Claim Missing Document
Check
Articles

Penyisihan Parameter TSS dan COD Menggunakan Koagulan Nanokitin dan Kitosan pada Pengolahan Air Sungai Cikapundung Memey Suhaya Putri; Etih Hartati; Djaenudin Djaenudin
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i1.1659

Abstract

The use of excessive synthetic coagulants and continuously will have a negative impact because of the increasing amount of mud volume can accumulate in the human body. The quality of Cikapundung River water has decreased every year, so it is necessary to treat Cikapundung River water through a process of coagulation and flocculation using coagulants made from nanocytin, chitosan and commercial chitosan. Measurement of these parameters uses the gravimetric and titrimetri method. The dose of coagulant used in the process of coagulation and flocculation is 10 mg / L, by varying the pH value of pH 5, pH 7 and pH 9 and the flocculation time variations of 15 minutes, 20 minutes and 25 minutes. The measurement results showed with a dose of coagulant 10 mg / L, commercial chitosan pH 5 flocculation times of 25 minutes can reduce the TSS concentration of 12 mg / L with 99.38% total suspended allowance. Concentration of Chemical Oxygen Demand 13.12 mg / L with 98.91% allowance. The TSS value has fulfilled the quality standard according to Government Regulation Number 82 of 2001 concerning Management of Water Quality and Water Pollution Control in the first class.
Perencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah Kawasan Aerocity X Wilayah A Kamila Khalishah; Didin Agustian Permadi; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 4: No. Edisi Khusus (Oktober 2019)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v4i2.1467

Abstract

Aerocity X is an extended urban area provided to an international airport that consist of integrated  business and industrial areas. The total area is 3.480 Ha and it is expected to start construction phase in 2020. This research aims to take consideration of the existing condistions and technical criteria to design a sewerage system at Aerocity X area-zone A which has a total area of 1.801 Ha. The main aim is to provide centralized waste water management facility (including sewerage system) to handle wastewater problems caused by the increase population from the development of this area. The purpose of this research is to calculate dimension of the wastewaster pipeline. There are 43 service blocks and the estimated discharge of wastewater in 2045 in the area is 4,62 m3/s. The results of the calculation of main sewerage diameter is 200-2.350 mm using concrete pipa. The wastewater is conveyed to a Waste Water Treatment Plant (WWTP) located in the area using combination of gravitation and pump
Identifikasi Penentuan Skala Prioritas Penanganan Genangan Atau Banjir Di Kecamatan Karawang Barat Trisha Ajeng Larasaty; M. Candra Nugraha; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i4.2318

Abstract

West Karawang District is a center of local activities with a service scope the whole Karawang Regional with most populous region by 142.509 persons. Based on Karawang Regional Spatial Plans Year 2011 – 2031, West Karawang Sub-district is a flooded vulnerable area when rain season. That area is along the Citarum River stream with. Priority scale determination of flood is done with comparison method of the existing flood condition with the parameters in Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. There were 13 flood points in West Karawang District with the highest priority scale, Tanjungpura Sub-District. In Tanjungpura Sub-District, there are 3 flood points with a height of 50-30 cm, 1 Ha of flood area, and the length of flood lasts for 10 hours. The puddle is located in a densely populated residential area which causes a lot of losses to residents.
Studi Unit Proses dan Unit Operasi di IPA 1 PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung Rio Andi Suhandi; Rachmawati S. D. J; Mohamad Rangga Sururi; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i2.3999

Abstract

AbstrakPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau merupakan salah satu fasilitas penting dan satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah memahami, mengevaluasi kesesuaian unit operasi dan proses pegolahan di instalasi pengolahan air 1 (IPA 1) PDAM Way Rilau Bandar Lampung. Metodologi yang digunakan adalah pengamatan, pengumpulan data, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait. Analisis dan evaluasi dilakukan dengan acuan dokumen Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.Pengolahan PDAM Way Rilau menggunakan air sungai Way Kuripan yang memiliki debit maksimal sebesar 1200 liter/detik sedangkan debit minimum sebesar 900 liter/detik. Debit eksisting instalasi pengolahan air (IPA) sebesar 196 liter/detik untuk setiap unit IPA. Hal ini nantinya akan di evaluasi untuk unit-unit pada pegolahan lainnya. Dimana akan diketahui kesesuaian dari kriteria desain, sehingga tidak terjadi beban pengolahan yang berakibat pada parameter terhadap kriteria desain pada proses operasional dan pemeliharaan unit instalasi pengolahan air (IPA 1) di PDAM Way Rilau Bandar Lampung.Kata kunci: instalasi pengolahan air (IPA), Evaluasi, Unit operasi.
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI WADUK MELATI, KOTA JAKARTA PUSAT Mahardika Saputra; Etih Hartati; Nico Halomoan
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2016)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.tl.2016.22.2.6

Abstract

Abstrak: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Waduk Melati berfungsi untuk mengurangi beban pencemaran air limbah yang masuk ke dalam waduk yang dapat berpotensi menyebabkan adanya pencemaran air dan berdampak pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja IPAL Waduk Melati dengan membandingkan  efisiensi dan kriteria desain unit pengolahan. Data kualitas air dibandingkan dengan baku mutu Permen LH No. 68 Tahun 2016, sedangkan kriteria desain dibandingkan dengan literatur menurut Qasim (1985). Hasil evaluasi terhadap efisiensi unit pengolahan menunjukan parameter total coliform tidak memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Berdasarkan hasil evaluasi unit pengolahan terhadap kriteria desain diketahui bahwa pada unit bar screen yang tidak memenuhi kriteria desain adalah jarak antar bar coarse screen dan jarak antar bar fine screen. Sedangkan pada unit RBC yang tidak memenuhi kriteria desain adalah waktu detensi organic loading rate dan hydarulic loading rate. Pada tangki aerasi yang tidak memenuhi kriteria desain yaitu volumetric loading, rasio makanan terhadap mikroorganisme dan waktu detensi. Dan pada bak sedimentasi yang tidak memenuhi kriteria desain yaitu overflow rate  dan solid loading. Kata kunci: air limbah domestik, IPAL Waduk Melati., RBC, tangki aerasi,Abstract: Wastewater Treatment Plant (WWTP)  Waduk Melati serves to reduce of wastewater pollution loading goes into Waduk Melati that can potentially cause pollution and impact to health. This study aims to evaluate the performance of WWTP, compare againts efficiency and design criteria of the processing unit. Water quality data compared to the quality standard  from Minister of  Environment Regulations No. 68 Year 2016, while the design criteria are compared with the literature according to Qasim (1985). The result of evaluation of treatment units showed the total coliform parameter did not meet the regulation. Based on the evaluation of the processing unit on the design criteria, it is known that on bar screen unit that do not meet the design criteria are the distance between the coarse screen barand the distance between the fine screen bar. While the RBC unit that does not meet the design criteria is the detention time, organic loading rate and hydarulic loading rate. In aeration tanks that do not meet the design criteria of volumetric loading the ratio of food to microorganisms and detention time. And on the sedimentation basin that does not meet the design criteria of overflow rate and solid loading.  Keywords: domestic wastewater, WWTP Waduk Melati, RBC, aeration tank,.
Penentuan Jalur Pipa Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik dengan Weighted Ranking Technique (WRT) di Kecamatan Bogor Tengah Widhi Sally Sufinah Rosadi; Etih Hartati; Nico Halomoan
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2017)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.tl.2017.23.2.10

Abstract

Abstrak: Bogor Tengah merupakan pusat pelayanan Kota Bogor dengan tingkat kepadatan penduduk paling tinggi di Kota Bogor, yaitu sebesar 128,8 jiwa/ha. Dalam upaya mengelola air limbah domestik, Pemerintah Kota Bogor melalui RTRW Kota Bogor tahun 2011-2031, merencanakan penyaluran air limbah domestik dengan sistem terpusat mengingat tidak memungkinkan setiap rumah memiliki sistem setempat. Pada perencanan ini, dibuat 2 buah alternatif jalur untuk selanjutnya dipilih jalur yang paling sesuai dengan kriteria teknis yang dipersyaratkan. Metode pendekatan yang digunakan adalah Weighted Ranking Technique (WRT). WRT merupakan metode pemilihan alternatif yang didasarkan pada pemberian bobot terhadap parameter. Berdasarkan hasil analisis, terpilih jalur alternatif 1 sebagai jalur pipa terbaik dengan nilai akhir 0,26. Alternatif 1 memiliki rata rata kecepatan minimum 1,69 m3/detik, waktu pengaliran 8,37 jam, biaya pembelian pipa sebesar Rp. 275.670.000,-, luas area terlayani 67,48 %, dan jumlah aksesoris yaitu 123 unit manhole dan 1 unit siphon Kata kunci: : Pemilihan alternatif jalur pipa, sistem terpusat, Weighted Ranking Technique (WRT) Abstract : Bogor Tengah sub-district is the service center of Bogor City with the highest population density in Bogor City, which is 128.8 people/ha. In an effort to manage domestic wastewater, Bogor City Government through RTRW Kota Bogor 2011-2031, has planned the distribution of domestic wastewater with offsite system since it does not allow every house to have an onsite system. In this plan, 2 pipeline alternatives were identified, to be later selected among those two. The approach method used is Weighted Ranking Technique (WRT). WRT is an alternative selection method based on weighting of parameters. Based on the analysis result, the alternative path 1 was chosen as the best pipeline with the final value of 0,26. Alternative 1 has a minimum flow rate is 1.69 m3 / sec, the flow time is 8.37 hours, the cost of purchasing a pipe of Rp. 275.670.000,-, the area served is 67.48%, and the number of accessories is 123 manhole units and 1 siphon unitKey words: .. Alternative selection of pipeline, offsite system, Weighted Ranking Technique (WRT)
Karakteristik Substrat dalam Proses Anaerob menggunakan Biodigester Risma Mustami; Siti Ainun; Etih Hartati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i2.%p

Abstract

ABSTRAKPasar menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang besar, dimana sampah organik memiliki kandungan organik yang tinggi dan dapat menjadi salah satu polutan bagi lingkungan. Oleh sebab, itu perlu dilakukan penanganan terhadap sampah organik memanfaatkannya sebagai bahan baku biodigester. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  karakteristik substrat dalam proses anaerob. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pemilahan, pencacahan dan pencampuran. Setelah melewati tahapan tersebut substrat dimasukan ke dalam reaktor batch anaerob berbentuk tabung dengan bahan fiber glass dan memiliki volume operasional 5 liter. Parameter yang diperiksa yaitu temperatur, pH, COD, C-Organik, NTK dan fosfat. Penelitian ini dilakukan selama 57 hari dengan menggunakan dua variasi dan kontrol. Kontrol yaitu sampah organik pasar dan kotoran sapi dengan rasio 1:1, variasi 1 (rasio sampah organik : air : kotoran sapi yaitu 1 : 1 : 2) dan variasi 2 (rasio sampah organik pasar : air : kotoran sapi yaitu 1 : 0,5 : 2). Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik substrat pada variasi 1 memiliki rasio C:N, C:P, dan N:P yang mendekati untuk proses anaerob yaitu 61,2, 301,77 dan 5 serta temperatur dengan rentang 25-270C dan kondisi pH yang lebih cepat mencapai netral di hari ke-15 sebesar 7. Kata Kunci : Sampah organik pasar,  proses anaerob, karakteristik substrat 
Comparison between Calibration and Addition Method of Lead and Chromium Total Testing in Textile Industrial Wastewater using AAS Ayunda Sean; Etih Hartati; Dyah Marganingrum
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i3.651-658

Abstract

Most of the wastewater from the textile industry in Indonesia has a negative impact on the environment and society. The wastewater contains heavy metals such as lead (Pb) and total chromium (Cr-Tot) from the coloring process. Pb and Cr-Tot parameters testing usually use Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The purpose of this study was to compare between the calibration and the addition method to test the metal parameters of Pb and Cr-Tot contained in wastewater of textile industry of PT. X. Calibration method is often use for heavy metal concentration test than addition method. However calibration method is not frequently used for low concentration while addition method can be used for that. The difference between two methods is in the procedure. The concentrations of Pb and Cr-Tot using calibration method were 0.058 mg/L and 0.018 mg/L, respectively. Meanwhile, the concentrations of Pb and Cr-Tot using the addition method were 1.1419 mg/L and 1.1036 mg/L, respectively. Based on this research, the addition method gives a relatively better value and fulfills the interval requirements in the AAS readings for low Pb metal concentrations.
Studi Tingkat Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3r di Pasar Induk Gedebage WISYE NURFITRIANA; ETIH HARTATI; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p

Abstract

ABSTRAKSalah satu sumber penyebab tingginya jumlah timbulan sampah di perkotaan adalah sampah yang berasal dari pasar. Pasar Induk Gedebage memiliki timbulan sampah sebesar 60.413,7 liter/hari atau 16.357,5 kg/hari. Komposisi sampah di pasar tersebut didominasi oleh sampah organik sebesar 55%, sebaiknya dapat dilakukan sistem pengelolaan sampah seperti pengomposan ataupun dengan alternatif lain. Sistem pengomposan tersebut tidak berjalan karena kurang adanya partisipasi. Sistem tersebut dapat berjalan optimal apabila adanya partisipasi dari para pedagang untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari sumber, maka diperlukan identifikasi tingkat partisipasi pedagang. Pengukuran tingkat partisipasi pedagang tersebut menggunakan kuisioner. Sistem pengomposan tidak memiliki efisiensi dalam pengurangan timbulan sampah, efisiensi pengurangan sampah barang lapak sebesar 0,35%, dan SPA sebesar 68,1%. Metode kuisioner yang diolah menggunakan diagram kartesius tersebut bahwa pedagang sayur, buah, daging, beras, plastik dan kelontong memiliki tingkat keinginan tinggi dan pengetahuan rendah. Pedagang grosir memiliki tingkat keinginan rendah dan pengetahuan rendah, sedangkan pedagang kue memiliki keinginan tinggi dan pengetahuan tinggi.Kata Kunci : Sampah, Pengelolaan sampah berbasis 3R, Efisiensi, Tingkat partisipasi.
Studi Komparasi Sistem Pengelolaan Sampah dengan Biodigester (Kelurahan Cibangkong dan Kelurahan Cilengkrang) NESYA AMANDASARI H; SITI AINUN; ETIH HARTATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p

Abstract

ABSTRAKBiodigester merupakan teknologi pengolahan dengan penambahan mikroorganisme sebagai starter agar mempercepat proses dekomposisi material organik tanpa udara. Biodigester dapat menghasilkan gas dan pupuk cair organik serta mengurangi timbulan sampah di Cibangkong dan Cilengkrang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan substrat, kualitas pupuk cair, dan efisiensi pengurangan sampah. Kelurahan Cibangkong dan Cilengkrang telah memiliki biodigester. Pemasukan substrat untuk biodigester di Cibangkong menggunakan sistem kontinyu, sedangkan di Cilengkrang menggunakan sistem semi kontinyu. Wilayah Cibangkong termasuk daerah perkotaan dan Cilengkrang termasuk ke dalam daerah pedesaan, sehingga terdapat perbedaan pola hidup dan kuantitas timbulan sampah.Tahapan penelitian ini meliputi pengukuran karakteristik sampah, kualitas pupuk cair, dan efisiensi pengurangan sampah. Hasil pengukuran di laboratorium karakteristik sampah telah memenuhi rasio C:N:P pada proses anaerob, dimana wilayah Cibangkong yaitu 32:1592:50 dan Cilengkrang 31:8142:267. Kualitas pupuk cair dikedua wilayah studi telah memenuhi standar pH, dimana wilayah Cibangkong yaitu 9 dan Cilengkrang yaitu 5. Efisiensi pengurangan sampah dengan biodigester yang paling tinggi terdapat pada wilayah Cilengkrang sebesar 14,25%sedangkan untuk Cibangkong sebesar 0,67%. Kata kunci: Biodigester; kelayakan substrat; kualitas pupuk; efisiensi pengurangan sampah