Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STUDI PEMETAAN PEMBENTUKAN RUANG KOMUNAL PADA LAPANGAN LUMINTANG, DENPASAR-BALI MADE ANGGITA WAHYUDI LINGGASANI; NI KOMANG INDRA MAHAYANI
GANEC SWARA Vol 17, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i3.567

Abstract

The field of architecture has experienced spectacular developments over the years. This is because in the Public open space is a concept of space to accommodate people from all walks of life and backgrounds, in the sense that public open space must also consider the existence of people with disabilities. Community activity is one of the factors that can affect the utilization and sustainability of green open space. High community activity in green open space can increase community participation in the management and maintenance of green open space, so that green open space can be healthier and sustainable. However, uncontrolled community activities can cause damage to green open space, so it needs good management so that community activities can be directed, especially in the formation of communal spaces. The purpose of this study is to formulate community preferences in terms of community involvement in the green open space area in Denpasar, to formulate the factors that influence the formation of communal spaces in public open spaces in Denpasar City, as well as to study and visualize the mapping of communal spaces that occur in green open spaces. in Denpasar. The steps taken to realize this research are Determining Community Preferences in Communities to find out the preferences of the community as a community in choosing activities to use public open spaces in Denpasar City. Then proceed with the identification of the factors that influence the formation of communal space, followed by the identification of Behavioral Setting and Behavioral Mapping to conduct a study of the behavioral setting and mapping that occur as a result of community activities and public space to produce a mapping of communal space in public space as a visualization of patterns and forms of communal spaces that occur in public spaces in the city of Denpasar.
Rencana Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Ni Komang Indra Mahayani; I Nyoman Warnata; I.G.A. Ayu Mas Suariedewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.305

Abstract

Tujuan pengbdian kepada masyarakat (PkM) ini untuk mempercepat Desa Siangan Kabupaten Gianyar Bali sebagai Desa Wisata, kegiatan berfokus penataan ruang terbuka hijau yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Pemecahan masalah Penataan ruang terbuka yang terkesan sporadis dikarenakan belum ada masterplan penataan termasuk di kawasan Desa Siangan, peletakan dan penataan fasilitas penunjang ruang terbuka hijau kurang memadai karena tercampur dalam prosesi keagamaan, area lapangan berpotensi sebagai good view area layanan informasi dan atraksi sebagai daya tarik wisatawan. Solusi yang ditawarkan pendampingan dalam pembuatan rancangan penataan master plan ruang terbuka hijau gambaran rencana leak fasilitas umum dan sosial sesuai dengan fungsi lahan ruang terbuka hijau. Dalam masterplan ini dilengkapi dengan fungsi kegiatan dan dilengkapi dengan rencana sistem jaringan sarana serta prasarana. Hasil kegiatan penatan ruang terbuka menghasilkan gambar keadaan eksisting, konsep penataan dan site plan ruang terbuka hijau.
Contextual Approach in Designing Informal School for Children in Tulamben Village, Karangasem Collaboration of Warmadewa Architecture-Journeyman International-Suwandi Foundation Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya; Prabandari, Nyoman Ratih; Wiguna, Made Mas Surya; Mahayani, Ni Komang Indra; Widyantara, Dewa Putu; Saputra, I Kadek Yadnya; Ramadhani, Annastashya
Lentera Karya Edukasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/lekaedu.v3i1.58644

Abstract

Informal school in Tulamben Village, Karangasem by Warmadewa Architecture-Power of Experience-Humanity Projects, The Journeyman International, and Suwandi Foundation use Contextual Approach on the design and build process. This Project aims to help the community in Tulamben  provide an informal school with Contextual approach and child friendly design. This approach was applied by using the local material, community support on the building process, open plan layouting, maximizing air circulation and natural lighting, and environment and child  friendly. This collaboration focuses on safety and children's spatial needs as users. The results of these activities are Informal School design works and the constructed building with children and environment-friendly approach. The design and construction of an informal school for children in Tulamben Village only pays attention to target users and adjustments to the surrounding environment, and has not considered the wider community aspect yet.
Perancangan Bale Perantenan (Dapur Suci) dan Bale Kul-Kul Pura Nataran Br. Kederi Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Bali Mahayani, Ni Komang Indra; Prasandya, Km Deddy Endra; Laksmi, Ida Ayu Cri Vinantya
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 11 (2024): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rnkcmn67

Abstract

Bale Perantenan dan Bale Kul-kul adalah fasilitas yang sangat penting bagi keberadaan sebuah banjar. Sementara bale kul-kul digunakan oleh masyarakat Bali untuk berkumpul, berkumpul dalam bale banjar yang dilengkapi dengan kul-kul yang menggantung. Bale perantenan biasanya disebut sebagai dapur suci di pura, di Banjar Kederi, yang terletak di Desa Pekraman Singapadu Kaler. Permasalahan yang terjadi adalah bale perantenan tidak cocok untuk kegiatan krama banjar karena alasan, sebagai berikut; a. estetika, b. struktur bangunan, dan c. efektivitas pemanfaatan. Selain itu, bale kul-kul tidak tersedia di banjar tersebut. Krama banjar telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan. Perencanaan bale perantenan dan balu kul-kul serta mengacu pada sikut dan kondisi bangunan yang ada dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan:1. Tahap kegiatan permulaan yaitu mengukur kondisi eksisting bangunan yang ada, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada aparatur dinas maupun adat beserta tokoh masyarakat, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Bale Perantenan dan Bale Kul-Kul.
PERUBAHAN PRILAKU MASYARAKAT TERHADAP POLA RUANG BANGUNAN PURA DESA, DESA JERO KUTA BATUBULAN PUTRI AYU DEVY PERMATA SARI; NI KOMANG INDRA MAHAYANI; PUTU SISKHA PRADNYANINGRUM
GANEC SWARA Vol 18, No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i4.1164

Abstract

Pura Desa, located in Jero Kuta Village, Batubulan District, Gianyar Regency, is one of the preserved temples, and its original structure can still be seen both from the building and the carvings used. However, although many aspects have been preserved, the spatial layout of the Village Temple in Jero Village, Kuta Batubulan has changed. This research aims to determine the impact of changes in community behavior on the transformation of temple layout in Jero Village, Kuta Batubulan. Qualitative research methods were used to understand in depth how changes in behavior of the Jero Kuta Village community influenced the transformation of the Village Temple spatial layout, both its impact on social interactions, religious practices and the cultural identity of the local community. By understanding the influence of community behavior on temple layout, this research provides valuable insights for decision makers and stakeholders. The practical implications can help in designing policies that support the preservation of local cultural values while balancing ongoing traditions and changes in behavior of the people of Jero Kuta Batubulan Village in response to modern developments
STUDI PEMBENTUKAN RUANG KOMUNITAS PADA KAWASAN CAR FREE DAY RENON, DENPASAR MADE ANGGITA WAHYUDI LINGGASANI; GDE BAGUS ANDHIKA WICAKSANA; NI KOMANG INDRA MAHAYANI; MADE DWI ARYA DAMAUTAMI; ANAK AGUNG AYU AMITHA DEWI
GANEC SWARA Vol 18, No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i4.1175

Abstract

The purpose of this research is to understand how communal space develops in the Car Free Day (CFD) Renon in Denpasar, which transforms from a traffic space into a social space every week. Combination methods—also known as mixed methods—were used in this research. This method includes a qualitative approach through interviews and observations as well as a quantitative approach through surveys and questionnaires. The focus of the research is on physical space, how the space is used, social interactions, and the impact on the local community. The research results show that the distribution of communities in the CFD is relatively even, and the flow of visitor movement does not significantly affect the distribution of communities. Adequate public space, strategic and easily accessible locations, and opportunities for social interaction among communities are all factors that contribute to a positive community response. However, the issues faced by some communities include visitor congestion that reduces the efficiency of activities and the disorderliness of communal space arrangements in CFD. Therefore, gaining a better understanding of how CFD spaces are used can aid in better urban planning, improve urban quality of life, and encourage similar design efforts in other cities
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT MASYARAKAT UNTUK BERJALAN KAKI DAERAH PERKOTAAN NI KOMANG INDRA MAHAYANI; PUTRI AYU DEVY PERMATA SARI
GANEC SWARA Vol 18, No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i4.1100

Abstract

Walking is very important in cities as it helps people to travel from one place to another. Urban areas in Bali are experiencing rapid development as tourism normalises, gradually entering a process of urban renewal. Improving the quality of the pedestrian environment is an important issue. The purpose of this research is to study how a person's physical condition, concepts, and activities affect their physical character and interest in walking. A quantitative method was used using randomly distributed open-ended questionnaires. Pedestrian criteria and facilities will be the source of data categorised in inhibiting pedestrians. A person who wants to walk should have good access and well-maintained facilities so that urban areas can be specialised for pedestrian paths.
Perencanaan Rehabilitas atau Rumah Singgah Pengobatan Pasien HIV/AIDS dan Narkoba Sebagai Bentuk Layanan Sosial Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Mahayani, Ni Komang Indra; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rkcrhc36

Abstract

Bali Peduli memberikan layanan HIV terutama kepada populasi kunci di wilayah Kuta, Seminyak dan Denpasar yang memiliki fokus khusus pada wanita hamil, wanita dan anak-anak, wanita pekerja seks, LSL, dan pengguna narkoba infus. Permasalahan yang terjadi adalah kurang efektif perencanaan ruang dalam yayasan bali peduli diantaranya; a. efektivitas pemanfaatan, b. Masalah ruang terhadap psikologi pasien, dan c. masalah pencegahan. Selain itu, proses atau alur pasien dan ketersediaan rumah singgah belum tersedia. Tim Pengelola telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan.  Perencanaan ruang dalam dan rumah singgah untuk pasien HIV/AIDS serta mengacu pada kondisi pasien serta pengelola dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan: 1. Tahap kegiatan permulaan yaitu Mencari data dengan wawancara pengelola maupun keingin pasien yang ingin melakukan pengobatan, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada Atasan maupun pengelola, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Ruang dalam Yayasan Bali Peduli
Rencana Penataan Zona Penerimaan Kawasan Mangrove untuk Komunitas Nelayan di Desa Pemogan Prasandya, Km Deddy Endra; Mahayani, Ni Komang Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i4.9683

Abstract

Pemanfaatan kawasan mangrove untuk pengembangan pesisir menuntut keseimbangan antara kepentingan sosial-ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. KUB Simbar Segara, komunitas nelayan di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, menghadapi persoalan terkait kurang tertatanya zona penerimaan kawasan mangrove, meskipun telah memperoleh izin pemanfaatan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Topik ini penting karena zona penerimaan berperan menentukan citra destinasi dan pengalaman awal wisatawan yang berdampak pada keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu komunitas nelayan Simbar Segara menata, merancang, dan mengembangkan zona utama ekowisata mangrove yang berperan sebagai zona penerimaan yang akan memberikan pengalaman berwisata awal kepada pengunjung. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan inovasi, pendampingan, serta rencana keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas lingkungan yang diketahui dari ilustrasi desain kawasan serta adanya peningkatan pemahaman terkait image identity/ citra destinasi bagi komunitas nelayan. Masterplan zona penerimaan kawasan ekowisata mangrove yang dihasilkan tetap berlandaskan pelestarian lingkungan mangrove, menjadikan kawasan hutan mangrove sebagai daerah tujuan wisata terbatas, meningkatan sosial - ekonomi komunitas setempat, dengan menguatkan citra destinasi melalui desain. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pengembangan berbasis komunitas dalam mewujudkan ekowisata pesisir yang berkelanjutan.
Availability And Quality Of Denpasar City Regional Pedestrian Paths As An Effort To Improve Bali Tourism Mahayani, Ni Komang Indra; Warnata, I Nyoman; Meila Utami, Putu Padma Sthri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 6 No 2 (2023): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v6i2.174

Abstract

Creating a compact and pedestrian-friendly city, some urban areas require land that is structured so that it is easily accessible, so that pedestrians can find their destination while walking. A phenomenon that is often found is misuse of the function of pedestrian facilities. Misuse of pedestrian facilities is a frequent problem. One of the quickest methods to solve this problem is to have accessibility for pedestrians. This can increase the attractiveness of a city that provides facilities for residents and tourists to carry out activities. The aim of this research is to identify the quality and availability of pedestrian paths desired by users. Using quantitative methods by distributing questionnaires randomly, data analysis techniques are descriptive statistical analysis. The results of this research conclude that the Denpasar City area has different criteria regarding the quality and availability of desired pedestrian paths. Pedestrian path users hope to make the city pedestrian-friendly and should be designed with wide pedestrian dimensions. Making a pedestrian-friendly city requires attention to safety, beauty and pedestrian amenities. This illustrates that there is no walkable city that users want in Denpasar City. Further research is looking for places in Denpasar City that are suitable for walking for residents and tourists.