Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMANFAATAN BIJI TREMBESI (Samanea saman) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) Kinanti, Ulfa; Rahman, Arief; Harahap, Juliansyah
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4123

Abstract

Air limbah RPH mengandung bahan organik yang tinggi karena berasal dari sisa limbah pemotongan hewan, limbah ini dapat mempengaruhi kualitas air jika tidak dilakukan pengolahan dengan baik. Salah satu alternatif pengolahan air limbah RPH adalah dengan metode koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini menggunakan koagulan alami dari biji trembesi (Samanea saman). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biokoagulan biji trembesi dan pengaruh variasi kecepatan pengadukan dalam menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada air limbah RPH. Penelitian ini menggunakan variasi dosis yaitu 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; 2 g; dan 2,5 g untuk setiap 1 liter air limbah RPH dengan variasi pengadukan cepat 120 Rpm dan 150 Rpm selama 2 menit diikuti dengan pengadukan lambat 30 Rpm selama 30 menit, serta lamanya pengendapan adalah 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum dalam penyisihan kadar TSS berada pada dosis 1,5 g pada pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan persentase sebesar 87,8% dan pada dosis 2 g untuk pengadukan 150 Rpm/30 Rpm dengan persentase sebesar 90,1%. Untuk parameter COD didapatkan dosis optimum pada pembubuhan dosis 1,5 g dengan pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan penurunan sebesar 86,3% dan pada dosis 1,5 g dengan pengadukan 150 Rpm/30 Rpm dengan penurunan sebesar 85,5%. Sedangkan dosis optimum untuk kekeruhan adalah 1,5 g pada pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan persentase penurunan sebesar 80,8% dan pada dosis 1,5 g dengan pengadukan 150 rpm/30 Rpm dengan persentase penurunan 75,1%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa biokoagulan dari biji trembesi (Samanea saman) mampu menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada air limbah RPH Kota Banda Aceh.
PERENCANAAN UNIT SOLID SEPARATION CHAMBER (SSC) PADA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) KOTA SABANG Harahap, Juliansyah; Ishak, Bahagia; Fahira, Firyal; Nur, Suardi
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4152

Abstract

Sanitasi merupakan hak pelayanan dasar yang penting, namun hak dasar ini seringkali tidak mendapat perhatian dan menjadi prioritas. Kota Sabang memiliki STP yang terletak di STP Cot Abeuk. Kondisi STP yang tidak beroperasi menyebabkan gedung STP semakin banyak mengalami kerusakan. Berdasarkan observasi di lapangan, terdapat komponen unit pengolahan STP Cot Abeuk yang mengalami kerusakan sehingga memerlukan upaya perbaikan agar dapat dioperasikan kembali. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sampling survei, wawancara dan metode lainnya. Hasil pengujian karakteristik lumpur tinja di IPAL Kota Sabang belum memenuhi baku mutu yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik sebagai pedoman baku mutu dalam penelitian ini. Jumlah bak SSC yang akan direncanakan adalah 4 bak dengan dimensi masing-masing bak yaitu panjang 9,75 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,10 meter dengan ketebalan endapan lumpur 0,5 meter dan luas permukaan 24,38 meter. Tujuan perencanaan unit SSC di STP Kota Sabang diharapkan STP dapat beroperasi dengan baik.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA FILTRASI MULTI LAYER UNTUK LIMBAH CAIR DI SPBU KUTA ALAM BANDA ACEH Aida, Nur; Aulia, Fahril; Teuku Muhammad Ashari; Juliansyah Harahap
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4332

Abstract

Limbah cair merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di beberapa industri. Pemrosesan limbah cair yang efektif dan efisien sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media filtrasi multi layer dalam pemrosesan limbah cair. Media filtrasi multi layer terdiri dari beberapa lapisan dengan sifat dan ukuran pori yang berbeda. Setiap lapisan memiliki peran tertentu dalam menghilangkan partikel dan kontaminan dari limbah cair. Dalam analisis ini, kami mengumpulkan data tentang performa media filtrasi multi layer dalam menghilangkan zat pencemar tertentu, seperti pH, Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan kekeruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel limbah cair dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kuta alam, pembuatan media filtrasi multi layer dengan kombinasi lapisan yang tepat dan pengujian performa media filtrasi menggunakan teknik analisis laboratorium yang sesuai. Hasil peneliian ini memberikan bahwa penggunaan media filtrasi multi layer dapat menjadi solusi yang efektif dalam pemrosesan limbah cair dan mampu menghilangkan berbagai zat pencemar. Hasil penelitian ini mampu menurunkan pH sebesar 16,66%, COD sebesar 95,43%, TSS 21,64%, dan kekeruhan 99,31%.
PENURUNAN KADAR PENCEMAR PADA AIR LIMBAH PENATU MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI Harahap, Juliansyah; Farhany O., Asti; Rahman, Arief; Aida, Nur
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4336

Abstract

Air limbah penatu mengandung bahan organik tingkat tinggi, jika dibuang secara langsung ke lingkungan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem perairan. Elektrokoagulasi merupakan suatu proses pengolahan air limbah yang melibatkan penggunaan arus listrik untuk menghilangkan kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda Aluminium (Al) berdimensi 10 cm x 20 cm dan jarak antar elektroda 5 cm dengan beberapa variasi perlakuan pada level tegangan dan lama waktu kontak. Analisis dilakukan terhadap penurunan nilai parameter pencemar Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS) dan penyesuaian nilai pH pada air limbah laundry. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel terikat (COD, TSS, dan pH), dan variabel bebas yaitu variasi tegangan 3V, 4V, 5V, serta variasi waktu kontak 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar polutan. Persentase nilai TSS tertinggi pada variasi tegangan 5V dengan waktu kontak 120 menit sebesar 90,38%, persentase nilai COD tertinggi pada variasi tegangan 5V dengan waktu kontak 120 menit sebesar 93,72% dan peningkatan nilai pH tertinggi terjadi pada variasi tegangan 5V dengan waktu kontak 120 menit meningkat dari 7,5 menjadi 8,7. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air limbah laundry dimasa depan.
ANALYSIS OF FIRE PROTECTION SYSTEM ON THE MULTIFUNCTIONAL LABORATORY BUILDING OF AR-RANIRY STATE ISLAMIC UNIVERSITY BANDA ACEH INDONESIA Dedy Ruzwardy; Harahap, Juliansyah; Pradana Syahran, Habiyuda
Lingkar: Journal of Environmental Engineering Vol. 4 No. 1 (2023): LINGKAR : Journal of Environmental Engineering
Publisher : Department of Environmental Engineering (Prodi Teknik Lingkungan), Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ljee.v4i1.2722

Abstract

Fire can occur if three main elements are met, namely heat, oxygen, and fuel or it is called the fire triangle. Risks arising from fire incidents can be minimized by a fire protection system and the reliability of building safety systems. To ensure that the two systems run optimally, an evaluation and examination are needed on the existing conditions based on the applicable safety technical standards. This study aims to determine the existing condition of the applied fire protection system and to determine the reliability of the building safety system in the Ar-Raniry Multifunctional Laboratory Building. This research was conducted using a quantitative descriptive method. Research data collection was carried out using observation and interview methods. The observation method for existing conditions was carried out using a checklist compiled based on the Indonesian Minister Public Works’ Regulation Number 26/PRT/M/2008 of 2008 for fire protection systems and fire protection code from the National Standardization Agency of Indonesia Number Pd-T-11-2005-C on the reliability of building safety systems. The results show that the fire protection system in the UIN Ar-Raniry Multifunction Laboratory building was in the Enough category, with a value of 3.25. This is due to the absence of several active fire protection instruments such as fire extinguishers, sprinklers, and hydrants. Addionally, from the results of the reliability of the building safety system for the UIN Ar-Raniry Multifunction Laboratory building, it is in the Enough category with a value of 63.02. This is caused by the absence of emergency lighting and water sources as a source of hydrant water.
PERENCANAAN SUMUR RESAPAN PADA GAMPONG LAMTEH BANDA ACEH Hasanah Balqis, Salsabila; Rohendi, Aulia; Harahap, Juliansyah
Lingkar: Journal of Environmental Engineering Vol. 4 No. 1 (2023): LINGKAR : Journal of Environmental Engineering
Publisher : Department of Environmental Engineering (Prodi Teknik Lingkungan), Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ljee.v4i1.2894

Abstract

Changes in land use cause to reduced water absorption. Aceh Province is one of the areas that does not yet have technical regulations that have been implemented in terms of increasing water infiltration. This is one of the causes of not optimal flood handling. In urban areas, for example in the capital of Aceh Province, namely Banda Aceh, floods still occur frequently when there is high rainfall intensity and long duration of rain. One of the villages that experienced inundation was Gampong Lamteh, Ulee Kareng District, Banda Aceh. One solution to this problem is the construction of environmentally sound drainage in the form of infiltration wells. The existing drainage channels in Gampong Lamteh Banda Aceh are currently only located at a few points to drain excess water into water bodies while the rest are still ground canals. The cause of inundation is due to the unavailability of rainwater infiltration sites. After planning, the infiltration discharge value obtained by the infiltration wells is 0.000006594 m3/second and the total storage volume is 70,650 m3 and the design of the infiltration wells is planned in the form of a circle with a well height of 3 m, radius 0.5 m radius and the planned number of wells is 30 wells.
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran Pada Gedung Sarana Edukasi SMP SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Azkiyatul Faridy; Juliansyah Harahap; Marlisa Rahmi
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 2 No. 2 (2024): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Fire is a disaster that can occur in various places and times, either due to negligence, natural factors, or uncontrollable technical errors. This can certainly endanger and harm various parties. In an effort to reduce the impact of fire, the Government has issued regulations governing fire protection systems in buildings, according to the type and classification of buildings. This regulation is stated in the Regulation of the Minister of Public Works No. 26/PRT/M/2008 of 2008 concerning Technical Requirements for Fire Protection Systems in Buildings and the Environment.
Pembuatan Pupuk Cair dari Air Cucian Beras dan Sisa Sampah Dapur Yahya, Husnawati; Rohendi, Aulia; Ashari, Teuku Muhammad; Harahap, Juliansyah; Nur, Suardi; Fathma, Syarifah Seicha; Ginayatri, Lisa
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i1.294

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma perguruan tinggi bagi masyarakat. Air cucian beras dan juga limbah dapur merupakan sampah organik yang jarang dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pupuk yang ramah lingkungan. Sebagian besar sampah dapur dapat dijadikan pupuk kompos maupun pupuk cair. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pemanfaatan limbah dapur dan juga air cucian beras sebagai salah satu unsur hara alami bagi tanaman. Dengan cara ini diharapkan dapat mengurangi sampah organik rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa pemberian penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk. Bahan yang digunakan berupa air cucian beras, gula merah dan juga sisa sampah dapur. Campuran tersebut difermentasi selama 7-10 hari. Selama proses ini berlangsung, tutup wadah dibuka sesaat untuk mengurangi kebocoran wadah akibat gas-gas hasil fermentasi yang dihasilkan oleh bakteri. Hasil fermentasi air cucian beras dan juga limbah dapur setelah 7-10 hari berwarna kecoklatan dan berbau sedikit asam. Hasil pengabdian ini berupa pupuk organik cair yang siap diaplikasikan bagi tanaman. Pengaruh pemberian pupuk terhadap tanaman belum dilakukan karena keterbatasan waktu dan akan dilakukan survei pada agenda kegiatan pengabdian berikutnya di Desa Lamreh.
PEMANFAATAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENATU Harahap, Juliansyah; Ashari, Teuku Muhammad; Munar, Cut Hidayatul
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2468

Abstract

Perkembangan usaha penatu memungkinkan peningkatan jumlah pemakai deterjen sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan apabila dibuang secara langsung ke perairan. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah penatu akan mempengaruhi kualitas air yang berada di lingkungannya apabila tidak dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis optimum serbuk biji kelor (Moringa oleifera) serta efesiensinya untuk menurunkan parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas. Variasi dosis koagulan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 0 g, 0,01 g, 0,05 g, 0,1 g, 0,3 g, 0,5 g, 0,7 g, 0,9 g, dan 1,2 g. Pengujian awal air limbah penatu sebelum dilakukan proses koagulasi-flokulasi untuk parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas sebesar (733,48 mg/L), (110,0 mg/L), (8,7), dan (188,8 NTU) masih berada di atas baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016. Setelah dilakukan penelitian, hasil menunjukkan bahwa pengaruh dosis optimum biokoagulan serbuk biji kelor terhadap penurunan parameter COD terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 82 mg/L, TSS terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 33 mg/L, pH terjadi pada dosis 1,2 g sebanyak 8,4, dan turbiditas terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 49 NTU.