Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rearrangement Heritage Peneleh Region Ni Komang Indra Mahayani; Nyoman Ratih Prabandari; Made Mas Surya Wiguna
Architectural Research Journal Vol. 2 No. 1 (2022): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.2.1.2022.1-9

Abstract

There are many heritage buildings from the colonial era in Surabaya. Heritage building want to be used tourism attraction. The problem now is the process of urban space design was not optimal. Settlement Building has not a been regulated. Density of population make air pollution and decrease green area. Pedestrian space is not feasible, even circulation and parking are not available. There are many streets vendor sellers above the highway to impede the traffics vehicle. The purpose of the existing problems will be revived in the heritage building's, produce a quality environment and create green area. Rearrangement of the Peneleh area will be made heritage tourism become worthy and can benefit to the next generation. Theory that will be used next is the circulation and parking, open space, pedestrian ways, activity support and signage there in urban design process by Hamid Shirvani. Method used in the research naturalistic paradigm. Qualitative strategy method because it can identify physical and non-physical aspects by observ and documentation exist activity and conditions. Using primary and secondary data tactics. Results this paper there is arrange and design Peneleh area, of the structured to revive existing potential to become heritage tourism.
Efektivitas Ruang pada Revitalisasi Pasar Tradisional dengan Fasilitas Modern di Bali dari Sudut Pandang Perilaku Pengguna : Studi Kasus : Pasar Badung, Denpasar Bali Nyoman Ratih Prabandari; I Ketut Sugihantara; Putu Aldi Wiranata
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 7 No. 1 (2024): Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v7i1.915

Abstract

Kajian ini membahas efektivitas ruang pasar tradisional dengan fasilitas modern (Pasar Modern-Tradisional) berdasarkan perilaku pengguna menggunakan metode post-occupational evaluation (POE). Kajian ini difokuskan pada lokus yang representatif, yaitu Pasar Tradisional Badung sebagai kasusnya. Hasilnya ditemukan dengan mengamati perilaku pengguna dan melakukan analisis konten terhadap beberapa foto situasi terkini di Pasar Modern-Tradisional Badung. Temuan ini didukung dengan mewawancarai 50 pengguna Pasar Modern-Tradisional Badung secara acak, yang diklasifikasikan menjadi 3 kategori – penjual, pembeli reguler (harian), dan pembeli sesekali – untuk mengetahui persepsi dan preferensi pengguna. Membandingkan data untuk menentukan prioritas kebutuhan, sehingga dapat disimpulkan kebutuhan dasar ruang. Ternyata kebijakan pemerintah terhadap pasar tradisional Badung sebagai objek wisata mempengaruhi efektivitas tata ruang di dalamnya. Perancang berusaha mengakomodasi turis/pembeli sesekali namun kurang memperhatikan esensi dari daya tarik pasar tradisional itu sendiri. Studi ini dapat memberikan ide-ide alternatif sebagai dasar untuk merancang pasar tradisional secara efektif.
Collaborative Participatory Design (CPD) dalam Penyusunan Konsep Perancangan Fasilitas Ruang Serbaguna di Kantor Desa Sidetapa, Buleleng Nyoman Ratih Prabandari; I Wayan Gde Erick Triswandana; I Nengah Sinarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1674

Abstract

Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, belum memiliki fasilitas ruang serbaguna yang memadai untuk mendukung kegiatan – kegiatan komunitas yang dapat memantik pengembangan SDM dan ekonomi lokal. Kondisi tersebut mendorong perlunya penyusunan konsep perancangan yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan karakter lokal desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyusun konsep perancangan fasilitas ruang serbaguna melalui pendekatan Collaborative Participatory Design (CPD), yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, akademisi, dan tenaga ahli dalam proses perencanaan secara kolaboratif. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan, focus group discussion (FGD), lokakarya partisipatif, penyusunan alternatif desain, serta validasi bersama pemangku kepentingan. Seluruh masukan kemudian disintesis menjadi konsep perancangan yang mempertimbangkan aspek fungsi, budaya lokal, kondisi tapak, dan kelayakan teknis. Hasil evaluasi terhadap 15 peserta menunjukkan bahwa penerapan Collaborative Participatory Design (CPD) memperoleh tingkat persetujuan tinggi, dengan hampir seluruh responden memberikan skor 4–5 pada 18 indikator terkait peningkatan pengetahuan, kapasitas perencanaan, dan manfaat bagi komunitas. Pendekatan CPD juga menghasilkan konsep ruang yang lebih kontekstual sekaligus meningkatkan literasi spasial masyarakat, terutama dalam memahami hubungan antara aktivitas, kebutuhan ruang, fleksibilitas, sirkulasi, aksesibilitas, dan kualitas lingkungan ruang.