Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STUDI TENTANG AL-QUR`AN (Kajian terhadap Nama, Sifat dan Sejarah Pemeliharaan al-Qur`an) Ahmad, Nehru Millat
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.24

Abstract

Dalam penelitian ini akan membahas terkait studi al-Qur`an yang meliputi pengertian al-Qur`an, sejarah turunnya al-Qur`an dan pengumpulan al-Qur`an hingga menjadi satu mushaf. Untuk memahami lebih tentang al-Qur`an, diperlukan disiplin ilmu untuk membahas atau mengkaji tentang sesuatu yang ada dalam al-Qur`an yaitu ‘Ulum al-Qur`an atau ilmu-ilmu tentang al-Qur`an. Dalam penelitian ini dikategorikan sebagai studi pustaka (library research) yang mana data yang dihasilkan dari buku-buku atau karya ilmiah yang membahas terkait studi al-Qur`an. Pada penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang mana penulis akan mendeskripsikan suatu kajian, kemudian di analisa berkaitan dengan permasalahannya. Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah bahwa al-Qur`an memiliki banyak nama dan sifat, hal itu menunjukkan bahwa al-Qur`an sangat istimewa dan mulia, Cara penyampaian al-Qur`an juga tidak hanya melalui malaikat Jibril, seperti melalui mimpi dan suara di balik tabir mimpi tersebut, sejarah turunnya al-Qur`an juga tidak lepas dari kondisi pada masa itu, namun tidak semua ayat turun karena terjadinya peristiwa, sepeninggal Nabi Muhammad para sahabat memutuskan untuk mengkodifikasi al-Qur`an menjadi satu mushaf dengan tujuan agar ayat-ayat al-Qur`an selalu terjaga sampai umat-umat yang akan datang.
SISTEM NEGARA KHILAFAH DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM: KONTROVERSI ATAS WACANA SISTEM KHILAFAH DALAM KONTEKS INDONESIA Ahmad, Nehru Millat
Al-Iqro' Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/aijis.v1i2.287

Abstract

The Islamic State or al-Islamiyah khilafah is a system of government based on Islamic sharia. In such a system, Islamic law is the primary foundation for regulating all matters, such as laws, state finances, relations with peoples and relations with other countries, as described in the fiqh siyasah. (hukum perpolitikan). This study wants to examine the connection of the khilafah system in a State, and whether such a system can be enforced in the State of Indonesia whose notes have been guided by the Pancasila and UUD 1945. This research is categorized as qualitative research, meaning exposure and description of problems according to research factors. A library study is a method of research that emphasizes a library as an object of study. The study finds that Islam does not provide clear and detailed rules on how the system of government of a country is formed, be it a republic, a caliphate, a priest, a monarch, an authoritarian, or a democracy. Islam emphasizes that a system can produce and bring a country into an atmosphere of justice, prosperity, and justice, free from the tyranny of the majority against the minority.
PENANAMAN NILAI-NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYIN DAN TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT (UPAYA UNTUK MELESTARIKAN PRAKTEK KEAGAMAAN MASYARAKAT DAN FILTERISASI TERHADAP GEJOLAK ALIRAN LAIN DI ERA MODERN) Ahmad, Nehru Millat; Sein, Lau Han
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v9i2.21810

Abstract

Penelitian ini membahas terkait penanaman nilai-nilai aswaja an-Nahdliyin di era modern guna melestarikan dan memfilter akan gejolak aliran lain. Sebagaimana Maraknya aliran dan ajaran Islam dengan berbagai perbedaan, acapkali menimbulkan perbandingan bahkan perdebatan untuk berlomba-lomba untuk melegitimasi bahwa aliran yang dijalani merupakan ajaran yang sesuai dan merupakan ajaran Nabi Muhammad, sahabat maupun tabi’in. permasalahan yang akan di jawab pada penelitian ini adalah bagaimana praktek dan nilai-nilai aswaja an-Nahdliyin di era modern dan bagaimana cara memfilter masyarakat modern terhadap gejolak aliran lain dengan menggunakan nilai nilai aswaja an-Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Pada penelitian ini tergolong kepada penelitian basic research, yaitu penelitian dalam rangka memperluas dan memperdalam pengetahuan secara teoritis. Hasil dari penelitian ini adalah; Aswaja An-Nahdliyah memiliki sumbangsih yang cukup besar dalam upaya menanamkan sikap-sikap sesuai ajaran yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat. Salah satu aspek nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah dengan sikap tasamuh (toleran), mampu menjadi filter manusia di era modern dari tawaran-tawaran dan ajaran paham Islam radikal yang semakin marak bertebaran.
STRATEGI IPNU DAN IPPNU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL: KEGIATAN KEAGAMAAN SEBAGAI SOLUSI Hithna Rohadatul Aisyi; Maulana, Hisyam Naufan; Ahmad, Nehru Millat
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v2i2.166

Abstract

Perkembangan era digital memberikan tantangan signifikan bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral dan identitas. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam menghadapi tantangan tersebut. Beragam perilaku negatif, seperti penggunaan narkoba, seks, dan kenakalan remaja, semakin marak di kalangan anak muda, menunjukkan perlunya pendekatan yang inovatif dalam pembinaan moral. Kegiatan keagamaan menjadi solusi efektif yang berfungsi sebagai sebagai penguatan identitas dan karakter generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform daring, IPNU dan IPPNU menyusun metode dakwah yang relevan, dan menarik, sehingga dapat menyentuh aspek kehidupan anak muda secara lebih efektif. Melalui penelitian pustaka, penulis menyimpulkan bahwa kegiatan keagamaan yang adaptif dan inovatif mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap agama, serta membangun karakter positif dalam menghadapi tantangan zaman. Diharapkan, dengan strategi ini, generasi muda dapat menjadi individu yang produktif dan berakhlak mulia, sekaligus mampu berkontribusi positif terhadap Masyarakat.
Penguatan Moderasi Beragama Di Era Digital: Studi Santri Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum Ahmad, Nehru Millat; karimatur, nadia; Firhatun Ni’mah, Yeni Fatiha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v4i2.282

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memahami, mengakses, dan menyebarkan informasi keagamaan. Kondisi ini menghadirkan peluang bagi dakwah dan pendidikan Islam, sekaligus tantangan berupa penyebaran paham intoleran di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama di kalangan santri Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum melalui program pendampingan berbasis literasi digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dilaksanakan selama dua bulan dan melibatkan 30 santri berusia 14–22 tahun. Kegiatan meliputi kajian interaktif tentang moderasi beragama, pelatihan produksi konten digital, serta refleksi bersama. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santri terhadap konsep moderasi beragama yang berorientasi pada sikap adil, seimbang, dan toleran. Selain itu, para santri berhasil memproduksi konten dakwah kreatif di media sosial, seperti video pendek dan poster digital bertema Islam damai. Kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet diatasi melalui kerja sama dan pembentukan komunitas dakwah digital sebagai strategi keberlanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendampingan literasi digital merupakan strategi efektif untuk menanamkan nilai moderasi beragama, sekaligus membentuk santri sebagai agen dakwah moderat yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Nyadran Rituals and Economic Resilience in Moderate Muslim Communities of Kendal Tantowi, Ahmad; Ahmad, Nehru Millat
REVITALISASI : Jurnal Ilmu Manajemen Vol 14 No 2 (2025): REVITALISASI : Jurnal Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/revitalisasi.v14i2.8291

Abstract

This article examines how Nyadran rituals underpin economic resilience in moderate Muslim communities in Gebangan Village, Pageruyung District, Kendal, Central Java. The study conceptualizes Nyadran as a religious and socio-economic institution that generates bonding and bridging social capital, sustains norms of mutual help, and supports income-smoothing strategies. A convergent mixed-methods design combines a household and microenterprise survey with in-depth interviews with religious leaders and Nyadran organizers, alongside participant observation of key ritual stages. Quantitative data are analyzed using multivariate regression to estimate the association between Nyadran participation, indicators of religious moderation, and a composite household economic resilience index. Qualitative findings elucidate mechanisms such as shared provisioning, reciprocal gifting, and informal safety nets that reduce vulnerability to shocks and shorten recovery time. Results show that higher involvement in Nyadran is positively associated with economic resilience, mediated by strengthened trust, civic engagement, and inclusive interpretations of Islam. The article contributes to international debates on religious moderation and resilience by demonstrating how a localized Islamic ritual operates as everyday civic infrastructure that supports community-based economic stability in peripheral Indonesian settings.
Deconstruction of Local Culture: Misbah Musthofa's Critique in Tafsir Al-Iklīl Fī Ma'āni Al-Tanzīl on the Traditions of Javanese Islamic Societies Ahmad, Nehru Millat; Anam, Saichul; Wan Mokhtar, Wan Khairul Aiman; Gunawan, Muhammad Ali
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8140

Abstract

The interaction between Islam and Javanese culture has not only produced a dynamic dialectic but has also often generated tension when local traditions intersect with the normative values of the Qur’an. This study aims to analyze the relationship between the Qur’an and local culture through the deconstruction of Javanese religious traditions as represented in Tafsir Al-Iklīl fī Ma‘ānī al-Tanzīl by Misbah Musthofa. Employing a qualitative method with a sociological approach to Qur’anic exegesis, this study examines how interpretation is shaped through the interrelation between the exegete and the socio-cultural context of his community. The primary data are drawn from the text of Tafsir Al-Iklīl fī Ma‘ānī al-Tanzīl, while supporting data are obtained from relevant secondary literature. The findings reveal that Tafsir Al-Iklīl represents a contextual model of Qur’anic interpretation grounded in the social reality of Javanese Muslim society. Through his critique of traditions such as tahlilan, excessive grave visitation, teacher veneration, ruwatan, and tumpengan, Misbah Musthofa emphasizes the Qur’an’s role as both a means of purifying faith and a vehicle for cultural transformation. His interpretive structure displays a deconstructive pattern in which the Qur’anic text is not merely explained literally but projected as a form of social critique against religious practices influenced by pre-Islamic elements. Misbah Musthofa establishes a hermeneutical relationship between the divine text and cultural context, producing a progressive and emancipatory model of exegesis. Although rooted in the pesantren (Islamic boarding school) tradition, his interpretation demonstrates a strong rational and moral orientation, positioning the Qur’an as a “living text” that continuously dialogues with contemporary realities. These findings indicate that the deconstruction of local culture in Tafsir Al-Iklīl constitutes a reformulation of Javanese pesantren exegesis toward a critical, reflective, and transformative socio-cultural mode of interpretation.
Deconstruction of Local Culture: Misbah Musthofa's Critique in Tafsir Al-Iklīl Fī Ma'āni Al-Tanzīl on the Traditions of Javanese Islamic Societies Ahmad, Nehru Millat; Anam, Saichul; Wan Mokhtar, Wan Khairul Aiman; Gunawan, Muhammad Ali
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8140

Abstract

The interaction between Islam and Javanese culture has not only produced a dynamic dialectic but has also often generated tension when local traditions intersect with the normative values of the Qur’an. This study aims to analyze the relationship between the Qur’an and local culture through the deconstruction of Javanese religious traditions as represented in Tafsir Al-Iklīl fī Ma‘ānī al-Tanzīl by Misbah Musthofa. Employing a qualitative method with a sociological approach to Qur’anic exegesis, this study examines how interpretation is shaped through the interrelation between the exegete and the socio-cultural context of his community. The primary data are drawn from the text of Tafsir Al-Iklīl fī Ma‘ānī al-Tanzīl, while supporting data are obtained from relevant secondary literature. The findings reveal that Tafsir Al-Iklīl represents a contextual model of Qur’anic interpretation grounded in the social reality of Javanese Muslim society. Through his critique of traditions such as tahlilan, excessive grave visitation, teacher veneration, ruwatan, and tumpengan, Misbah Musthofa emphasizes the Qur’an’s role as both a means of purifying faith and a vehicle for cultural transformation. His interpretive structure displays a deconstructive pattern in which the Qur’anic text is not merely explained literally but projected as a form of social critique against religious practices influenced by pre-Islamic elements. Misbah Musthofa establishes a hermeneutical relationship between the divine text and cultural context, producing a progressive and emancipatory model of exegesis. Although rooted in the pesantren (Islamic boarding school) tradition, his interpretation demonstrates a strong rational and moral orientation, positioning the Qur’an as a “living text” that continuously dialogues with contemporary realities. These findings indicate that the deconstruction of local culture in Tafsir Al-Iklīl constitutes a reformulation of Javanese pesantren exegesis toward a critical, reflective, and transformative socio-cultural mode of interpretation.
TRADISIONALIS-PURITAN DALAM POLEMIK KEAGAMAAN DI JAWA: Studi Terhadap Tāj al-Muslimīn karya KH. Misbah Mustofa Muhammad Yunus; Muhammad Asif; Nehru Millat; Abdul Rosyid Minhaj
AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 11 No 1 (2025): Al ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : STAI AL-ANWAR SARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47454/alitqan.v11i1.1165

Abstract

The discourse on religious polemics between modernist and traditionalist Muslims in Java has received more attention sociologically-anthropologically as well as in the discourse on Islamic thought in general. This study will investigate the religious polemic in the tafsir genre work, Tāj al-Muslimīn by KH. Misbah Mustofa (1919-1994), an interpreter who intensely involved himself in the discourse. Using critical discourse analysis, this study underlines that the Qur’anic exegesis was written in the midst of a fairly intense debate between modernists vis a vis traditionalist in the late 20th century in Java. The study also found that despite his traditional Javanese Muslim background, Misbach Mustofa was not only critical of the claims brought by modernists on issues such as ahlussunnah wa al-jama'ah, ijtihad and taklid and grave pilgrimage, but to some extent also sometimes critical of religious traditions and practices among traditional Muslims themselves. This attitude, for example, is shown in looking at the practices of Sufism and tariqat that are considered excessive. Misbach also likes to refer to the works of Ibn Taymiyah and Rashid Rida, which usually tend to be shunned among traditional Muslims in Java. He not only polemized with modernist figures but also with his own colleagues in traditional Muslims. This study contributes to showing the dynamics of modernist and traditional polemics even within its own internal circle. Furthermore, this study proposes a new typology in the discourse between modernist and traditional Muslims in Indonesia, namely traditionalist-puritan.
PEMIKIRAN PAUL K. FEYERABEND TENTANG ANARKIS EPISTEMOLOGI DAN IMPLIKASINYA PADA STUDI ISLAM Nehru Millat Ahmad; Lau Han Sein; Hisyam Naufan Maulana
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.114

Abstract

Tulisan ini akan membahas pemikiran anarkisme epistemologis Paul Karl Feyerabend. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak filosof kontemporer yang melancarkan kritik terhadap aliran positivisme yang begitu mendominasi cara berfikir orang modern. Tulisan ini akan berfokus pada anarkisme epistemologis Paul karl Feyerabend dan implikasinya terhadap studi Islam. pemikiran Paul Karl Fayerabend mengenai anarkisme epistemologis yang pada awalnya hanya untuk mengkritisi cara berfikir positivisme, namun juga dapat bermanfaat dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Adapun prinsip anarkis epistemologi yang ditawarkan Feyerabend terdapat beberapa gagasan yang ia tawarkan, seperti anti metode dan kritik metode. Selain itu dalam gagasan Feyerabend terdapat prinsip apa saja boleh, teori pengembangbiakkan dan kontra induksi. Hasil dari hasil kontribusi pemikiran Feyerabend terhadap Studi Islam harus membiasakan diri melihat sebuah ide yang terkandung dalam setiap gagasan guna memperkaya ide atau pemikiran manusia dan berani menggagas serta membangitkan pemikiran teologis baru yang berkaitan dengan membebaskan belenggu pikiran dan mensejahterakan masyarakat. Dari hasil tersebut dirasa dalam studi tafsir al-Qur`an dapat berkembang seiring berjalannya zaman.