Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Respati

Analisis Waktu Konvergensi Routing Protokol Eigrp Dan Ospf Lukman, Lukman; Saputra, Evriyana Indra; Pambudi, Hushyain; Saputra, Dian Noviardi; Putra, Arik Andrian
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.137 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v14i1.267

Abstract

INTISARIRouting IP atau routing adalah proses memindahkan paket dari satu network ke network lain menggunakan router-router. Sedangkan routing protocol digunakan oleh router untuk secara dinamis menemukan semua network di sebuah internetwork, dan memastikan bahwa semua router memiliki routing tabel yang sama. Pada dasarnya sebuah routing protocol menentukan jalur yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork.Salah satu jenis routing yang sering dipakai adalah routing dinamis, dimana sebuah protocol pada satu router berkomunikasi dengan protocol yang sama yang bekerja di router tetangga. Router kemudian akan saling melakukan update tentang semua network yang mereka ketahui dan menempatkan informasi tersebut ke routing tabel. Jika suatu perubahan terjadi di network, maka protocol routing dinamis secara otomatis akan memberitahukan semua router tentang apa yang terjadi.Dalam proses pertukaran informasi antar router  membutuhkan waktu atau sering juga disebut waktu konvergensi, maka dari itu penelitian ini mecoba menganalisis waktu konvergensi pada routing dinamis yaitu antara routing protocol Open Shortest Path First (OSPF) dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), metode yang akan digunakan pada penelitian ini menggunakan simulasi jaringan (GNS3) dan untuk menangkap paket yang lewat saat proses konvergensi menggunakan Wireshark.Dari hasil penelitian ini, nantinya diharapkan bisa menjadi pertimbangan, protocol routing dinamis mana yang akan digunakan untuk meningkatkan kinerja jaringan khususnya berkaitan dengan waktu konvergensi antara routing dinamis OSPF dan EIGRP, yang nantinya juga disesuaikan dengan jenis perangkat router yang dimiliki.Kata kunci: Routing, OSPF, EIGRP, konvergensi, routing dinamis. ABSTRACTIP routing or routing is the process of moving packets from one network to another using routers. While the routing protocol is used by routers to dynamically find all networks on an internetwork, and ensure that all routers have the same routing table. Basically a routing protocol determines the path through which a packet passes through an internetwork.One type of routing that is often used is dynamic routing, where a protocol on one router communicates with the same protocol that works on a neighboring router. The router will then update each other about all the networks they know and place the information in the routing table. If a change occurs on the network, the dynamic routing protocol will automatically notify all routers about what happened.In the process of exchanging information between routers requires time or often also called convergence time, therefore this study tries to analyze the time of convergence on dynamic routing between routing protocol Open Shortest Path First (OSPF) and Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), methods that will be used in this study using network simulation (GNS3) and to capture packets that pass through the convergence process using Wireshark.From the results of this study, it is hoped that the dynamic routing protocol that will be used to improve network performance is specifically related to the time of convergence between OSPF and EIGRP dynamic routing, which will also be adjusted to the type of router device that is owned.Keywords: Routing, OSPF, EIGRP, convergence, dynamic routing.
PENERAPAN OPENSSH DAN BASH SCRIPT UNTUK SIMULTANEOS REMOTE ACCESS CLIENT PADA LABORATORIUM STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Slameto, Andika Agus; Lukman, Lukman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 9, No 27 (2014)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.547 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v9i27.79

Abstract

Openssh merupakan aplikasi open source yang dibuat oleh para pengembang sistem operasi OpenBSD dan pada akhirnya dijadikan aplikasi remote shell pada platform Unix termasuk di dalamnya adalah GNU/Linux. Openssh memungkinkan seseorang untuk menjalankan sebuah komputer berplatform Unix secara remote. Bash (Bourne Again Shell) merupakan antarmuka awal antara pemakai dan komputer pada sistem operasi berbasis Unix. Bash memungkinkan pemakai untuk membuat program. Program Bash ditulis pada file sebagai file teks dan biasa disebut skrip Bash atau Bash Scripting. Skrip Bash dapat berupa perintah internal Bash, perintah GNU/Linux (utilitas-utilitas GNU/Linux atau Unix), program aplikasi atau skrip yang lain. Pada penelitian ini dengan menggabungkan antara Openssh dengan skrip Bash yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan jaringan yang memiliki platform GNU/Linux dan dapat dilakukan secara simultan. Selain itu penelitian ini juga sebagai alternatif untuk mentransfer atau mendistribusikan file atau direktori pada komputer klien. Penelitian ini dapat diterapkan pada jaringan dengan skala lebih besar yaitu internet misalkan untuk perawatan atau mengendalikan pc router, gateway, proxy, atau server dengan berbagai kegunaanya. Kata kunci: OpenSSH, Bash Script, Linux, Remote Access, server
Analisis Perbandingan Kinerja Jaringan Secure Socket Tunneling Protocol (Sstp) Dan Layer Two Tunneling Protocol (L2tp) + Internet Protocol Security (Ipsec) Menggunakan Metode Quality Of Service (Qos) Lukman, Lukman; Mukhlishah, Aiman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v15i2.344

Abstract

INTISARIKinerja jaringan yang buruk tentu akan berdampak buruk pada kerugian bagi sebuah perusahaan atau instansi, ketika kinerja jaringan yang digunakan oleh perushaan berubah menjadi lambat, pasti sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan itu sendiri, terlebih jika sebuah perusahaan selalu bergantung pada internet untuk kelancaran bisnisnya. Semakin banyaknya perusahaan perusahaan yang membutuhkan kinerja jaringan yang cepat dan aman maka untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa metode yang bisa digunakan seperti banyaknya pilihan metode VPN (Virtual Private Network).Teknologi VPN adalah suatu komunikasi dalam jaringan sendiri yang terpisah dari jaringan umum. Private network sendiri dianggap lebih efisien karena kecepatan transfer data yang lebih besar dari pada kecepatan transfer data pada jaringan Internet, selain itu masalah keamanan dianggap lebih bagus karena hanya bergerak dalam lingkup terbatas saja. Secara umum, VPN adalah sebuah proses dimana jaringan umum (public network atau internet) diamankan kemudian difungsikan menjadi sebuah jaringan privat (private network). Sebuah VPN tidak didefinisikan oleh rangkaian khusus atau router, tetapi didefinisikan oleh mekanisme keamanan dan prosedur-prosedur yang hanya mengijinkan penggunanya yang ditunjuk akses ke VPN dan informasi yang mengalir melaluiya.Masalah yang dihadapi saat ini yaitu ketika performa jaringan yang lambat akan berpengaruh pada kinerja perusahaan, untuk berhubungan antar kantor menggunakan internet dan email untuk mengirim data dan berkomunikasi maka dibutuhkan jaringan privat untuk memudahkan mengakses file terhadap suatu tempat yang berbeda lokasi. Namun dalam Pemilihan VPN yang akan digunakan memungkinkan kurang tepatnya pemilihan metode yang  digunakan dalam mengelola jaringan intranet untuk perusahaannya.Dari uraian diatas maka penulis melakukan analisis perbandingan sebuah teknik tunneling dengan menggunakan SSTP dan L2TP+IPSec.  SSTP dan L2TP+IPSec merupakan protokol jaringan yang dapat melindungi jaringan dari ancaman luar seperti konflik IP, MAC dan DHCP server jahat, serta membuat performa jaringan lebih baik, dengan metode penggunaan jalur tersendiri yang di lalui atau dilewati. Dari kedua metode  tersebut penulis melakukan perbandingan performa jaringan ketika di terapkan metode SSTP dan L2TP+IPSec sehingga mengetahui performa jaringan mana yang lebih bagus dan cocok digunakan sesuai dengan kebutuhan pengguna.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu siapapun untuk menentukan metode tunneling VPN yang akan digunakan kelak dalam suatu jaringan. Sedangkan dari hasil penelitian bisa diambil kesimpulan bahwa L2TP+IPSec lebih baik dibanding SSTP, dinilai dari parameter QOS yang sudah diuji dan dibandingkan.Kata kunci: Tunneling, VPN, SSTP, L2TP, IPSec, Quality Of Service ABSTRACTPoor network performance will certainly have a bad impact on losses for a company or agency, when the network performance used by the company turns out to be slow, it must be very influential on the performance of the company itself, especially if a company always relies on the internet for the smooth running of its business. More and more companies need fast and secure network performance. To overcome this, there are several methods that can be used such as the choice of VPN (Virtual Private Network) methods.VPN technology is communication within one's own network that is separate from public networks. Private network itself is considered more efficient because the data transfer speed is greater than the data transfer speed on the Internet network, besides that security issues are considered better because it only moves in a limited scope. In general, VPN is a process in which a public network (public network or internet) is secured and then functioned as a private network. A VPN is not defined by a specific circuit or router, but is defined by security mechanisms and procedures that only allow their designated users access to the VPN and the information that flows through it.The problem currently faced is when slow network performance will affect company performance, to connect between offices using the internet and email to send data and communicate, then a private network is needed to facilitate accessing files to a different location. However, the selection of VPNs that will be used allows less precise selection of methods used in managing intranet networks for the company.From the description above, the authors conducted a comparative analysis of a tunneling technique using SSTP and L2TP + IPSec. SSTP and L2TP + IPSec are network protocols that can protect networks from external threats such as IP, MAC and DHCP server conflicts, and make network performance better, by using separate paths that are traversed or traversed. From these two methods, the writer makes a comparison of network performance when applied SSTP and L2TP + IPSec methods so that it knows which network performance is better and is suitable for user needs.The results of this study are expected to help anyone determine the VPN tunneling method that will be used later in a network. While the results of the study can be concluded that L2TP + IPSec is better than SSTP, judged by the QOS parameters that have been tested and compared.Keywords: Tunneling, VPN, SSTP, L2TP, IPSec, Quality Of Service
Analisis Perbandingan Kinerja Snort Dan Suricata Sebagai Intrusion Detection System Dalam Mendeteksi Serangan Syn Flood Pada Web Server Apache Lukman, Lukman; Suci, Melati
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v15i2.343

Abstract

INTISARIKeamanan jaringan pada web server merupakan bagian yang paling penting untuk menjamin integritas dan layanan bagi pengguna. Web server sering kali menjadi target serangan yang mengakibatkan kerusakan data. Salah satunya serangan SYN Flood merupakan jenis serangan Denial of Service (DOS) yang memberikan permintaan SYN secara besar-besaran kepada web server.Untuk memperkuat keamanan jaringan web server penerapan Intrusion Detection System (IDS) digunakan untuk mendeteksi serangan, memantau dan menganalisa serangan pada web server. Software IDS yang sering digunakan yaitu IDS Snort dan IDS Suricata yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tujuan penelitian kali ini untuk membandingkan kedua IDS menggunakan sistem operasi linux dengan pengujian serangan menggunakan SYN Flood yang akan menyerang web server kemudian IDS Snort dan Suricata yang telah terpasang pada web server akan memberikan peringatan jika terjadi serangan. Dalam menentukan hasil perbandingan, digunakan parameter-parameter yang akan menjadi acuan yaitu jumlah serangan yang terdeteksi dan efektivitas deteksi serangan dari kedua IDS tersebut.Kata kunci: Keamanan jaringan, Web Server, IDS, SYN Flood, Snort, Suricata. ABSTRACTNetwork security on the web server is the most important part to guarantee the integrity and service for users. Web servers are often the target of attacks that result in data damage. One of them is the SYN Flood attack which is a type of Denial of Service (DOS) attack that gives a massive SYN request to the web server.To strengthen web server network security, the application of Intrusion Detection System (IDS) is used to detect attacks, monitor and analyze attacks on web servers. IDS software that is often used is IDS Snort and IDS Suricata which have their respective advantages and disadvantages.The purpose of this study is to compare the two IDS using the Linux operating system with testing the attack using SYN Flood which will attack the web server then IDS Snort and Suricata that have been installed on the web server will give a warning if an attack occurs. In determining the results of the comparison, the parameters used will be the reference, namely the number of attacks detected and the effectiveness of attack detection from the two IDS.Keywords: Network Security, Web Server, IDS, SYN Flood, Snort, Suricata.
Analisis Perbandingan Quality Of Service (Qos) Pada Performa Bandwidth Jaringan Dengan Metode Hierarchical Token Bucket (Htb) Dan Per Connection Queque (Pcq). Tambunan, Adytia A.; Lukman, Lukman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v15i3.362

Abstract

INTISARIQuality of Service (QoS) adalah cara cerdas untuk mengalokasikan bandwidth yang tersedia. Penggunaan manajemen bandwidth sebagai parameter Quality of Service tidak hanya membatasi tetapi menjaga kualitas bandwidth, sehingga semua pengguna yang terhubung dalam satu jaringan mendapatkan kualitas internet yang merata dan stabil. Ada beberapa cara untuk mengaplikasikan bandwidth managemen untuk meningkatkan Quality of Service, salah satunya yakni menggunakan mikrotik.Ada banyak metode manajemen   bandwidth yang dapat digunakan atau diterapkan pada jaringan yang menggunakan router mikrotik. Adapun yang paling sering digunakan dalam jaringan berskala menengah atau pun besar seperti metode Hierarchical Token Bucket (HTB) dan Per Connection Queue (PCQ).Penelitian ini akan melakukan analisis variabel Quality of Service (QoS) terhadap performa bandwidth dengan membandingkan dua metode antrian yaitu metode Hierarchical Token Bucket (HTB) dan metode Per Connection Queue (PCQ).  Penelitian dilakukan untuk mengetahui metode manakah lebih baik untuk di implementasikan oleh administrator jaringan agar efesien dan tepat untuk digunakan.Kata kunci: Manajemen Bandwidth, QOS, PCQ, HTB, Mikrotik. ABSTRACTQuality of Service (QoS) is a smart way to allocate available bandwidth. The use of bandwidth management as a Quality of Service parameter not only limits but maintains bandwidth quality, so that all users connected in one network get an even and stable internet quality. There are several ways to apply bandwidth management to improve Quality of Service, one of which is using a proxy.There are many bandwidth management methods that can be used or applied to networks that use a proxy router. As for what is most often used in medium or large scale networks such as the Hierarchical Token Bucket (HTB) and Per Connection Queue (PCQ) methods.This study will analyze the Quality of Service (QoS) variable on bandwidth performance by comparing two queuing methods, namely the Hierarchical Token Bucket (HTB) method and the Per Connection Queue (PCQ) method. The study was conducted to determine which method is better for network administrators to implement in order to be efficient and appropriate to use.Keywords: Bandwidth Management, QOS, PCQ, HTB, Mikrotik.
Implementasi Dan Testing Desain Sistem Berkas SOP Amikom Yogyakarta Lukman, Lukman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v14i2.284

Abstract

INTISARISistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau prosedur-prosedur yang saling membutuhkan satu sama lain dan bekerjasama untuk memenuhi suatu tujuan demi kepentingan bersama. Tujuan dibuatnya sistem adalah untuk mempermudah tugas manusia dan menghindari kesalahan yang ditimbulkan karena human eror pada suatu proses sistem. Selain itu informasi juga penting bagi sistem, karena apabila suatu sistem tidak mempunyai informasi maka akan menjadi suatu sistem yang susah berkembang.Sebuah sistem yang sudah dirancang dalam proses analisis dan desain sebelumnya, sehingga berbentuk blueprint sistem biasanya susah untuk dibaca bagi orang awam atau yang orang yang tidak berlatar belakang IT, padahal banyak pengguna akhir (end user) yang latar belakangnya bukan orang IT, sehingga biasanya desain sistem yang telah dibuat perlu dibuat prototipenya melalui proses implementasi, serta prototype dari sistem juga perlu di uji, sehingga tahu apakah sistem sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum, serta untuk mencari dan memperbaiki kesalahan yang mungkin masih ada pada sistem.Implementasi sistem adalah tahap penerapan sistem yang akan dilakukan jika sistem disetujui termasuk program yang telah dibuat pada tahap perancangan sistem agar siap untuk dioperasikan. Adapun beberapa tujuan dari implementasi sistem adalah Membuat desain sistem selama melakukan penelitian dan analisa. Menguji dan mendokumentasikan prosedur dan program yang diperlukan. Menyelesaikan desain sistem yang telah disetujui. Memperhitungkan sistem yang telah dibuat sesuai kebutuhan pemakai. Pada tahap ini yang akan dilakukan antara lain yaitu implementasi database sistem, implementasi antarmuka sistem serta implementasi script sistem.Pengujian adalah proses menjalankan aplikasi web yang bertujuan untuk menemukan kesalahan dan memperbaikinya. Karena aplikasi web berjalan pada jaringan, sistem operasi atau browser yang berbeda, maka melakukan pengujian menjadi suatu hal yang penting. Sebelum sistem benar-benar bisa digunakan dengan baik oleh pengguna, sistem harus melalui tahap pengujian terlebih dahulu untuk menjamin tidak ada kendala fatal yang muncul pada saat pengguna memanfaatkan sistemnya. Pengujian sistem akan dilakukan mengacu pada dimensi kualitas content, function, structure, usability, navigability, performance, compatibility, interoperability dan security. Kata kunci: Sistem, Implementasi, Testing, Desain, Analisis. ABSTRACTThe system is a collection of elements or procedures that need each other and work together to fulfill a purpose for the common good. The purpose of the system is to facilitate human tasks and avoid mistakes caused by human error in a system process. In addition, information is also important for the system, because if a system does not have information it will become a system that is difficult to develop.A system that has been designed in the previous process of analysis and design, so that a system blueprint is usually difficult to read for ordinary people or people who are not IT backgrounds, whereas many end users whose backgrounds are not IT people, so usually the design the system that has been made needs to be prototyped through the implementation process, and the prototype of the system also needs to be tested, so that it knows whether the system is in line with what is expected or not, and to find and correct errors that may still exist in the system.System implementation is the stage of system implementation that will be carried out if the system is approved including programs that have been made at the system design stage to be ready for operation. The several objectives of system implementation are to create a system design during research and analysis. Test and document the procedures and programs needed. Complete the approved system design. Take into account the system that has been made according to user needs. At this stage, the implementation of the system database, the implementation of the system interface and the implementation of system scripts will be carried out.Testing is the process of running a web application that aims to find errors and fix them. Because web applications run on different networks, operating systems or browsers, testing is important. Before the system can really be used properly by the user, the system must go through the testing phase first to ensure that there are no fatal obstacles that arise when users use the system. System testing will be carried out referring to the dimensions of content quality, function, structure, usability, navigability, performance, compatibility, interoperability and security.Keywords: System, Implementation, Testing, Design, Analysis.
Analisis Dan Perancangan Load Balancing Dengan Metode Nth Menggunakan Mikrotik Studi Kasus Smk Bina Harapan Sleman Suwito, Muhammad Raka; Lukman, Lukman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v17i1.437

Abstract

INTISARIKoneksi internet yang cepat dan stabil adalah harapan semua instansi dan perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja yang dilakukan secara online. Namun untuk mendapatkan kualitas koneksi yang diharapkan terkadang banyak kendala apalagi jika kita mengharapkan hanya dari 1 penyedia layanan internet (ISP). Penambahan ISP dalam upaya meningkatkan kualitas koneksi bisa menjadi solusi jika di konfigurasi dengan tepat.Load Balancing merupakan salah satu cara untuk menggabungkan dua koneksi jaringan menjadi satu. Dalam pengujian kali ini masalah yang muncul pada ISP memiliki koneksi yang tidak stabil dengan demikian penggabungan koneksi antara ISP dengan menggunakan koneksi LTE sebagai ISP kedua. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan menerapkan teknik load balancing yang berfungsi untuk membagi dan menyeimbangkan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi yang ada.Mikrotik  RouterOS digunakan untuk pengujian load balancing. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode NTH sebagai metode yang digunakan. Implementasi yang dilakukan dengan menggunakan komputer dan laptop yang terkoneksi dengan LAN dan WLAN lalu mengujinya dengan software speedtest untuk mendapatkan data.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatkan kapasitas bandwidth untuk akses internet karena dua gateway yang tersedia dapat digunakan secara bersamaan. Hal tersebut dikarenakan metode NTH adalah metode load balancing yang dapat melakukan pembagian beban trafik pada dua jalur gateway secara beraturan. Bersamaan dengan hal itu informasi yang diperoleh adalah perbandingan pengujian yang dilakukan sebelum menggunakan load balancing dan sesudah menggunakan load balancing.Kata kunci: Load Balancing, Mikrotik, NTH, Internet, QoS, ISP.  ABSTRACTA fast and stable internet connection is the hope of all agencies and companies in an effort to improve performance carried out online. However, to get the expected connection quality, sometimes there are many obstacles, especially if we expect only from 1 internet service provider (ISP). The addition of an ISP in an effort to improve the quality of the connection can be a solution if configured properly.Load Balancing is one way to combine two network connections into one. In this test, the problem that arises is that the ISP has an unstable connection, thus merging the connection between the ISPs by using the LTE connection as the second ISP. The solution that can be done to overcome these obstacles is to apply a load balancing technique that functions to divide and balance the traffic load on two or more existing connection lines.Mikrotik RouterOS is used for load balancing testing. Tests carried out using the NTH method as the method used. The implementation is carried out using computers and laptops connected to LAN and WLAN and then testing it with speedtest software to get data.The result of this research is to increase the bandwidth capacity for internet access because the two available gateways can be used simultaneously. This is because the NTH method is a load balancing method that can divide the traffic load on two gateway lines in an orderly manner. At the same time, the information obtained is a comparison of the tests carried out before using load balancing and after using load balancing.Keywords: Load Balancing, Mikrotik, NTH, Internet, QoS, ISP.
Analisis Perbandingan Quality Of Service (Qos) Pada Video Streaming Dengan Metode PCQ Dan HTB Menggunakan Router Mikrotik Zaki, Fani Na bhan; Lukman, Lukman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v16i3.415

Abstract

INTISARISaat ini, pengguna internet di Indonesia sangat meningkat, hal ini didasari karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Video streaming merupakan teknologi Ketika menonton video tanpa harus didownload untuk menontonnya, yang sekarang banyak digunakan para pengguna internet. Hal yang mempengaruhi performa video streaming seperti transmisi yang lambat dan juga video yang kurang jernih, karakteristik video streaming yang memerlukan penanganan transmisi yang berbeda dibandingkan pada transmisi teks pada umumnya. Untuk mengatasi masalah tersebut membutuhkan manajemen bandwidth untuk mengetahui kualitas video streaming. Untuk menangani lalu lintas jaringan yang dapat mencapai tingkat layanan yang baik akan diterapkan metode QoS secara nirkabel dengan perbandingan metode PCQ dan HTB yang digunakan adalah video dengan kualitas 240p, 360p, 480p, 720p. Parameter QoS yang dianalisis terdiri dari delay, throughput, jitter dan paket los.Mikrotik memiliki QoS yang digunakan untuk manajemen bandwidth yang dapat digunakan pada jaringan secara rasional. Penelitian ini memberikan perbandingan manajemen bandwidth dengan dua metode yang berbeda yaitu Metode Per Connection Queue (PCQ) dan Hierarchical Token Bucket (HTB). Per Connection Queue (PCQ) adalah salah satu fitur dari mikrotik yang bisa membagi bandwidth secara merata untuk beberapa traffic yang telah dipilih oleh router. HTB merupakan mekanisme limit terhadap bandwidth yang akan lewat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode mana yang tepat dan lebih baik untuk digunakan oleh admin jaringan agar efisien.Kata Kunci – PCQ, HTB, Video Streaming, QOS ABSTRACTCurrently, internet users in Indonesia is very increased, this is due to the rapid development of technology. Video streaming is a technology When watching video without having to be downloaded to watch it, which is now widely used by the internet users. Things that affect the performance of the video streaming such as the transmission of the slow and also a video that is less clear, the characteristics of video streaming requires the handling of different transmission than in the transmission of the text in general. To overcome these problems requires bandwidth management to know the quality of video streaming. To handle the network traffic that can reach a good level of service will be applied to the method of QoS wirelessly with the comparison method PCQ and HTB are used is a video with the quality of 240p, 360p, 480p, 720p. The parameters of the QOs are analyzed consisting of delay, throughput, jitter and packet los.Mikrotik has a QoS that is used for bandwidth management that can be used on the network in a rational way. This study provides a comparison of bandwidth management with two different methods, namely the Method of Per Connection Queue (PCQ) and Hierarchical Token Bucket (HTB). Per Connection Queue (PCQ) is one of the features of the mikrotik which can divide the bandwidth evenly for some traffic that has been selected by the router. HTB is a mechanism a limit to the bandwidth that will pass. This study was conducted to determine which method is right and better to be used by network admin to be efficient.Keyword — PCQ, HTB, Video Streaming, QOS