Articles
MODEL EXPLICIT INTRUCTION PADA PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN KEMMAPUAN PSIKOMOTORIK
winda geri novita sari;
Heny Rohayani;
beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 01 (2023): Februari, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v3i01.55638
Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan psikomotorik siswa dalam desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional merupakan latar belakang dari penelitian ini, Permasalahan yang terjadi dalam mata pelajaran Seni budaya khusus nya pembelajaran seni tari pada siswa kelas VIII SMPN 19 Bandung adalah menurunnya hasil belajar. Secara khusus ditemukan lemahnya kemampuan aspek psikomotorik terutama dalam kompetensi mendesain dan memperagakan pola lantai pada jenis tari tradisional. Penyebab munculnya permasalahan tersebut adalah kecenderungan guru dalam mengedepankan pembelajaran yang bersifat teori daripada praktik.. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran explicit intruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa kemampuan psikomotorik aspek desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional kelas VIII SMPN 19 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasrkan hasil data yang ditemukan oleh peneliti, dapat dijelaskan bahwa saat diterapkannya model explicit intruction ketika proses pembelajaran berlangsung pada siswa kelas VIII-F SMPN 19 Bandung yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru telah berjalan dengan lancar dan baik, yakni dimana pada proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan signifikan yang terjadi pada setiap siklusnya. Dengan diterapkannya model explicit intruction tidak hanya dapat menngkatkan hasil belajar siswa, melainkan dijadikan bahan acuan dan alternatif pembelajaran di kelas, untuk menarik perhatian siswa pada saat pemebelajaran berlangsung terutama untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa dalam perbaikan pembelajaran di kelas.
PROSES BELAJAR SENI TARI BERBASIS LMS SEKOLAHAN.ID DI SMKN 1 BANDUNG
Wulan Purnamasari;
Juju Masunah;
Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.60393
Kemajuan teknologi berjalan berdampingan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi dan informasi dimanfaatkan keseluruh aspek kehidupan manusia termasuk pada bidang pendidikan. Keberadaannya yang berbasis website kini sudah digunakan sebagai media atau alat yang dapat membantu kinerja guru dalam mengajar maupun proses belajar untuk peserta didik. Penelitian ini mempunyai tujuan dalam mendeskripsikan sebuah website yang komprehensif dan terintegrasi untuk mempermudah proses belajar mengajar di SMKN 1 Bandung, khususnya dalam pembelajaran seni tari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam proses belajar seni tari menggunakan LMS Sekolahan.id ini untuk mengetahui bagaimana fitur- fitur, pemanfaatan guru dan peserta didik di SMKN 1 Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa LMS Sekolahan.id dalam proses belajar seni tari di SMKN 1 Bandung ini memiliki fitur- fitur yang dapat membantu guru dalam mengajar dan mengerjakan administrasi seperti absen siswa, data siswa, membuat soal ujian akhir dan lainnya. LMS Sekolahan.id juga membuat peserta didik lebih mudah dalam belajar karena tidak perlu lagi membawa buku pelajaran yang banyak kesekolah, dan untuk pemahaman siswa mengenai penggunaan LMS Sekolahan.id dari awal sampai sekarang tidak ada yang merasa kesulitan, karena peserta didik itu adalah generasi citizenship yang sangat mudah mengerti akan penggunaan teknologi. Kesimpulan penelitian yang dilakukan ialah pemanfaatan LMS Sekolahan.id ini sangat membantu dalam pembelajaran seni tari, dan diharapkan juga menjadi contoh untuk sekolah lainnya, agar kedepannya tidak perlu khawatir jika penggunaan teknologi itu bisa lebih optimal dalam membantu pembelajaran disekolah.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR TARI SISWA LAKI-LAKI MELALUI PROJECT BASED LEARNING
Fadil Ahmad Nahrowi;
juju Masunah;
beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.59132
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa laki-laki adalah kurangnya pemahaman guru mengenai metode dan bahan pengajaran. Kecenderungan mereka menggunakan metode satu arah atau metode ceramah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat tari pada siswa laki-laki menggunakan model project based learning melalui iringan musik tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen dengan menggunakan jenis pre-experimental design (one group pretest and posttest). Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan strategi pengambilan contoh berdasarkan pertimbangan faktor tertentu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penggunaan angket, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara teknik pengolahan data statistik deskriptif dan teknik statistik inferensial. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan minat belajar pada siswa laki-laki, yang ditunjukkan dengan nilai pretest dan posttest di atas 0,05. Nilai signifikansi pretest adalah 0,222 dan nilai signifikansi posttest adalah 0,800. Hal ini dapat diamati melalui analisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil minat belajar siswa dari pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa "Ha diterima Ho ditolak", yang berarti model Project Based Learning pada pembelajaran iringan music tari dapat meningkatkan minat siswa laki-laki.
MEDIA INFOGRAFIS PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA
Fanny Sri Hermawati;
Heny Rohayani;
Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.60460
Minat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Minat sangat dipengaruhi oleh komponen pembelajaran lainnya. Dalam hal ini media punya peran dalam membangkitkan minat belajar. Media pembelajaran dapat mempengarahui aspek minat perasaan senang, perhatian, ketertarikan, keterlibatan dalam belajar untuk memperoleh kompetensi. Temuan dilapangan ditemukan rendahnya minat belajar siswa akibat kurangnya memanfaatkan media pembelajaran yang relevan. Tujuan dalam penelitian ini melalui pemanfaatan media infografis untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI SMA dalam pembelajaran seni tari. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental design (One Group Pretest-Posttest). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instumen tes, observasi, wawancara, dan angket. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling berjumlah 36 siswa SMA. Perolehan data hasil penelitian diolah dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial melalui perangkat lunak IBM SPSS 25. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji paired sample t-test. Siswa diberikan tes pada saat sebelum dan sesudah penerapan media infografis dalam pembelajaran seni tari. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan media infografis dapat meningkatkan minat belajar siswa SMA, hasil analisis dari rata-rata penilaian sebelum diterapkan penerapan berada pada kategori rendah, hasil post-test melalui penerapan media infografis meningkatkan rata-rata nilai dengan kategori tinggi. Pada hasil presentase nilai menunjukkan media infografis efektif meningkatkan minat belajar siswa SMA. Antusias siswa terlihat lebih tinggi saat mempelajari materi seni tari kreasi dengan menggunakan media infografis. Media infografis dalam pembelajaran seni tari signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa SMA kelas XI.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Nurani Arum Apsari;
Beben Barnas;
Andit Triono
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2023): Periode Maret - Juni
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33654/pgsd.v5i1.2301
Rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya menjadi alasan utama peneliti untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran. Penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan hasil belajar siswa tidak dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Upaya yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan metode demonstrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan didahului prasiklus dan meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 40 orang siswa kelas IV SD Negeri 2 Pangandaran. Terdapat peningkatan hasil belajar pada setiap siklus yang semula nilai rata-rata siswa hanya 67 pada tahap pra siklus, siklus 1 sebesar 77 dan siklus 2 mencapai 82. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan, yaitu pada praskilus hanya sebesar 43% (17 siswa), siklus I sebesar 75% (30 siswa) dan siklus 2 mencapai 933 (36 siswa) dengan KKM mata pelajaran IPA sebesar 70. Melalui analisis data-data tersebut terbukti bahwa penerapan metode demonstrasi mampu mengembangkan kemampuan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya secara opitmal. Penelitian ini menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melaksanakan pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dengan menerapkan metode pembelajaran lain yang lebih baik dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, seperti dengan menerapkan metode eksperimen.
The Process of Dance Learning Based Sekolah.Id LMS at SMKN 1 Bandung
Wulan Purnamasari;
Juju Masunah;
beben Barnas
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 3, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jddes.v3i2.64656
The development of technology and information has now been applied in human life, including in the field of education. The presence of website-based technology is now being used as a medium or tool that can help teachers' performance in teaching and the learning process for students. This research aims to describe a comprehensive and integrated website to facilitate the teaching and learning process at SMKN 1 Bandung, especially in learning dance. The method used in this research is a descriptive analysis method with a qualitative approach. Data obtained from observations, interviews and documentation in the process of learning dance using the Sekolahan.id LMS is to find out the features and use of teachers and students at SMKN 1 Bandung. The results of this research show that the Sekolahan.id LMS in the process of learning dance at SMKN 1 Bandung has features that can help teachers in teaching and doing administration such as student absences, student data, creating final exam questions and others. LMS Sekolahan.id also makes it easier for students to learn. It is hoped that this research will also be an example for other schools, so that in the future there is no need to worry about whether the use of technology can be more optimal in helping learning at school.
PROBLEM BASED LEARNING MODEL BASED ON ONLINE INTERACTIVE MULTIMEDIA TO IMPROVE UNDERSTANDING OF DANCE MOVEMENTS
AISYAH APRILIANI HIJRIYANNI;
FRAHMAH SEKARNINGSIH;
BEBEN BARNAS
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 4, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jddes.v4i1.35820
The focus of the problem in this research is students' weak understanding, especially understanding of dance movements, which is caused by teachers rarely using learning models during the learning process, so the learning objectives and provision of material are not optimal, resulting in learning outcomes not being by students' actual abilities. This research aims to find out the picture after implementing the online interactive multimedia-based Problem-Based Learning model. The method used by researchers in this research is an experimental method with a quantitative approach. The research design used was one group pretest and posttest. The reason this method was used was that this research only focused on one group, so the treatment given was more intense and obtained maximum results. This research was conducted at SMPN 12 Bandung with 31 students in class VII G. To find out the causal relationship between variables on dance movements after a Posttest was given to determine understanding of dance movements after being given treatment. The use of an online interactive multimedia-based Problem-Based Learning model has been proven to increase students' understanding of dance movements after research was conducted by comparing the results of students' pretest and posttest. The increase in understanding of dance movements can be seen from the difference in the average pretest and posttest scores. This is also proven by the hypothesis test carried out, the results of the t-test analysis show t-count t-table or 19.2 1.697, meaning that H1 can be accepted and H0 is rejected.
PEMBELAJARAN TARI JAIPONG BERBASIS BLENDED UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SISWA SMA
Sutisna, Riya Felisia;
Masunah, Juju;
Barnas, Beben
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74336
Aktivitas pembelajaran yang mengedepankan apresiasi seni sangat penting diberikan di sekolah, karena aktivitas pembelajaran apresiasi seni tidak hanya berfungsi menumbuh kembangkan potensi estetik siswa, melainkan juga menumbuh kembangkan imajinasi, kemunculan kesadaran individual berupa kemampuan kreatif dan kesadaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran blended berbasis youtube dalam upaya meningkatkan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest – posttest design dalam pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 1 Jatiluhur, sampel penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan test. Teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Hasil ini ditunjukan oleh peningkatan dalam kemandirian belajar, kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest dari 66 meningkat menjadi 83, sehingga 100% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Artinya ada pengaruh yang positif antara pembelajaran blended terhadap apresiasi siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran blended berbasis youtube signifikan meningkatkan apresiasi siswa dalam pembelajaran tari Jaipong di SMAN 1 Jatiluhur.
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI DARI YOUTUBE UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Asyifah, Siti;
Masunah, Juju;
Barnas, Beben
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.37885
Adanya wabah virus Corona mengakibatkan kegiatan pembelajaran tari tidak dapat dilaksanakan secara langsung, maka guru membuat video pembelajaran tari pada aplikasi Youtube untuk siswa sekolah menengah pertama agar pembelajaran tari dapat dilaksanakan walaupun secara online. Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mendeskripsikan rancangan pembelajaran tari, proses pembelajaran tari, dan hasil pembelajaran tari untuk mengembangkan kreativitas siswa tingkat sekolah menengah pertama pada video pembelajaran melalui Youtube dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 2 orang pembuat video pembelajaran tari dan 4 siswa kelas VIII SMPN 12 Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah siswa mampu meningkatkan hasil belajar melalui penguasaan psikomotor, akademik, kreativitas, berani, disiplin dalam belajar dan siswa mampu membuat gerak tari sesuai dengan ruang, tenagam waktu. Melalui video pembelajaran dari youtube ini diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa termasuk dalam kreativitas dan siswa mampu memahami materi pembelajaran dan tugas yang diberikan guru, serta mampu belajar dengan maksimal. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pembelajaran Tari, Youtube