Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Argumentative Strategies in Discussion Sections of EFL Research Articles: A Genre-Based Analysis of SINTA 2 Journals in Indonesia Fetri Novita Indah Lestari; Dian Susyla; Ria Angraini; Hasmi Suyuthi
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ld.v20i1.136333

Abstract

Discussion sections are central to the interpretation, justification, and disciplinary positioning of research findings. This study investigated argumentative strategies in 61 English-language EFL and applied-linguistics research articles published in three SINTA 2 journals affiliated with Muhammadiyah and Aisyiyah universities during 2024–2025. The corpus comprised 19 JFLTL, 26 JEES, and 16 ELTEJ/UAD articles. Only discussion discourse was analyzed: in articles with combined Results and Discussion sections, descriptive result statements, tables, statistics, and uninterpreted participant quotations were excluded. A qualitative corpus-assisted content analysis integrated Swalesian rhetorical moves, Toulmin’s argument components, and Hyland’s stance and engagement framework. Evaluating significance and presenting implications/recommendations each occurred in 58 articles (95.1%), while comparison with previous literature occurred in 55 (90.2%). Claims, grounds, warrants, and qualifiers were widespread, but explicit limitations appeared in only nine articles (14.8%). Concordance-audited stance counts showed 1,151 hedges and 390 boosters (2.95:1), confirming a strong preference for cautious qualification. Supportive citation functions were substantially more common than explicit contrast, and only 26 articles contained a clearly identifiable counterargument or alternative explanation. The findings show that these Discussion sections were generally interpretive and evaluative rather than merely descriptive; their principal weakness was uneven critical reflexivity, especially in acknowledging limitations, testing preferred claims against alternatives, and engaging discrepant evidence. The study offers an empirically grounded basis for academic-writing instruction and editorial guidance in Indonesian EFL publishing.
Digital Technology used By English Students In Learning English Skills friska dwinda fitri03; Ria Angraini; Epi Wadison
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v5i2.8047

Abstract

Digital technology that is used to improve students' English learning skills currently has the aim of developing an English application, such as YouTube, learning application, social media, web, and etc. The students can access from handphone or laptop/computer everywhere, so that they can easier to learning English. It is also can improve the students motivation to learn, because with digital technology the students feel enjoy and not bored to improve their English skills. The objective of this research was to find out digital learning technolgy used by English students in learning English skills. The method used in this research was descriptive qualitative method. The instrument of this research was questionnaire about digital technology in learning English skills. It found that in Speaking skill the students used digital technologies: Social Media (Instagram, Tiktok and Facebook),Youtube, movie,music and Google Translate. In Listening the students used digital technologies: Youtube, Music, Movie. In Reading Skill the students used digital technologies: Social Media (Instagram, TikTOk Facebook), Video and Google Translate. In Writing skill the students used digital technologies: Google translate and Social Media. The dominant digital technology useb by students is Social Media. It is suggested for Englsih students to use more digital technology to improve their English Skills. Key words: Digital Technology, Four Skills, Digital Technology in English Skills
Higher Order Thinking Skills of Speaking Videos on British Council LearnEnglish Website Based on Revised Bloom's Taxonomy : Higher Order Thinking Skills of Speaking Videos on British Council LearnEnglish Website Based on Revised Bloom's Taxonomy Anggun Dwi Lestari; Ririn Putri Ananda; Ria Angraini
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v5i3.9754

Abstract

This study investigates the representation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in speaking videos provided on the British Council’s LearnEnglish website based on the Revised Bloom’s Taxonomy. Speaking skills require not only linguistic competence but also higher-level cognitive processes such as analyzing, evaluating, and creating. Using a qualitative descriptive design with content analysis, this research examined twenty speaking videos across levels A1 to B2. Data were collected through transcript analysis and supported by expert triangulation. The findings reveal that HOTS are embedded at all proficiency levels, with analyzing and evaluating frequently occurring at lower levels, while creating is more dominant at higher levels, particularly B2. These results indicate that LearnEnglish speaking videos promote not only communicative competence but also critical and creative thinking. The study contributes pedagogical insights for teachers, material developers, and learners in integrating HOTS-oriented digital speaking materials.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS SISWA INKLUSI MELALUI EXCLUSION COURSE DI SD ALAM MAHIRA BENGKULU Ria Angraini; Yupika Maryansyah; Ivan Achmad Nurcholis; Yusmaniarti Yusmaniarti; Safitri Nur Fauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan program pemerintah untuk mengakomodasi siswa yang mempunyai kebutuhan khusus, maka banyak sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah mereka, sehingga anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus tidak harus bersekolah di sekolah khusus seperti SLB. Sehubungan dengan hal tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai salah satu institusi yang berkewajiban untuk memberikan pelayanan pengabdian pada masyarakat merespon program pemerintah ini untuk membantu pihak sekolah memberikan pendidikan siswa berkebutuhan khusus dengan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui pendirian kursus di sekolah yang diberi nama Exlusion Course. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Exclusion Course bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa inklusi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih keterampilan mengajar mahasiswa. Lokasi kegiatan pengabdian kapada masyarakat berada di SD Alam Mahira Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan 13 siswa inklusi dari kelas 1-3 yang memiliki ketunaan yang berbeda-beda. Exclusion Course diresmikan di SD Alam Mahira Bengkulu pada tanggal 09 November 2021, dan kegiatan ini berakhir pada tanggal 03 Desember. Kegiatan ini dilakukan dalam 12 pertemuan yang disetiap pertemuan menyampaikan materi pembelajaran yang berbeda. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode sosialisasi dan metode bimbingan. Hasil kegaitan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Exclusion Course menunjukan bahwa siswa sangat senang dan antusias dengan kegiatan kursus ini. Berdasarkan tes yang dilakukan kepada siswa inklusi setelah mendapatkan bimbingan, dapat dilihat minat dan motivasi dalam mempelajari  keterampilan bahasa Inggris hal ini bisa dilihat dari siswa mampu mengingat semua materi yang sudah diajarkan, meskipun beberapa kali harus diberi petunjuk terlebih dahulu serta tetap mengikuti kelas secara rutin sampai kegiatan berkahir. Kata Kunci: Exclusion Course, Keterampilan Bahasa Inggris, Siswa Inklusi.
MEMPERKENALKAN BAHASA INGGRIS UNTUK PELAJAR MUDA DENGAN MENGGUNAKAN EDUGAMES BERSAMA DEAR_3NGLISH COURSE DI SDN 07 KOTA BENGKULU Ria Angraini; Ivan Achmad Nurcholis; Yupika Marsyansyah; Restu Rianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi ini, Bahasa Inggris menjadi Bahasa penghubung agar koneksi antar sesama tidak terpisahkan oleh perbedaan Bahasa. Pemerintah di Indonesia pun ikut andil dalam hal ini dan menyediakan Bahasa Inggris pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat serta Sekolah Menengah Keatas (SMA) dan sederajat. Namun tingkat pengetahuan tentang pentingnya Bahasa Inggris cukup rendah di Indonesia. Dan dengan sedikitnya motivasi semangat belajar dari para pelajar muda, membuat Bahasa Inggris menjadi pelajaran yang kurang diminati terutama pada tingkatan Sekolah dasar (SD). Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya yang dilakukan di SD negeri 07 kota Bengkulu. Dapat menghasilkan para pelajar muda yang berkeinginan, aktif serta semangat dalam belajara Bahasa Inggris. Dengan didukungnya oleh teknologi seperti projector yang mempermudah pembuatan dan penyampaian materi yang edukatif serta dapat mengentertain pelajar muda, DeaR_3nglish Course berinovasi memperkenalkan Bahasa Inggris meggunakan Edugames sebagai media yang dapat menarik minat para pelajar muda di SD Negeri 07 kota Bengkulu. Kegiatan 4 pertemuan dikelas dengan 2 pertemuan materi dan 2 pertemuan tes dalam kurun waktu 12 hari menghasilkan data yang cukup memuaskan. Dengan perkembangan games dan penyesuaian terhadap materi yang diajarkan. Para pelajar muda yang diajar terkhususnya anak kelas empat (IV) di SD Negeri 07 kota Bengkulu menghasilkan perkembangan yang cukup memuaskan. Serta partisipasi dan semangat para pelajar muda di di SD Negeri 07 yang aktif dalam belajar mengajar dan tes yang telah diberikan diharapkan dapat meningkatkan potensi siswa dalam mata pembelajaran Bahasa Inggris yang berguna dalam kehidupan sehari hari. Kata Kunci:  Bahasa Inggris, Edugames, pelajar muda
PENINGKATAN BERBAHASA INGGRIS KARYAWAN RESORT DENGAN PENDEKATAN CONTENT AND LANGUAGE INTEGRATED LEARNING (CLIL) Yupika Maryansyah; Ivan Achmad Nurcholis; Ria Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis pariwisata di Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu sedang berkembang pesat, terutama penginapan dan resort. Kabupaten Kaur memiliki banyak pantai yang indah dan populer bagi para wisatawan, terutama untuk bermain surfing. Pangubaian Surfing dan Resort merupakan salah satu pelaku bisnis pariwisata yang menawarkan penginapan dan fasilitas surfing di lokasi pantai yang indah. Namun, kendala dalam komunikasi bahasa Inggris sering dialami oleh karyawan di resort tersebut ketika melayani tamu asing. Bahasa inggris dirasa masih kurang dikuasai oleh karyawan di Pangubaian Surfing dan Resort. Pengelola Pangubaian Surfing dan Resort sering kali mengalami kendala komunikasi jika ada tamu asing yang menginap di penginapan yang ada di resort mereka. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan bahasa Inggris untuk pariwisata dengan pendekatan mengajar bahasa Inggris Content and Language Intregrated Learning (CLIL). Pendekatan ini cocok digunakan dalam pengajaran para karyawan karena materi dikemas secara apik antara teori dan praktik bahasa. Setelah pelatihan dilaksanakan, terlihat peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para karyawan di Pangubaian Surf Resort. Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang meningkat, mereka akan semakin percaya diri dalam melayani tamu asing yang datang ke tempat mereka. Pada akhirnya, kemampuan dan kepercayaan diri mereka akan ikut meningkatkan mutu layanan perusahaan mereka. Kata Kunci: Peningkatan berbahasa inggris, karyawan resort, CLIL.  
Memperkaya kosakata Bahasa Inggris siswa SD Negeri 22 kota Bengkulu menggunakan Flashcard dalam Program Kolaborasi Mahasiswa Merdeka Muhammad Parli; Ria Angraini; Dian Susyla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengulas tentang pelaksanaan kursus Bahasa Inggris melalui B 3nglish Course yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merdeka berkolaborasi dengan mahasiswa bahasa Inggris dan dosen-dosen program studi pendidikan bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang tergabung kedalam B 3nglish Course. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkaya kosakata bahasa inggris siswa SD Negeri 22 Kota Bengkulu menggunakan flashcard dan English Song dalam program kolaborasi mahasiswa merdeka. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kolaborasi dengan pemanfaatan media ajar seperti flashcard dan English Song. Hasil kegiatan menunjukan adanya antusiasme dan motivasi siswa  untuk berpasrtisipasi dan memperkaya  kosakata bahasa Inggris khususnya siswa SD Negeri 22 Kota Bengkulu dengan menggunakan flashcard dan English Song dalam program kolaborasi bersama B 3nglish Course. Secara keseluruhan, kolaborasi B 3nglish Course dengan pemanfaatan media ajar seperti flashcard dan English Song memberikan kontribusi terhadap pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris khususnya di Kota Begkulu umumnya di Indonesia. Diharapkan, kegiatan serupa dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris generasi muda di masa mendatang.Kata Kunci: flash card, english song, kolaborasi, pertukaran mahasiswa merdeka.
PENGGUNAAN METODE TRANSLANGUAGING DALAM PENGAJARAN ENGLISH VOCABULARY KEPADA PEMBELAJAR PEMULA DI KOTA BENGKULU Yupika Maryansyah; Ria Angraini; Ivan Achmad Nurcholis; Washlurachim Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini mengeksplorasi penerapan metode translanguaging dalam pengajaran bahasa Inggris untuk pemula di Kota Bengkulu. Metode translanguaging menggunakan bahasa ibu siswa sebagai sumber daya dalam proses pembelajaran. Metode ini terbukti efektif dalam mempercepat pemahaman siswa dan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Dengan melakukan penilaian awal, guru dapat mengetahui kemampuan bahasa siswa dan kebutuhan belajar mereka, sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan lebih tepat sasaran. Menggunakan bahasa ibu saat merencanakan dan mengajar materi memungkinkan siswa memahami konsep dengan lebih baik sebelum mempelajarinya dalam bahasa Inggris, yang memungkinkan transfer pengetahuan yang lebih cepat dan efektif. Aktivasi pengetahuan awal melalui diskusi dalam bahasa ibu dan penggunaan alat bantu visual terbukti efektif dalam pengajaran karena membantu siswa membuat hubungan antara materi baru dan pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya. Penggunaan pendekatan dual-language instruction dan modeling dalam pengajaran materi membantu siswa merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Penggunaan kode-switching memungkinkan siswa menggunakan kedua bahasa secara bersamaan dan mengatasi kesulitan dalam memahami konsep baru, yang meningkatkan pengalaman belajar mereka. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa metode translanguaging berhasil meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Siswa merasa lebih nyaman dan termotivasi, dan guru memperoleh pendekatan pengajaran yang lebih inklusif dan adaptif.Kata Kunci: translanguaging, pengajaran vocabulary, pembelajar pemula
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA SISWA DI SD NEGERI 09 KOTA BENGKULU Desva Andusti; Dela vanesa; Meiffa Herfianti; Ria Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9492

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris siswa kelas 3 dan 4 di SD Negeri 09 Kota Bengkulu pada materi self-introduction. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah adanya perbedaan motivasi belajar antarjenjang, di mana siswa kelas 3 menunjukkan antusiasme tinggi meskipun masih terbatas dalam kosakata dan pelafalan, sedangkan siswa kelas 4 yang lebih matang secara kognitif justru cenderung pasif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan dilaksanakan selama dua minggu menggunakan metode pembelajaran interaktif berbasis partisipasi aktif siswa, meliputi pengenalan kosakata dasar, latihan perkenalan diri individu dan berpasangan, permainan edukatif, serta pemanfaatan media audiovisual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterlibatan dan motivasi belajar siswa kelas 4 serta terjaganya antusiasme siswa kelas 3. Guru dan sekolah juga memperoleh alternatif strategi pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar serta memperkuat peran KKN dalam mendukung inovasi pendidikan di tingkat dasar.