Anita Listiara
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

HUBUNGAN ANTARA HAPPINESS AT WORK DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN PT. PLN (PERSERO) APJ MAGELANG Prakoso, Galang Adi; Listiara, Anita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.754 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15200

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB)merupakan salah satu bentuk perilaku karyawan yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam organisasi. OCB dapat dimunculkan pada karyawan dengan membuat karyawan merasakan happiness at work. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara happiness at work dengan OCB pada karyawan Generasi Y PT. PLN (persero). Penelitian ini melibatkan 66 karyawan Generasi Y melalui teknik simple ramdom sampling. Alat pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala OCB (N aitem = 48; α = 0,944) dan skala happiness at work (N aitem= 39 ; α = 0,924). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan terdapat korelasi positif antara happiness at work dengan OCB (rxy = 0,585 ; p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin karyawan Generasi Y merasakan happiness at work maka semakin tinggi pula OCB pada karyawan Generasi Y. Happiness at work memberikan sumbangan efektif sebesar 34,1% terhadap OCB pada karyawan Generasi Y.
HUBUNGAN ANTARA LOKUS PENGENDALIAN INTERNAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA GURU SMA NEGERI DI KOTA BOGOR Sari, Cindy Puspita; Listiara, Anita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.375 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15129

Abstract

Kesejahteraan psikologis penting untuk dimiliki oleh guru, karena akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Kesejahteraan psikologis pada guru dapat terwujud jika guru memiliki keyakinan bahwa dirinya memiliki control terhadap apa yang terjadi pada hidupnya, yaitu lokus pengendalian internal. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lokus pengendalian internal dengan kesejahteraan psikologis. Subjek penelitian ini terdiri dari 221 guru SMA Negeri di Kota Bogor. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis (30 aitem, α = 0,918) dan Skala Lokus Pengendalian Internal (31 aitem, α = 0,903). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara lokus pengendalian internal dengan kesejahteraan psikologis (rxy= 0,80; p< 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi lokus pengendalian internal maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis. Lokus pengendalian internal memberikan sumbangan efektif sebesar 64% terhadap kesejahteraan psikologis.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA TARUNA TINGKAT III AKADEMI KEPOLISIAN SEMARANG Nandini, Mutiara; Listiara, Anita
Empati Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.789 KB)

Abstract

Taruna Akademi Kepolisian adalah calon perwira pertama Polri yang akan menjadi penegak hukum di Indonesia. Adanya tuntutan dan kewajiban yang harus dijalani Taruna Akpol dapat menimbulkan stres, sehingga Taruna Akpol perlu melakukan coping stress  dengan menggunakan problem focused copingdan menghindari perilaku yang dapat menyebabkan emosi negatif dengan melakukan regulasi emosi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan problem focused coping pada Taruna. Subjek penelitian ini adalah Taruna tingkat III Akademi Kepolisian Semarang. Subjek penelitian berjumlah 181 Taruna dari 346 populasi jumlah Taruna tingkat III Akpol tahun ajaran 2013-2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala, yaitu skala problem focused coping (25 aitem valid α =0,885) dan skala regulasi emosi (26 aitem valid α=0,898).Analisis regresi sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi rxy= 0,860 dengan p=0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan problem focused coping pada Taruna tingkat III Akademi Kepolisian Semarang.Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakintinggi regulasi emosi, maka semakin tinggi problem focused coping yang dimiliki Taruna.Sebaliknya, apabila semakin rendah regulasi emosi maka problem focused copingTaruna terhadapsemakin rendah. Sumbangan efektifregulasi emosi dengan problem focused coping yaitu sebesar 73,9% sedangkan 26,1% berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini yaitu sepertidukungan sosial, status sosial ekonomi, konsep diri, religiusitas dan kondisi stressor.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MENGENAI STATUS PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM DENGAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SETYAWAN, FIRMAN BAGUS; Listiara, Anita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.131 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19979

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mengenai status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dengan kesiapan untuk berubah. Kesiapan untuk berubah adalah sikap pegawai yang menyetujui, mendukung serta melaksanakan perubahan dalam tercapainya efektivitas dalam organisasi. Persepsi mengenai status PTN BH adalah sebuah interpretasi dasar yang dimiliki seseorang mengenai adanya status PTN BH, yang diproses secara konstruktif pada lingkungannya berasal. Persepsi dalam diri seseorang dengan sedemikian rupa dapat membentuk suatu sikap yang erat kaitannya dengan kesiapan untuk berubah. Sampel penelitian 115 pegawai tenaga kependidikan Universitas Diponegoro yang didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala kesiapan untuk berubah (23 aitem, α = 0,860) dan skala persepsi mengenai status PTN BH (26 aitem, α = 0,894). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara persepsi mengenai status PTN BH dengan kesiapan untuk berubah (r = 0,349; p = 0,000; p< 0,05). Persepsi mengenai status PTN BH memberikan sumbangan efektif sebesar 12,2% terhadap kesiapan untuk berubah.  
HUBUNGAN ORIENTASI TUJUAN PENGUASAAN DAN BERPIKIR POSITIF DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA SMA Ulfah, Nurul; Listiara, Anita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.939 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20068

Abstract

This study aims to determine the relationship between mastery goal orientation and positive thinking with academic self-efficacy in math subjects in high school students. Academic self-efficacy in math subjects is an individual belief in his/her ability to accomplish mathematics tasks. The subjects of this research are 140 students of grade XI and XII SMA Mardisiswa Semarang obtained with cluster random sampling technique. The measuring instruments used in this study are academic self-efficacy scale in mathematics subject (30 items, α = .933), goal orientation of mastery scale (34 items, α = .923), and positive thinking scale (17 items, α =. 873). The data analysis method used in this research is simple regression analysis. The results shows that there is a significant positive correlation between goal orientation mastery and academic self-efficacy in math subject (r = .496; p = .000; p <.05) and there is a significant positive relationship between positive thinking and academic self-efficacy in math subject (r = .345; p = .000; p <.05). Mastery goal orientation contributes effectively to 24.6% for academic self-efficacy in mathematics, and positive thinking contributes effectively up to 11.9% for academic self-efficacy in mathematics.   
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN KELAS DAN KETERHUBUNGAN TERHADAP SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMA Saleh, Rachmat; Listiara, Anita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.591 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen kelas dan keterhubungan terhadap sekolah pada siswa kelas XI SMA. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Mranggen yang masih aktif dan bersedia terlibat dalam penelitian. Sampel dari penelitian ini adalah 240 siswa kelas XI SMA Negeri 2 Mranggen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Keterhubungan Terhadap Sekolah (39 aitem valid, α = .920) dan Skala Manajemen Kelas (46 aitem valid, α= .925). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = .691 dengan p= .000 (p<.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara manajemen kelas dan keterhubungan terhadap sekolah. Artinya, semakin baik penilaian siswa mengenai manajemen kelas maka semakin tinggi keterhubungan terhadap sekolah dan semakin buruk penilaian siswa mengenai manajemen kelas maka semakin rendah keterhubungan terhadap sekolah. Manajemen kelas memberikan sumbangan efektif pada keterhubungan terhadap sekolah sebesar 47,8%.
PERBEDAAN SIKAP TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ANTARA SISWA KELAS XI PROGRAM IPS DAN SISWA KELAS XI PROGRAM IPA SMA NEGERI I NGAWEN KABUPATEN BLORA Johan Irawan; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.77 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7408

Abstract

Guidance and Counseling Services is an attempt to help the students in developing personal life, social life, learning activities, as well as planning and career development. Counseling services to facilitate the development of learners, individual, group and, according to the needs, potential, talents, interests, developments, potentials, and opportunities owned.The research subjects are as many as 180 people who were in class XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI IPA 1, XI IPA 2, and XI IPA 3. Data collection was done by using a scale. The research involved 90 students and 90 students IPS IPA. The sampling technique used is taking the population as a whole using the techniques of Test-T. The research data was collected using psychological scales are scales BK attitudes toward service. Hypothesis testing was conducted using analysis of independent samples T-test.The data analysis methods of test T-test result mean IPS 180 students, 86 students whereas the mean value of 188.00 and the science of test results obtained by the value of t-test t = -3.618 at a significance level of 0.001 (p <0.05), this suggests that the hypothesis can be accepted, namely that the class XI students majoring in science have shown a positive attitude with a high mean, to use the service so that there are differences in attitudes BK to BK service between the two programs. Where the students of class XI science programs have more positive attitudes than students of class XI program IPS.
EFFECT OF PROBLEM POSING METHOD (PPM) TOWARD VERBAL CREATIVITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN GRADE 7th Bagus Priambodo; Anita Listiara; Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.165 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.257

Abstract

Verbal creativity is the ability to think fluence, flexible, and original that manifested through the words. A child who has good verbal creativity will be easier to carry out activities in school and in the surrounding environment. Psychological freedom is onefactor that can develop creativity. One alternative teaching methods that provide freedom in an atmosphere of learning is the Problem Posing Method (PPM) which is triggered by Paulo Freire. This research aims to determine the presence or absence of the influence of PPM on verbal creativity in junior high school students in grade 7th. Characteristics of the subjects of this study were junior high school students in grade 7th, received conventional learning materials, and have never had learning by using PPM. This study uses a non-randomized pretest-posttest control group design. Subjects in the study were divided into two groups in nonrandomized, based on available classes. The selection of these two classes based on the homogeneity of the two classes in terms of teacher, the way teachers teach, subject matter, and the mid term exam. Subjects in the experimental group 33 students, while subjects in the control group 35 people. The data was collected using the Verbal Creativity Test The results of hypothesis testing is done using the Independent Sample T Test techniques produce differences in the mean value of 3.294 with significance value less than alpha level, which is equal to 0.014 (a= 0.05). The results showed that there are significant differences in students' verbal creativity scores of the experimental group who received treatment Problem Posing Method (PPM) with a control group who did not receive treatment.
SELF-REGULATED LEARNING DAN KECEMASAN AKADEMIK PADA SISWA SMK Etiafani Etiafani; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.349 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13674

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan kecemasan akademik pada siswa SMKN 6 di Semarang. Subjek dalam penelitian ini yaitu 189 siswa kelas X SMKN 6 Semarang yang diperoleh dengan menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua buah skala, yaitu Skala Kecemasan Akademis (37 aitem; α = 0,879) dan Skala Self-Regulated Learning (30 aitem; α = 0,894). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dengan kecemasan akademis pada siswa SMKN 6 di Semarang (rxy=-0,729; p<0,001). Semakin tinggi tingkat self-regulation learning, maka semakin rendah kecemasan akademis siswa, dan sebaliknya. Self-regulated learning memberikan sumbangan sebesar 53,2% terhadap kecemasan akademis siswa.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN ASERTIVITAS PADA REMAJA DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG Rheza Yustar Afif; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.026 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan asertivitas pada remaja SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan skala konsep diri (α = 0,878) dan skala asertivitas (α = 0,865) sebagai alat pengambilan data. Penelitian dilakukan pada 278 siswa SMA. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rxy = 0,512 dengan p = 0,000 (p < 0,05) artinya hipotesis yang diajukan peneliti diterima. Konsep diri yang positif akan meningkatkan asertivitas yang dimiliki oleh siswa dan sebaliknya jika konsep diri yang dimiliki oleh siswa negatif maka asertivitas yang dimiliki oleh siswa akan menurun. Konsep diri memberikan sumbangan efektif pada asertivitas sebesar 26,2%. Secara keseluruhan, hasil menunjukan bahwa mayoritas siswa-siswi SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang memiliki konsep diri dan asertivitas yang positif.