Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Body Image Dengan Kepercayaan Diri Remaja Putri Pada Kelas X SMAN 11 Kota Jambi Citra Annisa; Akmal Sutja; Siti Amanah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3053

Abstract

Body Image merupakan konsep yang memiliki berbagai macam dimensi. Dimensi tersebut ditunjukan dengan bagaimana individu merasakan, berpikir, berperilaku berdasarkan pengalaman psikologis seperti bagaimana penilaian individu terhadap penampilan fisiknya. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan atau kemampuan diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab. Kepercayaan diri tumbuh dari kesadaran individu bahwa individu tersebut mempunyai kemauan yang kuat untuk melakukan segala sesuatu sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah populasi sebanyak 109 orang siswi dengan menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan perhitungan menggunakan uji korelasi, hasil yang didapatkan adalah hubungan memadai dengan tingkat korelasi kategori sedang sebesar 0,515%. Artinya semakin tinggi body image maka semakin tinggi pula kepercayaan diri remaja putri.
Hubungan Kontrol Diri Dengan Disiplin Belajar Siswa Di SMPN 7 Muaro Jambi Rozanah Rozanah; Siti Amanah; Rasimin Rasimin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3061

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena pelanggaran disiplin belajar oleh siswa di SMP Negeri 7 Muaro Jambi seperti mengganggu teman ketika jam pelajaran berlangsung, tidak mengerjakan tugas yang guru berikan, makan ketika guru menjelaskan materi pelajaran dan sebagainya. Pelanggaran disiplin belajar terjadi disebabkan berbagai macam faktor, salah satunya adalah kontrol diri. Namun setiap siswa memiliki tingkat kontrol diri yang berbeda-beda, sehingga disiplin belajar setiap siswa pun berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar tingkat kontrol diri siswa kelas VIII SMPN 7 Muaro Jambi dan seberapa seberapa besar tingkat disiplin belajar siswa kelas VIII SMPN 7 Muaro Jambi serta untuk mengungkapkan hubungan antara kontrol diri dengan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 7 Muaro Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 7 Muaro Jambi dengan jumlah sampel 82 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji linearitas, dan uji analisis korelasi dengan menggunakan product moment. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kontrol diri dengan disiplin belajar di SMP Negeri 7 Muaro Jambi dilihat dari analisis korelasi nilai Sig sebesar 0.001<0.05 maka variabel kontrol diri dengan disiplin belajar siswa memiliki hubungan yang kecil sebesar 0,367 dan ditafsirkan sebagai korelasi rendah (hubungan jelas tetapi kecil). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri maka semakin tinggi pula disiplin belajar siswa. Tingkat kontrol diri siswa SMP Negeri 7 Muaro Jambi berada pada kategori tinggi dengan persentase 84,83% dan tingkat disiplin belajar siswa SMP Negeri 7 Muaro Jambi berada pada kategori tinggi dengan persentase 78,2%.
Pentingnya Pelayanan Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Siti Amanah; Dedi Riyanto; Dhilal Rizqullah
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.202371.242

Abstract

Implementation of guidance and counseling services at Early Childhood Education Institutions is carried out to help children so that children can develop optimally and prepare Early Childhood Children to undergo the next stage of education, namely basic education. Guidance and counseling services in early childhood education are considered important because they are in line with the goals of PAUD services stipulated in the Minister of Education and Culture Regulation Number 18 of 2018 concerning Early Childhood Education Services which aim to serve Early Childhood Education and the Sustainable Development Goals or SDGs so that children have access to quality early childhood development and care, preschool education as preparation for basic education by implementing student-centred guidance and counseling services by adjusting the background and support from teachers, parents, and related parties. This article examines the importance of implementing guidance and counseling in Early Childhood Education to see how it needs to be implemented.
THE INFLUENCE OF SCIENTIFIC ATTITUDE, ACTIVE LEARNING, AND FRIENDLY CHARACTER ON SCIENCE LEARNING OUTCOMES IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Mohamad Ilhami; Siti Amanah; Sophia Rahmawati; Priyanto Priyanto; Ade Kumalasari; Erisa Kurniati; Suci Hayati; Duano Sapta Nusantara
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9, Nomor 1, March 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i1.41809

Abstract

This research investigates the combined influence of scientific attitude, active learning, and friendly character on the science learning outcomes of junior high school students in Kota Jambi. It explores how these factors contribute to student's academic performance and social development in science education. A mixed-methods approach was used, integrating quantitative data from questionnaires with qualitative insights from interviews. The sample consisted of junior high school students in Kota Jambi. Data analysis was performed using multiple regression tests with SPSS to examine the relationship between the variables. The results indicate that scientific attitude, active learning, and friendly character significantly and positively affect students' science learning outcomes. Active learning enhanced students’ engagement and critical thinking skills, while a strong scientific attitude improved their curiosity and problem-solving abilities. Students with well-developed, friendly character traits also demonstrated better social interactions, leading to more effective collaboration in group-based learning activities. Despite these positive outcomes, the study highlights the challenge of translating scientific concepts into real-world applications, which requires greater emphasis on contextual learning and motivation. This study offers a fresh perspective by integrating social-emotional traits such as friendly character into analyzing science learning outcomes, an area often overlooked in previous research. It provides actionable insights into how fostering active learning and positive social interactions can create a more engaging and effective science learning environment.