Claim Missing Document
Check
Articles

Optimizing Utilization of Hazardous Waste and Biomass as Solid Fuel for Co-Firing Fandy Ahmad Fauzy; Etih Hartati; Dyah Marganingrum
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i1.165-174

Abstract

Continuously high use of fossil fuels may lead scarcity of these energy sources in the future. Therefore, it is necessary to develop renewable energy to ensure its availability. One of the efforts in the development of renewable energy and the aims of this study is to examine the utilization Fly Ash (FA), Bottom Ash (BA) combined biomass sludge of Wastewater Treatment Plant (WWTP) and municipal solid waste) materials as an alternative energy source (briquette raw materials) for co-firing in textile industry boilers. Briquettes were made with a composition of 60% FABA and 40% biomass which were then varied in composition. The parameters measured were proximate, calorific value, and shatter index. The feasibility test of briquettes was carried out using a Tanner diagram, where all briquettes made can be burned as fuel. Optimum briquettes quality was measured based on the criteria according to the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 06/2021. The results showed that the composition of three briquettes that had optimum quality and met the criteria were briquettes with composition 10%FA:50%BA:40%Biomass (variation of WWTP sludge and biomass) with a calorific value and sulfur content of 3,578 Kcal/kg   and 0,70%; 3,890 Kcal/kg and 0,82%; and 3,864 Kcal/kg and 0,96%.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum di Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung Dimas Rizki Darmawan; Mohamad Rangga Sururi; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5917

Abstract

Kecamatan Bandung Kidul merupakan bagian dari cakupan pelayanan PDAM Tirtawening, dengan jumlah penduduk pada tahun 2022 sebanyak 61.250 jiwa, luas wilayah 616.895 Ha, dan terbagi menjadi 4 kelurahan . Berdasarkan data PDAM Tirtawening Kota Bandung Tahun 2018, Kecamatan Bandung Kidul merupakan salah satu kawasan rawan air sepanjang tahunnya maka diperlukan perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Bandung Kidul dengan periode perencanaan 20 tahun (2023-2043). Data yang dibutuhkan berupa data penduduk Kecamatan Bandung Kidul, kriteria desain IPA, prasyarat kualitas air minum. Metode pemilihan alternatif IPA menggunakan metode Weighted Ranked Technique (WRT),setiap alternatif dibandingkan dengan aspek teknis dan non teknis. Pada hasil perencanaan ini unit pengolahan yang terpilih yaitu intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, aerasi, dan desinfeksi. Hasil proyeksi penduduk pada tahun 2043 dengan metode geometri sebanyak 65.474 jiwa,proyeksi debit kebutuhan air total 165 l/dt, dan proyeksi debit kebutuhan air maksimum 113,67 l/dt.
Penentuan Koefisien Limpasan Rata-Rata (Cr) Pada Tata Guna Lahan Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Triana Herdiaprila; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5725

Abstract

Perubahan demografi dan tata guna lahan yang tidak terencana membuat genangan atau banjir butuh waktu lama untuk terinfiltrasi kedalam tanah. Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Bandung tahun 2020 menjelaskan bahwa akan direncanakan perumahan dengan kepadatan sedang di Kecamatan Arcamanik, selain itu Kelurahan Sukamiskin yang berada dalam Kecamatan Arcamanik juga menjadi salah satu rencana tahapan pengembangan drainase perkotaan Kota Bandung dalam pengurangan luas genangan. Analisa ini dilakukan untuk menentukan berapa harga koefisien limpasan rata-rata (Cr) pada Kelurahan Sukamiskin berdasarkan kategori dan luas dari tata guna lahan untuk menghitung debit limpasan. Intensitas hujan sebesar 59,90 mm/jam didapatkan dari perhitungan menggunakan metode terpilih yaitu Van Breen persamaan Talbot dengan Periode Ulang Hujan (PUH) 5 tahun dan Curah Hujan (R) sebesar 118,47 mm/hari. Tata guna lahan tergbagi dalam 3 kategori, Koefisien Limpasan (C) pada tata guna lahan Pemukiman adalah 0,75, Bangunan Hijau 0,3, dan Bangunan 0,7, dengan menggunakan metode perhitungan debit limpasan Q= dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai Cr maka menghasilkan debit limpasan semakin besar.
Removal Efficiency of Total Chrome (Cr-T) from Textile Industry Wastewater PT. X with Sodium Bentonite Using the Adsorption Method Etih Hartati; Raisa Nur Azizah; Dyah Marganingrum
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i2.295-304

Abstract

As much as 10-50% of dye wastewater from the dyeing process is discharged directly into the environment. Chromium is the metal most often found in textile industry wastewater, one of which comes from dyes of the Congo Red type, so processing is required. One of the treatments to remove total chromium from textile industry wastewater is adsorption, with sodium bentonite as an adsorbent. This study aimed to determine the optimum efficiency and processing of total chromium using sodium bentonite as an adsorbent with a batch system and to determine the appropriate type of isotherm. The method used to test total chromium was the standard addition method which was then measured using an AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The variables studied were the effect of wastewater pH, sodium bentonite and grain size of wastewater on the efficiency of total chromium removal. The types of isotherms tested are Langmuir and Freundlich isotherms. In removing total chromium with sodium bentonite, optimum conditions were obtained at pH 8 with a grain size of 80 mesh and a volume of 50% wastewater with a removal efficiency of 98.08%. The appropriate isotherm model for sodium bentonite is the Freundlich isotherm.
Penentuan Jumlah Kebutuhan Tangki Septik Komunal di Desa Buku Limau dan Desa Kelubi Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur Etih Hartati; Yudhi Tirta Anugrah
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6478

Abstract

Hasil studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) dalam Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Belitung Timur tahun 2021 menyebutkan bahwa terdapat 2 desa yang terletak di Kecamatan Manggar yaitu Desa Buku Limau dan Desa Kelubi merupakan area berisiko sanitasi dengan kategori sangat tinggi dan tinggi dalam permasalahan khususnya air limbah domestik. Tujuan perencanaan ini adalah untuk menentukan jumlah kebutuhan Tangki Septik Komunal (TSK) di Desa Buku Limau dan Kelubi serta penentuan lokasi penempatan TSK. Penentuan kebutuhan TSK berdasarkan persentase praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan penggunaan jamban bersama, yang kemudian dikalikan dengan jumlah penduduk sehingga didapatkan jumlah penduduk tidak terlayani akses sanitasi, selanjutnya dibagi dengan jumlah pelayanan maksimum untuk 1 unit TSK yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI)-2398:2017. Hasil perhitungan jumlah kebutuhan TSK pada Desa Buku Limau sebanyak 7 TSK pada tahun 2024 sebagai awal periode perencanaan dan terdapat penambahan 2 TSK pada akhir periode perencanaan yaitu tahun 2033, sedangkan pada Desa Kelubi sebanyak 6 TSK dan terdapat penambahan 1 TSK pada tahun 2033.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum di Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung Dimas Rizki Darmawan; Mohamad Rangga Sururi; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5917

Abstract

Kecamatan Bandung Kidul merupakan bagian dari cakupan pelayanan PDAM Tirtawening, dengan jumlah penduduk pada tahun 2022 sebanyak 61.250 jiwa, luas wilayah 616.895 Ha, dan terbagi menjadi 4 kelurahan . Berdasarkan data PDAM Tirtawening Kota Bandung Tahun 2018, Kecamatan Bandung Kidul merupakan salah satu kawasan rawan air sepanjang tahunnya maka diperlukan perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Bandung Kidul dengan periode perencanaan 20 tahun (2023-2043). Data yang dibutuhkan berupa data penduduk Kecamatan Bandung Kidul, kriteria desain IPA, prasyarat kualitas air minum. Metode pemilihan alternatif IPA menggunakan metode Weighted Ranked Technique (WRT),setiap alternatif dibandingkan dengan aspek teknis dan non teknis. Pada hasil perencanaan ini unit pengolahan yang terpilih yaitu intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, aerasi, dan desinfeksi. Hasil proyeksi penduduk pada tahun 2043 dengan metode geometri sebanyak 65.474 jiwa,proyeksi debit kebutuhan air total 165 l/dt, dan proyeksi debit kebutuhan air maksimum 113,67 l/dt.
Penentuan Koefisien Limpasan Rata-Rata (Cr) Pada Tata Guna Lahan Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Triana Herdiaprila; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5725

Abstract

Perubahan demografi dan tata guna lahan yang tidak terencana membuat genangan atau banjir butuh waktu lama untuk terinfiltrasi kedalam tanah. Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Bandung tahun 2020 menjelaskan bahwa akan direncanakan perumahan dengan kepadatan sedang di Kecamatan Arcamanik, selain itu Kelurahan Sukamiskin yang berada dalam Kecamatan Arcamanik juga menjadi salah satu rencana tahapan pengembangan drainase perkotaan Kota Bandung dalam pengurangan luas genangan. Analisa ini dilakukan untuk menentukan berapa harga koefisien limpasan rata-rata (Cr) pada Kelurahan Sukamiskin berdasarkan kategori dan luas dari tata guna lahan untuk menghitung debit limpasan. Intensitas hujan sebesar 59,90 mm/jam didapatkan dari perhitungan menggunakan metode terpilih yaitu Van Breen persamaan Talbot dengan Periode Ulang Hujan (PUH) 5 tahun dan Curah Hujan (R) sebesar 118,47 mm/hari. Tata guna lahan tergbagi dalam 3 kategori, Koefisien Limpasan (C) pada tata guna lahan Pemukiman adalah 0,75, Bangunan Hijau 0,3, dan Bangunan 0,7, dengan menggunakan metode perhitungan debit limpasan Q= dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai Cr maka menghasilkan debit limpasan semakin besar.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat Aditya Rifqi Rizqullah; Mohammad Rangga Sururi; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Cisarua Subdistrict is part of West Bandung Regency with a population of 80,298 people in the year 2022 and an area of 55.63 km2. The development of West Bandung Regency is related to the increasing demand for drinking water. The Regional Water Company (PDAM) is needed to meet the supply of water and ensure its quality is safe. The planning of the Drinking Water Treatment Plant (IPAM) is aimed at planning the water needs in Cisarua Subdistrict, West Bandung Regency to be sufficient for the next 20 years. To plan the IPAM, it is necessary to carry out population projections, water demand projections, water quality analysis and unit selection. The projected population in the year 2042 using the arithmetic method is 105,628 people, and the projected total water demand is 210 L/second. In the results of this planning, the treatment units used are intake, coagulation, flocculation, sedimentation, and disinfection.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di PT. X Dinda Dwi Paramita; Etih Hartati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X is a pulp production company. The company will be located in the province of North Kalimantan and will employ 1220 people. The activities of these employees will generate liquid waste that will pollute the receiving water body and harm human health if the liquid waste is not treated before being discharged into the environment. Therefore, in this design, a Domestic Wastewater Treatment Plant (DWWTP) design is carried out so that the liquid waste can be treated to meet the quality standards based on the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 68 of 2016. The method used in this planning is the desk study method, with the planning stages being the calculation of domestic wastewater discharge, the analysis of domestic wastewater quality, the determination of biological unit technology using the Weighted Ranking Technique method, the calculation of the dimensions of each treatment unit, and the drawing of the DWWTP scheme. Based on the calculation results, the maximum domestic wastewater discharge at PT X is 48 m3/day. The alternative biological units compared were the complete mix activated sludge (CMAS) unit, the trickling filter and the moving bed bioreactor (MBBR). The selected series of treatment units are grease trap, basket strainer, clarifier I, CMAS, clarifier II and disinfection tank.
Perencanaan Jalur Air Limbah di PT. X Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Etih Hartati; Nur Assyiffa Rahmawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1276-1283

Abstract

Air limbah domestik merupakan produk yang dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari yang mengandung berbagai polutan serta berpotensi mempengaruhi lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Di Kecamatan Lebaksiu Kabupaten tegal, terdapat lokasi pembangunan PT. X yang merupakan bagian dari lahan pembangunan baru untuk pabrik sepatu dengan luas sebesar 165.007 m2. Pada pelaksanaannya, pabrik sepatu tentunya akan menghasilkan air limbah domestik seperti air limbah dari water closet (WC), kamar mandi, tempat cuci, dan tempat memasak. Pada pembangunan pabrik sepatu PT. X ini akan direncanakan Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) untuk menghindari berbagai permasalahan seperti pencemaran terhadap badan air, penyakit bawaan air, dan kerusakan lingkungan akibat unsur polutan pada air buangan. Tujuan dari perencanaan ini adalah membuat jalur perpipaan air limbah dan menentukan dimensi pipa. Perencanaan ini diawali dengan menghitung kebutuhan air limbah, lalu menghitung debit desain, hingga menghitung dimensi pipa. Persamaan yang digunakan untuk menghitung parameter perencanaan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017. Jumlah blok pelayanan yang dihasilkan yaitu sebanyak 19 blok dengan timbulan air limbah sebesar 6,788 l/detik. Penyaluran air limbah domestik dialirkan secara gravitasi dimulai dari blok pelayanan dengan elevasi tertinggi sampai dengan STP (Sewage Treatment Plan) dengan diameter pipa perencanaan jalur air limbah ini berkisar antara 100 – 150 mm dengan jenis pipa yang digunakan ialah pipa PVC dan manhole yang digunakan ialah drop manhole. Artikel ini diharapkan dapat membantu perencana, peneliti lain, ataupun pembuatan kebijakan untuk merencanakan pengelolaan air limbah domestik yang efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang relevan.