Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DESKRIPSI PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN JASABOGA GOLONGAN B PADA PELAKSANAAN EMBARKASI HAJI DI ASRAMA HAJI BEKASI TAHUN 2019 Fahrul Nur Romadhon; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.742 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i2.6197

Abstract

Pemeriksaan sanitasi jasaboga asrama haji, meliputi pra embarkasi dan embarkasi. Dari hasil survey pendahuluan, PPIH Asrama Haji telah melaksanakan Inspeksi kesehatan lingkungan asrama haji, terdapat permasalahan pada pemeriksaan usap dubur penjamah makanan yang dilakukan h-3 embarkasi, dan hasil laboratorium baru diketahui setelah 14 hari atau h+11 embarkasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran personal hygiene penjamah makanan golongan B pada pelaksanaan embarkasi haji di Asrama haji Bekasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan melakukan pengamatan dan wawancara dengan responden pihak KKP kelas II Bandung, hasilnya diolah dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan persyaratan yang ada. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara daring, tenaga penjamah merupakan tenaga tidak tetap yang hanya mengumpulkan identitas diri, hasil laboratorium usap dubur tenaga penjamah terdapat 25 orang positif salmonella dan shigella hal ini tidak memenuhi persyaratan, Simpulan yang didapat yaitu ketenagaan penjamah makanan tidak memenuhi persyaratan Permenkes 1096 tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Saran yang dapat diberikan yaitu memberikan masukan kepada pihak jasaboga untuk perekrutan tenaga penjamah menyertakan sertifikat kursus penjamah, dan pemberian tenggang waktu pada pemeriksaan kesehatan apabila ada hasil laboratorium yang tidak, sesuai penjamah makanan dapat diganti.
PENGARUH BEBERAPA DOSIS DAN JENIS EKSTRAK LARVASIDA ALAMI TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti WIRA DESY KUSUMAWATI; Agus Subagiyo; MELA FIRDAUST
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.554 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3875

Abstract

AbstrakXV+104 halaman : gambar, tabel, grafik, lampiranPenggunaan larvasida sintesis sangat merugikan masyarakat, seperti pencemaran lingkungan danmenyebabkan resistensi. Alternatif untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan menggunakanlarvasida nabati yang berasal dari tanaman yaitu daun sirsak (Annona muricata Linn) dan batang serai(Andropogon nardus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas larvasida alami ekstrak daun sirsak(Annona muricata Linn) dan ekstrak batang serai (Andropogon nardus) terhadap kematian larva nyamuk Aedesaegypti, pengaruh dosis larvasida alami, jenis larvasida alami, adanya interaksi beberapa dosis dan jenis ekstrak.Jenis penelitian yang digunakan eksperimen murni sedangkan untuk pelaksanaan penelitianmenggunakan rancangan post test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larvanyamuk Aedes aegypti instar III. Sampel berjumlah 1250 ekor larva. Analisis data yang dilakukan secaraunivariat dan bivariat (menggunakan uji anova dua jalan, dengan 〈=0,05)Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh antara beberapa dosis ekstrak larvasida alamiterhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti ditunjukkan dengan perbandingan antara mean kelompok yangmendapat perlakuan dengan diberi ekstrak daun sirsak 9,15 lebih baik dari pada mean diberi ektrak batang serai7,1. Terdapat pengaruh jenis ekstrak larvasida alami terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti bahwa F =4,465 dengan porbalitas 0.0430,05 sedangkan interaksi antara beberapa dosis dan jenis ekstrak larvasida alamiterhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti F = 0,916 dengan porbabilitas 0,0370,05.Saran yang diberikan kepada masyarakat yaitu diharapakan adanya penggunaan ekstrak daun sirsak(Annona muricata Linn) ini sangat mudah untuk mengaplikasikannya cukup menambahkan ekstrak daun sirsakini kedalam penampungan air.Daftar bacaan :22 (1992 - 2016)
Pengaruh Ekstrak Tanaman Purwaceng (Pimpinela pruatjan, Molk) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti Pratama Sakti Bagaskara; Arif Widyanto; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.024 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.4564

Abstract

Jumlah kasus DBD di Indonesia setiap tahunnya cenderung meningkat, pengendalian kimia sebagai salah satu pengendalian yang aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan larvasida alami. Tanaman Purwaceng merupakan bagian tanaman yang mengandung senyawa metabolik sekunder seperti fenol, senyawa lipofilik, alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui perbedaan konsentrasi ekstrak tanaman Purwaceng terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti.Jenis penelitian ini adalah true eksperimen dengan desain penelitian post test only control group design. Jumlah larva nyamuk Aedes aegypti  yang digubakan setiap perlakuan 25 ekor, masing-masing perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 4 kali.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 2 ml/100 ml mempunyai daya bunuh 26,43 %, konsentrasi 4 ml/100 ml mempunyai daya bunuh 82,47 %, konsentrasi 8 ml/100 ml mempunyai daya bunuh 100%. Konsenrasi yang efektif sebagai larvasida adalah konsenrasi 8 ml/100 ml. Hasil analisis One-way Anova terbukti signifikan dengan nilai p = 0,000 ᵅ (0,05), sehingga ada pengaruh perbedaan penggunaan ekstrak tanaman Purwaceng terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis probit LC50 adalah konsentrasi 2,224 dengan interval antara 1,963 dan 2,471 dan LC90 konsentrasi 3,323 dengan interval 2,937 dan 4,062.Ada perbedaan penggunaan konsentrasi ekstrak tanaman Purwaceng terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti, dan konsentrasi yang paling efektif adalah 8 ml/100 ml dimana jumlah total larva yang mati adalah 100%. 
PEMBUATAN SOFTWARE “AKSI PINTAR” (ANALISIS KLINIK SANITASI PINTAR) PADA KASUS DIARE (STUDI KASUS KLINIK SANITASI PUSKESMAS 1 KEMBARAN TAHUN 2017) Wahyu Putriyantari; M. Choiroel Anwar; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1847.157 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4069

Abstract

Kegiatan klinik sanitasi di Puskesmas 1 Kembaran pada hasil wawancara dan observasi lapangan factor risiko khususnya pada penyakit diare oleh petugas Puskesmas 1 Kembaran masih diolah secara manual sehingga data belum  menjadi infromasi kesehatan yang baik untuk perencanaan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan software pengolahan data klinik sanitasi dengan menggunakan website AKSI PINTAR (Analisis Klinik Sanitasi Pintar) di Puskesmas 1 Kembaran. Jenis penelitian adalah Research and Development (RD). Subyek yang diteliti adalah petugas sanitasi, cara dan hasil  pengolahan data klinik sanitasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kemudian dibuat pengolahan data dengan computer berbasis website “AKSI PINTAR”. Hasil penelitian berupa software untuk pengolahan data klinik sanitasi khususnya penyakit diare yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan maupun perencanaan dengan cepat. Dengan website AKSI PINTAR petugas klinik sanitasi terbantu dalam mengolah data klinik sanitasi menjadi informasi kesehatan dengan cepat dan mudah secara efektif, efisian dan sesuai dengan Permenkes No. 13 Tahun 2015. Pengolahan data klinik sanitasi di Puskesmas 1 Kembaran yang semula hanya meliputi dilakukan dengan cara manual berhasil dirubah menggunakan software berbasis website AKSI PINTAR. Disarankan website AKSI PINTAR dapat diterapkan dalam pelaksanaan pengolahan data klinik sanitasi Puskesmas 1 Kembaran dan dikembangkan untuk digunakan seluruh puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. 
Effectiveness Of Light Trap In Reducing Populatio House Fly (Musca Domestica) Nur Hilal; Asep Tata Gunawan; Mela Firdaust
Jurnal LINK Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5858.482 KB) | DOI: 10.31983/link.v9i1.165

Abstract

Flies are insects meperupakan fototropik is like light. At night off, but can be activated by the presence of artificial light. Fototropik properties form the basis for controlling flies fly population by using a Light Trap. Therefore, research on the effectiveness of Trap Light Lowering Population In house flies (Musca domestica) are particularly relevant to be implemented.This study aimed to calculate the population of house flies (Musca domestica) before using Light Trap, counting house fly populations (Musca domestica) after using Light Trap, counting the number of flies caught on Light Trap, counting insects can be caught light trap, calculating the effectiveness decline in house fly populations (Musca domestica) using Light Trap and calculate the effectiveness of light traps in catching flies.This type of research is experimental, by applying the tool Light Trap at the diner kitchen study sampled. Measurements of temperature, humidity, density of flies before and after the application of tools and light intensity performed at the study site. While the identification of the type and number of insects trapped done in the laboratory.The results showed that populations of the house fly (Musca domestica) on average before using Light Trap 3 tails / grill block, while the population of flies after use Light Trap is 2.67 head / block grill. Average flies caught 31 fish / trap. Insects that can trap the light caught; fly home 651 tail; 628 tail flying insects as mosquitoes 91 tail; ant 79 tail; butterfly 60 head; wasp 2 heads, spiders and beetles 1 tail. Effectiveness of light traps in catching flies 97% compared to controls.
Efektifitas Berbagai Bahan Larvitrap Terhadap Jumlah dan Densitas Larva Aedes sp. yang Terperangkap Hany Pratiwi Hidayati; Arif Widyanto; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.5989

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Indonesia beriklim tropis sehingga cocok untuk pertumbuhan nyamuk Aedes sp. Oleh karena itu perlunya pengendalian vektor untuk menurunkan populasi vektor serendah mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai bahan larvitrap terhadap jumlah dan densitas larva Aedes sp. yang terperangkap. Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan Post test dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel sebanyak 58 rumah yang dipasang 3 bahan larvitrap per rumah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandak Kecamatan Baturraden dan Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Tiga bahan larvitrap adalah paralon PVC, bambu dan gelas plastik.  Hasil penelitian menggunakan bahan larvitrap dengan uji statistik kruskall-wallis diperoleh nilai signifikan p = 0,000 0.05, uji u-mann whitney didapatkan rata-rata signifikan terbanyak adalah larvitrap paralon PVC. Hasil uji kruskall-wallis berdasarkan hari pengamatan nilai signifikan p = 0,000 0,05, uji u-mann whitney menjelaskan bahwa ada perbedaan jumlah larva yang terperangkap pada hari pengamatan dan waktu puncak untuk mendapatkan jumlah larva Aedes sp. yang terperangkap paling banyak pada hari ke-8 dan hari ke-10. Hasil larvitrap Indeks menunjukkan bahwa pada larvitrap paralon PVC sebesar 50,8%, larvitrap bambu sebesar 36,41% dan larvitrap gelas plastik sebesar 47,41%.  Presentase tertinggi pada larvitrap paralon PVC yang berhasil menjebak larva Aedes sp. Simpulan dari penelitian ini bahwa larvitrap paralon PVC memiliki daya tarik lebih kuat bagi larva, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian larva Aedes sp. yang efektif. Bila rutin dilakukan pemasangan, maka jumlah nyamuk akan semakin berkurang dan mengurangi potensi nyamuk menjadi vektor.
Mosquito Nets Installation in Livestock Sheds as a Basis of Accelerated Malaria Vector Control Development Santjaka, Aris; Sunaryo, Sunaryo; Anwar, M. Choiroel; Utomo, Nur; Firdaust, Mela; Cahyono, Tri; Indro Wardono, Hari Rudijanto; Amaliah, Nurul; Husnul Yusmianti, Siti Nur; Tauleka, Abdul Rohim; Yudastuti, Ririh; Wahjuni, Chatarina Umbul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.49499

Abstract

The decrease in the incidence of malaria has only reached 66.67%, from the target of 90% in 2030; Anopheles spp mosquitoes are zoophilic, So mosquitoes are more numerous in cattle sheds. The research is intended to change vector control policies by considering livestock sheds to accelerate malaria elimination. This study was a Pre-experiment with the design of the static group comparison, mosquito capture used a spot survey of six houses; three houses have goat sheds and three cowshed houses; mosquito catching with WHO guidelines that one house there are two catchers; likewise in cattle sheds. Arrests were made all night from 06.00 pm-06.00 am. The results, the ratio of Anopheles spp mosquitoes caught in livestock sheds is 36.5 times more than at home; while the vector is 2.5 more. The results of the statistical analysis are significant (p=0,000). Livestock sheds can be used as an alternative to malaria vector control to accelerate the decrease in density so that the incidence of malaria also decreases.
Penggunaan Larvitrap Modifikasi dan Atraktan Air Rendaman Jerami Untuk Mengendalikan Larva Aedes sp Arif Widyanto; Nur Utomo; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12808

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Upaya pengendalian vektor DBD yang selama ini dilakukan dengan metode kimia menggunakan insektisida yang ditujukan terhadap nyamuk dewasa maupun larva Aedes sp belum mampu menangani permasalahan penyakit DBD. Penggunaan insektisida yang tidak tepat justru dapat mengakibatkan risiko pencemaran lingkungan dan juga resistensi terhadap nyamuk Aedes sp. Penggunaan larvitrap merupakan metode pengendalian alternatif yang perlu dikembangkan. Larvitrap konvensional yang berwarna gelap memiliki kelemahan terkait kesulitan mengamati larva yang didapatkan. Modifikasi larvitrap yang berbahan stoples dan paralon hitam merupakan alternatif metode pengendalian nyamuk Aedes sp yang dapat digunakan untuk mengendalikan larva Aedes sp. Desa Pandak merupakan salah satu desa endemis DBD di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas larvitrap modifikasi serta atraktan air rendaman jerami untuk mengendalikan Aedes sp. Penelitian ini merupakan penelitian terapan di masyarakat. Larvitrap dibuat dengan menggunakan bahan stoples berwarna bening dan paralon berwarna hitam. Pada larvitrap tersebut ditambahkan atraktan dari air rendaman jerami padi konsentrasi 20 g/l. Larvitrap dipasang pada rumah responden di Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Observasi dan penghitungan dilakukan terhadap larvitrap index dan jumlah larva Aedes sp yang terperangkap larvitrap. Hasil penelitian ditemukan jumlah larva Aedes sp sebanyak 1.540 larva pada indoor larvitrap, sedangkan pada outdoor larvitap sebanyak 2.174 larva. Larvitrap index pada pemasangan indoor diperoleh 36%, sedangkan pada outdoor larvitrap  diperoleh 63%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa indoor dan outdoor larvitrap dapat digunakan sebagai alat pengendali Aedes sp.
Pengaruh Insidens DBD dan Status Endemisitas Terhadap Frekuensi Fogging Firdaust, Mela; Widyanto, Arif; Ma'ruf, Fauzan
Buletin Keslingmas Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13721

Abstract

Penyakit DBD merupakan penyakit arbovirosis yang masih menjadi masalah di tingkat global. Faktor risiko penyebab penyakit DBD antara lain; curah hujan tinggi, kelembaban tinggi, terdapat vektor penular penyakit, ketersediaan potensial breeding, serta kepadatan penduduk. Kabupaten Banyumas merupakan wilayah endemis DBD, ini berarti bahwa terdapat kasus DBD setiap tahun dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut. Penelitian ini ingin menjelaskan kausalitas antara insidens DBD dan stratifikasi endemisitas terhadap frekuensi fogging. Jenis penelitian ini adalah penelitian observational dengan rancang bangun crossectional. Data yang digunakan adalah kasus DBD (2019-2021), status endemisitas wilayah dan frekuensi fogging di Kabupaten Banyumas. Data dianalisis dengan path analysis AMOS. Hasil menunjukkan bahwa Pengujian variabel Insiden DBD (X) terhadap stratifikasi endemisitas (Y1) memperoleh nilai estimasi yang signifikan (b = - 0,079; p 0.05). Path analysis ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh langsung insiden DBD terhadap stratifikasi endemisitas wilayah. Pengujian variabel stratifikasi endemisitas (Y1) terhadap frekuensi fogging (Y2) memperoleh nilai estimasi yang signifikan (b = -2,184; p 0,05). Path analysis ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh langsung stratifikasi endemisitas wilayah terhadap frekuensi fogging. Peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung incidens DBD terhadap stratifikasi endemisitas DBD serta terdapat pengaruh langsung stratifikasi endemisitas terhadap frekuensi fogging. Peningkatan Insidens DBD di suatu wilayah dapat berkontribusi pada penentuan status endemisitas wilayah tersebut. Jika sebuah wilayah dengan status endemis dimana terdapat kasus DBD terus menerus dalam kurun waktu 3 tahun maka intensitas pengendalian vektor di wilayah tersebut juga akan tinggi dengan demikian memungkinkan wilayah yang endemis akan dilakukan fogging lebih banyak dibanding dengan wilayah non endemis. 
Penggunaan Larvitrap Modifikasi dan Atraktan Air Rendaman Jerami Untuk Mengendalikan Larva Aedes sp Widyanto, Arif; Utomo, Nur; Firdaust, Mela
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12808

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Upaya pengendalian vektor DBD yang selama ini dilakukan dengan metode kimia menggunakan insektisida yang ditujukan terhadap nyamuk dewasa maupun larva Aedes sp belum mampu menangani permasalahan penyakit DBD. Penggunaan insektisida yang tidak tepat justru dapat mengakibatkan risiko pencemaran lingkungan dan juga resistensi terhadap nyamuk Aedes sp. Penggunaan larvitrap merupakan metode pengendalian alternatif yang perlu dikembangkan. Larvitrap konvensional yang berwarna gelap memiliki kelemahan terkait kesulitan mengamati larva yang didapatkan. Modifikasi larvitrap yang berbahan stoples dan paralon hitam merupakan alternatif metode pengendalian nyamuk Aedes sp yang dapat digunakan untuk mengendalikan larva Aedes sp. Desa Pandak merupakan salah satu desa endemis DBD di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas larvitrap modifikasi serta atraktan air rendaman jerami untuk mengendalikan Aedes sp. Penelitian ini merupakan penelitian terapan di masyarakat. Larvitrap dibuat dengan menggunakan bahan stoples berwarna bening dan paralon berwarna hitam. Pada larvitrap tersebut ditambahkan atraktan dari air rendaman jerami padi konsentrasi 20 g/l. Larvitrap dipasang pada rumah responden di Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Observasi dan penghitungan dilakukan terhadap larvitrap index dan jumlah larva Aedes sp yang terperangkap larvitrap. Hasil penelitian ditemukan jumlah larva Aedes sp sebanyak 1.540 larva pada indoor larvitrap, sedangkan pada outdoor larvitap sebanyak 2.174 larva. Larvitrap index pada pemasangan indoor diperoleh 36%, sedangkan pada outdoor larvitrap  diperoleh 63%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa indoor dan outdoor larvitrap dapat digunakan sebagai alat pengendali Aedes sp.