Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Performa Dinding Penahan Tanah Tipe GRS Akibat Konstruksi Fondasi Dangkal Pada Pembebanan Statis Mangare, Jenofer Y.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66161

Abstract

Dinding penahan tanah tipe Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) merupakan sistem rekayasa geoteknik yang memanfaatkan interaksi antara tanah dan material geosintetik untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas dukung massa tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dinding GRS akibat keberadaan fondasi dangkal yang dibebani secara statis, dengan fokus pada respons deformasi, stabilitas sistem, serta perubahan kapasitas dukung fondasi. Analisis dilakukan melalui pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak fondasi terhadap dinding, yang direpresentasikan melalui rasio D/B, memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan, pergeseran lateral, dan kapasitas dukung fondasi. Pada rasio D/B kecil (0,5–1,5), deformasi mencapai nilai maksimum akibat interaksi intensif antara fondasi dan dinding. Kondisi optimum dicapai pada rasio D/B sekitar 2–3, di mana fondasi berada dalam zona perkuatan yang paling efektif sehingga deformasi minimum dan kapasitas dukung maksimum. Pada rasio D/B > 3, performa sistem menurun karena fondasi berada di luar area perkuatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan posisi fondasi terhadap dinding GRS dalam perencanaan geoteknik. Kata kunci: dinding GRS, fondasi dangkal, metode elemen hingga, penurunan, pergeseran lateral, kapasitas dukung
Studi Kestabilan Lereng Galian Dengan Perkuatan Geocell Di Kawasan Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa Ladi, Alsetya D.; Legrans, Roski R. I.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66210

Abstract

Permasalahan kestabilan lereng pada pekerjaan galian dan timbunan merupakan aspek krusial dalam proyek konstruksi, karena ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan, peningkatan biaya, serta gangguan terhadap keberlanjutan struktur di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng galian yang diperkuat menggunakan geocell pada lokasi Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa, yang didominasi oleh tanah berbutir berupa pasir bersih hingga pasir berlanau (clean sands to silty sands). Analisis dilakukan menggunakan metode Bishop Simplified dan pemodelan numerik PLAXIS 2D untuk mengevaluasi kinerja lereng setelah pemasangan geocell. Variasi kondisi muka air tanah (MAT) diterapkan pada kedalaman 1 m dan 2 m dari permukaan tanah untuk menilai pengaruh tekanan air pori terhadap kestabilan lereng. Model lereng memiliki tinggi 12 m dengan kemiringan 19°, dan diperkuat menggunakan tiga tipe geocell, yaitu MG100‑660‑HDPE, MG125‑700‑HDPE, dan MG150‑740‑HDPE. Evaluasi dilakukan pada kondisi statis dan dinamis, baik drained maupun undrained. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan geocell mampu meningkatkan faktor keamanan (FK) lereng pada kondisi drained sebesar 3,66% hingga 4,69%. Selain itu, deformasi lereng mengalami penurunan signifikan dengan persentase reduksi antara 4,19% hingga 63,45%. Peningkatan FK dan penurunan deformasi paling besar terjadi pada kondisi dinamis‑drained dengan MAT 0 m ketika menggunakan geocell tipe MG150‑740‑HDPE. Secara umum, ketiga tipe geocell menunjukkan performa yang relatif serupa. Variasi MAT terbukti memengaruhi kestabilan lereng, di mana posisi muka air tanah yang lebih tinggi menyebabkan penurunan FK dan peningkatan deformasi akibat bertambahnya tekanan air pori dan berkurangnya tegangan efektif tanah. Kata kunci: kestabilan lereng, geocell, muka air tanah, deformasi, faktor keamanan
Analisis Rembesan Terhadap Kestabilan Lereng Pada Tanggul Kolam Retensi Tirayoh, Gabriel K.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66374

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kota Manado pada tahun 2020 mendorong pemerintah merencanakan pembangunan kolam retensi di kawasan Kleak, dekat Stadion Klabat, sebagai upaya mitigasi struktural untuk mengendalikan limpasan air perkotaan. Kolam retensi tersebut dirancang dengan tanggul tanah setinggi 5 meter dan muka air rencana 4 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng tanggul pada berbagai kondisi kritis, meliputi kondisi tanpa air, steady state, rapid drawdown, serta pengaruh beban gempa. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas penanganan struktural berupa toe drain dan filter drain dalam meningkatkan faktor keamanan lereng. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan Metode Bishop Simplified secara manual dan diverifikasi dengan perangkat lunak Geostudio (modul SLOPE/W). Garis freatik pada kondisi steady state ditentukan melalui metode Kozeny untuk menghasilkan flownet, sedangkan analisis rapid drawdown dan gempa dilakukan berdasarkan prinsip tegangan efektif. Geometri tanggul memiliki kemiringan lereng hulu 1:3 dan hilir 1:2,5, serta dilengkapi dengan filter drain dan toe drain sebagai elemen perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan faktor keamanan antara perhitungan manual Bishop Simplified (FK = 2,28) dan Geostudio (FK = 2,53) sebesar 0,3. Pada kondisi steady state, faktor keamanan tertinggi sebesar 2,04 diperoleh dengan penggunaan filter drain. Pada kondisi rapid drawdown, faktor keamanan tertinggi sebesar 3,48 dicapai dengan toe drain. Sementara itu, pada kondisi gempa steady state, faktor keamanan sebesar 1,21 masih memenuhi kriteria minimum stabilitas. Kesimpulannya, tanggul kolam retensi dengan penanganan struktural filter drain memenuhi seluruh kriteria stabilitas pada kondisi statis, rapid drawdown, maupun gempa. Oleh karena itu, filter drain direkomendasikan sebagai penanganan struktural utama untuk menjamin kestabilan dan keamanan tanggul kolam retensi di lokasi penelitian. Kata kunci: kestabilan lereng tanggul, Geostudio, filter drain, toe drain, rapid drawdown, steady state