Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Aluminium Sulfat Dalam Menurunkan Kadar TSS (Total Suspended Solid) Air Limbah Penambangan Batu Bara Di PT.X Juliansyah Harahap
Elkawnie Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v3i2.2769

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada PT. X yang bergerak pada bidang industri pertambangan dan penjualan batubara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan air limbah, dosis dan efektivitas penggunaan Alumunium Sulfat untuk menurunkan kadar Total Suspended Solid (TSS) serta biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dari penggunaan Alumunium Sulfat pada pengolahan air limbah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dan pendekatan yang dilakukan dalam menganalisa data-data yang didapatkan adalah dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Selain hasil pengukuran dan pengamatan dilapangan, data primer lainnya didapatkan dengan melakukan wawancara secara mendalam(indepth interview) pada responden yang dinilai dapat menjadi sumber informasi yang baik. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa sumber air limbah penambangan batu bara merupakan run-off di areal Pit B yang berasal dari mata air yang berada di sekeliling dinding Pit B (area tambang) dan air limpasan hujan yang bercampur dengan lapisan over burden (OB) pada saat dilakukan kegiatan penambangan batu bara. Pengolahan air limbah kegiatan penambangan batu bara yang ditujukan untuk mengurangi kadar TSS pada air limbah tambang, dilakukan dengan teknologi pengolahan aktif. Efektivitas penggunaan Aluminium Sulfat (tawas) untuk menurunkan kadar konsentrasi parameter TSS dengan dosis yang telah ditentukan PT. X adalah sebesar 86,74 %.
Potensi Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Kota Banda Aceh Sebagai Sumber Energi Alternatif (Biodiesel) Juliansyah Harahap; Yullia Yullia
Elkawnie Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v4i2.3514

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banda Aceh, provinsi Aceh dengan mengambil sampel pada sejumlah restoran dan rumah makan berizin di Kota Banda Aceh. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data potensi limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari restoran dan rumah makan di Kota Banda Aceh yang nantinya akan dipakai sebagai data awal dalam penentuan kebijakan pengelolaan limbah minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif yaitu biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif dimana untuk mendapatkan jumlah potensi limbah minyak jelantah dilakukan dengan menggunakan metode statistik dengan pengambilan sampel populasi secara acak. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya besaran jumlah potensi limbah minyak jelantah yang dihasilkan oleh sebanyak 52 restoran dan rumah makan berizin yang ada di kota Banda Aceh yaitu sebesar 184,956 liter per harinya.This research was conducted in the city of Banda Aceh, Aceh province by sampling a number of licensed restaurants in the city of Banda Aceh. The main objective of this study was to obtain data on the potential waste of used cooking oil from restaurants in the city of Banda Aceh which would later be used as preliminary data in determining the management policy of waste cooking oil as an alternative energy source, namely biodiesel. The method used in this study was a descriptive analytical method with a quantitative approach where to obtain the potential amount of waste used cooking oil is done using statistical methods with randomly population sampling technique. The results of this study are obtaining the potential amount of waste cooking oil produced by as many as 52 licensed restaurants and food court/shop in the city of Banda Aceh, amount to 184,956 liters per day.
Greenhouse Gas Emission Estimation and Sustainable Municipal Solid Waste Management Development Strategy in Banda Aceh Anggraini, Wahyu Utami; Fathma, Syarifah Seicha; Harahap, Juliansyah
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v12i2.34840

Abstract

omestic waste management activities produce greenhouse gases (GHG) that account for 3-4% of the world's total GHG sources. Waste processing such as the decomposition process in landfill activities,  Aerobic and anaerobic processes in organic waste composting, and open burning waste also contributes to GHG emissions in the form of CO2, CH4, N2O, and other gases. This study aims to integrate the IPCC 2006 (Tier 2) greenhouse gas inventory method with the Sustainable Balanced Scorecard (SBSC) technique to bridge the gap between emissions quantification and strategic environmental planning. This aims to support greenhouse gas emission reduction in the municipal solid waste management sector. The IPCC 2006 methodology was conducted to calculate greenhouse gas emissions, while the SBSC was utilized for transforming the emission assessment results into strategic environmental recommendations for emission reduction. This research uses secondary data obtained from DLHK3 Banda Aceh City and primary data in the form of the results of filling out questionnaires on 5 selected informants. GHG emissions of Banda Aceh City in the 2050 BaU scenario reached 11,752 Gg CO2-eq, with landfilling producing the largest GHG of 10,755 Gg CO2-eq. Meanwhile, if it is assumed that waste management conditions are in accordance with Scenario 2, the total GHG emissions in domestic waste management in 2050 will be 6,935 Gg CO2-eq. Based on the SBSC analysis, recommendations are arranged based on the lowest performance values, namely, in the environmental perspective and the social perspective.