Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH DALAM MATERI KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP QURANIAH PALEMBANG Tri Nur Ariani; Eva Dina Chairunisa; Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5253

Abstract

Media pembelajaran pada masa sekarang sangat banyak digunakan, karena kurikulum yang baru yakni kurikulum 2013 mewajibkan siswanya lebih aktif di dalam kelas dan guru sebagai perantara untuk mereka. Dizaman sekarang banyak guru yang telah menggunakan berbagai macam media agar siswa juga tidak merasakan jenuh saat proses belajar mengajar, agar mereka dapat melihat potensi siswa yang diajar pada saat kelas berlangsung. Google Earth yang artinya “gambaran bumi dari berbagai sisi” yaitu siswa dapat menjadi guru bagi temannya apabila mereka mengerti meteri yg teleh dijelaskan oleh gru lalu guru memberi instruksi pada siswa untuk berdiri kedepan dan menjelaskan dengan cara mereka agar dapat membantu teman-temannya yang kurung memahami miteri yang telah dijilaskan oleh guru tersebut. Dalam pembelajaran IPS Terpadu sendiri metode ini sangat kooperatif bagi guru IPS Terpadu dan dapat divariasikan dengan ini memberi tantangan bagi para siswa yaitu siswa yang mengerti langsung dapat kedepan kelas dan menjelaskan kembali apa yang telah mereka ketahui dan teman-teman mereka dapat menambahi materi yang menurut mereka dapat ditambahi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BUKTI-BUKTI BANGUNAN MASJID KUNO DI PALEMBANG BERBASIS ANDROID Varokah Widiyanti; Eva Dina Chairunisa; Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6308

Abstract

Bukti-bukti bangunan masjid kuno di Palembang adalah media pembelajaran untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik berupa aplikasi yang terdapat materi di dalamnya serta dapat membangun motivasi serta rasa ingin tahu bagi peserta didik. Permasalahan di dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan media pembelajaran berbasis Android pada materi bukti-bukti bangunan masjid kuno di Palembang? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android pada materi bukti-bukti bangunan masjid kuno di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian ini dari hasil penggunaan oleh ahli validasi media mendapatkan rata-rata total penilaian 87,5% hasil tersebut menunjukkan masuk ke dalam kategori “sangat baik” untuk digunakan dan hasil penelitian dari peserta didik mendapatkan nilai rata-rata penilaian 86,25% yang menunjukkan masuk ke dalam kategori “sangat baik” untuk digunakan. Dari hasil uji lapangan yang dilakukan oleh ahli media dan peserta didik dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran digital berbasis Android dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
Penilaian Portofolio dalam Meningkatkan Kemampuan Self-Assessment Mahasiswa Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2442

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penilaian portofolio mampu meningkatkan kemampuan self assessment mahasiswa bersamaan dengan proses pembelajaran di kelas.  Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa pendidikan sejarah Universitas PGRI Palembang Program Studi Pendidikan Sejarah pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Penilaian portofolio ini melibatkan mahasiswa secara langsung dalam menentukan kriteria penilaian dan mahasiswa melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran masing-masing. PTK ini menggunakan model PTK Kurt Lewin (1946) yang terdiri dari 4 konsep yaitu, Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. PTK ini hanya terdiri satu siklus, karena capaian pembelajaran yang ditentukan telah tercapai pada siklus pertama. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) Penilaian portofolio mampu memberikan motivasi pada mahasiswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan; 2) Penilaian hasil belajar menjadi lebih objektif karena tidak hanya melibatkan dosen sebagai penilai, namun juga memanfaatkan penilaian mahasiswa sendiri sebagai evidence dari hasil belajar; 3) Penilaian portofolio dinilai mampu untuk meningkatkan keterampilan self-assessment mahasiswa.
Nilai-Nilai Situs Bersejarah di Sumatera Selatan Sebagai Penguat Karakter di SMK PGRI Lahat Kabib Sholeh; Dina Srinindiati; Aan Suriadi; Nur Ahyani; Ida Suryani; Ahmad Zamhari; Eva Dina Chairunisa; Muhamad Idris
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 03 (2019): Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v2i03.3552

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami dan mengetahui nilai-nilai situs bersejarah di Sumatera Selatan oleh para guru mata pelajaran sejarah yang dianggap selama ini hilang tanpa ada pengkajian yang mendalam. Selain itu adalah untuk menguatkan karakter melalui pembelajaran nilai-nilai situs bersejarah yang ada di Sumatera Selatan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pertama, melakukan persiapan awal mulai dari pengadministrasian dan sebagainya, kedua melaksanakan pemaparan materi atau penjelasan-penjelasan sesuai materi yang tersedia, ketiga, melakukan revew intensif dengan pemahaman kepada seluruh peserta dan yang terakhir adalah evaluasi kegiatan dari awal sampai akhir dengan memastikan semua peserta dapat memahami apa yang disampaikan kepada pemateri hingga penerapannya. Adapun sebagai hasil dan kesimpulannya adalah hampir sebagian besar para guru mata pelajaran sejarah kurang memahami materi-materi situs bersejarah di Sumatera Selatan sehingga berdampak kepada miskinnya materi ajar atau bahan ajar yang digunkan ketika mengajarkan tentang sejarah di kelas. Selain itu perlunya pemahaman guru dalam mengakaji situs-situs bersejarah sehingga kayanya materi sejarah yang akan disampaikan kepada siswa maka akan berdampak positif juga dalam meningkatkan penguatan karakter siswa-sisiwi melalui pembelajaran nilai-nilai situs bersejarah yang ada di Sumatera Selatan.
PLURALISME DALAM KAIN TENUN SONGKET PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELARAN SEJARAH Sahadat Sahadat; Muhamad Idris; Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8961

Abstract

Keberagaman budaya yang ada di Palembang sudah terjalin sejak lama terutama dalam hal keberagaman budayanya yang berbeda-beda, dapat kita lihat dari beberapa pengarunya dalam seni kerajinan yang ada di Palembang dalam bentuk kebudayaan menenun atau menyongket, banyak budaya-budaya asing yang ada di Palembang seperti budaya Cina, Arab, dan India, kain songket sendiri merupakan gambaran dari adanya pengaruh budaya asing yang ada di Palembang. Songket sendiri merupakan gambaran dari adanya pengaruh asing yang mana berpengaruh dalam beberapa macam jenis kain songket yang ada di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data secara sistematis dan sumber data yang mendalam dan berhubungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey lapangan, wawancara mendalam, pencatatan dokumen dan studi pustaka. Dalam penelitian kualitatif, ada empat teknik mencapai keabsahan data, yaitu: kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas (dipendabilitas), konfirmabilitas dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pluralisme yang tergambar dalam kain songket merupakan gambaran dari adanya pengaruh-pengaruh budaya asing yang ada di Palembang yang membuat keanekaragaman baik segi motif serta jenis kain yang di tenun.
Value of The Historical Village of Segara Kembang Village as A Source of Learning Local History Eva Dina Chairunisa; Adelia Nurtitian
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i2.182

Abstract

In general, history learning is learning about important facts and events that occurred in the past both locally, nationally and globally. History learning has several functions, including being able to develop values ​​in students. Local history is a unit of historical study with a theme of events that are limited to a particular locality or certain area and is often known as regional history. Local history has an important function in history learning, one of which is as forming regional identity and enriching knowledge about community life patterns and regional cultural diversity in various regions. Segara Kembang Village is one of the villages located in the Ogan Komering Ulu district that has not been widely touched and used as a source of local history learning, even though this village has great potential as a source of local history learning. The aim of this research is to describe the historical values ​​found in the Segara Kembang Village settlement. The method used in this research is a qualitative descriptive method using observation, interviews and documentation. The research results show that Segara Kembang Village has values ​​that can be used as a source of local history.
Pengaruh Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penulisan Esai Sejarah Silang Budaya Melayu Sumater Selatan di SMA PGRI 1 Palembang Eka Wulandari; Muhamad Idris; Eva Dina Chairunisa
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8335

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA PGRI 1 Palembang, di mana proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah yang minim keterlibatan aktif siswa. Akibatnya, siswa kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X melalui kegiatan penulisan esai sejarah dengan fokus pada materi silang budaya Melayu Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 68 siswa yang terbagi secara merata ke dalam kelas eksperimen (n=34) dan kelas kontrol (n=34). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes objektif berbentuk soal pilihan ganda yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (? = 0,872) agar memenuhi standar instrumen penelitian pendidikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik Jamovi versi 2.3 dengan langkah-langkah uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s, dan pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan skor rata-rata posttest yang cukup signifikan pada kelas eksperimen yakni 83,24, dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 60,29. Selisih sebesar 22,95 poin tersebut diperkuat oleh hasil uji t-Test dengan nilai t-hitung sebesar 7,412 dan nilai signifikansi (p) < 0,001, yang menunjukkan bahwa H? ditolak dan H? diterima. Sebagai kesimpulan, penerapan model PjBL melalui penulisan esai sejarah yang mengintegrasikan kearifan lokal silang budaya Melayu Sumatera Selatan terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional.
Implementasi Pendekatan Deep Learning Berbasis Mindful, Meaningful, Dan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA PGRI 1 Palembang Yulanda Yulanda; Eva Dina Chairunisa; Dina Sri Nindiati
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8349

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif melalui proses belajar yang bermakna. Dalam pembelajaran sejarah, pendekatan deep learning menjadi salah satu alternatif untuk mendorong peserta didik memahami makna peristiwa sejarah secara mendalam, namun implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam penerapannya di SMA PGRI 1 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, penggunaan media pembelajaran, dan pembelajaran berbasis proyek. Implementasi tersebut mencerminkan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang mendorong peserta didik berpikir kritis, memahami materi sejarah secara lebih mendalam, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, karakteristik materi sejarah yang beragam, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Guru mengatasi kendala tersebut melalui penerapan strategi pembelajaran yang sesuai, pemberian bimbingan kepada peserta didik, dan pengelolaan waktu yang efektif. Dengan demikian, pendekatan deep learning dapat mendukung terciptanya pembelajaran sejarah yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING IN HISTORY LEARNING ON THE THEME OF SOUTH SUMATRAN MALAY CULTURAL CROSSOVERS: ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PROJECT BASED LEARNING PADA TEMA SILANG BUDAYA MELAYU SUMATERA SELATAN Hikmah Maulana Yahya; Dina Sri Nindiati; Eva Dina Chairunisa
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 4 (2026): Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i4.8872

Abstract

This study aims to describe the implementation of Project Based Learning (PjBL)-based history learning on the theme of South Sumatran Malay cultural crossovers at SMA PGRI 1 Palembang. The focus of the study includes learning planning, learning implementation, and students' learning experiences during project-based learning activities. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation. The research subjects were a history teacher and tenth-grade students of SMA PGRI 1 Palembang. The findings revealed that the learning plan was systematically prepared through the formulation of learning objectives, selection of learning materials, project activity design, and the utilization of learning media and resources relevant to the theme of South Sumatran Malay cultural crossovers. The learning implementation was conducted according to the stages of Project Based Learning, including introductory activities, project implementation, project presentation, and learning evaluation. The application of Project Based Learning encouraged students' active participation through discussions, information exploration, collaborative work, and project development activities. Furthermore, students gained more meaningful, contextual, and relevant learning experiences connected to their socio-cultural environment, which enhanced their understanding of historical materials as well as the values of tolerance, togetherness, and cultural diversity. Therefore, the implementation of Project Based Learning-based history learning on the theme of South Sumatran Malay cultural crossovers supports the creation of active, contextual, and meaningful history learning.