Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEMPAT PEMBESARAN KOLAM TERPAL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BELUT (MONOPTERUS ALBUS): Kolam terpal, pertumbuhan Ikan Belut (Monopterus albus) Diah Karunia Binawati; Subakir Subakir
WAHANA Vol 55 No 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.842 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v55i2.1386

Abstract

Budidaya ikan belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal, masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat memelihara ikan belut. Secara teknis budidaya dan pemeliharaan ikan belut (Monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat atau lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain peternak ikan belut juga harus memperhatikan tata cara panen, pasca panen, dan pemasaran. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan belut sawah yang berumur 3 bulan. Adapun sampel yang digunakan adalah ikan belut sawah yang berumur 3 bulan yang diperoleh secara acak dari peternak ikan belut di Sengkaling Malang, sejumlah 3 kg. Penelitian ini menggunakan analisis statistika uji T. Hasil perhitungan dengan Uji T menunjukkan bahwa t hitung > t (0,05%), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan bobot awal dan bobot akhir ikan belut setelah dipelihara di dalam kolam terpal selama 30 hari, dengan rata-rata penambahan bobot ikan belut sebesar 2,14 gram.
Efektivitas Padat Tebar Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem Akuaponik Diah Karunia Binawati; Nadia Ika Anjarsari
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padat tebar ikan nila (Oreochromis niloticus) berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman pada sistem akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L). Variasi padat tebar ikan nila yang digunakan 40, 60, dan 80 ekor per 200 L air yang dipelihara selama 45 hari. Parameter pertumbuhan yang diobservasi meliputi jumlah daun, berat basah dan kandungan klorofil total pada sistem akuaponik. Hasil observasi menunjukkan bahwa padat tebar ikan nila signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman uji. Pertumbuhan terbaik diperoleh pada perlekuan padat tebar 80 ekor.
Keanekaragaman Spesies Burung di Kawasan Wonorejo Surabaya Fatimah Septi Diana; Diah Karunia Binawati
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.731 KB)

Abstract

Wonorejo Surabaya merupakan salah satu daerah IBA (Important Bird Area) yang ditetapkan oleh Birdlife Indonesia sehingga penting bagi keberadaan burung-burung migran maupun non migran. Persebaran burung pada kawasan inilah yang menjadi dasar penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis burung yang ada di kawasan Wonorejo Surabaya serta mengetahui parameter lingkungan di kawasan Wonorejo Surabaya sebagai habitat burung migran maupun non migran. Penelitian dilakukan mulai Maret – April 2019 di Wonorejo Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penggambilan data burung adalah penggabungan dari metode titik hitung (point count) dan metode garis transek (line transect) dengan mengambil enam titik pengamatan. Hasil yang diperoleh terdapat 32 jenis spesies burung dari 19 famili yaitu famili Ardeidae, Laridae, Acanthizidae, Alcedinidae, Charadriidae, Columbidae, Cuculidae, Hirundinidae, Meropidae, Nectariniidae, Paridae, Phalacrocoracidae, Podicipedidae, Pycnonotidae, Rallidae, Recurvirostridae, Scolopacidae, Sylviidae, dan Sturnidae. Indeks keanekaragaman burung diperoleh sebesar H’ = 3,002 yang tergolong melimpah tinggi dengan indeks kemerataan jenis (E) sebesar 0,851 dan kelimpahan (R) sebesar 27,419. Manfaat dari penelitian ini adalah menambah pengetahuan bagi peneliti mengenai kekayaan jenis burung yang ada di kawasan Wonorejo Surabaya, serta menjadi sumber informasi bagi para akademisi, lembaga dan masyarakat lebih luas. Kata kunci : Burung, Keanekaragaman, Wonorejo
PENGENALAN DAN PELATIHAN TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN PADA GURU MGMP BIOLOGI SMA SE-JAWA TIMUR Purity Sabila Ajiningrum; Vivin Andriani; diah karunia binawati; Tatang Sopandi; arif yachya; ngadiani; pungky slamet wisnu kusuma; sukarjati
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no01.a5498

Abstract

Kultur jaringan merupakan salah satu teknik budidaya tanaman secara vegetatif yang dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman dengan waktu yang relatif singkat dengan menggunakan media tanam yang mengandung unsur hara mikro, makro dan zat pengatur tumbuh. Pengenalan dan pelatihan teknik kultur jaringan yang ditujuhkan kepada guru MGMP Biologi se-Jawa Timur dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pengetahuan dalam memperkenalkan kultur jaringan saat mengajar di kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan virtual web conference. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan peserta mengalami kenaikan hasil sebesar 59,26% tentang pengenalan dan pelatihan teknik kultur jaringan (teknis kultur jaringan, tahap persiapan, tahap inisiasi, tahap multiplikasi, tahap aklimatisasi).
Efektivitas Jumlah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Sistem Akuaponik Diah Karunia Binawati; Rikza Fardatus Sabila
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v9i2.11910

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa L) is one of the most well known kinds of vegetables in Indonesia. Farming innovation that can be utilized is hydroponics innovation. In hydroponics frameworks, creature discharges are given to plants to be separated into nitrates and nitrites through regular cycles and can be used by plants as supplements from fish squander. Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the freshwater fish products that are most popular by different gatherings. The motivation behind this review was to decide the impact of the quantity of tilapia (Oreochromis niloticus) on the development of mustard greens and the treatment of the ideal number of tilapia (Oreochromis niloticus) on the development of mustard greens (Brassica rapa L) utilizing hydroponics framework. Randomized square plan was utilized in this review with three medicines and nine replications. Information handling utilized one way ANOVA factual examination, if critical, further Duncan Numerous Reach Test (DMRT) was done. The aftereffects of the investigation of the quantity of leaves, wet weight and complete chlorophyll content of the Pakcoy Mustard (Brassica rapa L) plant with the ANOVA test showed critical numbers (P <0.005), accordingly the quantity of tilapia (Oreochromis niloticus) influenced the development of the Pakcoy Sawi (Brassica rapa L) plant. ). The aftereffects of the treatment of the quantity of tilapia (Oreochromis niloticus) 80 fish (P3) gave ideal outcomes on the development of the mustard greens (Brassica rapa L) with hydroponics framework.  
Efektivitas Jumlah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Sistem Akuaponik Diah Karunia Binawati; Rikza Fardatus Sabila
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v9i2.15185

Abstract

Sawi pakcoy (B. rapa L) is one of the most well known kinds of vegetables in Indonesia. Farming innovation that can be utilized is hydroponics innovation. In hydroponics frameworks, creature discharges are given to plants to be separated into nitrates and nitrites through regular cycles and can be used by plants as supplements from fish squander. Tilapia (O. niloticus) is one of the freshwater fish products that are most popular by different gatherings. The motivation behind this review was to decide the impact of the quantity of tilapia (O. niloticus) on the development of mustard greens and the treatment of the ideal number of tilapia (O. niloticus) on the development of mustard greens (B. rapa L) utilizing hydroponics framework. Randomized square plan was utilized in this review with three medicines and nine replications. Information handling utilized one way ANOVA factual examination, if critical, further Duncan Numerous Reach Test (DMRT) was done. The aftereffects of the investigation of the quantity of leaves, wet weight and complete chlorophyll content of the Pakcoy Mustard (B. rapa L) plant with the ANOVA test showed critical numbers (P <0.005), accordingly the quantity of tilapia (O. niloticus) influenced the development of the Pakcoy Sawi (B. rapa L) plant. ). The aftereffects of the treatment of the quantity of tilapia (O. niloticus) 80 fish (P3) gave ideal outcomes on the development of the mustard greens (B. rapa L) with hydroponics framework.
PKM BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias gariepinus) MENGGUNAKAN SISTEM BIOFLOK PADA GURU SMA SE-JAWA TIMUR Pungky SWK; Vivin Andriani; Diah Karunia Binawati; Sukarjati; Arif Yachya; Dyah Hariani; Susie Amilah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no02.a6427

Abstract

The Cultivation of high-density fish requires artificial feed with high protein content for growth. The higher the protein contained in the feed, the more expensive the feed price, while the feed is the largest cost reaching 60-70% of the production cost. In addition to the problem of feed in high-stocking density fish farming, of course, the waste disposal is also getting higher, which causes failure in the cultivation business. To overcome these problems, it is necessary to make a breakthrough in the cultivation system, one of which is catfish farming using a biofloc system by utilizing heterotrophic bacteria proven to reduce ammonia waste discharge in ponds. The results of this study need to be immediately socialized through training activities for high school teachers. The pretest and post-test results of trainees based on the percentage of activity objectives showed an increase with an average of 55%. It is hoped that the results of the training for high school biology teachers will not only get new knowledge about the application of biofloc to catfish farming. The knowledge gained can be disseminated to students in their schools to support better biology learning
Fitoremediasi Kayu Apu (Pistisia Stratiotes L.) Dan Arang Kayu Dalam Memperbaiki Kualitas Air Pada Limbah Cair Tahu (Skala Laboratorium) Nirmalah Lukman; Diah Karunia Binawati
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat memberi dampak negatif karena limbah yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan. Fitoremediasi didefinisikan sebagai pencucian polutan yang dimediasi oleh tumbuhan. Kayu apu memiliki kemampuan yang baik dalam menurunkan kadar senyawa organik maupun anorganik yang ada pada limbah cair. Arang digunakan sebagai adsorben karena memiliki kemampuan absorpsi atau menyerap unsur-unsur logam ataupun fenol dalam air sehingga menjadi jernih. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas limbah cair tahu menggunakan proses fitoremediasi tumbuhan kayu apu dan arang kayu dengan parameter uji TDS, pH, dan COD. Penelitian ini menggunakan 18 bak percobaan dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. P1 (100 persen KA), P2 (75 persen KA+ 25 persen AK), P3 (50 persen KA + 50 persen AK). Berdasarkan hasil uji Anova Two Way diketahui bahwa perlakuan dan hari remediasi berpengaruh nyata terhadap parameter uji dengan taraf signifikan 5 persen. Hasil penelitian fitoremediasi menunjukkan terjadi perubahan kadar TDS dari 610 mg/L menjadi 598,3 mg/L, pH dari 5,1 menjadi 7,2, dan COD dari 3000 mg/L menjadi 146,10 mg/L.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh Dan Kulit Nanas Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) Evi Dwi Cahyani; Diah Karunia Binawati
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik bermanfaat guna meningkatkan kualitas serta kuantitas produktivitas pertanian, meningkatkan kualitas lahan, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Kulit buah nanas mengandung 23,63 ppm phospat; 8,25 ppm kalium; 1,27 persen nitrogen, 27,55 ppm kalsium, dan 137,25 ppm magnesium sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Daun kirinyuh memiliki biomassa sebesar 2,45 persen nitrogen; 0,26 persen fosfor; dan 5,40 persen kalium sehingga daun kirinyuh dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh dan kulit nanas terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan 5 perlakuan dan 6 kali ulangan. Pengolahan data menggunakan analisis statistik one way anova, dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) pada analisis anova menunjukkan nilai signifikan (P<0,005). Hasil analisis uji Duncan dari ketiga parameter penelitian menunjukkan pada parameter tinggi tanaman perlakuan P4 (30 persen) memberikan hasil rata-rata terbaik sebesar 30,4 cm, pada parameter jumlah daun perlakuan P5 (Urea) memberikan hasil rata-rata terbaik sebesar 7,5 helai daun, dan pada parameter berat basah perlakuan P4 (30 persen) memberikan hasil rata-rata terbaik yaitu sebesar 2,41 gram.
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Kombinasi Bonggol Pisang Dan Daun Kelor Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Ivonne Mei Reyni; Diah Karunia Binawati
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik cair merupakan pupuk cair yang mudah larut dan kemampuannya dalam memberikan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman. Salah satu pupuk organik cair yang dapat dibuat menggunakan bahan dasar bonggol pisang yang dikombinasikan dengan daun kelor. Bonggol pisang jarang dimanfaatkan setelah panen padahal mengandung gizi yang tinggi, demikian juga dengan daun kelor mengandung ZPT yang dapat memacu pertumbuhan tanaman. Sawi hijau potensial untuk dibudidayakan dan mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC Kombinasi Bonggol Pisang dan Daun Kelor terhadap pertumbuhan sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian ini terdiri atas 6 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Berdasarkan hasil uji ANOVA diketahui bahwa pemberian POC berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa rerata pertumbuhan tanaman pada parameter tinggi tanaman, berat basah tanaman, dan jumlah daun terbaik adalah pada perlakuan P5 (150 ml POC), dengan rata – rata tinggi tanaman (37.6 cm), berat basah tanaman (15.66 g), jumlah daun (9.2 helai), sedangkan untuk parameter klorofil total terbaik pada perlakuan P6 (pupuk NPK)sebesar 3,28 mg/ liter