Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Insidens DBD dan Status Endemisitas Terhadap Frekuensi Fogging Firdaust, Mela; Widyanto, Arif; Ma'ruf, Fauzan
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13721

Abstract

Penyakit DBD merupakan penyakit arbovirosis yang masih menjadi masalah di tingkat global. Faktor risiko penyebab penyakit DBD antara lain; curah hujan tinggi, kelembaban tinggi, terdapat vektor penular penyakit, ketersediaan potensial breeding, serta kepadatan penduduk. Kabupaten Banyumas merupakan wilayah endemis DBD, ini berarti bahwa terdapat kasus DBD setiap tahun dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut. Penelitian ini ingin menjelaskan kausalitas antara insidens DBD dan stratifikasi endemisitas terhadap frekuensi fogging. Jenis penelitian ini adalah penelitian observational dengan rancang bangun crossectional. Data yang digunakan adalah kasus DBD (2019-2021), status endemisitas wilayah dan frekuensi fogging di Kabupaten Banyumas. Data dianalisis dengan path analysis AMOS. Hasil menunjukkan bahwa Pengujian variabel Insiden DBD (X) terhadap stratifikasi endemisitas (Y1) memperoleh nilai estimasi yang signifikan (b = - 0,079; p < 0.05). Path analysis ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh langsung insiden DBD terhadap stratifikasi endemisitas wilayah. Pengujian variabel stratifikasi endemisitas (Y1) terhadap frekuensi fogging (Y2) memperoleh nilai estimasi yang signifikan (b = -2,184; p <0,05). Path analysis ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh langsung stratifikasi endemisitas wilayah terhadap frekuensi fogging. Peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung incidens DBD terhadap stratifikasi endemisitas DBD serta terdapat pengaruh langsung stratifikasi endemisitas terhadap frekuensi fogging. Peningkatan Insidens DBD di suatu wilayah dapat berkontribusi pada penentuan status endemisitas wilayah tersebut. Jika sebuah wilayah dengan status endemis dimana terdapat kasus DBD terus menerus dalam kurun waktu 3 tahun maka intensitas pengendalian vektor di wilayah tersebut juga akan tinggi dengan demikian memungkinkan wilayah yang endemis akan dilakukan fogging lebih banyak dibanding dengan wilayah non endemis. 
EKSPLORASI RESISTENSI NYAMUK AEDES SP DENGAN METODE SUSCEPTIBILITY MENGGUNAKAN INSEKTISIDA MALATHION 0,8% DAN LAMDACYHALOTRIN 0,03% Muadibah, Liyana Azizatul; Santjaka, Aris; Firdaust, Mela
Buletin Keslingmas Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5471

Abstract

Latar Belakang demam Berdarah Dengue disebabkan oleh salah satu dari empat antigen yang berbeda, tetapi sangat dekat satu dengan yang lain. Insektisida digunakan dalam pengendalian vektor secara kimiawi, tetapi cara ini menyebabkan nyamuk menjadi resisten. Tujuan penelitian mengetahui status resistensi nyamuk Aedes Sp sebagai vektor utama DBD di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja dan di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas terhadap insektisida Malathion 0,8% dan Lamdacyhalotrin 0,03%. Jenis penelitian eksplorasi. Hasil penelitian menggunakan metode Susceptibility test dengan insektisida Malathion 0,8% di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja menunjukkan prosentase kematian sebesar 8,75%, dan di Desa Sidamulih adalah 15% dan 11,25%. Sedangkan Lamdacyhalotrin 0,03% di Desa Kedungrandu adalah 100%, dan di Desa Sidamulih adalah 92,5%. Disimpulkan terjadi resisten di kedua desa terhadap Malathion 0,8%, kematian nyamuk uji <80%, sedangan untuk Lamdacyhalotrin 0,03% Desa Kedungrandu dinyatakan rentan, kematian nyamuk uji 99%-100% dan Desa Sidamulih dinyatan toleran, kematian nyamuk uji 80%-98%. Disarankan mengganti insektisida golongan Phyretroid jenis Lamdacyhalotrin 0,03%, sehingga masih dapat dipastikan kandidat penggantinya masih dalam status rentan.
Pelatihan Kader Jumantik dalam Pengendalian Vektor DBD Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Mela Firdaust; Arif Widyanto; Zaeni Budiono; Sugeng Abdullah; Aris Santjaka; Asep Tata Gunawan; Yulianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.1947

Abstract

The government conducts a program to reduce dengue cases by focusing on preventive. However, the PSN movement launched by the Regent of Banyumas was not optimal. This activity aims to increase the knowledge of jumantik cadres to control of dengue vectors. Pandak Village is a dengue-endemic village. The number of cadres in Pandak Village is 25 peoples, each RT has one jumantik cadre. The implementation of PSN 3M Plus has gone well, but it is not optimal. In its implementation, cadres have not fully understood the larval monitoring instruments that must be filled and how to control them. After the implementation of jumantik cadres training, knowledge of dengue vector control methods increased to 88% which has a very good value category. Cadres have been able to mention breeding places and resting places for dengue vectors. In addition, cadres were also able to mention how to control dengue vectors both physically, biologically and chemically. Each jumantik cadre has understood his duties, namely responsible for monitoring the larval indices together with the household jumantik and recapitulating data per week, and reporting per month to the jumantik coordinator. Periodic reporting of the tiered larval index will ensure the validity of the ABJ data presented in each Health Center. The data is used as a risk assessment of dengue transmission in the work area of the local health center.
PENDAMPINGAN EDUKASI KESEHATAN PADA SISWA TK DENGAN METODE STORY TELLING DAN MEWARNAI BUKU SERIAL SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT Mela Firdaust; Zaeni Budiono; Tri Marthy Mulyasari; Hari Rudijanto Indro Wardono; Asep Tata Gunawan; Muhammad Rifqi Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40758

Abstract

Abstrak: Penguatan edukasi kesehatan dan personal higiene pada usia dini merupakan fase krusial dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan metode storytelling mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam menginternalisasi pola hidup bersih secara proaktif. Tujuan kegiatan ini untuk membangun pemahaman kolektif mengenai urgensi pembiasaan perilaku menjaga personal higiene dan lingkungan yang sehat sejak dini. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 24 siswa TK. Metode pemicuan dengan storytelling dan mewarnai buku serial STBM diterapkan dalam pengabdian kepada masyarakat. Buku serial STBM terdiri dari serial Stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun, dan pengelolaan sampah. Indikator keberhasilan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa mampu menyebutkan minimal 2 alat yang digunakan pada implementasi masing-masing pilar (Sampah, CTPS dan Stop BABS) dan siswa terampil dalam praktik pilar STBM. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah pendampingan edukasi STBM, seluruh siswa TK Pertiwi mampu mempraktikkan BAB di jamban, mempraktikkan CTPS dengan metode tujuh langkah dari WHO. Serta mampu mempraktikkan pembuangan sampah dengan pemilahan yang baik di sarana tempat sampah yang sudah disediakan. Adapun kenaikan score kognitif 41,67 %, afektif terdapat kenaikan 37,5%, dan psikomotor terdapat kenaikan 16,67%.Abstract: Strengthening health education and personal hygiene at an early age is a crucial phase in shaping clean and healthy living behaviors. The use of the storytelling method is able to increase students' enthusiasm in proactively internalizing a clean lifestyle. The purpose of this activity is to build a collective understanding of the urgency of habituating behaviors to maintain personal hygiene and a healthy environment from an early age. The target of this community service activity is 24 kindergarten students. The method of triggering with storytelling and coloring of STBM serial books is applied in community service. The STBM series consists of the series Stop BABS, Wash Hands with Soap, and waste management. The indicator of success in this community service activity is that students are able to mention at least 2 tools used in the implementation of each pillar (Waste, CTPS, and Stop BABS), and students are skilled in the practice of the STBM pillar. The results of this community service activity show that after STBM educational assistance, all Pertiwi Kindergarten students were able to practice defecation in the latrines practicing CTPS with the seven-step method from WHO. As well as being able to practice waste disposal with good sorting in the garbage bin facilities that have been provided. The increase in cognitive score was 41.67%, affective there was an increase of 37.5%, and psychomotor there was an increase of 16.67%.