Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GALUR-GALUR HARAPAN PADI (ORYZA SATIVA L.) AKIBAT CEKAMAN SALINITAS PADA FASE GENERATIF Dita Dwi Clarasati; Nafisah Nafisah; Rommy Andhika Laksono; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6837

Abstract

Pemanfaatan lahan salin sebagai upaya untuk perluasan lahan pertanian perlu didukung dengan adanya pengembangan varietas unggul padi toleran salinitas. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi galur-galur harapan padi (Oryza sativa L.) yang mampu memberikan hasil tinggi pada kondisi cekaman salinitas pada fase generatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 bertempat di Kebun Percobaan BBPadi, Subang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan RAK faktor tunggal. Perlakuan yang digunakan yaitu 30 genotipe padi yang terdiri atas 24 galur harapan dan 6 varietas pembanding. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 90 plot percobaan. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata galur-galur harapan padi yang diuji pada cekaman salinitas fase generatif terhadap tinggi tanaman, panjang malai, gabah hampa per malai, dan hasil gabah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) VARIETAS RED RAPID AKIBAT KOMBINASI TEKANAN AERASI DAN NILAI EC (Electrical Conductivity) PADA HIDROPONIK SISTEM RAKIT APUNG Adawiyah Adawiyah; Wagiono Wagiono; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5245

Abstract

Selada merupakan komoditi hortikultura yang sangat populer di seluruh dunia dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kombinasi tekanan aerasi dan nilai EC (Electrical Conductivity) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L.) varietas Red Rapid pada hidroponik sistem rakit apung. Penelitian dilakukan di  Desa Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang pada bulan Mei sampai bulan Juli 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan, diulang sebanyak 3 kali, yaitu A (tanpa aerasi (EC 2,4)), B (tanpa aerasi EC 1,0)), C (tanpa aerasi 2,0)), D (tanpa aerasi (EC 3,0)), E (tanpa aerasi (EC 4,0)), F (dengan aerasi (EC 2,4)), G (dengan aerasi (EC 1,0)), H (dengan aerasi (EC 2,0)), I (dengan aerasi (EC 3,0)), dan J (dengan aerasi (EC 4,0)). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tekanan aerasi dan nilai EC (Electrical Conductivity) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, rata-rata jumlah daun, rata-rata diameter batang, rata-rata luas daun, rata-rata panjang akar, dan rata-rata bobot segar per tanaman pada 7, 14, 21, 28, dan 35 hst. Perlakuan H (dengan aerasi (EC 2,0)) memberikan  hasil  tertingg I pada rata-rata bobot segar per tanaman selada sebesar 96,76 gram.Kata Kunci: Aerasi, Nilai EC, Selada Merah, Hidroponik
KERAGAMAN GENETIK 30 GENOTIPE PADI(ORYZA SATIVA L) BERDASARKAN 9 MARKA SSR TERPAUT KANDUNGAN ZN Rischa Ainunnisa Febriella; Untung Susanto; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6811

Abstract

Aplikasi marka SSRs (Simple Sequence Repeats) dapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik padi (Oryza sativa L.).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik padi yang diuji berdasarkan aplikasi marka SSR yang dilaporkan terpaut dengan sifat kandungan Zn tinggi.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, di Kabupaten Subang Jawa Barat pada bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021. Hasil penelitian ini mendeteksi sebanyak 41 alel dengan rata-rata jumlah alel per marka 4,56 dan kisaran 2-10 alel per lokus. Rata-rata frekuensi alel mayor adalah 0,61 dengan nilai terendah 0,27 pada marka RM23 dan nilai tertinggi adalah 0,97 pada marka RM247. Nilai diversitas gen berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,79 (RM23) dengan rata-rata 0,51. Nilai PIC (polymorphic information content) berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,76 (RM23) dengan rata-rata 0,48. Analisis filogenetik menunjukan bahwa 30 genotipe padi terbagi menjadi 4 kelompok utama pada koefisien kemiripan genetic sebesar 0,44. Cluster pertama terdiri dari 15 genotipe padi, cluster kedua terdiri dari 12 genotipe padi, cluster ketiga terdiri dari 2 genotipe dan cluster keempat terdiri 1 genotipe padi
Pengaruh Ketersediaan Hara terhadap Pertumbuhan dan Produksi 9 Genotip Padi dalam Kondisi Kekeringan Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.764 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan hara terhadap pertumbuhan dan produksi 9 genotip padi dalam kondisi kekeringan. Penelitian ini merupakan percobaan pertumbuhan dan produksi genotip padi dengan ketersediaan hara yang berbeda dalam kondisi kekeringan menggunakan media tanah dalam pot. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang dicoba adalah: (1) pemupukan NPK dengan 2 taraf pemberian pupuk dan tanpa pemupukan, serta (2) 9 genotip padi yaitu 3.PM.23.11, 1.23, 3.PM.16, SM.37.1, 2.SM.36.3, Situ Bagendit, IR-64, Silugonggo, dan Cisadane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi padi lebih baik dengan perlakuan pemupukan dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemupukan. Genotip 3.PM.23.11 mampu tumbuh baik meskipun dalam kondisi kahat hara dan kekeringan. Genotip Silugonggo memililiki pertumbuhan yang baik dengan perlakuan pemupukan. Produksi 9 genotip padi yang didapatkan yaitu 3.PM.23.11 sebesar 1,69 ton ha-1, 1.23 sebesar 1,90 ton ha-1, 3.PM.16 sebesar 2,05 ton ha-1, SM.37.1 sebesar 1,75 ton ha-1, 2.SM.36.3 sebesar 1,89 ton ha-1, Situ Bagendit sebesar 1,53 ton ha-1, IR-64 sebesar 1,75 ton ha-1, Silugonggo sebesar 1,8 ton ha-1, dan Cisadane sebesar 2,2 ton ha-1.Kata kunci: genotip padi dan ketersediaan hara.
Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel (Cucumis Sp.) dengan Penggunaan Mulsa Plastik dan Mulsa Alami miftakhul bakhrir rozaq khamid; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.17 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1564

Abstract

Timun apel (Cucumis Sp.) merupakan komoditas hortikultura semusim yang mempunyai nilai ekonomi dan prospek yang menjanjikan. Tanaman ini memiliki syarat tumbuh yang cocok untuk dibudidayakan di wilayah pesisir pantai yang selama ini kurang diminati petani sebagai tempat budidaya tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis mulsa yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman timun apel. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan tersebut terdiri atas kontrol tanpa mulsa (M1), mulsa plastik hitam perak (M2), mulsa alami berupa jerami padi (M3), dan mulsa alami berupa sekam padi (M4) dengan masing-masing perlakuan akan diulang sebanyak enam kali sehingga akan terdapat 24 unit percobaan.Data hasil pengamatan diolah dan dianalisis dengan sidik ragam pada taraf kesalahan 5% dan apabila pengaruh perlakuan nyata, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan jenis mulsa memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh peubah yang diamati. Perlakuan Mulsa Plastik Hitam Perak (M2) merupakan perlakuan terbaik karena memberikan hasil panjang tanaman dan luas daun tertinggi, jumlah daun dan cabang terbanyak, diameter buah dan tebal daging terbesar, serta bobot buah tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel (Cucumis Sp.) dengan Penggunaan Mulsa Plastik dan Mulsa Alami
Pertumbuhan dan Hasil Timun Apel Lokal Karawang dengan Kerapatan Tanaman yang Berbeda di Daerah Pakis Jaya, Karawang Fawzy Muhammad Bayfurqon; Miftakhul Bakhrir Rozaq Khamid; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.222 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1566

Abstract

Pengembangan buah lokal terus dilakukan dalam upaya mendorong program diversifikasi pangan sehingga terciptanya ketahanan pangan. Timun apel salah satu buah lokal yang memiliki potensi dan prospek yang baik untuk dikembangkan, namun informasi ilmiah mengenai timun apel masih sangat terbatas, khususnya mengenai pedoman dan teknik budidaya yang baku. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk untuk medapatkan jarak tanam yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman timun apel sehingga dapat menjadi rekomendasi dalam teknik budidaya timun apel. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Bungin Kecamatan Pakis Jaya Kabupaten Karawang selama 3 bulan mulai bulan Agustus sampai dengan Oktober 2018. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan kerapatan tanam dengan jarak tanam yaitu: A = Populasi 14 tanaman per petak (jarak tanam 50 cm x 50 cm), B = Populasi 12 tanaman per petak (jarak tanam 50 cm x 60 cm), C = Populasi 10 tanaman per petak (jarak tanam 50 cm x 70 cm), D = Populasi 8 tanaman per petak (jarak tanam 50 cm x 80 cm). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan terdapat 24 unit percobaan. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Kerapatan tanam yang renggang pada budidaya tanaman timun apel dengan metode penanaman konvensional memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman timun apel yang optimal. Perlakuan kerapatan tanam dengan jarak tanam 50 x 80 cm merupakan jarak tanam yang paling optimal terhadap peningkatan indeks luas daun serta menghasilkan rerata buah per tanaman dan diameter buah timun apel yang paling tinggi.
Efektivitas Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kalium dan Penjarangan Buah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel di Dataran Rendah Karawang Fawzy Muhammad Bayfurqon; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Miftakhul Bakhrir Rozak Khamid; Rika Yayu Agustini
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3547

Abstract

Pengembangan tanaman hortikultura di dataran rendah merupakan peluang yang prospektif sebagai upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan. Karawang yang secara letak geografis berada di dataran rendah memiliki beberapa potensi produk hortikultura yang unggul salah satunya adalah tanaman timun apel. Pengembangan teknik budidaya pada tanaman timun apel masih terbatas, banyak hal yang dapat dikaji untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman timun apel. Pemberian pupuk kalium yang tepat dan penjarangan buah yang baik diduga dapat meningkatkan produksi dan kualitas mutu buah timun apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemupukan kalium yang optimal serta teknik penjarangan buah yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman timun apel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan lingkungannya. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 2 faktor yaitu penjarangan buah sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu (P0) tanpa penjarangan buah, (P1) tersisa 1 buah per tanaman, (P2) tersisa 3 buah per tanaman, dan (P3) tersisa 5 buah per tanaman. Serta dosis pupuk kalium (K) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu (D1) 175 kg/ha KCl, (D2) 225 kg/ha KCl, dan (D3) 275 kg/ha KCl. Penelitian ini telah dilaksanakan selama selama 4 bulan mulai bulan Mei 2019 – Agustus 2019 di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang dengan ketinggian tempat 18,2 mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan penjarangan buah dan dosis pupuk kalium hanya pada parameter bobot buah per plot.Kata kunci: Penjarangan Buah, Kalium, Timun Apel
Aplikasi Penggunaan Karpet Mulsa Organik Jerami dan Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Paria (Momordica charantina L.) Varietas Lipa F1 di Pakisjaya, Karawang. Bastaman Syah; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Kardiman
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v6i1.5095

Abstract

The plastic problem had become a global problem, which until now there was no right solution to solve it. The agricultural sector in plant cultivation activities from upstream to downstream was quite a lot of plastic waste produced, one of which was the massive use of plastic mulch in horticultural cultivation. Therefore it is necessary to develop the use of mulch with natural materials that are more environmentally friendly. This study aims to determine the effect of the application of mulch based on straw and rice husks on the growth and yield of paria Lipa F1 varieties in Pakisjaya, Karawang. The research was conducted in Telukbuyung Village, Pakisjaya District, Karawang Regency for 3 months from August to November 2020. This study used an experimental method with a Randomized Block Design (RBD) as the environmental design. The treatment given was giving mulch to the cultivation of pariah plants which consisted of 4 levels of treatment (A. Control / No Mulch, B. Black Silver Plastic Mulch, C. Rice Straw Organic Mulch Carpet, D. Organic Rice Husk Mulch Carpet) and repeated as many as 6 times so that there are 24 Trial Units. The results showed that the application of various mulching showed a significant effect on the growth and yield of bitter melon variety of Lipa F1 in Pakisjaya, Karawang. Silver black plastic mulch had the highest average value on observed parameters among other treatments, but the use of organic mulch carpet made from straw and rice husk had the potential as an alternative in mulching in horticultural cultivation.
KEMAMPUAN AMELIORASI PADA BUDIDAYA PADI UNTUK PENURUNAN CEKAMAN FE Mela Maulida; Nurwulan Agustiani; Wagiono Wagiono; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6143

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat mengurangi salah satu permasalahan dalam budidaya dan produksi tanaman padi di Indonesia khususnya pada lahan rawa pasang surut. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan, menggunakan padi varietas Inpari 30 Ciherang Sub1. Media yang di gunakan yaitu larutan hara Yoshida yang di tambahkan Fe dan pH yang telah di modifikasi agar sesuai dengan lahan rawa pada umumnya. Sistem tanam yang di gunakan adalah hidroponik Dutch Bucket System. Media tumbuh menggunakan pakis, wadah tanaman menggunakan ember plastik dengan volume 8 liter, penambahan volume larutan Yoshida di lakukan 1 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pengaruh nyata akibat pengelolaan hara dan bahan amelioran terhadap tinggi tanaman, dan skoring cekaman Fe pada daun yang di lakukan pada umur 30, 50, 70 HST dan menjelang panen, kehijauan daun umur 30 hst, bobot jerami dan gabah per pot, dan bobot 1000 butir. Perlakuan P2 memberikan hasil terendah pada pengamatan skoring Fe umur 50, 70 hst dan menjelang panen, memberikan hasil tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman 70 hst (88,50), gabah per pot (34,02), dan bobot 1000 butir (23,76). perlakuan P3 (pemberian pupuk sesuai PUTR dan kapur 125% dari rekomendasi PUTR) memberikan hasil terendah pada pengamatn skoring Fe umur 50, 70 hst dan menjelang panen, memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman menjelang panen (87,83), kehijauan daun 30 hst 40,47 dan pengamatan bobot kering jerami (43,30).
PENGARUH PADA BERBAGAI TINGKAT KEMASAKAN DARI BEBERAPA VARIETAS BENIH PADI (Oryza sativa L.) BERAMILOSA TINGGI DAN SEDANG TERHADAP MUTU BENIH MELALUI ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL Nasabilah Putri Rulvi; Mira Landep Widiastuti; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Muhammad Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.5616

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh kemasakan benih menjadi tolok ukur baru yang dapat mencerminkan viabilitas dan vigor. Hubungan klorofil dengan viabilitas dan vigor benih sangat berkaitan karena secara alamiah proses pemasakan atau penuaan benih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium BBPadi. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemasakan benih padi melalui analisis kandungan klorofil dalam benih yang nantinya dapat berpengaruh terhadap viabilitas dan vigor benih padi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu fase masak benih yang terdiri dari tiga taraf yaitu M1=Fase Masak Muda, M2=Fase Masak Sedang, M3=Fase Masak Tua. Faktor kedua adalah varietas benih terdiri dari delapan taraf yang digunakan yaitu, V1=Situ Bagendit, V2=Inpari Gemah, V3=Inpari 48 Blas, V4=Inpari 16 Pasundan, V5=Inpari 30 Ciherang Sub1, V6=Inpari 32 HDB, V7=Inpari 47 WBC, V8=PB 42. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 96 satuan percobaan. Pengaruh perlakuan diuji dengan analisis sidik ragam dan apabila uji F pada taraf 5% hasilnya menunjukkan signifikan maka untuk mengetahui perlakuan yang paling baik dilanjukan dengan uji DMRT taraf 5%. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan pada penelitian ini dilakukan uji korelasi dan regresi sederhana dengan dimana (y) pada viabilitas dan vigor benih sebagai peubah tetap sedangkan (x) pada kandungan klorofil sebagai peubah bebas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi fase masak dan varietas terhadap kandungan klorofil, viabilitas, vigor dan kadar air benih. Terdapat perlakuan terbaik viabilitas dan vigor benih yaitu pada fase masak tua (M3) varietas inpari 48 Blas (V3) dan Inpari 16 Pasundan (V4) dan terdapat hubungan antara kandungan klorofil dengan viabilitas dan vigor benih hal ini karena tingkat kemasakan benih sangat berpengaruh terhadap mutu benih tersebut.