Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Irfani

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS IQ, EQ, SQ Luneto, Buhari
Irfani Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakater   memeliki peranan penting untuk memajukan peradaban manusia. Tujuan dari pendidikan karakter intinya ada dua, yaitu menjadikan peserta didik menjadi orang yang pandai sekaligus juga orang baik. Bila tujuan tersebut dapat dicapai, peradaban manusia akan cenderung menjadi lebih maju dibanding sebelumnya. Sebaliknya, bila kedua atau salah satu tujuan tersebut dikesampingkan, yang terjadi adalah hancurnya peradaban bangsa. Bagi bangsa Indonesia, untuk menjadikan peserta didik sebagai orang baik diperlukan upaya pendidikan karakter yang berintegralitas dengan IQ,EQ,SQ secara komprehensif. Makna integralistik terkait dengan nilai-nilai yang dijadikan acuan dan makna komprehensif terkait dengan aspek-aspek yang terkait dan saling selaras. Pendekatan integralistik diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang relatif lebih tuntas dibandingkan dengan pendekatan tunggal. 
KEBIJAKAN PENERAPAN MUATAN LOKAL KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus tentang Pengajaran Kearifan Lokal di SMA Kabupaten Boalemo) Buhari Luneto
Irfani Vol. 16 No. 2 (2020): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v16i2.2105

Abstract

Kebijakan muatan lokal di SMA Kabupaten Boalemo pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam termasuk bottom up (tumbuh di dan dari satuan pendidikan itu sendiri), karena satuan pendidikan diberi kewenangan untuk menentukan jenis muatan lokal sesuai kebutuhan lembaga, dengan berorientasi pada upaya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal berbasis kearifan dan keunggulan lokal. Implementasi muatan lokal K-13 pada mata pelajaran PAI di SMA se-Kabupaten Boalemo, yaitu a) gerakan literasi 15 menit baca al-Quran; b) hafalan ayat pendek (Juz 30); c) yasinan; d) baca barzanji, e) dikili dan f) mi’raji. Penilaian muatan lokal K-13 pada mata pelajaran PAI di SMA se-Kabupaten Boalemo mengutamakan unjuk kerja dan produk, serta portofolio. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penerapan muatan lokal dalam pembelajaran PAI, dapat membentuk budaya Islami di lingkungan sekolah serta mengoptimalkan pengamalan ajaran agama bagi peserta didik.
STUDI KORELASI ANTARA SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU PAI SMP DI KABUPATEN GORONTALO Buhari Luneto
Irfani Vol. 18 No. 1 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i1.3127

Abstract

Guru merupakan unsur sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah, karena guru merupakan unsur manusiawi yang sangat dekat hubungannya dengan siswa dalam upaya pendidikan sehari-hari di sekolah.Ppenelitian ini membahas: 1) Apakah terdapat hubungan antara Sertifikasi dengan motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo; 2) Apakah terdapat hubungan antara Profesionalisme dengan Motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo; 3) Apakah terdapat hubungan antara sertifikasi dan profesionalisme dengan Motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo? Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi kerja guru (y) dipengaruhi sebesar 34,8% oleh sertifikasi guru (x1), sedangkan sisanya 63,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya diluar variabel penelitian ini. 2) Motivasi kerja guru memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan profesionalisme guru. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dimana nilai korelasi x2 terhadap y motivasi kerja guru sebesar 0,925. 3) Hubungan antara sertifikasi, Profesionalisme dan Motivasi Kerja guru Pendidikan Agama Islam sebesar r = 0.927 dan r2 0,859 atau, 86 % motivasi kerja dapat diterangkan oleh variabel sertifikasi guru bersama-sama dengan variabel profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel Y dalam hal ini motivasi kerja. Hal ini dapat dijelaskan oleh naiknya kesejahteraan guru utamanya yang telah tersertifikasi yang kemudian diikuti dengan terbentuknya sikap profesionalisme guru guru PAI.
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KOTA GORONTALO Buhari Luneto
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 di Kota Gorontalo dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 untuk jenjang sekolah dasar telah diujicobakan pada kelas 1 dan kelas 4 pada 12 sekolah yang telah ditentukan. Pada implementasinya masih mengalami hambatan antara lain masih ada guru yang belum mengikuti diklat, tidak ada pendampingan, pendistribusian buku terlambat. Akan tetapi kurikulum 2013 telah memberikan dampak terhadap peserta didik. Antara lain anak lebih religius, memiliki akhlakul karimah, displin, santun, aktif.
KEBIJAKAN PENERAPAN MUATAN LOKAL KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus tentang Pengajaran Kearifan Lokal di SMA Kabupaten Boalemo) Buhari Luneto
Irfani (e-Journal) Vol. 16 No. 2 (2020): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v16i2.2105

Abstract

Kebijakan muatan lokal di SMA Kabupaten Boalemo pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam termasuk bottom up (tumbuh di dan dari satuan pendidikan itu sendiri), karena satuan pendidikan diberi kewenangan untuk menentukan jenis muatan lokal sesuai kebutuhan lembaga, dengan berorientasi pada upaya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal berbasis kearifan dan keunggulan lokal. Implementasi muatan lokal K-13 pada mata pelajaran PAI di SMA se-Kabupaten Boalemo, yaitu a) gerakan literasi 15 menit baca al-Quran; b) hafalan ayat pendek (Juz 30); c) yasinan; d) baca barzanji, e) dikili dan f) mi’raji. Penilaian muatan lokal K-13 pada mata pelajaran PAI di SMA se-Kabupaten Boalemo mengutamakan unjuk kerja dan produk, serta portofolio. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penerapan muatan lokal dalam pembelajaran PAI, dapat membentuk budaya Islami di lingkungan sekolah serta mengoptimalkan pengamalan ajaran agama bagi peserta didik.
STUDI KORELASI ANTARA SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU PAI SMP DI KABUPATEN GORONTALO Buhari Luneto
Irfani (e-Journal) Vol. 18 No. 1 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i1.3127

Abstract

Guru merupakan unsur sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah, karena guru merupakan unsur manusiawi yang sangat dekat hubungannya dengan siswa dalam upaya pendidikan sehari-hari di sekolah.Ppenelitian ini membahas: 1) Apakah terdapat hubungan antara Sertifikasi dengan motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo; 2) Apakah terdapat hubungan antara Profesionalisme dengan Motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo; 3) Apakah terdapat hubungan antara sertifikasi dan profesionalisme dengan Motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo? Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi kerja guru (y) dipengaruhi sebesar 34,8% oleh sertifikasi guru (x1), sedangkan sisanya 63,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya diluar variabel penelitian ini. 2) Motivasi kerja guru memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan profesionalisme guru. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dimana nilai korelasi x2 terhadap y motivasi kerja guru sebesar 0,925. 3) Hubungan antara sertifikasi, Profesionalisme dan Motivasi Kerja guru Pendidikan Agama Islam sebesar r = 0.927 dan r2 0,859 atau, 86 % motivasi kerja dapat diterangkan oleh variabel sertifikasi guru bersama-sama dengan variabel profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel Y dalam hal ini motivasi kerja. Hal ini dapat dijelaskan oleh naiknya kesejahteraan guru utamanya yang telah tersertifikasi yang kemudian diikuti dengan terbentuknya sikap profesionalisme guru guru PAI.