Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas dan Morfologi Permukiman Pesisir Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Linda Dwi Rohmadiani; Iswanuddin
WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA Vol 21 No 01 (2023): WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v21i01.6055

Abstract

Kecamatan camplong merupakan pesisir selatan Kabupaten Sampang yang berperan dalam konstelasi wilayah Kabupaten sebagai Pusat Pelayanan Kawasan Serta memiliki tingkat interaksi tertinggi dengan ibukota kabupaten. Terdapat 4 desa kumuh di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan kualitas permukiman serta morfologi permukiman kawasan pesisir Kecamatan Camplong Kabuapten Sampang. Metode analisis yang digunakan adalah deskripstif kualitatif dengan teknik analisis persentase untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua sedangkan analisis pola morfologi yang digunakan teknik komperasi antara kondisi eksisting dengan teori hasan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa kondisi fisik permukiman di wilayah perencanaan ditinjau dari aspek luasa tanah perkarangan 40% sebesar 3-5m2, luas bangunan rumah 35% sebesar 45-54m2, jenis lantai rumah 74% berupa keramik, atap ruamh 72% berupa genting, 36% pengelolaan sampah dibakar, 63% memanfaatkan jenis sumber air bersih dari sumur, dan semua rumah sudah terlayani jaringan listrik. Pola morfologi arah lautan dan morfologi sejajar garis pantai. Kualitas penataan dan kebersihan dalam rumah masyarakat pesisir sebesar 34% kategori sangat bersih dan sangat tertata, sedangkan kualitas penataan dan kebersihan halaman rumah sebesar 32% termasuk bersihg dan tertata.
Kerentanan Permukiman Kumuh Kelurahan Krian Terhadap Bencana Kebakaran Linda Dwi Rohmadiani; Muftiatus Sahliyah
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 1 (2023): COMPACT- Special Issue "Seminar Nasional Compact"
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i1.824

Abstract

Kecamatan Krian memiliki fire history tertinggi di Kabupaten Sidoarjo yaitu sebanyak 21 kali kejadian atau sebesar 17%. Berdasarkan hasil penelitian Tahun 2020, Kelurahan Krian termasuk dalam kategori wilayah deliniasi kumuh berdasarkan pelaksanaan program KOTAKU dengan tingkat kekumuhan kumuh sedang sebanyak 12 RT atau sebanyak 30%, kumuh ringan sebanyak 28 RT atau sebanyak 70%. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk melakukan analisis terhadap tingkat kerentanan permukiman kumuh Kelurahan Krian terhadap bencana kebakaran dan menentukan arahan penanggulangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode skoring, overlay union, serta deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman kumuh Kelurahan Krian sebanyak 12 RT atau sebesar 100% memiliki tingkat kerentanan sedang terhadap bencana kebakaran dengan skor 21 – 28. Arahan penanggulangan dari hasil analisis berupa penyusunan dan pelaksanaan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi Kelurahan Krian, pembinaan masyarakat dengan membentuk relawan kebaran level RW serta peningkatan kulitas sarana prasarana dasar permukiman.
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kawasan Peri Urban Kecamatan Wringinanom Wahidatul Eny Hidayah; Linda Dwi Rohmadiani Rohmadiani
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 1 (2023): COMPACT- Special Issue "Seminar Nasional Compact"
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i1.846

Abstract

Kecamatan Wringinanom memiliki 16 desa yang tersebar menjadi 3 klasifikasi wilayah peri urban berdasarkan hasil dari pra-survey. Desa dengan klasifikasi peri urban primer ada 6 yaitu Desa Pasinan Lemahputih, Desa Sumengko, Desa Lebaniwaras, Desa Wringinanom, Desa Sumberame, dan Desa Kedunganyar. Desa dengan klasifikasi peri urban sekunder ada 7 yaitu Desa Watestanjung, Desa Pedagangan, Desa Lebanisuko, Desa Sembung, Desa Sooko, Desa Sumberwaru, dan Desa Kepuhklagen. Desa dengan klasifikasi rural peri urban ada 3 yaitu Desa Mondoluku, Desa Sumbergede, dan Desa Kesambenkulon. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadapt kawasan peri urban Kecamatan Wringinanom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis faktor. Metode pengumpulan data berupa kuesioner dan survey. Variabel penelitian berupa aspek fisik, sosial dan ekonomi. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kawasan peri urban adalah faktor sosial berupa kepadatan penduduk dengan nilai component sebesar 0,896 serta faktor fisik berupa ketersediaan sarana kesehatan dengan nilai component sebesar 0,954.
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan; Suning Suning; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
Studi Pencarian Kebutuhan Infrastruktur di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Gustin Intan Andini; Linda Dwi Rohmadiani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.229

Abstract

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi menunjukkan bahwa kawasan industri di Kabupaten Ngawi belum sepenuhnya merata. Artikel ini membahas tentang rencana pembangunan kawasan industri di Kabupaten Ngawi yang berlokasi di Desa Mengger dan Desa Karanganyar dengan luas kawasan 806,6 Ha. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik analisis Delphi dengan cara pengumpulan data kuisioner dan survey lokasi. Hasil pengumpulan kuisoner yang dianalisis dengan teknik analisis Delphi menunjukan bahwa Kabupaten Ngawi membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang kegiatan industri di wilayah tersebut. Dengan adanya pembangunan kawasan industri, diharapkan dapat membantu kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan temuan bahwa pembangunan jalan merupakan kebutuhan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pertama yang harus dilaksanakan karena dapat mempermudah akomodasi kegiatan yang sedang berlangsung. Pada proses terakhir pembangunan infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Karanganyar terdapat pembangunan sarana penunjang dan tempat parkir, yang dimana infrastruktur tersebut bukan sebagai prioritas yang diutamakan dalam kegiatan industri di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi.  
KONDISI DAN FAKTOR PENYEBAB KELUARGA PRA SEJAHTERA DI KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Anang Ma’ruf; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Mojokerto salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk ± 140.718 Jiwa dengan jumlah penduduk yang masuk dalam golongan pra sejahtera sebesar 1.254 kk. Kecamatan Prajurit Kulon dengan jumlah Keluarga pra sejahtera mencapai 42,2 % dari seluruh total keluarga pra sejahtera di Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik keluarga pra sejahtera dan faktor penyebab tingginya keluarga pra sejahtera di Kecamatan Prajurit Kulon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis evaluatif dan metode kuantitatif dengan teknik analisis faktor. Metode pengumpulan data yang di gunakan yaitu Observasi lapangan, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 14 karakteristik keluarga pra sejahtera, 21% masuk dalam kategori keluarga prasejahtera, sedangkan 79% tidak masuk dalam katergori keluarga prasejahtera. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan perekonomian pada masyarakat. Jika dilihat dari aspek demografi, kemajuan ini dipengaruhi oleh jenis pekerjaan masyarakat pra sejahtera di kecamatan Prajurit Kulon. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam keluarga pra sejahtera yaitu faktor primer kebutuhan sehari-hari, Faktor Kesehatan, Faktor Pendidikan, Faktor fisik Bangunan dan Ekonomi. Kata kunci: Bangunan; kondisi lingkungan rumah; karakteristik keluarga pra sejahtera.
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit; Rohmadiani, Linda Dwi; Shofwan, Moch.; Suning, Suning; Rukmana, Siti Nuurlaily; Tribhuwaneswari, Annisa Bhudiyani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
Circular Economy Policy of Shrimp Waste as an Effort to Implement Green Economy Suning Suning; Djoko Adi Walujo; Linda Dwi Rohmadiani; Prihono Prihono
Jurnal Kawistara Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.68866

Abstract

This study aims at determining the conditions and characteristics of shrimp waste, the economic value of the potential for shrimp waste, as well as the policy direction for implementing the Circular Economy of Shrimp Waste as a Green Economy Alternative in the Bulak Banteng Kenjeran Coastal Area, Surabaya City. The research method used is descriptive qualitative and quantitative with the process hierarchy analysis technique (AHP). The data collection method was carried out by distributing questionnaires and in-depth interviews with selected respondents. The results showed that the characteristics of shrimp waste in the form of shrimp heads and shells were still not used for economic value activities, and people dumped them in gutters around homes and at sea. The priority policy directions that can be applied to the Circular Economy of Shrimp Waste as an Alternative to a Green Economy are; 1) providing innovation and technology for economic-based shrimp waste processing with a total CR (consistency ratio) value of 1.878; 2) to improve environmental health by not disposing of shrimp waste around the house, the total value of CR is 1.127; and, 3) the government provides a shrimp processing industry for fishermen with a total CR value of 0.094. Each policy priority can be carried out in synergy so that shrimp waste can be handled properly.
Sosialisasi Peran Aparat Desa Buncitan dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang Sidoarjo Linda Dwi Rohmadiani; Suning Suning; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Moch Shofwan; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1: June 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v2i1.19206

Abstract

Buncitan village has an area of 145.9 hectares with a population of 4,976 people and 1,981 households. The function and role of Sedati Sub-district according to Sidoarjo Regency Regional Regulation No. 9 of 2009 concerning the Regional Spatial Plan of Sidoarjo Regency 2009-2029 is as a settlement, industry and trade on a local, regional and international scale. The issuance of the Job Creation Law and Government Regulation on the Implementation of Spatial Planning that changes the authority of local governments in district or city spatial planning needs to be socialized to village officials, so that they are expected to increase their participation in supporting spatial planning. The method of implementing the activity uses a socialization method that begins with distributing a pre-test and ends with a post-test regarding understanding in the implementation of spatial planning. The results obtained were the initial condition of the level of understanding of village officials about their role in the implementation of spatial planning of 78% while post-socialization increased to 100%. The findings of community service that can be input for the local government are the need for socialization and ease of accessing the district spatial plan regional regulation document for the Buncitan Village community. 
Readiness to Implement the Digital Village Program: A Case Study: Waru Village, Waru Sub-district, Sidoarjo Regency Rohmadiani, Linda Dwi; Ramadhani, Galih Andika
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i12.12623

Abstract

The readiness of the Waru Village community based on the analysis results is at the Confirmation/Expansion stage (Confirmation Provider) which shows that the Waru Village community is ready to implement the digital village program and actively participate, by utilizing resources and the role of leaders. This study aims to determine the level of readiness of the Waru Village community in implementing the digital village program, this study uses the Community Readiness Model (CRM) analysis technique through a questionnaire with weighting (scoring) on ​​each variable consisting of community efforts, community knowledge of efforts, leadership, community climate, community knowledge of issues, and resources related to issues. The results of the study showed that the level of readiness of the Waru Village community was at level 8 with a score of 78. The factors that influence the readiness of the Waru Village community are physical factors with a score of 0.830. The physical factors referred to are good physical and mental health as a basis for community empowerment to implement the digital village program. In implementing the digital village program in Waru Village, it can improve the local economy towards markets and public services, increase community access to public services through the Simpeldesa application, and develop digital infrastructure.