Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IV SD NEGERI 013857 MEKAR BARU PADA MATERI KPK Anim Anim; Wilda Annisa Hasibuan; Dila Oktapia Rahmadani; Arfika Putri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4999

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the mathematical communication skills of fourth-grade students of SD Negeri 013857 Mekar Baru on the Least Common Multiple (LCM) topic. This study uses a qualitative descriptive approach with 21 students as subjects. The research instrument is a written test compiled based on three indicators of mathematical communication skills, namely the ability to express mathematical ideas orally and in writing, the ability to use symbols, tables or pictures to convey mathematical ideas, and the ability to explain results and the process of solving with logical reasons. The results of the study show that in the first indicator, students' abilities are in the high category, although some students have not written complete explanations. In the second indicator, students' abilities are classified as low because there are still errors in solving using factor trees and prime factorization tables and the final results. While in the third indicator, students' abilities are in the medium category because some students have not provided appropriate reasons. Based on these results, it can be concluded that students' mathematical communication skills still need to be improved through learning activities that emphasize conceptual understanding and the ability to convey ideas clearly and structured. Keyword: mathematical communication; LCM; elementary students; descriptive qualitative Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SD Negeri 013857 Mekar Baru pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Penelitian ini menggunakan pendekatan desktiptif kualitatif dengan subjek sebanyak 21 siswa. Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang disusun berdasarkan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis, yaitu kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan matematika secara lisan dan tulisan, kemampuan menggunakan simbol, tabel atau gambar untuk menyampaikan ide matematika, dan kemampuan menjelaskan hasil dan proses penyelesaian dengan alasan yang logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pertama kemampuan siswa berada pada kategori tinggi, meskipun beberapa siswa belum menuliskan penjelasan secara lengkap. Pada indikator kedua, kemampuan siswa tergolong rendah karena masih terdapat kesalahan dalam penyelesaian menggunakan pohon faktor dan tabel penyusunan faktorisasi prima serta hasil akhir. Sedangkan pada indikator ketiga, kemampuan siswa berada pada kategori sedang karena sebagian siswa belum memberikan alasan yang tepat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep serta kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur. Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis; KPK; siswa sekolah dasar; deskriptif kualitatif
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA KELAS III MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA (MIS) SAKSI TANJUNGBALAI DALAM KLASIFIKASI BANGUN DATAR Anim Anim; Aidilla Fitria Sari Siregar; Hera Azhari Bangun; Nurlia Ningsih; Andy Sapta
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5510

Abstract

Abstract: This study aims to describe the conceptual understanding ability of third-grade students at MIS Saksi in classifying two-dimensional shapes (flat shapes). Mathematics at the elementary school level is often considered difficult due to its abstract nature, particularly in geometry. This research employs a descriptive qualitative approach to explore how students recognize, group, and understand the characteristics of flat shapes through real objects. The subjects of the study were 25 third-grade students who are in the concrete operational stage of development. The research instrument consisted of an evaluation test measuring the ability to elaborate on concepts, present examples, and perform independent articulation. The results showed that 40% of students were in the high category, 32% in the medium category, and 28% in the low category. Students in the high category were able to connect concepts with concrete objects around them and explain the properties of flat shapes in their own words. Meanwhile, the main obstacle for students in the low category was difficulty in understanding question instructions and mathematical literacy. Overall, the majority of students (72%) have achieved fair to excellent understanding in the classification of flat shapes. Keywords: Conceptual Understanding, Two-Dimensional Shapes, Geometry, Elementary School, Classification. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konseptual siswa kelas III MIS Saksi dalam mengklasifikasikan bangun datar. Matematika di tingkat sekolah dasar seringkali dianggap sulit karena sifatnya yang abstrak, terutama pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali bagaimana siswa mengenali, mengelompokkan, dan memahami ciri-ciri bangun datar melalui objek nyata. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas III yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Instrumen penelitian berupa tes evaluasi yang mengukur kemampuan menguraikan konsep, penyajian contoh, dan artikulasi mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa berada pada kategori tinggi, 32% pada kategori sedang, dan 28% pada kategori rendah. Siswa di kategori tinggi mampu menghubungkan konsep dengan benda konkret di sekitar mereka dan menjelaskan sifat-sifat bangun datar dengan bahasa sendiri. Sementara itu, kendala utama pada siswa kategori rendah adalah kesulitan dalam memahami instruksi soal dan literasi matematis. Secara keseluruhan, mayoritas siswa (72%) telah mencapai pemahaman yang cukup hingga sangat baik dalam klasifikasi bangun datar. Kata kunci: Pemahaman Konseptual, Bangun Datar, Geometri, Sekolah Dasar, Klasifikasi.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V DI MIS ALWASHLIYAH TERHADAP KONSEP BANGUN RUANG Anim Anim; Eliza Dwi Ananda; Andini Andini; Ghea Marsha; Dahrina Azmi Asyarti; Sondang Purnamasari Pakpahan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5783

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the critical thinking abilities of fifth-grade students at MIS Alwashliyah Tanjung Balai on three-dimensional shapes concepts. Using qualitative descriptive method, data were collected from 18 students through observation, interviews, and post-learning tests based on three indicators: interpretation, analysis, and inference. Results showed students' critical thinking abilities were at moderate level, with only 16.67% achieving full mastery. Main difficulties were in analysis and inference indicators, manifested in identifying shape properties and drawing valid conclusions. Students frequently confused cube and cuboid characteristics and failed in contextual calculations. These weaknesses stem from poor spatial visualization and limited understanding of abstract concepts. The study recommends implementing concrete media-based learning methods to optimize critical thinking development in spatial geometry learning. Keyword: critical thinking; three-dimensional shapes; elementary mathematics; concrete media; spatial visualization. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas V MIS Alwashliyah Tanjung Balai pada materi bangun ruang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari 18 siswa melalui observasi, wawancara, dan tes pasca pembelajaran berdasarkan tiga indikator: interpretasi, analisis, dan inferensi. Hasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang, dengan hanya 16,67% siswa mencapai penguasaan penuh. Kesulitan utama pada indikator analisis dan inferensi, termanifestasi dalam mengidentifikasi sifat bangun ruang dan menarik kesimpulan valid. Siswa sering keliru membedakan kubus dan balok serta gagal dalam perhitungan kontekstual. Kelemahan ini bersumber dari visualisasi spasial rendah dan pemahaman konsep abstrak terbatas. Penelitian merekomendasikan implementasi metode pembelajaran berbasis media konkret untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran geometri ruang. Kata kunci: berpikir kritis; bangun ruang; matematika SD; media konkret; visualisasi spasial
POJOK BACA: SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN LITERASI DAN MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SMA NEGERI 1 SEI KEPAYANG Anim Anim; Adi Sucipto; Julham Dalimunthe; Muhammad Amin Hasibuan; Nur Halimah; Fitri Fitri; Gaizka Fatystita Kania; Rahmaya Sitorus; Christin Hasibuan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2246

Abstract

Abstract: With the growth of technology and the development of globalization, the education sector is facing detrimental effects on students. As a result, students are less interested in reading books and are shifting to devices that offer various games. They tend to spend a lot of time interacting with digital media, such as social media, leading to a low interest in reading among students in schools, including at SMA Negeri 1 Sei Kepayang. This initiative employs qualitative data with a descriptive qualitative approach. This initiative was conducted at SMA Negeri 1 Sei Kepayang by creating a reading corner to encourage students' interest in reading and develop their literacy skills. The reading corner is a special area in places like libraries, classrooms, or other rooms, and we utilized it by collaborating or combining the library with the reading corner designed to provide a comfortable atmosphere for reading activities. The reading corner has a positive impact on students' reading interest at SMA Negeri 1 Sei Kepayang before and after its establishment. With the reading corner, students are motivated to learn. The reading corner plays an important role in helping learners engage in enjoyable reading activities. It can serve as an effective tool to incorporate reading experiences into daily learning processes. Keywords: literacy, pojok baca, reading interest.  Abstrak: Dengan pertumbuhan teknologi dan perkembangan globalisasi saat ini, dunia pendidikan mengalami efek yang merugikan bagi siswa. sehingga siswa tidak lagi tertarik membaca buku dan beralih ke perangkat yang menawarkan berbagai permainan. Siswa cenderung menghabiskan banyak waktu berinteraksi dengan media digital, seperti media sosial, Sehingga rendahnya minat baca di kalangan siswa lingkungan sekolah, termasuk di SMA Negeri 1 Sei Kepayang. Pengabdian ini menggunakan data kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengabdian ini dilakukan di sekolah SMA Negeri 1 Sei Kepayang dengan menciptakan pojok baca. Sebagai upaya untuk mendorong minat siswa dalam membaca dan mengembangkan keterampilan literasi mereka. Pojok baca adalah area khusus di suatu tempat, seperti perpustakaan, ruang kelas, atau ruangan lainnya, sehingga kami memanfaatkan yaitu dengan melakukan kolaborasi atau menggabungkan antara perpustakaan dan pojok baca yang dirancang untuk memberikan suasana yang nyaman untuk kegiatan membaca.Pojok baca memberikan dampak positif terhadap minat baca siswa di SMA Negeri 1 Sei Kepayang sebelum dan sesudah .Dengan adanya pojok baca, para siswa termotivasi untuk belajar .Pokok baca memiliki peran penting dalam membantu peserta didik melakukan kegiatan baca ternyaman bagi mereka. Pojok baca dapat digunakan sebagai suatu sarana yang efektif untuk menyisipkan pengalaman membaca ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Kata Kunci: literasi, pojok baca, minat baca 
PEMANFAATAN BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MEDIA SCRAPBOOK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA SISWA DI SLB SWASTA OSAKALI ASAHAN Anim Anim; Putri Lidiana Permatasari; Syahriani Sirait; Muhammad Tuah Anggana Manulang; Bella Norma Iona
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2728

Abstract

Abstract: This article discusses the introduction of local culture in mathematics learning,designed in the form of a scrapbook media, to enhance mathematical literacy skills of students at SLB Swasta Osakali, focusing on flat shapes material. The scrapbook media is designed to link the learning material with local cultural elements familiar to the students, aiming to strengthen mathematical literacy. This service is specifically conducted for students with hearing impairments to observe changes in mathematical literacy skills before and after the implementation of the scrapbook, as well as to evaluate its effectiveness in stimulating students' mathematical literacy. The method used in this activity is a training approach, which includes the dissemination of the material, demonstration of scrapbook media usage, and training skills to relate mathematical concepts to local culture. A quasi-experimental approach with a pretest-posttest design is also applied to measure the improvement in students' mathematical literacy. The target group consists of 9 senior high school students with hearing impairments at SLB Swasta Osakali Asahan, assisted by class teachers as communication intermediaries. Evaluation is conducted at the end of the training by distributing questionnaires to assess participants' understanding of the material and the scrapbook media. The evaluation results show that all students demonstrated improved knowledge, both from individual questionnaire calculations and students' participation and enthusiasm during the scrapbook activity. Thus, the use of scrapbook media based on local culture can be an innovative strategy in inclusive education for children with special needs. Keywords: mathematical literacy; local culture; scrapbook media; inclusive education. Abstrak: Artikel ini membahas pengenalan budaya lokal dalam pembelajaran matematika yang dirancang dalam bentuk media scrapbook untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa di SLB Swasta Osakali, pada materi bangun datar. Media scrapbook ini dirancang untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan elemen budaya lokal yang dikenal oleh siswa, guna memperkuat literasi matematika. Pengabdian ini difokuskan pada siswa penyandang tunarungu untuk menganalisis perubahan kemampuan literasi matematika sebelum dan sesudah penerapan scrapbook, serta mengevaluasi dampaknya. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang meliputi penyuluhan substansi materi, demonstrasi penggunaan media scrapbook, serta pelatihan keterampilan mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal. Pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest juga diterapkan untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi matematika siswa. Target pelatihan adalah 9 siswa tunarungu tingkat SMA di SLB Swasta Osakali Asahan, yang didampingi oleh guru kelas sebagai perantara komunikasi. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi dan media scrapbook. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh siswa mengalami peningkatan pengetahuan, dilihat dari skor kuesioner dan antusiasme siswa selama pelatihan. Dengan demikian, penggunaan media scrapbook berbasis budaya lokal dapat menjadi strategi inovatif dalam pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: literasi matematika, budaya lokal, media scrapbook, pendidikan inklusif.
MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN (SEBUAH KAJIAN AKSIOLOGI) Nilam Sari; Dian Armanto; Anim Anim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2021): October 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i3.683

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk membahas tetang model pembelajaran khususnya dalam pembelajaran matematika di sekolah menengah yang ditinjau dari sudut pandang filsafat pendidikan. Rumusan masalah dalam tulisan ini yakni bagaimana model pembelajaran matematika dalam perpesktif filsafat pendidikan ditinjau dari kajian aksiologi. Tulisan ini menggunakan kajian pustaka (library research), dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil pembahasan tulisan ini dapat disimpulkan : 1. Penerapan model pembelajaran di sekolah bertujuan  sebagai sarana bagi guru dan siswa dalam mencapai tujuan dari pembelajaran dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan sintaks yang telah dirancang dengan tujuan agar pembelajaran menjadi terarah sampai pada tahap akhir pembelajaran. 2.Model pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di kelas karena dengan menerapkan model pembelajaran interaksi antara guru dan siswa menjadi bermakna artinya setiap proses yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran mendukung untuk tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri.3. Penerapan model pembelajaran dapat disesuaikan dengan sintaks pembelajaran yang berhubungan dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran dimana  dari hasil penelitian yang pernah dilakukan bahwa dalam penerapan model pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bermatematika khususnya dalam menyelesaikan  masalah-masalah kontekstual
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA SEBAGAI ALAT BANTU DITINJAU BERDASARKAN CURIOSITY SISWA Anim Anim; Sahat Saragih; E. Elvis Napitupulu; KMS. Muhammad Amin Fauzi; Syahriani Sirait; Ely Syafitri; Elfira Rahmadani; Nilam Sari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 5 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i2.944

Abstract

Abstract: This study aimed to determine students Curiosity in learning geometry using the Geogebra application. This research was conducted at a private junior high school in the Sei Bejangkar area for the 2021/2022 academic year. The method used in this research is quasi-experimental. Data was collected after the treatment was obtained from students' curiosity questionnaires on geometry material. The study results revealed that there was a significant effect on learning mathematics using the Geogebra application on students Curiosity. This can be seen from the curiosity questionnaire scores of students who were taught geometry learning with the aid of the Geogebra application and 94 scores of students who were taught using conventional learning media were 84 scores. The analysis of covariance calculations shows that for learning Fcount  Ftabel  =     , so Ho is rejected and Ha. In addition, the height of the regression line describes student learning outcomes, namely when X = 0, then the regression equation for Curiosity learning class using Geogebra is obtained Y = 62,777 and the conventional learning class regression equation Y = 61.399. It means that it can be concluded that there is a significant influence on learning using Geogebra on students Curiosity about the geometri material. Keywords: Geogebra; Curiosity; Mathematic Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui curiosity siswa pada pembelajaran geometri yang menggunakan software Geogebra. Penelitian ini dilakukan di SMP Swasta daerah Sei Bejangkar Tahun Ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Pengumpulan data diberikan setelah perlakuan diperoleh dari angket curiosity siswa pada materi geometri. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yag signifikan pada pemebalajarn matematika menggunakan aplikasi geogebra terhadapa Curiosity siswa. Hal ini dapat dilihat dari skor angket curiosity siswa yang diajar pada pembelajaran geometri dengan berbantuan software Geogebra adalah sebesar dan 94 skor siswa yang diajar dengan media pembelajaran konvensional adalah sebesar 84 skor . Hasil analisis kovarians perhitungan menunjukkan bahwa untuk pembelajaran diperoleh Fhit  Ftabel  =     , sehingga Ho ditolak dan Ha . Selain itu Ketinggian garis regresi menggambarkan hasil belajar siswa, yaitu pada saat X = 0 maka persamaan regresi untuk Curiosity kelas pembelajaran menggunakan Geogebra diperoleh Y = 62,777 dan persamaan regresi kelas pembelajaran konvensional Y = 61,399.  Berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada pembelajaran menggunakan Geogebra  terhadap Curiosity siswa pada materi geometri. Kata kunci: Geogebra; Curiosity; Matematika
Comparing Realistic Mathematics Education and Cyclical Learning: Effects on Mathematical Communication and Reasoning Skills Anim Anim; Andy Sapta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2205

Abstract

Penelitian kuasi-eksperimen ini bertujuan menguji perbedaan efektivitas model Realistic Mathematics Education (RME) dan Pembelajaran Bersiklus dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan penalaran matematis siswa. Melibatkan dua kelas eksperimen di SMP N 2 Kisaran (kelas VIII-4 dan VIII-5) yang dipilih melalui cluster random sampling, penelitian mengumpulkan data melalui instrumen tes yang kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok RME mencapai performa yang secara signifikan lebih tinggi dalam kedua kemampuan dibandingkan kelompok Pembelajaran Bersiklus, dengan selisih 9,5% pada komunikasi matematis (F=4.627, p=0.03) dan 9,0% pada penalaran matematis (F=15.31, p=0.00). Temuan kunci mengungkap bahwa sementara kemampuan awal matematis tidak berinteraksi dengan model pembelajaran dalam memengaruhi komunikasi, interaksi signifikan terdeteksi pada kemampuan penalaran matematis (F=16.54, p=0.00). Kesimpulannya, model RME terbukti lebih unggul dalam mengembangkan kedua kemampuan matematis tersebut, menegaskan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang sesuai untuk mencapai hasil belajar yang optimal. This quasi-experimental study aims to examine the difference in effectiveness between the Realistic Mathematics Education (RME) model and Cyclical Learning in improving students' mathematical communication and reasoning skills. Involving two experimental classes at SMP N 2 Kisaran (classes VIII-4 and VIII-5) selected through cluster random sampling, the study collected data through test instruments, which were then analyzed using ANOVA. The results showed that the RME group achieved significantly higher performance in both abilities compared to the Cyclical Learning group, with a difference of 9.5% in mathematical communication (F=4.627, p=0.03) and 9.0% in mathematical reasoning (F=15.31, p=0.00). Key findings revealed that while initial mathematical ability did not interact with the learning model in influencing communication, a significant interaction was detected in mathematical reasoning ability (F=16.54, p=0.00). In conclusion, the RME model proved to be superior in developing both mathematical abilities, emphasizing the importance of selecting an appropriate learning model to achieve optimal learning outcomes.