Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN UTILITAS SOLAR CELL SEBAGAI PENDUKUNG KONSEP SMART CITY DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KOTA SURABAYA Moch Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Suning Suning; A.A. Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4184

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal merupakan sebuah wilayah yang memiliki posisi perbatasan antara Kota Surabya dengan Sidoarjo ini menjadi destinasi favorit para masyarakat desa yang ingin memperbaiki kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan maupun sosial. Berbagai fasilitas pendukung tentunya juga disiapkan untuk menunjang kondisi perkembangan kawasan perkotaan tersebut. Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan program PKM ini adalah melakukan sosialisasi terkait penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu ada pengetahuan yang meningkat bagi masyarakat terhadap pengetahuannya mengenai utilitas solar cell khususnya terkait pertanyaan pengenalan solar cell, fungsi solar cell, dan manfaat solar cell yaitu meningkat sebesar 50 %, namun pada pertanyaan kebijakan pemerintah dan sosialisasi dari instansi lain hasilnya stagnan tidak ada perubahan atau peningkatan persentase jawaban dari responden.
KOMPARASI PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PERMUKIMAN KOTA SURABAYA Linda Dwi Rohmadiani
WAHANA Vol 62 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.041 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v62i1.1316

Abstract

Peningkatan produksi sampah rumah tangga tidak sebanding dengan peningkatan jumlah sarana kebersihan. Salah satu cara mengatasi peningkatan produksi sampah rumah tangga adalah pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi peran serta masyarakat di kawasan permukiman dalam sistem. pengelolaan sampah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Peran serta masyarakat dalam sistem. pengelolaan sampah di wilayah penelitian masih terbatas pada pembiayaan atau restribusi sampah yang dipergunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana kebersihan dan gaji petugas kebersihan serta pengadaban bak atau tempat sampah.
Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Kampung Lawas Maspati, Surabaya Mochamad Darwin Rahmanto; Linda Dwi Rohmadiani
WAHANA Vol 72 No 2 (2020): Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v72i2.2589

Abstract

Kampung Lawas Maspati diresmikan sebagai kampung wisata sejarah oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tanggal 24 Januari 2016 oleh Wali Kota Surabaya dan PT. Pelindo III. Potensi wisata yang tersedia berupa bangunan kuno, kebun toga dan spot selfie. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata Kampung Lawas Maspati. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik analisis persentase menggunakan tingkat partisipasi Arnstein. Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan pengelolaan pariwisata di Kawasan Wisata Kampung Lawas Maspati berdasarkan hasil kuesioner 75% sudah dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat (Citizen Control).
PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI LOKAL DESA TOSARI KABUPATEN PASURUAN Linda Dwi Rohmadiani; Pradika Fersandi
WAKTU Vol 13 No 1 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i1.22

Abstract

Desa Tosari menjadi salah satu pintu gerbang wisata budaya Kabupaten Pasuruan, selain itu wilayah tersebut juga menjadi kawasan hutan lindung. Sehingga diperlukan adanya pembangunan yang berorientasi pada budaya lokal Suku Tengger. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan potensi ekonomi lokal masyarakat Desa Tosari berdasarkan kararkteristik wilayah. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Alat analisis yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), analisis SWOT dan EFAS IFAS. Berdasarkan hasil PRA dapat diidentifikasi potensi unggulan wilayah desa adalah pertanian khususnya komoditas kentang, sedangkan berdasarkan analisis SWOT dan EFAS IFAS strategi pengembangan potensi ekonomi lokal yang cocok bagi wilayah Desa Tosari adalah melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas produksi pertanian, peningkatan nilai tambah komoditas pertanian, dan peningkatan kerjasama dengan swasta baik di sektor pertanian maupun pariwisata. Kata Kunci: ekonomi local, partisipasi masyarakat
POLA PENGGUNAAN TANAH KAWASAN PENDEKATAN DAN LEPAS LANDAS BANDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Rizky Putra Mayhendra; Linda Dwi Rohmadiani
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.108

Abstract

Bandara Udara selain berfungsi sebagai outlet suatu wilayah juga berfungsi sebagai pendorong perkembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan tanah, kondisi bangunan dan arahan pengendalian kondisi bangunan di Kawasan Pendekatan dan Lepas Landas Bandara Internasional Juanda. Metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi pola penggunaan tanah adalah dengan menggunakan Arc.Gis, sedangkan untuk mengidentifikasi kondisi bangunan menggunakan analisis intensitas bangunan dan analisis yang digunakan untuk menentukan arahan adalah analisis deskriptif evaluatif yang disesuaikan dengan Keputusan Menteri Perhubungan KM No. 5 Tahun 2004 Tentang Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan Bandara Juanda. Hasil analisis menunjukan pola penggunaan tanah di kawasan pendekatan dan lepas landas Bandara Internasional Juanda didominasi kawasan terbangun dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 75 – 80%, Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 0,75 – 2,4, Tinggi Lantai Bangunan (TLB) 1-3 lantai. Arahan pengendalian kondisi bangunan di Kawasan Pendekatan dan Lepas Landas Bandara Internasional Juanda guna lahan pemukiman relatif sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan KM No. 5 Tahun 2004 Tentang Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Juanda.
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH HINTERLAND KABUPATEN GRESIK Linda Dwi Rohmadiani; Frederikus RB Dede
WAKTU Vol 15 No 2 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v15i2.731

Abstract

Interaksi wilayah Kecamatan Driyorejo paling banyak dilakukan kearah Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan wilayah hinterland dengan studi kasus Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik berdasarkan aspek arus penumbang sektor sosial ekonomi, kondisi wilayah serta kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gresik Tahun 2010 – 2030. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan wilayah hiterland Kecamatan Driyorejo yaitu pembangunan sarana perdagangan jasa sebagai skala kota, pembangunan kawasan pergudangan yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan, pengaturan pengembangan perumahan dan kapling lebih merata, peningkatan mutu pelayanan fasilitas perkotaan, pengembangan fasilitas kesehatan dan perguruan tinggi, pengembangan ruang terbuka hijau, pengembangan kawasan permukiman perkotaan berdasarkan daya dukung lingkungan dan kebutuhan serta peningkatan aksesbilitas.
ARAHAN POLA PENYEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU IBUKOTA KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA, NAD Linda Dwi Rohmadiani
WAKTU Vol 10 No 2 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v10i2.828

Abstract

Proporsi Ruang Terbuka Hijau sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada wilayah perkotaan yaitu 30% dari luas kota. Ibukota Kecamatan Tadu Raya memiliki luas wilayah ± 654, 22 ha sehingga dibutuhkan 196, 266 ha yang terdiri dari 20 % RTH publik ± 130,844 ha dan 10 % RTH privat yaitu ± 65,422 ha. Penelitian ini memberikan arahan pola penyebaran ruang terbuka hijau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing -masing wilayah. Proyeksi jumlah penduduk IKK Tadu Raya pada tahun 2031 adalah 2.122 jiwa dan proyeksi kebutuhan RTH-nya seluas 2.000 m2. Dengan rincian proyeksi jumlah penduduk dan kebutuhan RTH sebagai berikut: (1) Desa Alue Bata 887 jiwa dan 1.000 m2; (2) Gunong Pungkie 754 jiwa,dan 750 m2; (3) Desa Gunong Kupok 421 jiwa dan 250 ha; (4) Desa Gunong Sapek 59 jiwa dan 0 m2. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa peta arahan dan pola sebaran RTH di tiap desa di IKK Tadu Raya, dimana daerah sebaran tersebut berdasarkan penggunaan lahan yang telah ada dengan mengu tamakan penggunaan lahan dengan nilai landrent yang rendah yaitu diutamakan tanah kosong, semak, dan pepohonan.
ANALISIS PENGARUH POLA PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP HARGA LAHAN KORIDOR JALAN DARMO SURABAYA SEBAGAI KAWASAN PRESERVASI Revin Caprityan; Linda Dwi Rohmadiani; Sugito Sugito
WAKTU Vol 12 No 2 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v12i2.888

Abstract

Road Corridor Darmo Surabaya is one of the areas that have historical value in the past. Having old buildings are still original and its location in the middle of the city with such a high accessibility makes Darmo Road Corridor has its own economic value. Various land uses such as residential, office, trade, services, social, cultural and so on. Corridor which has the highest land prices in Surabaya related to land use, the price of land and buildings located along the corridorpreservation Highway Darmo. The result of the analysis is the pattern of land use and preservation of buildings located along the road corridor Darmo significantly affect the price of the land because of strong historical value with less kirasan prices there are about more than 25 million dollars for the building of colonial and getting down to about 10 million dollars for the building has undergone many reforms.
DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI (Studi Kasus: Jalur Pantura Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang ) Linda Dwi Rohmadiani
WAKTU Vol 9 No 2 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i2.918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak konversi lahan pertanian terhadapkondisi sosial ekonomi petani dari aspek struktur mata pencaharian, kepemilikan lahan pertanian, danmigrasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatankualitatif dan kuantitatif.Trend konversi lahan di wilayah studi dari tahun 1997 ke tahun 2006 berupaberkurangnya sawah sebesar 34,48%, tambak sebesar 2,75%, kebun campuran sebesar 2,03%, danhutan sebesar 0,2%. Faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah arahkebijakan pengembangan wilayah Kecamatan Pamanukan. Dampak dari konversi lahan pertanianadalah perubahan struktur mata pencaharian dimana semakin meningkatnya penduduk bekerja disektor sekunder dan tersier, semakin ditinggalkannya sektor mata pencaharian primer yang dulunyamerupakan sektor dominan, dan semakin banyak penduduk yang memiliki pekerjaan tambahansebagai pedagang, buruh dan TKW. Perubahan luas kepemilikan lahan pertanian dimana semakinbanyak jumlah petani non pemilik lahan pertanian dibandingkan petani pemilik lahan denganperbandingan 5 : 1. Penyusutan lahan pertanian juga menyebabkan 17,89% petani berubah matapencaharian ke sektor sekunder ataupun tersier, dan peningkatan migrasi keluar yang dilakukan olehkeluarga petani sebesar 41,05%. Jumlah migrasi masuk semakin meningkat dari tahun ke tahunseiring dengan konversi lahan pertanian, selain itu konversi lahan juga mempengaruhi jumlah migrasikeluar.
TINGKAT RISIKO KAWASAN RAWAN KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN Linda Dwi Rohmadiani; Rigen Adi Kowara
WAKTU Vol 17 No 1 (2019): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v17i1.1866

Abstract

Kecamatan Kebomas merupakan wilayah yang diperuntukkan untuk kawasan permukiman, perdagangan-jasa, pertambangan-migas, industri besar dan menengah. Tren kebakaran di Kawasan Perkotaan Gresik menunjukkan bahwa Kecamatan Kebomas memiliki presentase tertinggi kasus kebakarannya pada tahun 2010-2014 sebesar 43,83%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat risiko kebakaran di Kecamatan Kebomas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan Overlay GIS. Teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi dan pengambilan data sekunder. Hasil analisis dapat diketahui bahwa tingkat risiko kebakaran terbagi menjadi dua tingkat risiko yaitu kawasan tingkat risiko sedang sebanyak 13 desa, sedangkan 8 desa adalah kawasan tingkat risiko rendah.