Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluation of Positive Parenting Training Program in Improving Mental Health of Children Yunike Yunike; Ira Kusumawaty
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.4877

Abstract

Increased stressors due to Pan for Covid-19 has an impact negative on pattern nurturing so which brings up mental problems in children, including addicted gadgets, behavior rude, cyberbullying, and problems with psychology. Intervention training is needed to Upgrade positive parenting abilities. Research objectives to describe the design and rationale for randomized controlled trials evaluating the effects of training programs online-based care on parents and their impact on children's mental health in the population Sekolah Alam. Method: The study uses a design mixed method type embedded experimental model sequential explanatory. Respondent is father or Mother at least 18 years old, incorporated in community Sekolah Alam, have at least 1 child aged 8-12 years, totaling at least 180 people. Intervention given  for 5 weeks online, continued accompaniment through Whatsapp Group for 6 months. Data collected covers opinions about parenting models, patterns of communication, and systems enforcement discipline, as well as evaluation of children's mental health. Results: Study this evaluate protocol training from offline to online to adapt to restrictions on the Covid-19 Pandemic. This Research will determine whether the training program nurturing could be used in positive parenting practices to prevent problems mental health of certain populations. If it's proven effective, this program potentially improved, adapted, and implemented in population special other.
Mother's Insight Regarding The Magnitude Of Parenting Communication Yunike Yunike; Ira Kusumawaty
International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics (SINOMICS JOURNAL) Vol. 1 No. 2 (2022): June
Publisher : LAFADZ JAYA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sj.v1i2.36

Abstract

The optimal development of adolescents depends on the harmony of family communication, especially mothers as caregivers. Disputes between mothers and adolescents often occur and trigger fights and adolescent aggressive behavior that stretches family interactions. Communication contributes significantly to the development of teenage behavior; it can be explored based on the mother's experience as a caregiver. This study examines in-depth mothers' experiences in communicating with their adolescent children. Participants in this qualitative study using a phenomenological approach were mothers who lived with their teenage children, a total of 11 participants. The determination of participants was done by applying a purposive sampling technique. The conclusion of the number of samples is based on the saturation of the results of in-depth interviews conducted using video call technology. The Colaizzi method with the Haase adaptation was applied in analyzing the results of in-depth interviews that had been recorded to make it easier when compiling the transcript. Four themes have been generated in this study: The fabric of family love as a communication goal, undeniable dependence on communication, Vulnerability to give each other space to face communication challenges and the need for space and time to explore the importance of good communication. To ensure the trustworthiness of the research results, peer debriefing and member checking are carried out. It is necessary to have a common perception between mothers and adolescents in understanding the importance of Communication and instilling family commitments consistently by paying attention to the youth's freedom of opinion which must be optimally utilized according to the developmental tasks of adolescence.
MENGEDUKASI ORANG TUA SISWA DI SEKOLAH ALAM PALEMBANG TENTANG PENGASUHAN POSITIF Yunike Yunike; Ira Kusumawaty; Sri Martini
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.996 KB)

Abstract

Pengasuhan positif berimplikasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dan jika tidak terlaksana, akan berpeluang suramnya masa depan anak. Kemampuan orang tua dalam berkomunikasi efekti dan, menegakkan aturan secara konsisten menentukan keberhasilan penerapan pola asuh yang positif. Bagaimanapun juga orang tua menjadi kunci keberhasilan penerapan pengasuhan positif disertai keterlibatan guru sebagai orang tua di sekolah. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan positif.  Sebanyak 34 orang tua siswa telah dilibatkan dalam kegiatan yang mengiplementasikan metoda ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah serta dilengkapi pemanfaatan media audio visual yang berisikan materi pengasuhan positif. Penilaian keberhasilan pelaksanaan edukasi dilakukan dengan membandingkan antara nilai peserta sebelum memperoleh edukasi serta setelah mengikuti edukasi. Penilaian dilakukan dengan memberikan pertanyaan tertutup disertai alternatif jawaban.  Orang tua menjadi penentu keterlaksanaan pengasuhan positif secara optimal disertai dukungan dan kerjasama guru. Diperlukan keseriusan dan konsistensi orang tua dalam menerapkan pola asuh positif melalui komunikasi efektif dan kedisiplinan penegakkan aturan.
MELATIH BERCAKAP-CAKAP PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA UNTUK MENGONTROL HALUSINASI Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Abdul Gani
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.236 KB)

Abstract

Sebagai bentuk gangguan persepsi sensori, halusinasi pendengaran menimbulkan berbagai kompleksitas permasalahan bagi penderita dan beban emosi serta ekonomi keluarga yang berkepanjangan. Diperlukan peningkatan kemampuan penderita dalam  mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap agar penderita mampu beradaptasi dan menjalani aktivitas sehari-hari   secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam bercakap-cakap sehingga dapat mengontrol halusinasinya. Metoda pelaksanaan kegiatan pegabdian meliputi melatih dan mendampingi penderita melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Penggunaan media audiovisual serta metoda ceramah interaktif dan demonstrasi  diupayakan untuk mengedukasi dan mendampingi penderita dalam menghardik halusinasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah enam penderita yang ditampung di tempat penampungan gelandangan di Sumatera Selatan. Secara bergantian, mereka dilatih satu persatu untuk bercakap-cakap sambil memperagakannya kembali beberapa kali. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi serta menanyakan perasaan penderita setelah dilatih bercakap-cakap. Hasil kegiatan pengabdian memberikan hasil adanya peningkatan kemampuan penderita dalam bercakap-cakap sebagai upaya untuk mendistraksi halusinasi. Memberdayakan penderita yang dilakukan secara berkesinambungan dapat membantu mengubah perilaku penderita melalui upaya pembiasaan diri dalam rangka membentuk perilaku baru. 
Dampak Covid-19 pada Kesehatan Mental: Kajian Literature Review Menggunakan Nvivo Plus 12 Anita Sulistyorini; Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Abdul Gani
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v6i2.1521

Abstract

Pandemi COVID-19 telah banyak menyebabkan kasus kematian di berbagai negara. Sehingga, banyak negara yang menerapkan kebijakan stay at home, social distancing, dan bahkan lockdown. Meskipun, kebijakan tersebut dapat menunda penyebaran COVID-19, namun dampak lain dalam bentuk gangguan psikologis banyak bermunculan. Studi literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mensintesis literatur yang berkaitan dengan dampak COVID-19 terhadap aspek mental health. Sumber untuk medapatkan literatur diperoleh dari katalog online Sciencedirect. Terdapat 372 paper yang relevan membahas dampak COVID-19 terhadap gangguan mental health. Analisis literature review ini menggunakan software Nvivo 12 Plus. Hasil studi mengungkapkan bahwa COVID-19 berdampak pada gangguan mental health yang meliputi stress disorder, anxiety syndrome, psychological disorder, depressive disorder, sleep disorder, dan personality disorder. Hasil studi ini memberikan implikasi kepada stakeholders terhadap pentingnya penanganan gangguan kesehatan mental akibat COVID-19.
Relationship between Assertive Communication and Cyber-​​bullying in Adolescents Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Sujati Ni Ketut
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 31 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2021.031.04.7

Abstract

The mandatory use of online facilities during the Covid-19 period has a great opportunity to increase the problem of cyber bullying at all levels of education. The concept of assertiveness cannot be separated from cyber bullying and it is known that communicating assertively can prevent cyber bullying even though it is difficult to implement. The complexity of the psychological problems of victims of cyber bullying requires comprehensive management. This analytical descriptive study with a cross sectional approach aims to analyze the relationship between assertive communication and cyber bullying by involving 151 student participants and high school students in Palembang. The data was collected using an assertive scale and a cyber-bullying scale, which was distributed online using a Google form.  From Kendall's tau-b statistical test, it is known that there is a relationship between assertive communication and cyber bullying (p=0.026). It is recommended that the education sector implement self-awareness, empathy, assertive communication and conflict resolution training to prevent the increasing number of cyber bullying's victim. The academic and managerial sectors are expected to facilitate promotion through educational media about using online facilities intelligently by respecting human dignity.
The Effect Of Health Education On Peer Group's Approach To Adolescent Readiness To Face Menarche Prahardian Putri; Yolanda Alfurqonia Indani Putri; Pitri Noviadi; Yunike Yunike; Ira Kusumawaty
International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics (SINOMICS JOURNAL) Vol. 1 No. 4 (2022): October
Publisher : LAFADZ JAYA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sj.v1i4.48

Abstract

Menarche is a condition when a woman experiences her first menstruation. One way for young women to have the readiness to face menarche is to provide information about menstruation correctly. Information about menarche can be obtained from health education. This study sought to ascertain the impact of a peer group approach to health education on adolescent readiness to face menarche. This research was conducted using the queasy experimental method having a control group design that is non-equivalent. The sampling method in this study is a probability sampling technique with proportioned stratified random sampling. In this investigation, 92 samples were included in the sample size and using the Two Independent Sample Test with the Mann-Whitney U type, the Pearson Chi-square test, and the Continuity Correction test. The results of this study indicated by the p-value (0,000) and the results using the Pearson chi-square test and Continuity Correction show the results of insignificant relationships between ages (0.096), sources of information (0.529), parental education (0.267), parental employment (0.132), and family economic status (0.456) with adolescent teenagers' preparedness for menarche. So that the effect of a peer group approach to health education towards preparing adolescents for menarche at SDN 243 Palembang.
Health Belief Model as Students' Perspective Framework Regarding Covid-19 Prevention Ismar Agustin; Azwaldi Azwaldi; Nathalia Ramadhanti; Yunike Yunike; Ira Kusumawaty
International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics (SINOMICS JOURNAL) Vol. 1 No. 4 (2022): October
Publisher : LAFADZ JAYA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sj.v1i4.50

Abstract

The Covid-19 epidemic have a significant risk to the public's health. The Covid-19 infection spreads swiftly and affects people of all ages. The implementation of health guidelines among students and how students feel they can complete the Covid-19 procedure cannot be separated. The goals of this study is to ascertain how students view Covid-19 prevention from the viewpoint of the Health Belief Model. This research used a descriptive survey with a sample size of 170 respondents and the sampling method is purposive sampling. Descriptive analysis of the components of HBM perceived severity category is quite good (90.0%), perceived barriers is a quite good category (68.2%), perceived benefits is found to be in a quite good category (77.6%), health motivation is in quite a good category (81.2%) and it can be seen that the perception of vulnerability (55.9%) and perception of cues to act (56.5%) was quite good. Positive perceptions include student perceptions of the Health Belief Model's effectiveness in preventing COVID-19, which are rated as being quite good. Therefore, it is envisaged that linked parties would be able to enhance health promotion initiatives for the Covid-19 prevention procedure, both directly and through media like posters put up around campuses
POS KESEHATAN JIWA SEBAGAI WUJUD SINERGITAS PEMERINTAHAN, AKADEMISI, TOKOH MASYARAKAT DAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Peni Cahyati; Dudi Hartono; Heri Dj Maulana; Ridwan Kustiawan; Ira Kusumawaty; Podojoyo Podojoyo; Yunike Yunike; Eprila Eprila
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.9431

Abstract

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa di masyarakat, yang ditandai  adanya ODGJ yang belum melakukan pengobatan secara teratur ke puskesmas, masih ada ODGJ yang telat minum obat, sehingga terjadinya kekambuhan dan perilaku yang mengancam lebih besar. Kesehatan jiwa masyarakat atau yang disebut Community Mental Health merupakan suatu hal yang telah menjadi bagian masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi sebagian besar negara, data dari WHO Mental Health Atlas menunjukkan bahwa permasalahan besar di wilayah negara berkembang adalah sumber daya manusia. Kerjasama lintas sektoral, termasuk melibatkan peran serta masyarakat penting dilakukan, karena sumber daya masyarakat merupakan aspek paling vital dalam menyukseskan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang memiliki kesehatan mental yang baik. Sebagai perwujudan upaya tersebut maka dilakukan pembentukakan Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa). Poskeswa merupakan wadah untuk memberdayakan masyarakat sehingga masyarakat sadar, mau dan mampu mencegah serta mengatasi masalah kesehatan jiwa warganya, sehingga terwujud Desa/Kelurahan Sehat Jiwa. Poskeswa merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian masyarakat. Poskeswa diresmikan diawali beberapa beberapa kegiatan antara lain penyusunan buku pedoman kader kesehatan jiwa, pelatihan untuk 43 kader kesehatan jiwa, pembuatan video stigma ODGJ, pemberian sarana terapi modalitas berupa media cocok tanam dan budikdamber pada 10 orang ODGJ yang sudah hidup produktif. Melalui program ini diharapkan kesembuhan pasien gangguan jiwa tidak tergantung dengan obat-obatan saja, namun juga mendapatkan dukungan keluarga dan masyarakat. Selanjutnya para pasien mampu produktif mengembangkan keterampilan dan sebagainya. Keberlangsungan kegiatan Poskeswa dilakukan melalui peningkatan kerja sama lintas sektor dan lintas program dalam mendukung kemandirian ODGJ, keluarga dan masyarakat.
Analisis Faktor Status Gizi Anak dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit : Factor Analysis of Children's Nutritional Status with the Incidence of Low Birth Weight in Hospitals Santalia Banne Tondok; Siti Rukayah; Restu Iriani; Kurniati Nawangwulan; Yunike; M.Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi; Muhammad Syafri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3331

Abstract

Latar belakang: Bayi yang lahir dengan berat badan rendah akan mendapatkan kemungkinan untuk meninggal pada masa neonatal sekitar 20-30 kali dari pada bayi yang lahir dengan berat badan lahir normal. Insiden berat badan lahir rendah lebih tinggi pada ibu dan golongan sosial rendah yang biasanya mempunyai status gizi kurang atau buruk dan ibu hamil yang melakukan kerja fisik cukup berat.. Tujuan : Untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan terjadinya berat badan lahir rendah di Rumah Sakit. Metode: penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control study, dimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Kasus merupakan subjek dengan krakteristik efek positif sedangkan kontrol adalah subjek dengan krakteristik efek negative.. Hasil: Uji statistic dengan Crosstab chi-square didapatkan nilai X2(hit) = 0.001 > 0.05 yang menunjukkan Ha diterima artinya ada hubungan yang signifikan antara Status Gizi dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Kesimpulan: Riwayat Persalinan merupakan factor berhubungan yang signifikan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar karena ibu yang memiliki riwayat persalinan Berat Badan Lahir Rendah sebelumnya akan memiliki risiko yang lebih besar melahirkan Berat Badan Lahir Rendah pada persalinan berikutnya. Ada Hubungan Yang Signifikan Social Ekonomi dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar karena ibu yang hamil yang berasal dari social ekonomi rendah cenderung akan memiliki status gizi yang kurang. Ada hubungan yang signifikan status gizi dengan Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar karena Status gizi dapat menunjukkan keseimbangan kebutuhan dan penggunaan zat-zat gizi oleh tubuh seorang ibu hamil.