Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AGRISE

Keragaan Peternak Sapi Perah Di Jawa Timur (Studi Pada Empat Wilayah Pos Penampungan Susu/Pps) Bambang Ali Nugroho
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.707 KB)

Abstract

Lokasi kajian ditentukan secara purposive dengan argumen bahwa (a) lokasi kajian merupakan wilayah pengembangan usaha sapi perah di Jawa Timur, (b) jumlah peternak, (c) kondisi agroklimat, dan (d) kontinyuitas penyaluran susu segar IPS. Mendasarkan pada kriteria sampling tersebut maka ditentukan tiga lokasi kajian, meliputi Sumber Makmur, Ngantang (Malang) dan Semen, Gandusari (Blitar), serta Tulus Bakti, Pagu (Kediri). Tujuan dari kajian ini meliputi (a) melakukan studi keragaan peternak sapi perah di Jawa Timur ditinjau dari aspek makro, meliputi penyerapan tenaga kerja, upaya konservasi SDA dan pertumbuhan ekonomi di wilayah sentra usaha sapi perah, dan (b) melakukan studi keragaan peternak sapi perah di Jawa Timur ditinjau dari aspek mikro, meliputi profil peternak dan profil usaha di wilayah sentra usaha sapi perah di Jawa Timur. Terdapat sejumlah 13 jenis kerja harian yang harus dilakukan oleh para peternak responden. Secara keseluruhan, angka rataan alokasi waktu kerja harian adalah sekitar 7,10 jam, sedangkan angka tertinggi sampai dengan terrendah berturut-turut terjadi di PPS Pagersari 7,86 jam, PPS Tirtomoyo 7,61 jam, PPS Salam 7,15 jam dan PPS Pagu 7,10 jam. Pada umumnya alokasi waktu terbesar digunakan untuk kegiatan mencari hijauan pakan, yaitu sekitar 40 % s/d 50 %, sedangkan separo alokasi waktu sisanya dipergunakan untuk melakukan berbagai jenis kegiatan, meliputi mengambil air, memerah susu, membersihkan kandang dan sapi serta memberikan pakan. Jenis kegiatan pemberian pakan, khususnya pakan penguat, membutuhkan alokasi waktu yang relatif panjang karena pada umumnya diberikan dengan cara comboran. Kata Kunci : peternak sapi perah, produksi susu, IB, PPS, S/C
Analisis Kinerja Koperasi Susu Segar Dengan Metoda Balance Scorecard Bambang Ali Nugroho; Dedi Dedi
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.5 KB)

Abstract

Konsep Balance Scorecard menyeimbangkan pengukuran atas kinerja sebuah organisasi bisnis yang selama ini dianggap terlalu condong pada kinerja keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kinerja KUD “DAU” apabila dianalisis dengan metode Balanced Scorecard (BSC), (2) Untuk melihat seberapa jauh kinerja KUD “DAU” dalam aspek finansial dan non finansial. Penelitian dilakukan di KUD “DAU” pada 13 April hingga 10 Mei 2010. Penentuan lokasi dilakukan dengan sengaja dengan pertimbangan bahwa tempat ini merupakan salah satu koperasi yang besar di Kota Malang, dan koperasi ini adalah koperasi yang berani melakukan inovasi, hal tersebut terlihat dari banyaknya unit usaha yang ada saat ini. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisa data dilakukan dengan metode balanced scorecard (BSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perspektif keuangan, tingkat pertumbuhan SHU adalah 9,67%, tingkat pertumbuhan modal adalah 2,38% dan tingkat ROE adalah 6,70%. Pada perspektif keanggotaan, tingkat pertumbuhan anggota adalah 0,13% dan persentase SHU untuk anggota adalah 40% sesuai dengan anggaran dasar. Pada perspektif proses internal bisnis, jumlah mitra yang ada adalah tujuh badan usaha, pelaksanaan RAT dilakukan setiap bulan Maret setiap tahun dan pemilihan pengurus dilakukan dari dan oleh anggota sesuai UU No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, tingkat kepuasan karyawan adalah 83,74%, tingkat produktifitas karyawan dan pengurus adalah 95,58% dan pengembangan kualitas SDM dan sistem manajemen telah dilaksanakan dan dicantumkan dalam rencana kerja. Dari berbagai pengukuran perspektif didapatkan bahwa kinerja KUD “DAU” secara keseluruhan sebesar 75,25% dan termasuk dalam kategori baik. Dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa (1) kinerja KUD “DAU” secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik, (2) Segi finansial pada pengukuran kinerja ini dinilai dari perspektif keuangan yang termasuk dalam kategori cukup baik, sedangkan segi finansial dinilai dari perspektif keanggotaan yang termasuk dalam kategori baik, perspektif proses internal bisnis yang termasuk dalam kategori baik dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang termasuk dalam kategori baik. Peningkatan efisiensi penggunaan modal harus lebih ditingkatkan untuk meningkatkan jumlah sisa hasil usaha tiap tahunnya. Tingkat pertumbuhan anggota tiap tahunnya juga lebih ditingkatkan. Selain itu penerapan analisis kinerja dengan metode BSC akan sangat baik apabila diterapkan oleh pengawas KUD “DAU”. Kata Kunci : Analisis Kinerja, Koperasi, Balance Scorecard
DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EDUCATIONAL TOURISM (A Case Study at CV Milkindo Berka Abadi in Tegalsari Village, Kepanjen District, Malang Regency) Eri Tristanto; Bambang Ali Nugroho; Anie Eka Kusumastuti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 22, No 3 (2022): JULY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.3.2

Abstract

Edu-tourism is one of the most developed kinds of the tourism sector. One of the examples is called Agricultural Educational Tourism of CV Milkindo Berka Abadi in Tegalsari Village, Kepanjen District, Malang Regency, East Java Province. This research aimed to determine the level of conformity between performance and importance level of marketing mix (7P), including product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The method used in this research was survey. Data collection was carried out by distributing structured questionnaires to 100 participants of the educational tour package. Data were analyzed by using Importance Performance Analysis (IPA) to divide marketing mix attributes into four quadrants and find out how satisfied the consumers are with the company's performance. The results revealed that the level of conformity between performance and importance of marketing mix attributes is very conformable with a conformity level of 87,035% overall, which is 80-100%. It can be concluded that the level of conformity between performance and importance level of 7P marketing mix attributes are very conformable overall. However, the companies must continue improving marketing mix attributes to match tourist expectations in Agricultural Educational Tourism of CV Milkindo Berka Abadi.
DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EDUCATIONAL TOURISM (A Case Study at CV Milkindo Berka Abadi in Tegalsari Village, Kepanjen District, Malang Regency) Eri Tristanto; Bambang Ali Nugroho; Anie Eka Kusumastuti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 22 No. 3 (2022): JULY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.3.2

Abstract

Edu-tourism is one of the most developed kinds of the tourism sector. One of the examples is called Agricultural Educational Tourism of CV Milkindo Berka Abadi in Tegalsari Village, Kepanjen District, Malang Regency, East Java Province. This research aimed to determine the level of conformity between performance and importance level of marketing mix (7P), including product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The method used in this research was survey. Data collection was carried out by distributing structured questionnaires to 100 participants of the educational tour package. Data were analyzed by using Importance Performance Analysis (IPA) to divide marketing mix attributes into four quadrants and find out how satisfied the consumers are with the company's performance. The results revealed that the level of conformity between performance and importance of marketing mix attributes is very conformable with a conformity level of 87,035% overall, which is 80-100%. It can be concluded that the level of conformity between performance and importance level of 7P marketing mix attributes are very conformable overall. However, the companies must continue improving marketing mix attributes to match tourist expectations in Agricultural Educational Tourism of CV Milkindo Berka Abadi.