Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Relaktasi Suplementer Dikombinasikan dengan Pijat Oksitosin dan Aromaterapi Lavender terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi di Malang Raya ariani, dewi; Mastuti, Ni Luh Putu Herli; Hastuti, Nur Aini Retno; Lovita, Agnestia Naning Dian
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.024 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.10

Abstract

Di Indonesia ada banyak ibu yang tidak dapat menyusui bayinya karena berbagai alasan. Berbagai upaya dilakukan agar ibu dapat menyusui bayinya kembali, salah satunya dengan relaktasi suplementer dikombinasikan aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaktasi suplementer, aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap peningkatan berat badan bayi di Malang Raya. Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design dilakukan pada ibu yang menginginkan kembali menyusui bayinya dengan usia bayi ≤ 6 bulan. Sampel dibagi dalam 4 kelompok : relaktasi suplementer (kontrol), relaktasi suplementer dan aromaterapi lavender, relaktasi suplementer dan pijat oksitosin, relaktasi suplementer dan kombinasi (aromaterapi lavender + pijat oksitosin). Perlakuan diberikan sejak hari pertama intervensi sampai dinyatakan berhasil melakukan relaktasi. Variabel yang diukur adalah peningkatan berat badan bayi. Hasil analisis pada variable peningkatan berat badan bayi tidak menunjukkan ada beda yang signifikan antar semua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan yang memberikan dampak terbaik adalah relaktasi suplementer metode kombinasi. Penelitian ini telah dinyatakan laik etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Pengaruh Ekstrak Air Daun Kelor Terhadap Kadar Leptin dan Malondialdehyde Lemak Visceral Tikus Wistar yang Dipapar Depo Medroxyprogesterone Acetate Hastuti, Nur Aini Retno; Winarsih, Sri; Dwijayasa, Pande Made
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.347 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.4

Abstract

Penggunaan Depo Medroxyprogesterone dikaitkan dengan peningkatan adipogenesis dan oksidatif stress. Daun kelor (Moringa oleifera) adalah antioksidan alami dengan kandungan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak air daun kelor mempengaruhi kadar leptin dan malondialdehyde (MDA) lemak visceral tikus wistar yang dipapar Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). 25 tikus Wistar betina yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (0,2 ml aquades i.m dan 1 cc aquades/oral), kontrol positif (DMPA 2,7mg i.m dan 1 ccaquades/oral), perlakuan DMPA 2,7 mg dengan ekstrak air daun kelor 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB. Penelitian dilakukan selama empat minggu dan dilakukan pengambilan jaringan lemak visceral. Kadar leptin diukur dengan metode ELISA dan kadar MDA dilakukan dengan metode TBARs menggunakan spektrofotometer. Tikus yang dipapar DMPA (kontrol positif) memiliki rerata kadar leptin dan MDA yang tertinggi dibanding dengan kelompok tikus yang tidak dipapar DMPA (kontrol negatif) ataupun tikus yang mendapat ekstrak air daun kelor (kelompok perlakuan). Uji ANOVA diperoleh p= 0,027  (leptin) dan p=0,001 (MDA) sehingga dapat diintepretasikan terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar leptin dan MDA setelah pemberian ekstrak air daun kelor dalam berbagai dosis. Ekstrak air daun kelor menurunkan kadar leptin dan DMPA. Hasil uji Pearson Product Moment p=0,010 (leptin) dan p=0.000 (MDA). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan ekstrak air daun kelor mampu menurunkan kadar leptin dan MDA lemak visceral tikus wistar yang dipapar Depo Medroxyprogesterone Acetate
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Brokoli (Brassica oleracea) terhadap Kadar Superoxide Dismutase (SOD) Ovarium Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar yang Dipapar Monosodium Glutamat (MSG) Palupi, Novi Dwi; Nurdiana, Nurdiana; Hastuti, Nur Aini Retno
-
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2020.004.02.3

Abstract

Konsumsi monosodium glutamat (MSG) berlebihan akan menstimulasi pembentukan radikal bebas. Pada dasarnya dalam tubuh terdapat mekanisme perlindungan diri dari radikal bebas menggunakan antioksidan endogen, salah satunya Superoxide dismutase (SOD). Namun, apabila kadar radikal bebas dengan kadar antioksidan tidak seimbang akan menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang dapat mengganggu fungsi organ ovarium. Sehingga, tubuh memerlukan antioksidan eksogen, salah satunya adalah brokoli (Brassica oleracea). Brokoli mengandung senyawa flavonoid yang akan menstabilkan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol brokoli terhadap peningkatan kadar SOD ovarium tikus putih yang dipapar MSG. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design selama 35 hari (7 hari adaptasi dan 28 perlakuan) dengan sampel sebanyak 30 tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K- tanpa paparan MSG dan ekstrak etanol brokoli, K+ dipapar MSG 0,7 mg/gBB tanpa ekstrak etanol brokoli dan P1, P2 dan P3 dipapar MSG 0,7 mg/gBB dan ekstrak etanol brokoli 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB dan 2000 mg/KgBB. Pada hari ke-29 dilakukan terminasi pada tikus yang mengalami fase proestrus. Pengukuran kadar SOD menggunakan spektofotometer. Analisis data menggunakan ANOVA, Post Hoc Tukey, dan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan ρ˂0,05 sehingga terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol brokoli terhadap peningkatan kadar SOD ovarium, kadar SOD kelompok P1, P2, dan P3 meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif, serta dosis efektif pemberian ekstrak etanol brokoli yang mampu meningkatkan kadar SOD ovarium adalah dosis 2000 mg/KgBB. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol brokoli dapat meningkatkan kadar SOD ovarium tikus putih yang dipapar MSG.Kata kunci: Monosodium Glutamat, Brokoli, Superoxida Dismutase, Radikal bebas
Sosialisasi Video Edukasi Dalam Rangka Menjaga Kesehatan Anak Pada Siswa Sekolah Dasar Secara Daring Dian Kusumaningtyas; Krisjentha Iffah Agustasari; Ratna Diana Fransiska; Lilik Indahwati; Nur Aini Retno Hastuti
Publikasi Pendidikan Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v11i3.21376

Abstract

Program kesehatan di sekolah sangat penting untuk digiatkan karena siswa sekolah sebagai kelompok khusus yang membutuhkan perlindungan dari berbagai bahaya. Tujuan kesehatan sekolah difokuskan pada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, mengidentifikasikan masalah kesehatan dan mencari upaya pemecahan masalah kesehatan yang ada, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang pola hidup yang bersih dan sehat kepada siswa dan keluarga, terlebih pada masa pandemic COVID-19. Kondisi pandemic COVID-19 mengharuskan siswa sekolah untuk belajar di rumah sesuai dengan anjuran dari pemerintah untuk menghindari perkumpulan, keramaian, dan pertemuan dengan banyak orang untuk menekan angka penularan COVID-19. Sosialisasi video edukasi ini bertujuan untuk menambah informasi serta mengingatkan kembali mengenai cara menjaga kebersihan, kesehatan dan keselamatan anak agar terhindar dari dampak diabaikannya hal tersebut. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa Sekolah Dasar Kelas 4, 5 dan 6 yang diharapkan sudah mampu mengerti isi dari video yang diberikan. Sosialisasi dilakukan selama bulan November 2020 melalui zoom meeting, whatsapp group dan youtube. Untuk mengetahui kebermanfaatan dan tersampaikannya informasi, dilakukan evaluasi pasca sosialisasi. Hasil evaluasi menyatakan bahwa video edukasi yang dibagikan menarik, mudah dipahami sehingga dapat menambah informasi dan memotivasi siswa untuk berperilaku lebih baik.
Pembentukan dan Pembinaan Kelas Remaja Sehat di Pondok Pesantren Mustika Dewi; Mega Ulfah; Fatmawati Fatmawati; Ningrum Paramita Sari; Nur Aini Retno Hastuti; Rahmadian Hanifa Rizani; Purwarani Febria Damayanti; Rahmawati Nurul Fadilah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.762 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2030

Abstract

Sekolah merupakan wahana pendidikan yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan reproduksi remaja, dalam rangka mendukung program pemerintah yang bertajuk pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri Malang merupakan salah satu sekolah yang berbasis pesantren yang mendidik remaja putri usia 12-18 tahun. Remaja merupakan masa pencarian identitas diri, yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.Informasi yang berimbang sangat dibutuhkan remaja dalam menjalani masa pertumbuhan dan perkembangan, khususnya terkait kesehatan reproduksi.Teknologi informasi memberikan kontribusi pada tahap perkembangan ini, sehingga memiliki dampak positif maupun negatif.Tujuan kegiatan ini adalah (1) Meningkatkan pengatahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, (2) Pembentukankelas remaja sehat, dan (3) Membuat program kerja kelas remaja.Sasaran pembentukan kelas remaja adalah remaja putri (santri) yang berjumlah 10 orang yang disebut denganvolunteeratau kader kesehatan remaja.Metode kegiatan berupa branstroming, focus group discussion dan ceramah. Kegiatan ini dilakukan sebanyak5 (lima) kali kegiatan yang membahas dan mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi.Voluneteer diharapkan dapat memandu teman-temannya dalam memperoleh informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebanyak 25.6% setelah dilakukan pembinanaan kelas remaja.Untuk keberlanjutan kelas remaja, maka dibuat program kerja kelas remaja sehat di pondok pesantren, dengan kegiatan berkala mingguan, bulanan dan tahunan. Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh volunteer di bawah binaan guru atau ustadzah Pembina kelas remaja sehat di pondok pesantren.Kata kunci : Kelas Remaja. Remaja. Kesehatan Reproduksi
Pembentukan Kader Seroja (Kesehatan Reproduksi Remaja) Untuk Mencegah Pernikahan Dini Di SMPN 2 Singosari Diadjeng Setya Wardani; Sri Andarini; Ratna Diana Fransisca; Nur Aini Retno Hastuti
KRESNA: Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal KRESNA November 2024
Publisher : DRPM Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kresna.v4i2.157

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang berdampak luas pada kehidupan remaja, termasuk pada aspek kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi. Upaya pencegahan pernikahan dini memerlukan strategi yang komprehensif, salah satunya melalui pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader SEROJA (Kesehatan Reproduksi Remaja) di SMPN 2 Singosari, Kabupaten Malang, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan remaja dalam mencegah pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah peer group discussion dan pelatihan intensif kepada para kader remaja yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Kader SEROJA dilatih untuk menjadi fasilitator diskusi, penyuluh, dan penggerak di kalangan teman sebaya. Program ini melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk memastikan dukungan yang menyeluruh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan kader SEROJA secara signifikan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Para kader juga mampu menyebarluaskan informasi kepada teman sebaya mereka, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pencegahan pernikahan dini. Hasil post-test setelah diberikan perlakuan, sebagian besar siswa memiliki sikap baik (85%), dan sebagian besar siswa menyadari pentingnya melanjutkan studi (90%). Kesimpulan: Pembentukan kader SEROJA di tingkat sekolah efektif untuk meningkarkan pengetahuan dan sikap siswa/remaja dalam menyikapi pernikahan dini di SMPN 2 Singosari.
PARENTAL INTERPERSONAL SKILLS AND ADOLESCENT ATTITUDES TOWARD EARLY MARRIAGE Wardani, Diadjeng Setya; Anika Pratiwi, Sindy; Putri, Rismaina; Jannah, Miftahul; Diana Fransisca, Ratna; Retno Hastuti, Nur Aini
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 1 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v20i1.2025.82-93

Abstract

Introduction: Early marriage is one of the cases with the highest incidence in Indonesia involving teenagers under the age of 19 years. Based on religious court records, 1711 cases were recorded, or an increase of 35% compared to the previous year.  Many factors cause this, namely from oneself and environmental factors. Adequate guidance in educating children is an important role that can be carried out effectively by parents. Aims: This research aims to determine the influence of interpersonal skills and parental knowledge on teenagers' attitudes toward early marriage. Method: This research method is descriptive analytical research with a cross-sectional approach. This research was attended by 60 respondents, consisting of 30 teenage respondents and 30 respondents who were parents of teenagers. Data collection was carried out by filling out a questionnaire which was analyzed using the Chi-square test. Results: The results of the study show that parents' interpersonal skills in responding to early marriage are in the sufficient category, there is an influence of parents' interpersonal skills in responding to early marriage on teenagers' attitudes (p=0.001), there is an influence of parents' latest education on parents' level of knowledge about early-age marriage. (p=0.001). Conclusion: The research conclusion shows that there is an influence of interpersonal skills and parental knowledge on teenagers' attitudes in responding to early marriage, and the parents' latest education has an influence in responding to early marriage.
Hubungan Indeks Massa Lemak Relatif Ibu Dengan Kadar Lemak Asi Pada Ibu Menyusui di Wilayah Singosari Kabupaten Malang Silvani, Yulia; Hastuti, Nur Aini Retno; Wibowo, Satrio
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.01.2

Abstract

Latar Belakang: Indeks Massa Lemak Relatif (IMLR) ibu sering dianggap sebagai indikator penting yang mempengaruhi komposisi Air Susu Ibu (ASI), khususnya kadar lemak. Namun, hubungan antara IMLR ibu dan kadar lemak ASI masih belum konsisten dalam literatur ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan signifikan antara IMLR ibu dengan kadar lemak dalam ASI pada satu bulan pasca melahirkan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 44 ibu menyusui hari ke 7-10 di wilayah Puskesmas Singosari. Data IMLR diukur menggunakan rumus RFM yang dikembangkan oleh Woolcott & Bergman, sementara kadar lemak dalam ASI dianalisis menggunakan teknik Soxhlet. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk menentukan hubungan antara IMLR ibu dan kadar lemak ASI. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata IMLR ibu adalah 39,64 ± 3,29 %, sementara kadar lemak dalam ASI rata-rata adalah 4,58 ± 2,23 g/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara IMLR ibu dan kadar lemak ASI (r = -0,0156, p = 0,9198). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara IMLR ibu dengan kadar lemak dalam ASI. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain mungkin lebih berpengaruh terhadap komposisi lemak dalam ASI. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi komposisi lemak ASI guna mendukung intervensi gizi yang lebih tepat bagi ibu menyusui.
Strategi Holistik Penanganan Anemia Remaja Putri untuk Mencegah Stunting Antar Generasi di SMPN 2 Singosari, Malang Wardani, Diadjeng Setya; Fransiska, Ratna Diana; Hastuti, Nur Aini Retno; Sebrina, Keyko Dyandra; Sinta, Dewi; Hernistanti, Alya Dwi Rahma
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ssze1k21

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak terhadap kualitas generasi mendatang dan berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak di masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri dalam pencegahan anemia melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek biomedik, sosial, dan intervensi gizi di SMPN 2 Singosari, Malang. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining kadar hemoglobin, penyuluhan kesehatan reproduksi, edukasi pentingnya konsumsi tablet tambah darah, serta pelatihan penyusunan menu bergizi seimbang berbasis bahan pangan lokal. Pendekatan sosial melibatkan guru, orang tua, serta kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam mendukung keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 82%, peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dari 40% menjadi 75%, serta peningkatan kadar hemoglobin rata-rata dari 11,2 g/dL menjadi 12,4 g/dL. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan gizi meningkat signifikan. Selain menghasilkan perubahan jangka pendek, program ini berpotensi mendorong perilaku sehat yang berkelanjutan melalui keterlibatan komunitas dan pemantauan rutin oleh sekolah serta kader kesehatan. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan risiko stunting di masa mendatang dan menjadi model intervensi terpadu bagi sekolah lain. A Holistic Strategy for Managing Anemia Among Adolescent Girls to Prevent Intergenerational Stunting in Junior High School 2 Singosari, Malang Abstract Anemia in adolescent girls is still a health problem that has an impact on the quality of future generations and has the potential to increase the risk of stunting in children in the future. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and behaviors of adolescent girls in the prevention of anemia through a holistic approach that includes biomedical, social, and nutritional intervention aspects at SMPN 2 Singosari, Malang. Activities were carried out through hemoglobin level screening, reproductive health counseling, education on the importance of consuming blood-boosting tablets, and training on preparing balanced nutritious menus based on local food. The social approach involves teachers, parents, and health cadres as agents of change in supporting the sustainability of the program. The results showed an increase in participants' knowledge by 82%, an increase in adherence to blood supplement consumption from 40% to 75%, and an increase in average hemoglobin levels from 11.2 g/dL to 12.4 g/dL. In addition, the active participation of the community in nutrition activities has increased significantly. In addition to generating short-term change, the program has the potential to encourage sustainable healthy behaviors through community engagement and regular monitoring by schools and health cadres. The sustainability of this program is expected to contribute to reducing the risk of stunting in the future and become a model of integrated intervention for other schools.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERKAIT GANGGUAN MENSTRUASI DENGAN KECEMASAN PADA SISWI DI MTS KHADIJAH MALANG Labiba, Sharfina Nur; Loeki Enggar Fitri; Nur Aini Retno Hastuti
Journal of Issues in Midwifery Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 No 3 Tahun 2025
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2025.009.03.1

Abstract

Masa remaja ditandai dengan perubahan fisik dan emosional yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk gangguan menstruasi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap gangguan menstruasi dengan tingkat kecemasan pada siswi MTS Khadijah Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 66 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,5% responden memiliki pengetahuan baik, 36,4% cukup, dan 15,2% buruk terkait gangguan menstruasi. Sebanyak 56,1% memiliki sikap negatif, sedangkan 43,9% memiliki sikap positif. Tingkat kecemasan bervariasi, dengan 37,9% tidak cemas, 24,2% cemas ringan, 27,3% cemas sedang, dan 10,6% cemas berat. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan (p=0,016), di mana remaja dengan pengetahuan lebih baik cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih rendah. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara sikap dan kecemasan (p=0,755), yang menunjukkan bahwa faktor lain seperti pengalaman pribadi dan lingkungan sosial dapat memengaruhi sikap remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya edukasi kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif, yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membentuk sikap positif terhadap gangguan menstruasi. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan diperlukan untuk memberikan informasi yang tepat guna meningkatkan kesiapan remaja dalam menghadapi perubahan biologis dan emosional.Kata kunci: remaja, gangguan menstruasi, kecemasan, pengetahuan, sikap