Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN BALI INTERCONTINENTAL GRAND BALLROOM I GUSTI AGUNG AYU ISTRI LESTARI; NI LUH MADE AYU MIRAYANI PRADNYADARI; I KOMANG DWIKI ARI ANDITHA
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.777

Abstract

In construction projects, work accident risk management plays a key role in maintaining employee safety and company performance. Management of work accident risks in the Bali Intercontinental Grand Ballroom construction project includes risk identification, risk analysis and risk mitigation measures aimed at reducing and avoiding risks. This research used qualitative methods involving interviews and questionnaires with 25 different respondents. The research results identified 40 relevant risks in the Bali Intercontinental Grand Ballroom development project. Of these risks, 39 were considered unexpected risks, while one risk was acceptable. Unexpected risks dominate in this project, and risk mitigation is tailored to the responsibilities of the Contractor and Planner. One of the highest risks is the lack of clear sanctions for companies that do not implement K3, and the solution is to impose sanctions on companies that violate K3 standards against their workers. This research provides important insights into occupational accident risk management in complex construction projects
Manajemen Risiko Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai di Kabupaten Buleleng Bali: (Studi Kasus: Pantai Celukan Bawang dan Pantai Les Tejakula) Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Praganingrum, Tjokorda Istri; Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Mirayani Pradnyadari, Ni Luh Made Ayu
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i2.5605

Abstract

Kabupaten Buleleng memiliki panjang pantai 128,2 kilometer, dengan 30,56 kilometer (23,84%) di antaranya mengalami kerusakan akibat erosi.  Upaya penanganan erosi pantai telah dilakukan, namun masih terdapat 12,11 kilometer pantai yang belum tertangani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko erosi di Pantai Celukan Bawang dan Pantai Les Tejakula, serta memberikan rekomendasi strategis untuk perencanaan dan desain bangunan pengaman pantai, guna mengurangi dampak erosi dan melindungi infrastruktur serta ekosistem pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk identifikasi risiko dan kuantitatif melalui kuesioner kepada 28 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 risiko yang teridentifikasi dari 8 sumber risiko, dengan risiko yang bersumber dari manusia sebagai sumber risiko dominan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas 23 risiko (80%) dari total 28 risiko yang teridentifikasi dikelola oleh Konsultan Perencana, sementara hanya 5 risiko (20%) berasal dari pemilik pekerjaan. Ini menunjukkan pentingnya penguatan peran konsultan dalam perencanaan dan mitigasi risiko untuk merancang pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi dan efisien.
Analisis Kegiatan – Kegiatan yang Mengalami Contract Change Order Pada Pembangunan Gedung Lantai III SDN 2 Panjer Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Tjokorda Istri Praganingrum; Ni Luh Ayu Krishna Yuni Permatasari
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10180

Abstract

Dalam setiap proyek konstruksi penyebab dari terjadinya contract change order tidak pernah sama, dan tidak akan pernah sama. Salah satu permasalahan dari pekerjaan pembangunan Gedung Lt.III (6 RKB, Tangga) SDN 2 Panjer yaitu terjadinya pengurangan scope pekerjaan. Dimana pada tahap pelaksanaannya terjadi contract change order pada pekerjaan finishing lantai 1 yang meliputi dari pekerjaan pasang batako hingga finisihing. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada dengan cara mengumpulkan data dan dianalisis sehingga diperoleh hasil akhir. Hasil akhir ini kemudian digunakan sebagai bahan untuk mengambil kesimpulan dari pemasalahan yang ada. Adapun data - data yang diperoleh dengan metode deskriptif kuantitatif yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan laporan mingguan. Berdasarkan hasil analisis diketahui ada beberapa pekerjaan yang mengalami contract change order, yaitu dari pekerjaan Pas. Dinding batako lantai 1 sampai dengan finishing lantai 1, dari pekerjaan yang mengalami contract change order menyebabkan terjadinya pengurangan volume total pekerjaan yang dimana pengurangan volume setelah adanya contract change order sebesar 496,19 dengan volume terbesar berada pada pekerjaan Pas. Dinding batako dengan volume 104,72. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya beberapa pekerjaan yang mengalami contract change order yang menyebabkan terjadinya pengurangan volume.
ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO PEMBANGUNAN PUSAT KEBUDAYAAN BALI DI KABUPATEN KLUNGKUNG: Risk Analysis and Mitigation for the Construction of a Balinese Cultural Center in Klungkung District Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Kurniari, Krisna; Adi Baskara, Anak Agung Ketut
Spektrum Sipil Vol 11 No 2 (2024): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v11i2.349

Abstract

Proyek Pusat Kebudayaan Bali terletak di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Wilayah Administratif Klungkung. Setiap pelaksanaan  proyek erat kaitannya dengan berbagai risiko yang mungkin timbul pada setiap tahapan konstruksi, baik pada saat perencanaan maupun pelaksanaan, dan yang mungkin merupakan risiko bagi pemilik, perancang, pelaksana atau pengawas, oleh karena itu diperlukan analisis risiko untuk mengidentifikasi dan menilai risiko. dan menerima risiko serta menetapkan kepemilikan dan mitigasi risiko untuk mencegah kendala selama pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuesioner kepada berbagai pihak yang ahli dan mampu merealisasikan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 40 risiko yang teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, 17 risiko (42,5%) tidak dapat diterima, 14 risiko (35%) tidak terduga, 5 risiko (12,5%) dapat diterima, 4 risiko (10%) dapat diabaikan. Dari risiko-risiko yang tergolong risiko besar, risiko yang paling banyak merupakan risiko yang tidak dapat diterima berasal dari Dinas Konstruksi Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali yang berjumlah 11 risiko. Untuk kepemilikan risiko tidak diharapkan terbanyak bersumber dari Konsultan Pengawas PT. Bina Karya dan Kontraktor Pelaksana PT. Nindya Karya dengan jumlah masing – masing 10 risiko. dan mitigasi risiko diambil dari salah satu risiko yang tergolong risiko mayor yang dampaknya berpengaruh besar muncul permasalahan sosial di lingkungan masyarakat terkait aturan wilayah adat setempat mitigasinya dilakukan dengan cara mensosialisasikan ke masyarakat sekitar tentang manfaat di bangunnya pusat kebudayaan Bali ini.
Empowerment of Sekar Dewata Dance and Painting Studio for Diffable Children Lestari, I Gusti Agung Ayu Istri; Yuliastuti, Ida Ayu Nyoman; Artajaya, I Wayan Eka; Putra, I Gede Cahyadi
Journal of The Community Development in Asia Vol 2, No 3 (2019): September 2019
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v2i3.575

Abstract

Sekar Dewata is a non-formal arts institution, and has become one of the activities for diffable children. The problems faced by Sekar Dewata studio are the lack of uniforms for dance and painting practice, the absence of dance clothes for staging, the quality of folding tables used for painting practice are still relatively low, and do not yet have dance teaching standards for deaf children. The results obtained from this dedication activity are the process of dancing and painting practice running more effectively and comfortably, dance staging clothes do not need to be rented anymore, the quality of the tables used in painting exercises are not perishable, and there are operational standard dance procedures that facilitate dance instructors in training deaf child.
MITIGASI RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE BOWTIE Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Kurniari, Krisna; Diputera, I Gede Angga; Prasetya, I Komang Teguh
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1396

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat memiliki kemungkinana terjadinya kecelakaan kerja yang tinggi. Pada proses berlangsungnya konstruksi banyak pekerjaan yang berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja. Manajemen risiko penting untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung. Salah satu pembangunan gedung bertingkat adalah pembangunan Pasar Semarapura yang terletak di Kabupaten Klungkung Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi risiko mayor dalam pembangunan pasar Semarapura dengan menggunakan metode Bowtie. Penelitian diawali dengan melakukan identifikasi risiko khususnya terkait dengan kecelakaan kerja, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis risiko untuk mengetahui risiko mayor (mayor risk) dalam pembangunan pasar Semarapura. Risiko yang bersifat mayor dianalisis tindakan mitigasinya lebih lanjut dengan metode Bowtie. Dalam metode bowtie akan dianalisis secara detail mengenai penyebab dan kontrol terhadap penyebab serta dampak dan kontrol terhadap dampak dari risiko yang bersifat mayor (mayor risk). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) risiko yang tergolong kedalam risiko mayor seperti: pekerja tertimpa material akibat sling putus pada pekerjaan pondasi, pekerja tertimpa bekisting pada pekerjaan struktur lantai 1 dan 2, pekerja terjatuh pada pekerjaan plat, pekerjaan MEP (Mechanical Electrical Plumbing) dan pekerjaan ACP (Aluminium Composite Panel) serta pekerja terkena pecahan mata gerinda pada pekerjaan keramik. Risiko yang tergolong risiko mayor ini selanjutnya dianalisis dengan metode bowtie dengan hasil yang menunjukkan bahwa dari 7 (tujuh) risiko yang perlu tindakan mitigasi, terdapat 18 penyebab risiko dengan 39 tindakan kontrol terhadap penyebab risiko. Analisis bowtie juga menghasilkan 18 konsekuensi atau dampak risiko dan sebanyak 62 tindakan kontrol atau preventif terhadap segala kemungkinan dampak yang terjadi.
Optimalisasi Produktivitas Hasil Pertanian Dengan Implementasi Sistem Tumpang Sari di Desa Sembung Gede, Kabupaten Tabanan, Bali Ida Ayu Nyoman Yuliastuti; Komang Dean Nanda; I Gusti Agung Ayu Istri Lestari; Made Agung Raharja
Jurnal Dharma Jnana Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Subak dalam sistem pertanian di desa sangat penting. Subak mempunyai fungsi seperti mengatur distribusi air secara adil dan efisien dari sumber mata air atau sungai ke seluruh sawah anggota subak. Sistem ini memastikan semua petani mendapatkan air yang cukup, terutama saat musim kering. Subak Dukuh dan Subak lebah adalah subak yang berada di Desa Sembung Gede yang memiliki anggota yang berada di Dusun Batuaji Kawan Kaja dan Batuaji Kawan Kelod. Pengelolaan subak diketuai oleh seorang pemimpin yang disebut Pekaseh. Dua subak ini memiliki permasalahan yang sama yaitu terletak pada produktivitas hasil pertanian menurun, kegagalan panen terjadi peningkatan dan biaya produksi pertanian meningkat serta terjadi penurunan kualitas tanah dan ekosistem. Permasalahan yang dihadapi petani, dari tim pengabdian memberikan solusi yaitu, 1) Penyuluhan teknologi budidaya pertanian sistem tumpang sari, 2) Sosialisasi dan pelatihan budidaya tananan pangan, 3) Pengembangan sumber hayati dalam bidang pertanian, dan 4) Pengadaan mesin traktor dan bibit pertanian. Hasil kegiatan berdampak pada peningkatan 50 persen produktivitas petani dalam menghasilkan produk pertanian, dan pemahaman dan ketrampilan petani melakukan budidaya pertanian tumpang sari meningkat sebesar 80 persen. 
Analisis Investasi Penyewaan Alat Berat Mobile Crane pada CV Delta Tehnik Diputera, I Gede Angga; Hermawan, I Putu Yana; Lestari, I Gusti Agung Ayu Istri; Azizah, Shafira Nur
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.6351

Abstract

Perkembangan pembangunan di Bali khususnya di bidang konstruksi semakin pesat terjadi yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Penggunaan alat berat menjadi salah satu teknologi yang digunakan dalam mempermudah proses pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga membuka peluang bagi para pengusaha yang ada di bidang jasa konstruksi untuk berinvestasi pada penyewaan alat berat. CV. Delta Tehnik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan alat berat yang berinvestasi dengan membeli alat berat berupa mobile crane. Keputusan berinvestasi pada alat berat harus berlandaskan pada analisis kelayakan investasi dengan tujuan untuk mengetahui apakah investasi penyewaan alat berat ini layak atau tidak untuk dijalankan. Dalam penelitian ini menggunakan dua aspek yaitu aspek pasar dan aspek finansial. Pada aspek pasar, metode peramalan digunakan untuk memprediksi potensi penyewaan mobile crane dengan metode Semi Average, Moving Average dan Eksponensial Smoothing. Yang nantinya peramalan tersebut harus dilakukan pemilihan trend terbaik atau memiliki MSE terkecil. Sedangkan aspek finansial menggunakan metode NPV, BCR, IRR dan Payback Period. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, aspek pasar didapatkan hasil penilaian dengan melakukan pemilihan trend terbaik atau yang memiliki MSE terkecil yaitu Semi Average diperoleh 374,9.  Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh diperoleh nilai NPV Rp. 40.189.156 0, BCR nilai 1,49 1, IRR nilai 14,75% MARR 12%, payback period adalah 3 Tahun 9 Bulan 21 Hari   periode investasi 5 tahun yang artinya usaha penyewaan mobile crane di CV. Delta Tehnik layak untuk dijalankan
Manajemen Risiko pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi (Wilayah Tabanan dan Badung), Provinsi Bali Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Angga Diputera , I Gede; Yana Hermawan, I Putu; Wiyasana Putra, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i1.11433

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, tidak terlewat dari risiko yang akan terjadi dalam tahapannya. Untuk meminimalisasi dampak negatif dari risiko tersebut maka perlu dilakukan suatu manajemen risiko yang dapat mengidentifikasi serta menilai risiko-risiko yang akan dihadapi dalam upaya mengantisipasi pelaksanaan proyek konstruksi. Proyek yang akan segera terlaksana dan memerlukan pertimbangan tentang risiko tersebut adalah Proyek Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Provinsi Bali. Pembangunan jalan tol tersebut merupakan pendanaan pemerintah yang bekerjasama dengan pihak swasta yang digarap oleh PT. Tol Jagat Kerthi Bali dalam pelaksanaan dan mewujudkannya, dengan tujuan memperkuat konektivitas transportasi jalan berupa peningkatan kinerja pemantapan jalan daerah.Penelitian ini menggunakan cara wawancara dengan berbagai pihak yaitu sebanyak 28 responden yang expert dan mempunyai kompetensi tentang Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi untuk mendapati bagaimana kemungkinan (likelihood) terhadap berbagai risiko dan untuk memahami seberapa besar pengaruh (consequences), kemudian dari hasil yang diperoleh dari responden akan mendapatkan penilaian risiko dengan cara mengalikan nilai modus dari frekuensi terjadinya risiko (likelihood) dengan nilai modus pengaruh (concequences), serta mengalokasikan kepemilikan risiko kepada masing-masing pihak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 34 risiko yang teridentifikasi. Berdasarkan jumlah tersebut, 6 (17,65%) risiko yang tergolong dalam kategori risiko unacceptable dengan jumlah mitigasi risiko yang digarap yaitu sebanyak 11 penanganan, 19 (55,88%) risiko undesirable dengan jumlah mitigasi risiko yang digarap yaitu sebanyak 29 penanganan, 9 (26,47%) risiko acceptable, dan 0% atau tidak ada risiko yang tergolong negligible. Bagi risiko yang terbilang major risk (unacceptable dan undesirable) digarap pengalokasian kepemilikan risiko adalah instansi dari Dinas PUPR Provinsi, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan yaitu sebanyak 6 kepemilikan risiko dari 6 risiko (100%) dengan kategori unacceptable dan sebanyak 16 kepemilikan risiko dari 19 risiko (84,2 %) dengan kategori undesirable, serta dilakukan mitigasi risiko.
Transformasi Operasional LPD: Peran Pelatihan Komputer dan Manajemen Pemasaran pada Karyawan dalam Meningkatkan Pelayanan: Pengabdian Ida Ayu Nyoman Yuliastuti; I Gusti Agung Ayu Istri Lestari; Komang Dean Ananda; Made Agung Raharja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3187

Abstract

The purpose of this community service activity is to improve the quality of administrative management, improve marketing management and services provided by LPD employees. The implementation method includes socialization regarding the importance of business management and marketing, technical training on the use of computer applications such as Microsoft Excel and Word, direct practice in financial recording and management of LPD customer data. The results of the activity showed an increase in employee skills as indicated by an increase in the ability to prepare financial reports using Microsoft Excel more quickly, neatly, and accurately, as well as the implementation of digital-based marketing strategies through social media Instagram which has been proven to expand the reach of services, especially in reaching the younger generation around Sembung Gede Village. Administrative efficiency has increased significantly because the use of computer applications can speed up work processes and strengthen transparency, thereby increasing public trust in LPD. Strengthening the capacity of LPD employees through computer training and marketing management assistance not only improves the internal performance of LPDs, but also has an impact on the sustainability of the socio-economic function of traditional institutions in building village economic independence.