Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Daya Tolak Lilin Aromaterapi Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Nyamuk Aedes aegypti Anizah Paramitha Dewi; Novyan Lusiyana
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 16 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.432 KB) | DOI: 10.22435/blb.v16i1.2053

Abstract

Aromatherapy candle is a safe, effective, and cost-effective repellent. It has a potential repellent effect particularly on mosquitoes. Lemongrass is a potential plant as a natural repellent for Aedes aegypti. The purpose of this study was to determine the repellency effect of lemongrass essential oils against Ae. aegypti. This study was an experimental study with a post-test only with control group design, which was divided into six groups (one negative control and five treatment groups 9%, 10%, 11%, 12%, and 13%) with four repeats. Each group consisted of 20 Ae. aegypti female mosquitoes, so the total number of mosquitoes used was 480. Tested mosquitos were exposed to aromatherapy candles for one hour, and their repellency observed every 15-minute intervals. The average of repellency effect of the negative control and 5 treatment groups at minute 60 were 7.5%; 0%; 33.33%; 66.67%; 66.67%; and 100% respectively. We conclude that the aromatherapy candle of lemongrass essential oil was effective as a 100% repellency effect against Ae. aegypti at a concentration of 13%.
Deteksi Filariasis Bancrofti dengan Filariasis Test Strip (FTS) dan Perilaku Pencegahan Gigitan Nyamuk di Desa Endemis Filariasis Amban Manokwari Papua Barat Nurlaili Farida Muhajir; Hieronymus Rayi Prasetya; Novyan Lusiyana; Desto Arisandi
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 16 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.452 KB) | DOI: 10.22435/blb.v16i1.2457

Abstract

Mass Drug Administration (MDA) of filariasis in Amban, the endemic area of filariasis, was carried out since 2016. The treatment target of the filariasis area is the area with the microfilaria rate (Mf rate ≥ 1%). The purposes of this study were to detect Wuchereria bancrofti antigens after 3 years of mass treatment and to find out the environmental characteristic and preventive behavior from mosquito bites in Amban the endemic filariasis village Manokwari, West Papua. This observational analytic study was conducted in Amban by examining the subject with the AlereTM Filariasis Strip Test (FTS) and questionnaires collection on 56 research subjects. Respondents were taken capillary blood and followed by tracking environmental and behavioral data of questionnaires. The data obtained was performed by bivariate analysis. The result showed that 56 respondents were negative for W. bancrofti filarial antigen (Mf rate 0%). Research subjects were dominated by the age range of adults, moderate education, and unemployment. The subjects living environment 58.9% far from the garden and 57.1% far from standing water. Preventive behavior from mosquito bites showed that 44.1% use wire ventilation; 44.6% use repellent; 19.6% do not do an outdoor activity at the night; 39.3% use mosquito nets; 28.6% do not do habits of hanging clothes. The level of education was related to the behavior to use repellent (p = 0.025).
Faktor Sosiodemografi dan Riwayat Klinis Malaria Terhadap Insidensi Malaria di Manokwari Novyan Lusiyana; Nurlaili Farida Muhajir
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 17 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/blb.v17i1.4140

Abstract

Malaria is an endemic disease in Manokwari. Malaria transmission was influenced by sociodemographic and geographic factor. However, clinical manifestation of malaria in endemic area was various from asymptomatic, mild to heavy manifestation. The aim of this study was to identify the incidence, sociodemographic, geographic factors, and clinical manifestation of Plasmodium infection in Manokwari. This was a cross sectional study, in August 2019 in two endemic villages, that is Amban and Wosi village, Manokwari district, West Papua. The number of subject involved in this study was 100. 55 subjects came from Amban and 45 from Wosi village. The sociodemographic characteristics of subject such as age, gender, address, education and occupation were recorded. Blood smear examination and Giemsa staining were performed to identify Plasmodium sp on each subject. Results of this study showed that 3% of population were infected by Plasmodium sp. Plasmodium sp. infection. more experienced by men, higher education level and have a job. The demographic and geographic factors were not related with Plasmodium sp. infection (p > 0.05). All of the subjects who infected with Plasmodium sp. show manifestation such as fever, chills, sweating, nausea/vomitus, and diarrhea. The conclusion of this study is highlighted that socio-demographic and geographical factors are not associated with Plasmodium sp. infection, and Plasmodium infection is characterized by clinical symptoms.
Peningkatan Literasi Masyarakat terhadap Orang Dengan Skizofrenia (ODS) di Desa Sindumartani Yogyakarta Abdur Rafik; Yosi Febrianti; Novyan Lusiyana
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 02, September 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss2.art1

Abstract

The Results of Basic Health Research from Ministry of Health of the Republic in Indonesia places Yogyakarta as one of the provinces with the highest prevalence of schizophrenia after Bali, and Sindumartani Village is one of the villages with the highest number of People with Schizophrenia (PWS) in Yogyakarta. The presence of negative stigma from the community and even family members of PWS is one of the crucial obstacles to the PWS healing process. The stigma and low social awareness towards PWS are thought to hamper the process of enriching ODS’ social cognition. Our activities try to provide counseling and education to non-PWS members groups and PWS’ family members so that they can be well literated for schizophrenia with all the characteristics and handling. In addition to the counseling, we educate them by forming a healthy mental alert cadre within the community. In the period after the implementation of the activities, the results showed an increase in communities’ literacy in schizophrenia and a decrease in the prevalence of recurrence in PWS. To improve the sustainability of results, further therapy such as vocational therapy is recommended. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi skizofrenia tertinggi di Indonesia setelah Bali, dan Desa Sindumartani adalah salah satu desa dengan jumlah Orang dengan Skizofrenia (ODS) tertinggi di Yogyakarta. Adanya stigma negatif dari masyarakat dan bahkan anggota keluarga ODS menjadi salah satu penghambat krusial proses penyembuhan ODS. Stigma dan kesadaran sosial yang rendah terhadap ODS disinyalir mmenghambat proses pengembangan kognisi sosial pada ODS. Pengabdian masyarakat ini mencoba melakukan penyuluhan dan edukasi terhadap kelompok masyarakat non-ODS dan anggota keluarga ODS agar mereka dapat terliterasi secara baik akan skizofrenia dengan segala karekteristik dan penanganannya. Selain dengan penyuluhan, edukasi dilakukan dengan membentuk kader siaga sehat jiwa dalam kelompok masyarakat. Dalam kurun waktu setelah pelaksanaan kegiatan, hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi masyarakat terhadap skizofrenia dan penurunan prevalensi kekambuhan pada ODS. Untuk meningkatkan kesinambungan hasil, terapi lanjutan dalam bentuk vokasional dianjurkan untuk dilakukan.
Deteksi dan Identifikasi Faktor Resiko Hipertensi Pada Lansia di Posbindu Kedungpoh Tengah Gunung Kidul Novyan Lusiyana
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 01, Maret 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss1.art5

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Yogyakarta, Indonesia. Usia, jenis kelamin, pendidikan, BMI dan sosial ekonomi dapat meningkatkan prevalensi hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui prevalensi hipertensi dan faktor resiko nya pada lansia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan cross sectional di Dusun Kedungpoh Tengah, Gunung Kidul Yogyakarta. Metode kegiatan ini adalah dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan antropometri dan pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan maret-Mei 2019. Sebanyak 81 orang lansia ikut serta dalam kegiatan ini. Hubungan antara tekanan darah dengan faktor resiko usia, jenis kelamin dan BMI dianalisis menggunakan chi square. Prevalensi hipertensi adalah 74,07% (laki-laki 72% dan perempuan 75%). Hipertensi lebih banyak ditemukan pada lansia perempuan, pada kelompok umur elderly, tingkat pendidikan rendah dan status sosial ekonomi rendah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tekanan darah dengan jenis kelamin, tetapi tidak berhubungan dengan usia maupun BMI.
OPTIMALISASI PERAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI HIPERTENSI DI POSBINDU KEDUNGPOH TENGAH WONOSARI YOGYAKARTA Novyan Lusiyana
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.513 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i2.1481

Abstract

Kader posbindu merupakan perpanjangan tangan dari petugas kesehatan di pusat pelayanan kesehatan pratama. Kader dibentuk untuk menjembatani program kesehatan dari puskesmas kepada warga. Keterampilan yang baik dalam melakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat dapat sebagai upaya penapisan terhadap penyakit degeneratif yang terjadi pada lansia. Program ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi pelatihan dengan keterampilan pemeriksaan kesehatan pada kader Posyandu Kedungpoh Tengah. Metode yang digunakan dalam program ini yaitu pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Kader posyandu dikelompokan menjadi dua yaitu kelompok dengan frekuensi pelatihan 1 kali dan 3 kali. Setiap kelompok mendapatkan materi pelatihan yang sama dan kemudian dilakukan pendampingan serta evaluasi di akhir pertemuan. Keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan antropometri dan tekanan darah dievaluasi menggunakan rubrik penilaian. Hasil penilaian kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil program ini menunjukkan bahwa frekuensi pelatihan mempengaruhi keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan antropometri dan tekanan darah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program pelatihan kader posyandu tidak dapat diberikan secara instan, akan tetapi harus berkelanjutan.
PENGETAHUAN, PERILAKU KEBERSIHAN DIRI DAN PENGOLAHAN JAJANAN SEHAT: SEBUAH STUDI PADA PEDAGANG ASONGAN DI NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Novyan Lusiyana
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.218 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2301

Abstract

Pedagang asongan memiliki karakteristik beragam baik dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan dan perilaku. Perilaku kebersihan diri dan pengolahan jajanan yang baik menjadi jaminan keamanan untuk konsumen. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, dan mencari hubungan antara tingkat pengetahuan, perilaku kebersihan diri dan pengolahan jajanan pedagang asongan. Studi dilaksanakan bulan maret 2020, dengan responden pedagang asongan di Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Studi ini merupakan studi cross sectional. Karakteristik responden diklasifikasikan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, dan tingkat pendidikan. Variabel pengetahuan, perilaku kebersihan diri dan pengolahan jajanan para pedagang asongan. Responden dalam pengabdian masyarakat ini berjumlah 26 orang yang memenuhi kriterian inklusi dan eksklusi. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang dilanjutkan dengan uji Fisher’s exact test. Hasil studi ini menunjukkan pengetahuan tentang jajanan sehat berhubungan dengan tingkat pendidikan (p=0,46). Studi ini menunjukkan bahwa pedagang asongan disominasi oleh laki-laki (69,23%), tingkat pendidikan menengah (57,7%), pendapatan di bawah upah minimum kabupaten (73,07%). Tingkat pendidikan berhubungan dengan pengetahuan jajanan sehat (p=0,46), tetapi pengetahuan mengenai jajanan sehat, perilaku kebersihan diri dan pengolahan jajanan tidak saling berhubungan (p>0,05). Tingkat pengetahuan tentang jajanan sehat berhubungan dengan tingkat pendidikan, tetapi tingkat pengetahuan tidak berhungungan dengan perilaku kebersihan diri maupun pengolahan jajanan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN BERBASIS TANAMAN OBAT INDONESIA BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI SLB YAPENAS YOGYAKARTA Yosi Febrianti; Hady Anshory T; Yulianto .; Novyan Lusiyana
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.117 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.2956

Abstract

Persons with disabilities are members of society who are still economically difficult to empower. Based on the results of a need assessment with one of the teachers at SLB YAPENAS, finding the fact that currently in the field of education for persons with disabilities there is no entrepreneurial curriculum available, of course, this is important because persons with disabilities have the potential to be economically independent. The lack of skills and a negative stigma against the abilities of persons with disabilities. This community service program aims to improve and empower the economy and encourage mentally retarded persons to become economically independent business actors. This activity is carried out in several stages, namely facilitating the availability of materials and equipment needed for the production process of health drinks, counseling on Indonesian medicinal plants, providing training in making health drinks from medicinal plants, providing training in making health drinks from medicinal plants and training in product packaging and marketing techniques. This assistance activity resulted in a pilot business for people with disabilities in the form of a health drink based on Indonesian medicinal plants. Business development needs to be done by diversifying commodities to increase and develop the marketing of health drink products.
PERAN ANAK SEBAGAI JURU PEMANTAU JENTIK CILIK DI DESA NAENA MUKTIPURA TIMIKA Novyan Lusiyana
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.245 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i1.3265

Abstract

Malaria, demam berdarah, filariasis merupakan penyakit menular endemik di Papua yang diperantarai oleh nyamuk. Nyamuk dapat berkembangbiak baik karena terdapat breeding place potensial, sehingga berpotensi menularkan patogen penyakit yang diperantarai oleh nyamuk. Tujuan studi ini adalah untuk pembentukan kader jentik nyamuk cilik, memberikan pengetahuan dan pelatihan penemuan jentik nyamuk pada anak-anak. Studi ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2021 di Desa Naena Muktipura, Timika dengan target responden adalah pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Responden diberikan materi mengenai peran nyamuk sebagai vektor penyakit dan cara mengidentifikasi breeding place nyamuk dan diakhir sesi dilakukan post test. Langkah berikutnya adalah survei entomologis untuk mengidentifikasi breeding place nyamuk di sekitar tempat tinggal kemudian jentik diidentifikasi spesiesnya di laboratorium. Responden anak dalam kegiatan ini yaitu sebanyak 7 orang dengan rentang usia 9-15 tahun, dominasi perempuan (71,4%), pendidikan SMP (85,7%) dan rerata skor post test adalah 76,19 dengan rentang nilai 30-60. Seluruh responden menyatakan senang dengan adanya kegiatan pemantauan jentik dan tertarik belajar lebih lanjut serta 85,7% responden menyatakan bahwa pelatihan menambah pengetahuan mengenai peran nyamuk sebagai vektor. Pengetahuan responden masih perlu ditingkatkan karena antusias pada kegiatan ini cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pendampingan berkelanjutan pada kader nyamuk cilik.
Potensi Aromaterapi Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) sebagai Adultisida terhadap Aedes aegypti (Linn.) Dewasa novyan lusiyana
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Aspirator Volume 14 Nomor 1 2022
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.461 KB) | DOI: 10.22435/asp.v14i1.5380

Abstract

Abstrak. Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung minyak atsiri yang bersifat insektisida. Minyak atsiri jeruk purut dalam sediaan aromaterapi diffuser memiliki potensi sebagai insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi minyak atsiri kulit jeruk purut sebagai adultisida terhadap nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan posttest-only control group design. Uji aromaterapi diffuser terdiri dari 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok variasikonsentrasi uji (0,1%; 0,05%; 0,025%; dan 0,0125%) dengan pengulangan sebanyak 5 kali dan setiap kelompok terdiri dari 30 nyamuk. Aedes aegypti dimasukkan dalam kandang uji berukuran 70 cm3 lalu dipaparkan dengan minyak atsiri dalam sediaan aromaterapi diffuser. Kematian nyamuk diamati setiap jam selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas tertinggi terdapat pada kelompok uji 0,1% yaitu sebesar 87,3%, dan yang terendah yaitu pada konsentrasi 0,0125% dengan kematian sebesar 24,67%. Uji probit menunjukkannilai LC50 dan LC90 yaitu 0,036% dan 0,114%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa minyak atsiri jeruk purut dalam diffuser berpotensi sebagai adultisida pada nyamuk Aedes aegypti.