Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Segmentasi Pasar Properti Hunian di Wilayah Kabupaten Sleman Pramana, A.Yunastiawan Eka; Fanani, Fahril
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the characteristics of the land and property market within an urban setting is crucial for urban planners. In Indonesian urban areas, where individual land ownership is predominant, it is essential to recognize how individual decisions accumulate and shape the city. One significant market force influencing urban development is the housing market. This market is highly segmented, so grasping the characteristics of housing market segmentation can help policymakers and urban planners create more effective urban policies. This research aims to identify the characteristics of housing market segmentation in Sleman Regency. Located adjacent to Yogyakarta City, which is a mid-sized city known for its educational and tourism activities, Sleman Regency has experienced significant growth in housing properties. By utilizing data collected from property listing websites, this research will explore the formation of housing segmentation in the studied area. Exploratory Spatial Distribution Analysis (ESDA) will be employed to examine the spatial distribution of housing properties based on value and size. The results may reveal the existence of housing property segmentation in the case study area, which can extend beyond the defined administrative boundaries. Additionally, the findings highlight the importance of proximity to the city center and the main university campus as key factors influencing housing location choices in the area.
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR AIR MINUM, DRAINASE, DAN AIR LIMBAH SEBAGAI INSTRUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH (STUDI KASUS: KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA) Fanani, Fahril; Kurniati, Ayu Candra; Asih, Andrea Sumarah
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi yang pesat di Indonesia menuntut penyediaan infrastruktur air (air minum, drainase, dan air limbah) yang memadai, namun perencanaan infrastruktur seringkali bersifat reaktif terhadap pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan infrastruktur air minum, drainase, dan air limbah sebagai instrumen strategis untuk perencanaan pembangunan wilayah. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan pada 10 sampel kabupaten/kota di Indonesia (termasuk DKI Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Batam). Proyeksi kebutuhan dihitung untuk horizon waktu 5, 10, dan 20 tahun (2030, 2035, 2045) menggunakan metode proyeksi penduduk (geometrik) dan standar teknis (SNI, Metode Rasional). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kebutuhan infrastruktur yang substansial di semua lokasi studi. Laju pertumbuhan persentase tertinggi diproyeksikan terjadi di Batam dan Balikpapan, sementara volume kebutuhan absolut terbesar tetap berada di DKI Jakarta. Analisis mengidentifikasi tiga tantangan utama: (1) skala investasi finansial yang masif; (2) keterbatasan ketersediaan sumber daya (air baku dan lahan); dan (3) tekanan ganda dari alih fungsi lahan dan dampak perubahan iklim. Studi ini menyimpulkan bahwa proyeksi kebutuhan infrastruktur tidak boleh hanya menjadi output teknis. Proyeksi ini harus berfungsi sebagai instrumen input strategis dan pengendali dalam perencanaan tata ruang (RTRW), mendorong pergeseran paradigma dari reaktif menjadi proaktif (perencanaan berbasis kapasitas).
Pola Persebaran Tempat Pembuangan Sampah dalam Konteks Pelayanan Lingkungan Perkotaan di Kota Yogyakarta Kurniati, Ayu Candra; Fanani, Fahril
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan urbanisasi di Kota Yogyakarta membawa tantangan serius dalam pengelolaan sampah perkotaan, yang dieksaserbasi oleh krisis TPA regional baru-baru ini. Efisiensi pengelolaan sampah perkotaan sangat bergantung pada distribusi spasial infrastruktur krusial, yaitu Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan sebaran absolut TPS dan (2) menganalisis pola persebaran spasial TPS untuk mengidentifikasi konsentrasi dan kesenjangan pelayanan di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis spasial, khususnya Kernel Density Estimation (KDE), dengan unit analisis 45 kelurahan. Data yang digunakan meliputi titik koordinat TPS dari Dinas Lingkungan Hidup dan data administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran TPS sangat tidak merata. Kelurahan Kotabaru memiliki 15 unit, sementara Kelurahan Muja Muju tidak memiliki sama sekali. Analisis KDE mengkonfirmasi bahwa pola persebaran sangat mengelompok (clustered). Sebuah hotspot (kepadatan sangat tinggi) teridentifikasi di wilayah tengah-utara (Gondokusuman dan Jetis), yang berkorelasi dengan pusat komersial. Sebaliknya, coldspot (kepadatan sangat rendah) yang luas menutupi sebagian besar wilayah permukiman di selatan (Umbulharjo, Kotagede) dan area periferi. Temuan ini mengungkap adanya ketidakseimbangan spasial (spatial mismatch) yang signifikan antara lokasi penyediaan layanan (terpusat di area komersial) dan lokasi permintaan layanan (area permukiman padat). Studi ini menyimpulkan adanya kesenjangan pelayanan yang nyata dan merekomendasikan redistribusi fasilitas serta prioritas pembangunan TPS baru di zona coldspot untuk meningkatkan kesetaraan layanan lingkungan.