Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : CJPP

HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU Fausal Pratama; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41193

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological well-being dengan komitmen organisasi pada guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 65 guru dengan menggunakan teknik sampling jenuh sehingga jumlah sampel sebanyak 65 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi dan skala psychological well-being. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi pearson product moment, serta penghitungan dilakukan menggunakan software SPSS versi 24.0 for windows. Nilai taraf signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well-being dengan komitmen organisasi. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah sebesar 0,827 (r=0,827), hal tersebut menunjukkan bahwa korelasi antara psychological well-being dengan komitmen organisasi tergolong dalam hubungan yang sangat kuat. Hasil nilai koefisien korelasi juga menunjukkan nilai positif, artinya hubungan kedua variabel searah sehingga jika variabel psychological well-being mendapatkan nilai yang tinggi maka variabel komitmen organisasi juga akan memiliki nilai yang tinggi. Berlaku sebaliknya, jika variabel psychological well-being memiliki nilai yang rendah, maka variabel komitmen organisasi juga akan memiliki nilai yang rendah pula. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara psychological well-being dengan komitmen organisasi pada guru. Kata Kunci: Komitmen Organisasi, Psychological Well-Being, Guru. Abstract This study aims to determine the relationship between psychological well-being and organizational commitment on teacher. This study uses quantitative research methods. Total population is 65 teachers using saturated sampling technique then total sample is 65 teachers. Data collection techniques in this studi uses organizational commitment scale and psychological well being scale. Analysis of the data in this study uses pearson product moment correlation, and calcullation carried out using SPSS version 24.0 software for windows. The significance level value was 0,000 (p<0,05), meaning there was a significant relationship between psyhchological well-being and organizational commitment. The result of data analysis showed the correlation coefficient value obtained was 0,827 (r=0,827), these result showing the correlation between psychological well-being and organizational commitment is classified as vary strong relationship. The result of correlation coefficient also show a positive value, which means that the relationship between the two variables is unidirectional so that if psychological well-being variable has a high value, the organizational commiment variable will also has a high value. Conversely, if the psychological well-being variable has a low value, the organizaional commitment variable also has a low value. Based on result that indicates there is relationship between psychological well-being and organizational commitment on teachers. Keywords: Organizational Commitment, Psychological Well-Being, Teacher.
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA GURU Ahmad Aldy Hisbullah; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41216

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan work engagement pada guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh berjumlah 87 guru. Pada penelitian ini ada 30 orang guru yang mengisi skala untuk uji coba, sementara itu ada 57 guru sebagai subyek penelitian. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan 2 macam skala yaitu skala optimisme dan skala work engagement. Analisis data penelitian menggunakan teknik pearson product moment melalui bantuan program software SPSS 24 for windows. Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan antara optimisme dengan work engagement pada guru. Penghitungan hasil analisis data didapatkan nilai pearson correlation (r) sebesar 0,918 (r=0,918), hal tersebut menunjukkan ada hubungan antara optimisme dengan work engagement yang tergolong sangat kuat, serta didapatkan hasil yang menunjukkan nilai positif, artinya semakin tinggi optimisme, maka semakin tinggi pula work engagement. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah optimisme, maka semakin rendah pula work engagement. Kata Kunci: optimisme, work engagement, guru Abstract This study aims to determine the relationship between optimism and work engagement on teachers. The research method used a quantitative approach. The research sampling technique used saturated sampling totaling 87 teachers. In this study, there were 30 teachers who filled out the scale for the trial, while there were 57 teachers as research subjects. Data collection in this study used 2 kinds of scales, namely the optimism scale and the work engagement scale. Analysis of research data using the Pearson product moment technique through the help of the SPSS 24 software program for windows. Based on the results of data analysis, it shows that there is a relationship between optimism and work engagement on teachers. Calculation of the results of data analysis obtained a Pearson correlation (r) value of 0.918 (r = 0.918), this shows that there is a relationship between optimism and work engagement which is classified as very strong, and the results show a positive value, meaning that the higher the optimism, the higher the also work engagement. Vice versa, the lower the optimism, the lower the work engagement. Keywords: optimism, work engagement, teacher
PERBEDAAN KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI Dema Amalia Fitria Siswanto; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41288

Abstract

Abstrak Perusahaan memerlukan karyawan yang memiliki dedikasi penuh untuk merealisasikan visi misi yang tercipta diperusahaan. Proses merealisasikan visi misi pada suatu perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki komitmen terhadap perusahaan. Perusahaan akan lebih mudah merealisasikan visi misinya jika semua karyawan memiliki komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai perbedaan komitmen organisasi ditinjau dari jenis kelamin pada karyawan bagian produksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa skala komitmen organisasi. Populasi penelitian ini menggunakan 60 karyawan dengan proposi 30 karyawan berjenis kelamin laki laki dan 30 karyawan berjenis kelamin perempuan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda. Hasil uji analisis uji beda adalah ada perbedaan komitmen organisasi ditinjau dari jenis kelamin karyawan bagian produksi (F= 0,003, p< 0,05). Berdasarkan hasil dari analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan komitmen organisasi antara karyawan perempuan dengan karyawan laki laki, dimana terdapat perbedaan pada dimensi afektif antara karyawan perempuan dan karyawan laki laki, begitupun pada dimensi kelanjutan dan normatif. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan komitmen organisasi antara kelompok perempuan dan kelompok laki laki diterima. Kata kunci: Komitmen Organisasi, Jenis Kelamin, Karyawan Produksi Abstract Companies need employees who are fully dedicated to realizing the vision and mission created in the company. The process of realizing the vision and mission of a company certainly requires employees who are fully committed to the company. The company will more easily realize its vision and mission if all employees have organizational commitment. This study aims to determine differences in organizational commitment in terms of gender in production employees. This study uses quantitative methods with data collection methods in the form of organizational commitment scale. The population of this study used 60 employees with a proportion of 30 male employees and 30 female employees. The instrument used in this study uses an organizational commitment scale. The data analysis technique used is a different test. The result of the analysis of the different test is that there is a difference in organizational commitment in terms of the sex of the production staff (F= 0.003, p < 0.05). Based on the results of data analysis, it is concluded that there are differences in organizational commitment between female employees and male employees, where there are differences in the affective dimensions between female employees and male employees, as well as on the continuance and normative dimensions. Thus, the hypothesis which states that there are differences in organizational commitment between women's groups and men's groups is accepted. Keywords: Organizational Commitment, Gender, Production Employeess
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA KARYAWAN Khalidan Rahama; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41818

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada perusahaan X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Terdapat 90 subjek pada penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian yaitu sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation dengan bantuan program SPSS for windows. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa skala dukungan sosial dan skala psychological well-being yang disusun peneliti menggunakan skala likert. Hasil dari analisis pada penelitian ini menunjukkan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi 0,443 (r=0,433). Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being. Hubungan antara kedua variabel tersebut menunjukkan hubungan yang memiliki arah sama. Hubungan yang searah memiliki arti bahwa apabila variabel dukungan sosial mengalami peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan variabel psychological well-being. Begitu pula sebaliknya apabila variabel dukungan sosial mengalami penurunan, maka variabel psychological well- being juga akan menurun. Kata Kunci: Psychological well-being, Dukungan Sosial, Karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between social support and psychological well-being in company X. The method used in this study is a quantitative research method. There are 90 subjects in this study. The sampling technique used in this study is a saturated sample. The data analysis technique used in this research is Pearson Product Moment Correlation with the help of SPSS for windows program. The data collection techniques in this study were in the form of a social support scale and a psychological well-being scale which were compiled by researchers using a Likert scale. The results of the analysis in this study showed a significance level of 0.000 (p<0.05) with a correlation coefficient of 0.443 (r=0.433). This means that there is a relationship between social support and psychological well-being. The relationship between the two variables shows a relationship that has the same direction. The unidirectional relationship means that if the social support variable increases, it will be followed by an increase in the psychological well-being variable. And vice versa if the social support variable decreases, the psychological well-being variable will also decrease. Keywords: Psychological well-being, Social Support, Employee
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA PEGAWAI Lilik Iswatun Khasanah; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41969

Abstract

Abstrak Perilaku kerja inovatif penting untuk dimiliki pegawai dalam suatu instansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara leader member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada pegawai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa skala leader member exchange dan skala perilaku kerja inovatif yang disusun menggunakan skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berupa sampling jenuh, dengan 63 pegawai sebagai partisipan pada penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini korelasi product moment pearson. Hasil dari analisis pada penelitian ini menunjukkan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi 0,550 (r=0,550). Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara leader member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada pegawai. Hubungan antara kedua variabel tersebut menunjukkan hubungan yang memiliki arah sama. Hubungan yang searah memiliki arti bahwa apabila variabel leader member exchange mengalami peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan variabel perilaku kerja inovatif. Begitu pula sebaliknya apabila variabel leader member exchange mengalami penurunan, maka variabel perilaku kerja inovatif juga akan menurun. Kata Kunci: Leader member exchange, Perilaku kerja inovatif, Pegawai Abstract Innovative work behavior is important for employees in an institute. The purpose of this research is to determine the relationship between leader member exchange and innovative work behavior in employees. This research uses quantitative research methods with correlational research design. The data collection techniques in this study consists of the scale of leader member exchange scale and the scale of innovative work behavior which were arranged using a Likert scale. This research used a sampling technique of saturated sampling, with 63 employees as participants in the research. The data analysis technique used in this research is Pearson product moment correlation. The results of the analysis in this research showed a significance level of 0.000 (p <0.05) with a correlation coefficient 0.550 (r=0,550). This means that there is a relationship between leader member exchange and innovative work behavior in employees. The relationship between the two variables shows a relationship that has the same direction. Unidirectional relationship means that if the leader member exchange variable has increased, it will be followed by an increase in the innovative work behavior variable. On the other hand, if the leader member exchange variable has decreased, then the innovative work behavior variable will also decrease. Keywords: Leader member exchange, Innovative work behavior, Employees
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA KARYAWAN Cyntia Salma Hamida; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.46617

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian hardiness dan psychological well-being pada karyawan instansi X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh dengan subyek 60 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala kepribadian hardiness dan skala psychological well-being. Data yang sudah diperoleh selanjutnya dianalisa dengan uji korelasi product moment menggunakan software SPSS 25.0 for windows. Dari hasil analisa data didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara kepribadian hardiness dengan psychological well-being pada karyawan instansi X yang ditunjukkan dengan taraf signifikansi yakni 0.000 (p<0.05) dengan nilai koefisiensi korelasi yakni 0.802. Sesuai hasil analisa tersebut maka bisa disimpulkan ada hubungan yang signifikan serta positif antara kepribadian hardiness dan psychological well-being pada karyawan instansi X. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi kepribadian hardiness karyawan, maka makin tinggi juga psychological wellbeingnya. Begitupula sebaliknya, jika kepribadian hardiness rendah maka semakin rendah pula psychological wellbeing pada karyawan. Kata Kunci: kepribadian hardiness, psychological well-being, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between personality hardiness and psychological well-being in employees of agency X. This study uses quantitative research methods. The sample used is a saturated sampling technique with 60 employees as the subject. The data collection technique used in this study used a personality hardiness scale and a psychological well-being scale. The data that has been obtained is then analyzed by using the product moment correlation test using SPSS 25.0 software for windows. From the results of data analysis, it was found that there is a relationship between personality hardiness and psychological well-being in agency X employees, which is indicated by a significance level of 0.000 (p <0.05) with a correlation coefficient value of 0.802. According to the results of the analysis, it can be concluded that there is a significant and positive relationship between personality hardiness and psychological well-being of employees of agency X. This shows that the higher the hardiness personality of the employees, the higher their psychological well-being. Vice versa, if the personality of hardiness is low, the psychological well-being of employees will also be lower. Keywords: Hardiness personality, psychological well-being, employees
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI Christina Prisillia Parlin; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46650

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan employee enagement pada karyawan bagian produksi. Metode dari penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Subjek yang digunakan sebanyak 40 karyawan bagian produksi dan didapatkan dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala yang terdiri dari skala persepsi dukungan organisasi dengan skala employee engagement. Untuk analisis data menggunakan uji korelasi product moment dengan SPSS 25.0 for windows. Berdasarkan pada hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat adanya hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan employee engagement pada karyawan bagian produksi, dikarenakan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.001 > 0.05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.509. Maka, bisa disimpulkan bahwasannya terdapat hubungan signifikansi yang positif antar variabel. Maknanya bahwa apabila tingkat persepsi dukungan organisasi yang dimiliki oleh seorang karyawan tinggi maka semakin tinggi employee engagement pada diri karyawan tersebut, dan sebaliknya bila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki oleh seorang karyawan rendah maka semakin rendah employee engagement yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Kata Kunci: persepsi dukungan organisasi, employee engagement, karyawan produksi. Abstract This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and employee enagement of production employees. The method of this research is quantitative method. The subjects used were 40 employees of the production division and obtained by saturated sampling technique. This research data collection uses a scale consisting of a perceived organizational support scale with an employee engagement scale. For data analysis using product moment correlation test with SPSS 25.0 for windows. Based on the results of data analysis, it shows that there is a relationship between perceived organizational support and employee engagement in production employees, because the significance value obtained is 0.001 > 0.05 with a correlation coefficient of 0.509. So, it can be concluded that there is a positive significant relationship between variables. This means that if the perceived level of organizational support possessed by an employee is high, the employee engagement will be higher, and conversely if the perceived organizational support for an employee is low, the employee engagement will be lower. Keywords: perceived organizational support, employee engagement, production employee.
HUBUNGAN ANTARA JOB CHARACTERISTICS DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT X Thalita Imania Tiurmaida; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46654

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara job characteristics dengan employee engagement pada karyawan PT X. Metode yang digunakan yakni menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 karyawan bagian manajemen. Teknik pengumpulan data menggunakan skala employee engagement dan skala job characteristics. Pada penelitian ini menggunakan analisa data product moment dengan menggunakan program SPSS versi 25.0 for windows. Hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara job characteristics dengan employee engagement pada karyawan PT X. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,865. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara job characteristics dengan employee engagement pada karyawan PT X, sehingga semakin tinggi job characteristics maka akan semakin tinggi pula employee engagement, dan berlaku sebaliknya. Jika nilai job characteristics yang didapatkan rendah, maka nilai employee engagement yang akan didapatkan juga rendah.Kata Kunci: Karakteristik pekerjaan, keterikatan karyawan, karyawan, pekerjaan.AbstractThis study aims to determine the relationship between job characteristics and employee engagement at PT X employees. The method used is a quantitative approach. The subjects used in this study were 80 employees of the management department. The data collection technique used an employee engagement scale and a job characteristics scale. In this study using product moment data analysis using SPSS version 25.0 for windows. The results of data analysis showed that there was a relationship between job characteristics and employee engagement in PT X employees. This was evidenced by a significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.865. Based on the results of the data analysis, it is concluded that there is a significant and positive relationship between job characteristics and employee engagement in PT X employees, so that the higher the job characteristics, the higher the employee engagement, and vice versa. If the value of the job characteristics obtained is low, then the value of employee engagement that will be obtained is also low.Keyword: job characteristics, employee engagement, employees, work.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN MIXING Brilliant Dennisloriza Gray Setyayu Putri; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46656

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian mixing. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga, seluruh anggota populasi menjadi subjek penelitian yang berjumlah 50 karyawan bagian mixing dengan berstatus karyawan tetap. Instrumen pada penelitian ini yaitu berupa skala beban kerja dan skala kelelahan kerja. Jenis instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala likert. Data yang diperoleh selanjutnya, dianalisis dengan menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi r sebesar 0,775 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian mixing. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi beban kerja maka, semakin tinggi pula kelelahan kerja pada karyawan bagian mixing. Sebaliknya jika semakin rendah beban kerja maka, semakin rendah pula kelelahan kerja. Kata Kunci : Beban Kerja, Kelelahan Kerja, Mixing. Abstract The purpose of this research is to determine the relationship between workload and job burnout in mixing employees. This research was conducted using correlational quantitative research methods. The sampling technique used is a saturated sampling technique so that all members of the population become research subjects totaling 50 employees of the mixing section with the status of permanent employees. The instrument in this research is in the form of a workload scale and a job burnout scale. The type of instrument used in this study is a Likert scale. The data obtained were then analyzed using the product moment correlation test with the help of SPSS 24.0 software for windows. The results of the analysis showed that the correlation coefficient r was 0.775 with a significance level of 0.000 (p <0.05). These results indicate that there is a unidirectional relationship between workload and job burnout on employees in the mixing department. This proves that the higher the workload, the higher the job burnout of the employees in the mixing department. On the other hand, the lower the workload, the lower the job burnout.Keywords: Workload, Job Burnout, Mixing.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA KARYAWAN . Hoirunnisak; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46789

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan perilaku inovatif pada karyawan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 77 karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala yang terdiri dari skala gaya kepemimpinan transformasional dan skala perilaku inovatif. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi product moment dengan menggunakan bantuan dari software SPSS 24.0 for windows. Hasil analisa data yang diperoleh menunjukkan terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan perilaku inovatif pada karyawan. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.573. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan perilaku inovatif pada karyawan. Hal ini menunjukkan jika semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional, maka akan semakin tinggi juga perilaku inovatif karyawan pada perusahaan tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika semakin rendah gaya kepemimpinan transformasional maka semakin rendah juga perilaku inovatif.Kata Kunci: gaya kepemimpinan transformasional, perilaku inovatif, karyawanAbstractThis study aims to determine the relationship between transformational leadership style with innovative behavior in employees. The method in this study uses correlational quantitative research methods. Taking the number of samples in this study using a saturated sample technique. The sample used in this study amounted to 77 employees. The data collection technique in this study used a scale consisting of a transformational leadership style scale and an innovative behavior scale. The research data obtained were analyzed using the product moment correlation test using the help of SPSS 24.0 software for windows. The results of data analysis showed that there was a relationship between transformational leadership style and innovative behavior in employees. This is evidenced by the significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.573. Based on the results of the analysis, it can be concluded that there is a significant and positive relationship between transformational leadership style and innovative behavior in employees. This shows that the higher the transformational leadership style, the higher the innovative behavior of employees in the company. This also applies vice versa, if the lower the transformational leadership style, the lower the innovative behavior.Keywords: transformational leadership style, innovative behavior, employees
Co-Authors . Hoirunnisak . Nadia Achmad Ali Asfahan Adelia Hafni Pratiwi Ahmad Aldy Hisbullah Alifia Fitranti Alma Abidah Sakaluri Amirafatin Salsabila Amrozi Khamidi Ardabita Irkanasetia Aulia Mufida Azalia Putri Salsabilah Bachtiar S Bachri Bachtiar Sjaiful Bachri Bachtiar Syaiful Bachri Brilliant Dennisloriza Gray Setyayu Putri Christina Prisillia Parlin Christopher Robert Muljo Cyntia Salma Hamida Damajanti Kusuma Dewi Debby Aulia Herliana Dema Amalia Fitria Siswanto Desi Nurwidawati Dewi Ningtias Munjasari Diana Rahmasari Dinar Ester Marturia Oktaviana Simanjuntak Dinda Cahya Novianti Eko Darminto Fausal Pratama Faziadatun Nikmah Fernanda Alvianita Astika Putri Gea Gayatri Ayuningtias Kuswara Gery Desrama Briankusuma Gregarius Virgi Pramudhita Gunarti Dwi Lestari HIMAWAN WISMANADI Husnul Hotimah Iis Hidayati Intan Safinaz Ismet Basuki Itaul Hasanah Ivan Ahmad Jelita Citrawati Jihan Khalidan Rahama Laura Novinta Prasojo Laura Novita Prasojo Lilik Iswatun Khasanah Masayuki Nugroho Maura Magnalia Madyaratri Mayang Salsabila Meita Santi Budiani Meita Santi Budiani Miftakhul Jannah Mudy Endahwati Ni Wayan Sukmawati Puspita Dewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Nita Puspitasari Nunuk Hariyati Nurchayati Nurchayati Nurul Khoiriyah Olievia Prabandini M Olievia Prabandini Mulyana OLIEVIA PRABANDINI MULYANA Ratih Ayu Dwi Arindawanti Restu Amalia Rohmawati Risti Dwi Pramesti Shara Agrevina Gomes Silviatus Sholikha Sri Setyowati Thalita Imania Tiurmaida WAHYU SUKARTININGSIH Wulan Adiarti Yunia Dwie Nurchayanie Yuri Lolita ‪Bachtiar Sjaiful Bachri