Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Treasures of Fairy Tale Texts at The Pakualaman Scriptorium Rahmat Rahmat; Sangidu Sangidu; Sri Ratna Saktimulya
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 8, No 1 (2024): Javanologi Volume 8 No. 1: December
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v8i1.95688

Abstract

Pakualaman scriptorium is one of the places where manuscripts are created in Java. From this place, works in a number of genres were created. One of the genres is fairy tales. However, there is no exact information on the number of fairy tale texts and their story content. Therefore, this research is expected to be a bridge to overcome this problem. The theory used is philology with manuscript data sources and text data. Data were collected through observation by checking all manuscripts and the entire text and analyzed descriptively. Data presentation is in the form of the number of manuscripts, the number of fairy tale texts, and the main content of the story. The research show that there are thirteen manuscripts containing fairy tale texts. The number of texts is thirty-seven, namely Adigang, Adigung, Adiguna, Ajidipa, Bayan Budiman, Bĕton Papat Gosong Kabèh, Cantrik lan Manuk Prĕnjak, Dhalang Jagur, Dhayoh Sarwa Nyilih, Jaka Kusnun, Jaka Sabar, Jodholan,  Kancil (a and b version), Katiban Woh Lo, Kĕmit Papat lan Raja Prayitna, Ki Jaka, Ki Jajĕrih, Ki Maradiwangsa, Ki Maratruna, Kyai Prĕlambang, Laré Mĕnjété, Lĕmut lan Gajah Dhĕlikan, Ngabèhi Ngĕbulpus, Pak Bĕja, Pambĕngé Landhak, Panji Brangtairawan, Patih Brihaban, Prabangkara, Pukitranganingtyas, Radèn Mukjijat, Istijrat, lan Kĕramat, Raja Nĕdya Khaji, Raja Ngadil Suryaning Alam, Raja Wisana, Randha Kasiyan, Tikus lan Gajah Totohan, Watak Dhasar Kucing, Wĕsi Pinangan Rayap, Wong Ngĕmis Lĕnga, Wong Wayuh. The texts contain good or bad moral values. Based on distribution map, the Pakualaman scriptorium fairy tale texts are stored in Pakualaman, Yogyakarta Palace, Sanabudaya Museum, and Leiden University.
Revealing the Message of Manuscript Writing: A Narrative Study of the Peksi Bayan Fairy Tale (Pakualaman) Rahmat Rahmat; Nirbito Hanggoro Pribadi; Djoko Sulaksono; Rahmat Setiawan Saefullah
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol. 26 No. 1 (2026): Parafrase Vol. 26 No. 1 Mei, 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v26i1.132218

Abstract

The Peksi Bayan text is a fairy tale text from the written tradition produced by Pakualaman in the 19th century. The text volume is relatively short (one canto) but was written repeatedly in five manuscripts, this shows a uniqueness because the main corpus, the Bayan Budiman text, is told at length in the form of a frame story. With the presence of copies of the Peksi Bayan text, this research focuses on revealing the message of the writing of the text. The theories used are philology and narrative structure. Philology is used to approach the text written in Javanese language and script, while the narrative structure used is the Tzvetan Todorov model which aims to reveal the meaning of verbal, syntactic, and semantic aspects. The results are text edits and translations as well as the message of the writing of the text, namely the hope of the Pakualaman dynasty for its young generation to have the main character in the field of leadership (learning to listen and consider suggestions) and as objects of leadership (to carry out and obey orders). Practically, the results of this research can be used as reading material or learning materials in schools.
Konflik Sosial dalam Film-Film Pendek Bertema Kehidupan Usia Sekolah Karya Paniradya Kaistimewan   Diana Nabilah; Rahmat Rahmat; Dewi Pangestu Said
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/8ndxzv87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika konflik sosial dalam tiga film pendek karya Paniradya Kaistimewan, yaitu Brambang Apus, Memedi Manuk, dan Satrio, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi melalui pengamatan dialog dan adegan film. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles et al. yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konflik sosial yang ditemukan termasuk dalam kategori konflik pribadi menurut Soerjono Soekanto. Konflik tersebut termanifestasi dalam bentuk pertentangan verbal, perundungan, tindakan manipulatif, hingga kekerasan fisik. Konflik juga berkembang secara bertahap dari intensitas rendah hingga tinggi yang dipengaruhi oleh komunikasi yang tidak efektif, sikap defensif, rendahnya empati, serta tekanan kelompok. Dari 15 data yang teridentifikasi, film Brambang Apus menampilkan 6 data konflik, Memedi Manuk 5 data, dan Satrio 4 data, dengan intensitas yang meningkat sejalan dengan jenjang pendidikan tokoh, mulai dari pertengkaran verbal antarsiswa sekolah dasar, perundungan tersembunyi pada siswa sekolah menengah pertama, hingga perencanaan kekerasan kolektif pada siswa sekolah menengah atas. Ketiga film merepresentasikan dinamika konflik sosial pada usia sekolah yang tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial dan emosional, tetapi juga memperlihatkan kecenderungan melemahnya nilai kerukunan, empati, dan unggah-ungguh dalam relasi sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan keterampilan komunikasi, pengendalian emosi, serta internalisasi nilai empati dan tata krama sebagai upaya preventif dalam menciptakan interaksi sosial yang lebih kondusif di lingkungan pendidikan.