Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI TENTANG AL-QUR`AN (Kajian terhadap Nama, Sifat dan Sejarah Pemeliharaan al-Qur`an) Ahmad, Nehru Millat
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.24

Abstract

Dalam penelitian ini akan membahas terkait studi al-Qur`an yang meliputi pengertian al-Qur`an, sejarah turunnya al-Qur`an dan pengumpulan al-Qur`an hingga menjadi satu mushaf. Untuk memahami lebih tentang al-Qur`an, diperlukan disiplin ilmu untuk membahas atau mengkaji tentang sesuatu yang ada dalam al-Qur`an yaitu ‘Ulum al-Qur`an atau ilmu-ilmu tentang al-Qur`an. Dalam penelitian ini dikategorikan sebagai studi pustaka (library research) yang mana data yang dihasilkan dari buku-buku atau karya ilmiah yang membahas terkait studi al-Qur`an. Pada penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang mana penulis akan mendeskripsikan suatu kajian, kemudian di analisa berkaitan dengan permasalahannya. Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah bahwa al-Qur`an memiliki banyak nama dan sifat, hal itu menunjukkan bahwa al-Qur`an sangat istimewa dan mulia, Cara penyampaian al-Qur`an juga tidak hanya melalui malaikat Jibril, seperti melalui mimpi dan suara di balik tabir mimpi tersebut, sejarah turunnya al-Qur`an juga tidak lepas dari kondisi pada masa itu, namun tidak semua ayat turun karena terjadinya peristiwa, sepeninggal Nabi Muhammad para sahabat memutuskan untuk mengkodifikasi al-Qur`an menjadi satu mushaf dengan tujuan agar ayat-ayat al-Qur`an selalu terjaga sampai umat-umat yang akan datang.
PEMIKIRAN PAUL K. FEYERABEND TENTANG ANARKIS EPISTEMOLOGI DAN IMPLIKASINYA PADA STUDI ISLAM Nehru Millat Ahmad; Lau Han Sein; Hisyam Naufan Maulana
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.114

Abstract

Tulisan ini akan membahas pemikiran anarkisme epistemologis Paul Karl Feyerabend. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak filosof kontemporer yang melancarkan kritik terhadap aliran positivisme yang begitu mendominasi cara berfikir orang modern. Tulisan ini akan berfokus pada anarkisme epistemologis Paul karl Feyerabend dan implikasinya terhadap studi Islam. pemikiran Paul Karl Fayerabend mengenai anarkisme epistemologis yang pada awalnya hanya untuk mengkritisi cara berfikir positivisme, namun juga dapat bermanfaat dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Adapun prinsip anarkis epistemologi yang ditawarkan Feyerabend terdapat beberapa gagasan yang ia tawarkan, seperti anti metode dan kritik metode. Selain itu dalam gagasan Feyerabend terdapat prinsip apa saja boleh, teori pengembangbiakkan dan kontra induksi. Hasil dari hasil kontribusi pemikiran Feyerabend terhadap Studi Islam harus membiasakan diri melihat sebuah ide yang terkandung dalam setiap gagasan guna memperkaya ide atau pemikiran manusia dan berani menggagas serta membangitkan pemikiran teologis baru yang berkaitan dengan membebaskan belenggu pikiran dan mensejahterakan masyarakat. Dari hasil tersebut dirasa dalam studi tafsir al-Qur`an dapat berkembang seiring berjalannya zaman.
Pendekatan Kognitif Sosial Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Implikasinya di SD Alam Auliya Kendal (Perspektif Albert Bandura) Millat Ahmad, Nehru; Aisyi, Hithna Rohadatul; Maulana, Hisyam Naufan
PERMAI: Jurnal Pendidikan dan Literasi Madrasah Ibtida'iyah Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/permai.v4i1.280

Abstract

Bandura's social cognitive approach suggests that behavior is an accumulation of past experiences in success or failure, social persuasion from the social environment, emotional state, and the experience of seeing models. This research explores the application of this approach in learning Islamic religious education at SD Alam Auliya Kendal, where teachers act as role models who motivate students. Through descriptive methods, data were obtained from literature and field observations, focusing on four modeling processes: attention, storage, behavior formation, and motivation. The results showed that the application of social cognitive theory can increase students' participation and understanding of religious teachings, as well as contribute to the formation of good character. The way teachers carry out religious education learning requires modeling or exemplification in the environment to stimulate students. In this study, the authors collected data by identifying thoughts or findings in books, papers, journals, articles related to the topic. Discussing by using descriptive methods to explain the main ideas related to the discussion problem. The application of Bandura's social cognitive theory to Islamic Religious Education learning is very appropriate. In Islam, the highest role model is the Prophet Muhammad SAW, a role model and role model for Muslims. Keywords: Social-Cognitive, Albert Bandura, PAI. Abstrak Pendekatan kognitif sosial Bandura mengemukakan bahwa perilaku merupakan akumulasi dari pengalaman masa lalu dalam keberhasilan atau kegagalan, persuasi sosial dari lingkungan sosial, keadaan emosional, dan pengalaman melihat model. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan pendekatan ini dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Alam Auliya Kendal, di mana guru berperan sebagai teladan yang memotivasi siswa. Melalui metode deskriptif, data diperoleh dari literatur dan observasi lapangan, dengan fokus pada empat proses pemodelan: perhatian, penyimpanan, pembentukan perilaku, dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori kognitif sosial dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama, serta berkontribusi pada pembentukan karakter yang baik.Cara guru melaksanakan pembelajaran pendidikan agama memerlukan keteladanan atau keteladanan di lingkungan untuk merangsang siswa. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data dengan mengidentifikasi pemikiran atau temuan dalam buku, makalah, jurnal, artikel yang terkait dengan topik. Berdiskusi dengan menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan gagasan pokok yang berkaitan dengan masalah pembahasan. Penerapan teori kognitif sosial dari Bandura ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat sesuai. Dalam Islam, suri tauladan tertinggi adalah Nabi Muhammad SAW, suri tauladan dan panutan bagi umat Islam. Kata Kunci: Kognitif-Sosial, Albert Bandura, PAI.
SISTEM NEGARA KHILAFAH DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM: KONTROVERSI ATAS WACANA SISTEM KHILAFAH DALAM KONTEKS INDONESIA Ahmad, Nehru Millat
Al-Iqro' Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/aijis.v1i2.287

Abstract

The Islamic State or al-Islamiyah khilafah is a system of government based on Islamic sharia. In such a system, Islamic law is the primary foundation for regulating all matters, such as laws, state finances, relations with peoples and relations with other countries, as described in the fiqh siyasah. (hukum perpolitikan). This study wants to examine the connection of the khilafah system in a State, and whether such a system can be enforced in the State of Indonesia whose notes have been guided by the Pancasila and UUD 1945. This research is categorized as qualitative research, meaning exposure and description of problems according to research factors. A library study is a method of research that emphasizes a library as an object of study. The study finds that Islam does not provide clear and detailed rules on how the system of government of a country is formed, be it a republic, a caliphate, a priest, a monarch, an authoritarian, or a democracy. Islam emphasizes that a system can produce and bring a country into an atmosphere of justice, prosperity, and justice, free from the tyranny of the majority against the minority.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB GURU PAI KURANG MEMILIKI KOMPETENSI PROFESIONAL DALAM MENGAJAR DAN UPAYA MENGATASINYA (STUDI KASUS DI MI DARUL ULUM MADIUN) Han Sein, Lau; Millat Ahmad, Nehru
PERMAI: Jurnal Pendidikan dan Literasi Madrasah Ibtida'iyah Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/permai.v3i1.217

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that caused PAI teachers at MI Darul Ulum Madiun to lack academic competence and efforts to overcome them. This study uses descriptive research methods to determine the factors that affect the professional competence of teachers. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and also documentation. The results of this study indicate that several factors that influence the professionalism of PAI teachers at MI Darul Ulum Madiun are: First, the teacher recruitment system is less professional. Second, many PAI teachers teach not according to their academic qualifications so that their understanding of PAI material is still not deep. Third, the teacher's lack of motivation in developing his personal qualities. Of the several factors causing the lack of professionalism of PAI teachers at MI Darul Ulum Madiun, the solution that can be done is to improve the management of the school, such as in the problem of recruiting new educators that are designed and implemented properly according to what is needed, starting from making staff recruitments. interesting new applications, filing, and also a professional selection stage so that the teachers who will be recruited are truly competent and ready to carry out their duties properly. The school prefers to choose PAI teachers, because the burden of PAI teachers is much greater than that of non-PAI teachers, so there needs to be teachers who are competent in especially religious matters.Keywords: Professional Competence, Teachers, PAI
PENANAMAN NILAI-NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYIN DAN TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT (UPAYA UNTUK MELESTARIKAN PRAKTEK KEAGAMAAN MASYARAKAT DAN FILTERISASI TERHADAP GEJOLAK ALIRAN LAIN DI ERA MODERN) Ahmad, Nehru Millat; Sein, Lau Han
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v9i2.21810

Abstract

Penelitian ini membahas terkait penanaman nilai-nilai aswaja an-Nahdliyin di era modern guna melestarikan dan memfilter akan gejolak aliran lain. Sebagaimana Maraknya aliran dan ajaran Islam dengan berbagai perbedaan, acapkali menimbulkan perbandingan bahkan perdebatan untuk berlomba-lomba untuk melegitimasi bahwa aliran yang dijalani merupakan ajaran yang sesuai dan merupakan ajaran Nabi Muhammad, sahabat maupun tabi’in. permasalahan yang akan di jawab pada penelitian ini adalah bagaimana praktek dan nilai-nilai aswaja an-Nahdliyin di era modern dan bagaimana cara memfilter masyarakat modern terhadap gejolak aliran lain dengan menggunakan nilai nilai aswaja an-Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Pada penelitian ini tergolong kepada penelitian basic research, yaitu penelitian dalam rangka memperluas dan memperdalam pengetahuan secara teoritis. Hasil dari penelitian ini adalah; Aswaja An-Nahdliyah memiliki sumbangsih yang cukup besar dalam upaya menanamkan sikap-sikap sesuai ajaran yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat. Salah satu aspek nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah dengan sikap tasamuh (toleran), mampu menjadi filter manusia di era modern dari tawaran-tawaran dan ajaran paham Islam radikal yang semakin marak bertebaran.
PEMIKIRAN PAUL K. FEYERABEND TENTANG ANARKIS EPISTEMOLOGI DAN IMPLIKASINYA PADA STUDI ISLAM Nehru Millat Ahmad; Lau Han Sein; Hisyam Naufan Maulana
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.114

Abstract

Tulisan ini akan membahas pemikiran anarkisme epistemologis Paul Karl Feyerabend. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak filosof kontemporer yang melancarkan kritik terhadap aliran positivisme yang begitu mendominasi cara berfikir orang modern. Tulisan ini akan berfokus pada anarkisme epistemologis Paul karl Feyerabend dan implikasinya terhadap studi Islam. pemikiran Paul Karl Fayerabend mengenai anarkisme epistemologis yang pada awalnya hanya untuk mengkritisi cara berfikir positivisme, namun juga dapat bermanfaat dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Adapun prinsip anarkis epistemologi yang ditawarkan Feyerabend terdapat beberapa gagasan yang ia tawarkan, seperti anti metode dan kritik metode. Selain itu dalam gagasan Feyerabend terdapat prinsip apa saja boleh, teori pengembangbiakkan dan kontra induksi. Hasil dari hasil kontribusi pemikiran Feyerabend terhadap Studi Islam harus membiasakan diri melihat sebuah ide yang terkandung dalam setiap gagasan guna memperkaya ide atau pemikiran manusia dan berani menggagas serta membangitkan pemikiran teologis baru yang berkaitan dengan membebaskan belenggu pikiran dan mensejahterakan masyarakat. Dari hasil tersebut dirasa dalam studi tafsir al-Qur`an dapat berkembang seiring berjalannya zaman.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH LUQMAN (APLIKASI INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Q.S. AL-LUQMAN AYAT 12-19) Ahmad, Nehru Millat
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 1 No 1 (2021): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v1i1.40

Abstract

Berkembangnya suatu zaman atau pesatnya era globalisasi sangat berpengaruh pada aktifitas manusia dalam interaksi kepada sesama. Peristiwa tersebut yang menimbulkan berbagai dampak yang terjadi. Salah satu dampak yang sering marak terjadi yaitu terkait merosotnya moral dan akhlak terpuji. Dalam penelitian ini, kajian yang akan difokuskan mengenai bagaimana umat Islam selalu menjalani perkembangan zaman dengan berdasarkan nilai yang terkandung dalam al-Qur`an. Dengan judul konsep akhlak dalam kisah Luqman, diharapkan akan diambil sebuah pelajaran bagi orang tua dalam mendidik anaknya sejak usia dini. Pada penelitian ini, menganalisa konsep akhlak yang terdapat dalam al-Qur`an menggunakan toeri intertekstualitas yang dikemukan oleh Julia Kristeva. Adapun dalam penelitian ini termasuk kedalam kategori pustaka, yang mana sumber yang dihasilkan dari berbagai tulisan mengenai tema yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Nilai-nilai pendidikan akhlak yang tercantum dalam surat Al Luqman ayat 13-19 antara lain Pendidikan Akhlak Kepada Allah (Ketauhidan), Bersyukur kepada Allah, Melaksanakan Shalat, Amar ma’ruf nahi munkar (termasuk berbakti pada orangtua).
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR Camila Fatah Suroyya; Nehru Millat Ahmad
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2022): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v2i2.67

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam. Tulisan in merupakan hasil dari penelitian kualitatif yang dengan fokus penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran berbasis multiple intelligences. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai pisau analisis tulisan ini. Hasil dari analisis tersebut adalah Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menciptakan, menjawab atau menyelesaikan suatu masalah baru. Setiap peserta didik mempunyai kecerdasan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Peserta didik mempunyai cita-cita dan tentunya cita-cita setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu setiap peserta didik mempunyai keunikan tersendiri dalam kecerdasan dan pola berpikirnya. Peserta didik akan lebih mudah menguasai suatu bidang jika memang dia berbakat dalam bidang itu. Begitu juga dengan keterampilan yang dimiliki setiap anak, akan berbeda Jadi, pada dasarnya peserta didik mempunyai keahlian dan kecerdasan dalam bidangnya masing-masing. Dengan menggunakan metode yang sesuai dalam sebuah aktivitas pembelajaran. Maka akan tercipta proses dan hasil pembelajaran yang yang dimiliki setiap peserta didik. Key Word : Multiple Intelligence, Strategies
STRATEGI IPNU DAN IPPNU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL: KEGIATAN KEAGAMAAN SEBAGAI SOLUSI Hithna Rohadatul Aisyi; Maulana, Hisyam Naufan; Ahmad, Nehru Millat
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): DIMASTIKA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v2i2.166

Abstract

Perkembangan era digital memberikan tantangan signifikan bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral dan identitas. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam menghadapi tantangan tersebut. Beragam perilaku negatif, seperti penggunaan narkoba, seks, dan kenakalan remaja, semakin marak di kalangan anak muda, menunjukkan perlunya pendekatan yang inovatif dalam pembinaan moral. Kegiatan keagamaan menjadi solusi efektif yang berfungsi sebagai sebagai penguatan identitas dan karakter generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform daring, IPNU dan IPPNU menyusun metode dakwah yang relevan, dan menarik, sehingga dapat menyentuh aspek kehidupan anak muda secara lebih efektif. Melalui penelitian pustaka, penulis menyimpulkan bahwa kegiatan keagamaan yang adaptif dan inovatif mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap agama, serta membangun karakter positif dalam menghadapi tantangan zaman. Diharapkan, dengan strategi ini, generasi muda dapat menjadi individu yang produktif dan berakhlak mulia, sekaligus mampu berkontribusi positif terhadap Masyarakat.