Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGOLAHAN KAYU MANIS UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS Nia Aprilia; Syafriani Syafriani; Devi Eka Safitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7730

Abstract

Artritis gout terjadi ketika kristal urat menumpuk di sendi, kondisi ini menyebabkan peradangan dan rasa sakit yang hebat dari serangan asam urat. Kristal urat dapat terbentuk ketika seseorang memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada manusia dan hewan, menunjukkan banyak efek yang menguntungkan dari kayu manis untuk kesehatan, seperti antidiare, antimikroba, anti inflamasi, antioksidan, analgesic, antiseptic, anti spasmodic, pengobatan impotensi, dyspnea, rematik, luka dan sakit gigi bahkan flu. Minyak yang diekstrak dari kayu manis memiliki aktivitas anti inflamasi, sebagai pengobatan untuk disminore dan menghentikan pendarahan. Kayu manis ini merupakan rempah yang mudah didapatkan di Kabupaten Kampar, namun pengolahan dan pemanfaatannya belum maksimal. Masyarakat masih sedikit memahami cara pengolahan kayu manis untuk pemanfaatan penyembuhan berbagai macam penyakit diantaranya gout artritis. Pengabdian ini dilakukan dengan cara penyuluhan serta mempraktikkan bagaimana pengolahan kayu manis. Peserta yang mengikuti penyuluhan mengetahui cara pengolahan kayu manis untuk meredakan nyeri pada pasien gout artritis. Pengabdian ini sangat penting karena rasa nyeri oleh gout atritis membuat seseorang tidak mampu beraktifitas seperti biasanya. Oleh karena itu diperlukan pengobatan secara non farmakologi dengan menggunakan kayu manis.
PKM OLAHAN DAUN KELOR DALAM UPAYA PENINGKATAN AIR SUSU IBU DI DESA SALO Afiah Afiah; Syafriani Syafriani; Nia Aprila
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9399

Abstract

Tumbuhan kelor (Moringa Oleifera Lam) sudah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multiguna, padat nutrisi dan berkhasiat sebagai obat. Namun pengembangannya menjadi makanan fungsional belum banyak dilakukan. Masyarakat kampar hanya memanfaatkan tumbuhan ini sebagai makanan ternak seperti kambing sehingga perlu ada riset berupa inovasi teknologi yang membuat tumbuhan ini layak untuk dipromosikan manfaat dan khasiatnya. Salah satu cara terbaik yang paling mudah dan praktis untuk mengambil manfaat dan khasiat kelor bagi kesehatan adalah membuat produk makanan daun kelor. Penelitian ini bertujuan mengembangkan daun kelor sebagai sumber bahan baku yang diformulasikan menjadi minuman herbal yang mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian ini perlu dikembangkan mengingat ketersediaan bahan (simplisia) dari tumbuhan ini sangat mudah didapatkan di daerah Kampar dan teknologi untuk menghasilkan produk sangat mudah diterapkan. Mie daun kelor akan dibuat sebagai produk olahan yang dapat disajikan secara cepat dan instan. Pengujian terhadap produk mie herbal daun kelor yang akan dilakukan meliputi pengujian fitokimia, aktivitas antioksidan, pengujian hedonik untuk tingkat kesukaan produk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas, menanamkan jiwa berwirausaha, melatih mental dan mengajarkan untuk bekerja keras dan bertanggung jawab. Selain itu, tujuan lainnya yaitu untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dengan mengolahnya menjadi mie kelor dan brounis kelor. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu (1) Keterbatasan modal. (2) Rendahnya motivasi untuk wirausaha dengan bahan pokok kelor. (3) Tidak adanya keanekaragaman produk olahan kelor. (4) Tidak adanya kemasan dan pemasaran kelor.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT KAYU MANIS TERHADAP NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS DI DESA BINUANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABOY JAYA NIA APRILLA; SYAFRIANI; DEVI EKA SAFITRI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7066

Abstract

Asam urat adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan rematik. Asam urat ditandai dengan tingginya kadar purin didalam tubuh yang dapat menyebabkan nyeri pada penderita gout artritis. Salah satu pengobatan asam urat dengan melakukan kompres hangat kayu manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skala nyeri sebelum dan setelah pemberian kompres hangat kayu manis serta melihat pengaruh pemberian kompres hangat kayu manis terhadap nyeri pada penderita gout artritis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binuang Wilayah Kerja Puskesmas Laboy Jaya. Waktu pelaksanaan penelitian 1-10 Juli 2022. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy experimental design. Populasi penelitian adalah seluruh penderita gout artritis di desa Binuang wilayah kerja Puskesmas Laboy Jaya. Jumlah populasi 110 orang. Jumlah sampel 10. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Skala nyeri sebelum diberikan kompres hangat kayu manis yaitu 5.08. Setelah diberikan kompres hangat kayu manis, skala nyeri menjadi 2,42. Nilai p value 0,00 yang artinya ada pengaruh pemberian kompres hangat kayu manis terhadap nyeri pada penderita gout artritis. Diharapkan agar tenaga kesehatan dan keluarga dapat memberikan terapi komplementer dengan kompres hangat kayu manis untuk mengurangi nyeri pada pasien gout artritis.
HUBUNGAN KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI MTS DINUL HASANAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALAI JAYA AFIAH; SYAFRIANI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7880

Abstract

Remaja putri lebih rentan terkena anemia karena remaja berada pada masa pertumbuhan yang membutuhkan zat gizi yang lebih tinggi termasuk zat besi. Beberapa dampak langsung yang terjadi pada remaja putri yang terkena anemia adalah sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang serta menurunkan konsentrasi belajar yang berdampak pada prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di MTS Dinul Hasanah Wilayah Kerja Puskesmas Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di MTS Dinul Hasanah Kabupaten Rokan Hilir pada tanggal 12-19 Oktober 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang berada di MTS Dinul Hasanah wilayah kerja Puskesmas Balai Jaya tahun 2021 yang berjumlah 64 siswi. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu 64 siswi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Dari 64 responden, terdapat 39 responden (60,9%) yang tidak patuh, serta 37 responden (57,8%) yang anemia. ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di MTS Dinul Hasanah Wilayah Kerja Puskesmas Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir dengan p value = 0,002. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi tenaga kesehatan agar meningkatkan penyuluhan mengenai konsumsi tablet Fe bagi remaja putri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BANGKINANG KOTA SYAFRIANI; AFIAH
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7884

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh seseorang yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya. Salah satu yang menjadi penyebab kurangnya pemberian ASI Eksklusif yaitu pengetahuan dan pekerjaan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di wilayah Kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kota. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 01 s/d 09 Desember tahun 2022 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kota. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 99 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 99 orang. Alat pengumpulan data yaitu Kuesioner. Pengolahan data yang digunakan adalah Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil uji statistik didapat P value = 0,000 (P< 0,05) artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif, P value = 0,002 (P< 0,05) artinya ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu mengenai pentingnya memberikan ASI selama 6 bulan kepada bayi
PKM PENINGKATAN PRODUKSI OLAHAN KANGKUNG SEBAGAI JAJANAN SEHAT DI KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR Syafriani Syafriani; Afiah Afiah; Nia Aprila
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.9522

Abstract

Kangkung land (Ipomea reptans Poir) is one of the horticultural plants that are very popular with the people of Indonesia because of its savory taste. This plant belongs to the group of seasonal crops and is short-lived and does not require large areas to cultivate it so that it is possible to cultivate it in cities where land is generally limited. In addition to the savory taste, the nutrients contained in kale vegetables are quite high. Kale production in Indonesia can reach 10?646.00 tons in 2021 (BPS 2021). The marketing opportunities for land kale are getting wider to supermarkets with the entry of kale vegetables to supermarkets will increase the selling price of this vegetable (Taufik, 2012). This water spinach plant (Ipomoea reptans) is only sold in the market and processed into vegetables, even though there are many processed products that can be used as healthy snacks from this kale raw material. Kangkung is one of the most popular vegetables in Indonesia. This plant comes from the tropics, especially Africa and Asia. Kangkung contains nutrients such as protein, fat, carbohydrates, calcium, phosphorus, iron, sodium, potassium, vitamin A, vitamin B, and vitamin C. (Priyowidodo, 2012). The purpose of this activity is to explore innovative ideas, increase creativity, instill an entrepreneurial spirit, train mentally and teach to work hard and be responsible. In addition, another goal is to reduce the waste generated by processing it into kale chips, kale sticks, and kale nuggets. There are several obstacles faced, namely (1) Limited capital. (2) Low motivation for entrepreneurs with kale as the main ingredient. (3) There is no diversity of processed kale products. (4) The absence of packaging and marketing of kale. Keywords:steak, nuggets, kangkong chips
The Influence of Socio-Economic and Environmental Factors on the Nutritional Status of Toddlers in Urban and Rural Areas in Bangkinang Regency, Riau, Indonesia Syafriani, Syafriani; Haryati , Haryati; Fitri, Rahmi Pramulia; Afiah, Afiah
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.348

Abstract

The nutritional status of toddlers is a critical indicator of sustainable human development. Disparities between urban and rural areas remain a major challenge for equitable child health in Indonesia. This study analyzed socio-economic and environmental factors' influence on toddlers' nutritional status, comparing urban and rural areas. A comparative survey design was used, with 60 respondents - 30 toddlers each from urban and rural areas. Data collection included socio-economic questionnaires, environmental checklists, and WHO Z-score anthropometric measurements. Data were analyzed using regression tests and t-tests. Nutritional status (Z-scores) was significantly better in urban children (1.1 ± 0.3) than rural children (0.5 ± 0.4), (p = 0.000), indicating socioeconomic and environmental disparities between populations. Family income shows the strongest correlation with nutritional status (r = 0.632, p < 0.01) and dominates the multivariate model. Mother's education has a moderate correlation (r = 0.486, p < 0.05), as does environmental score (r = 0.458, p < 0.01), which is dominant in the multivariate context. These findings suggest socioeconomic conditions and environmental quality influence child nutritional outcomes, with income and sanitation being most impactful. The study concludes that toddler nutritional status is determined by interrelated socio-economic and environmental factors varying between urban and rural contexts. These findings underscore the need for region-specific interventions and multi-sectoral policies responsive to local needs.
The Influence of Socio-Economic and Environmental Factors on the Nutritional Status of Toddlers in Urban and Rural Areas in Bangkinang Regency, Riau, Indonesia Syafriani, Syafriani; Haryati , Haryati; Fitri, Rahmi Pramulia; Afiah, Afiah
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.348

Abstract

The nutritional status of toddlers is a critical indicator of sustainable human development. Disparities between urban and rural areas remain a major challenge for equitable child health in Indonesia. This study analyzed socio-economic and environmental factors' influence on toddlers' nutritional status, comparing urban and rural areas. A comparative survey design was used, with 60 respondents - 30 toddlers each from urban and rural areas. Data collection included socio-economic questionnaires, environmental checklists, and WHO Z-score anthropometric measurements. Data were analyzed using regression tests and t-tests. Nutritional status (Z-scores) was significantly better in urban children (1.1 ± 0.3) than rural children (0.5 ± 0.4), (p = 0.000), indicating socioeconomic and environmental disparities between populations. Family income shows the strongest correlation with nutritional status (r = 0.632, p < 0.01) and dominates the multivariate model. Mother's education has a moderate correlation (r = 0.486, p < 0.05), as does environmental score (r = 0.458, p < 0.01), which is dominant in the multivariate context. These findings suggest socioeconomic conditions and environmental quality influence child nutritional outcomes, with income and sanitation being most impactful. The study concludes that toddler nutritional status is determined by interrelated socio-economic and environmental factors varying between urban and rural contexts. These findings underscore the need for region-specific interventions and multi-sectoral policies responsive to local needs.