Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Katalisator

Profil Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Berenuk (Crescentia Cujete L.)Dan Uji Sitotoksik Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test Arel, Afdhil; Wardi, Epi Supri; Oktaviani, Yolanda
Jurnal Katalisator Vol 3, No 2 (2018): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.656 KB) | DOI: 10.22216/jk.v3i2.3165

Abstract

Tanaman berenuk (Crescentia cujete L.) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia.Secara tradisional daun berenuk digunakan untuk mengobati luka baru dan menurunkan hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil metabolit sekunder ekstrak daun berenuk dan uji sitotoksik terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test. Uji skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun berenuk mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan steroid. Dari hasil identifikasi dengan metode KLT terhadap ekstrak daun berenuk diduga adanya alkaloid dengan nilai Rf 0,82; flavonoid dengan nilai Rf 0,57; fenolik dengan nilai Rf 0,85 dan steroid dengan nilai Rf 0,55. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer uv-visible diperoleh empat puncak dengan panjang gelombang 664 nm, 402 nm, 329 nm dan 213 nm. Hasil uji sitotoksik didapatkan nilai LC50 30,54 µg/ml yang berarti ekstrak daun berenuk aktif terhadap ”brine shrimps” dengan level toksisitas yaitu toksik
Fotolisis Senyawa Parasetamol Yang Berpotensi Dalam Penanganan Limbah Obat Sandra Tri Juli Fendri; Dedi Nofiandi; Epi Supri Wardi; Aprila Reza Yuris
Jurnal Katalisator Vol 3, No 2 (2018): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.804 KB) | DOI: 10.22216/jk.v3i2.3671

Abstract

Parasetamol merupakan salah satu obat analgetik dan antipiretik paling popular dan banyak digunakan. Konsentrasi parasetamol dalam air limbah akan naik dengan meningkatnya produksi parasetamol. Suatu alternatif dalam menjawab permasalahan tersebut adalah dengan prosespengolahan limbah secara kimia menggunakan metoda fotolisis. Degradasi parasetamol telah dilakukan dengan metoda fotolisis menggunakan lampu UV 10 watt (λ = 253nm) dan (λ =352 nm).Analisis hasil degradasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan HPLC pada panjang gelombang 256 nm. Pengukuran dengan Spektrofotometer UV-Vis dan HPLC ini menunjukkan penurunan absorban dari senyawa parasetamol setelah didegradasi. Degradasi parasetamol8 mg/Lsetelah dilakukan fotolisis selama 180 menit menggunakan lampu UV (λ = 253nm) dan gabungan (λ = 253nm dan 352 nm) menghasilkan persentase degradasi berturut-turut sebesar 75,57 % dan 80,53 %. Sedangkan dengan menggunakan lampu UV (λ = 352 nm) menghasilkan sedikit peningkatan nilai absorban. Analisis dengan HPLC menunjukkan adanya puncak dari senyawa intermediet larutan parasetamol yang terbentuk selama proses degradasi.
BIOSORPSI SENYAWA PARASETAMOL YANG BERPOTENSI DALAM PENANGANAN LIMBAH OBAT Epi Supri Wardi
Jurnal Katalisator Vol 4, No 1 (2019): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.85 KB) | DOI: 10.22216/jk.v4i1.3884

Abstract

Parasetamol merupakan obat analgetik dan antipiretik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Jika penggunaannya banyak dimasyarakat maka produksi Parasetamol akan semakin bertambah dan semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Parasetamol akan memberikan efek buruk untuk lingkungan perairan, terutama organisme akuatik dan makhluk hidup disekitarnya. Pada penelitian ini digunakan jamur Saccharomyces sp. untuk mengabsorpsi senyawa Parasetamol. Proses biosorpsi dilakukan selama 6 hari menggunakan larutan Parasetamol 8 mg/L. Analisis hasil biosorpsi menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis dan HPLC pada panjang gelombang 257 nm. Hasil yang didapat dengan Spektrofotometri UV-Vis menunjukkan peningkatan absorban sebelum dan sesudah biosorpsi. Hasil HPLC menunjukkan adanya penurunan puncak sebelum dan sesudah biosorpsi dan munculnya puncak-puncak baru. Puncak-puncak baru tersebut merupakan senyawa intermediet dari Parasetamol. Dari pengujian menggunakan alat SEM (Scanning Electron Microscope) diperoleh permukaan jamur Saccharomyces sp. yang berbeda-beda sebelum dan sesudah biosorpsi. Dapat dikatakan bahwa jamur Saccharomyces sp. dapat membiosorpsi senyawa Parasetamol dalam proses biosorpsi