualitas pelayanan antenatal yang baik kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai antenatal care atau pemeriksaan kehamilan mengakibatkan kurang pedulinya ibu hamil tentang kesehatan dirinya dan bayi yang di kandungnya.Menurut data yang di peroleh pada bulan januari 2016 Puskesmas Banguntapan II K4 kurang dari target capaian 95%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang antenatal care dan mengindentifikasi pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang antenatal care serta menganalisa pengaruh pendidikan kesehatantentang antenatal care terhadap pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care di Puskesmas Banguntapan II Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan the one group pre-posttest design.Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil primi yang periksa di Puskesmas Banguntapan II Bantul sebanyak 45 responden. Hasil:Menunjukkan nilai pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori kurang berjumlah 34 ibu hamil (75,56%) dan kategori cukup berjumlah 11 ibu hamil (24,44%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan dalam kategori baik berjumlah 15 ibu hamil (33,33%) dan kategori cukup berjumlah 30 ibu hamil (66,67%). Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai signifikan lebihkecil dari 0,05 (p=0,000<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang antenatal care terhadap pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care di Puskesmas Banguntapan II Bantul. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Antenatal Care
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audio Visual Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Terhadap Motivasi Dalam Melakukan Sadari Melina, Fitria; Kuswanti, Ina; Kirana, Alvinta Ega
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.488

Abstract

Latar Belakang: Profil Kesehatan Provinsi DIY tahun (2021), menyebutkan bahwa capaian deteksi dini kanker payudara terendah berada di Kabupaten Bantul (0,4%) disusul Kabupaten Kulon Progo (0,7%), Kabupaten Gunung Kidul (2,1%), Kabupaten Sleman (3,0%) dan yang terbanyak di Kota Yogyakarta (8,1%) Kanker payudara sangat berbahaya dan harus diwaspadai sejak dini.Tujuan Untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan melalui media audio visual tentang deteksi dini kanker payudara terhadap motivasi dalam melakukan SADARI di SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan melalui audio visual tentang deteksi dini kanker payudara terhadap motivasi dalam melakukan sadar. Metode: penelitian Kuantitatif menggunakan Metode Penelitian Pre- Eksperimen dengan desain One- Group Pretest-Posttes Design. Populasi dalam penelitian ini 152 orang. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Besar sampel yang didapatkan adalah 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Analisa univariat disajikan dalam distribusi frekuensi, bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Sebagian besar remaja memiliki motivasi melakukan sadari sebelum diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori sedang sejumlah 35 orang (70%), sebagian besar remaja memiliki motivasi melakukan sadari setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori sedang sejumlah 40 orang (80%) Analisa bivariat menunjukkan nilai signifikan p value 0,000<α, artinya Ha tidak diterima, maka pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif untuk meningkatkan motivasi dalam melakukan SADARI. Kesimpulan: pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif untuk meningkatkan motivasi dalam melakukan SADARI
KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS UMBULHARJO I YOGYAKARTA Verdiana, Miranti; Kuswanti, Ina; Rochmawati, Lusa
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.511

Abstract

Pemberian ASI bermanfaat untuk mencegah kematian dan kekurangan gizi pada bayi. ASI eksklusif mencegah kematian akibat diare dan ISPA. Karakteristik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas) dapat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampling secara purposive dengan jumlah sampel 55 orang ibu yang menyusui. Data penelitian menggunakan data sekunder dengan bantuan instrument berupa lembar observasi. Analisa data secara univariat, hasil disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Karakteristik ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif berdasarkan pekerjaan yaitu sebagian besar ibu yang bekerja 37 responden (67,3%), sebagian besar pendidikan SMA 27 responden (49,1%), sebagian besar dalam kategori resiko tinggi 35 tahun (61,8%), dan sebagian besar memiliki paritas (primipara) sebanyak 21 responden (38,2%). Sebagian besar ibu yang menyusui dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I dikarenakan pekerjaan ibu termasuk kategori ibu bekerja.
PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN ANAK USIA 29 HARI – 6 TAHUN DALAM BUKU KIA Okta, Yeni; Rochmawati, Lusa; Kuswanti, Ina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.512

Abstract

Meskipun angka kematian ibu dan bayi menurun, namun perlu upaya mengurangi angka kesakitan, risiko tinggi dan kematian maternal. Penggunaan buku KIA merupakan strategi pemberdayaan masyarakat. Penerapan buku KIA secara benar berdampak pada pengetahuan ibu dan keluarga terutama kesehatan ibu dan anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu balita tentang kesehatan anak usia 29 hari – 6 tahun pada buku KIA di Puskesmas Bantul I. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan subyek penelitian ibu balita yang berkunjung di Puskesmas Bantul I sebanyak 66 ibu balita yang didapatkan dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan univariat. Hasil pengetahuan ibu balita tentang kesehatan anak usia 29 hari – 6 tahun pada buku KIA sebagian besar cukup sebanyak 32 responden (48,5,5%), pengetahuan tentang tanda anak sehat sebagian besar cukup sebanyak 34 responden (51,5%), pengetahuan tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan sebagian besar cukup sebanyak 31 responden (47,0%), pengetahuan tentang pola asuh sebagian besar baik sebanyak 59 responden (89,4%), pengetahuan tentang perawatan anak sehari-hari sebagian besar cukup sebanyak 53 responden (80,3%), pengetahuan tentang perawatan anak sakit dan jadwal imunisasi sebagian besar cukup sebanyak 31 responden (47,0%). Pengetahuan ibu balita tentang kesehatan anak usia 29 hari – 6 tahun pada buku KIA di Puskesmas Bantul I dalam kategori cukup.
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN SADARI PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN STIKES YOHYAKARTA Tae, Meliana Maria; Novitasari, Rista; Meliana, Fitri; Kuswanti, Ina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.606

Abstract

Kasus kanker payudara di negara berkembang telah mencapai lebih dari 580.000 kasus pada setiap tahunnya 64% dari jumlah kasus tersebut meninggal karena penyakit ini. Diperkirakan pada tahun 2030 insiden kanker payudara dapat mencapai 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker payudara hal ini dikarenakan 70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut. Faktor yang menyebabkan adalah penderita kurang mengerti tentang kanker payudara dan masih kurangnya kesadaran wanita dalam melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara. Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan  cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2019 di STIKes Yogyakarta. Populasi penelitian ini semua mahasiswa Kebidanan STIKes Yogyakarta yang berjumlah 58 orang, dengan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 58 mahasiswa, analisa data menggunakan uji Chi-Square. Pengetahuan mahasiswa tentang SADARI sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 31 orang (53,4%) sedangkan kepatuhan SADARI sebagian besar termasuk tidak patuh yaitu 31 orang (53,4%). Tabulasi silang menunjukan bahwa dari 19 orang (32,8%) yang berpengetahuan baik dan patuh melakukan SADARI sedangkan 12 orang (20,7%) yang berpengetahuan baik namun tidak patuh dan masih terdapat 15 orang (25,9%) yang berpengetahuan cukup namun tidak patuh melakukan SADARI serta 4 orang (6,9%) yang berpengetahuan kurang semuanya tidak patuh melakukan SADARI. Ada Hubungan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Yogyakarta.