Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan SMK Muhammadiyah 1 Bantul Dalam Membuat Sarana untuk Praktik Pelapisan Elektroplating Soemowidagdo, Arianto Leman; Mujiyono, Mujiyono; Nurhadiyanto, Didik; Surahmanto, Fredy; Wibowo, Heri; Supanto, Muhammad
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v5i1.5145

Abstract

Sarana untuk praktik pelapisan elektroplating di SMK Musaba hanya memilki 1 bak. Akibatnya pemahaman siswa tentan proses elektroplating kurang menyeluruh. Tujuan program PkM ini adalah memberdayakan SMK Musaba membuat sarana untuk elektroplating yang komprehensif. Metode Asset Based Community Development digunakan untuk menciptakan sarana praktik dengan konsep TTG. Tahapan pelaksanaan progam adalah pembuatan desain, pembuatan sarana praktik, pelatihan, dan penerapan. Program PkM telah memberdayakan SMK Musaba sehingga mampu membuat sarana untuk praktik elektroplating. Dimensi sarana untuk praktik elektroplating ini adalah (1440 x 860 x 725) mm dan mampu mengakomodasi 9 tahapan proses, yatiu hot degreasing, rinsing, pickling, rinsing, activating, nikel strike, rinsing, nikel shiny, dan rinsing. Sarana ini dilengkapi rectifier digital, temperature controller dan heater, aerator, anoda nikel dalam wadah titanium, dan timbangan digital. Efisiensi alat adalah 84,45 % untuk target tebal lapisan 10 µm pada kuat arus 7,5 A/dm2. Respon guru, tendik dan siswa menunjukkan bahwa sarana untuk praktik elektroplating ini dapat meningkatkan kompetensi dan motivasi dalam mempelajari proses pelapisan dengan metode elektroplating.
Pembuatan Sarana Praktik Pengecoran untuk SMK Bina Karya 1 Karanganyar Kebumen Nurhadiyanto, Didik; Soemowidagdo, Ariatno Leman; Mujiyono, Mujiyono; Surahmanto, Fredy; Raharjo, Teguh Setiyo; Nugroho, Welas; Sartiman, Sartiman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1164

Abstract

Materi pengecoran logam pada program keahlian Teknik Pemesinan di SMK Bika 1 masih diberikan sebatas teori. Hal ini belum sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikud Ristek nomor 024/H/KR/2022 yang menyatakan bahwa pengecoran logam merupakan salah satu konsentrasi keahlian pada program keahlian pemesinan di SMK/MAK. Kesenjangan ini dijembatani oleh Tim pengabdi DPTM FT UNY dengan membuat sarana praktik pengecoran untuk SMK Bika 1. Metode Asset Based Community Development (ABCD) diterapkan dengan tahapan pembuatan sarana praktik pengecoran, pembuatan model pola, pelatihan dan pendampingan guru dan tendik, implementasi sarana praktik pengecoran pada siswa, dan evaluasi hasil kegiatan. Sarana untuk praktik pengecoran yang dibuat terdiri atas tungku krusibel, perangkat pembuat cetakan pasir, perangkat penuangan, model pola, dan modul pembelajaran. Sarana untuk praktik pengecoran dapat meningkatkan kompetensi guru dan tendik SMK Bika 1, yaitu telah memahami dan mampu melakukan proses pengecoran logam yang meliputi mengoperasikan tungku krusibel, membuat cetakan pasir, menuang logam cair dan membersihkan produk hasil pengecoran. Sarana untuk praktik pengecoran telah memenuhi kebutuhan SMK Bika 1 sebagai fasilitas penunjuang praktik. The metal casting subject is only given in theory at SMK Bika 1. This does not meet with the Decree of the Head of the Education Standards, Curriculum, and Assessment Agency of Kemendikbud Ristek Number 024/H/KR/2022 which states that casting is one of expertise in the machining program at SMK/MAK. This gap was bridged by the DPTM FT UNY team through making casting practice facilities for SMK Bika 1. The Asset Based Community Development (ABCD) method is applied through the stages such as making of casting practice facilities, pattern models development, training and mentoring for teachers and technicians, implementation of casting facilities on students, and program evaluation. The casting facilities consist of a crucible furnace, sand mold making equipment, pouring equipment, pattern model, and learning module. The facilities for casting practice can improve the teachers and education staff competence of SMK Bika 1, that are understand and capable of doing the casting process which includes operating the crucible furnace, making sand molds, pouring molten metal and cleaning the casting products. The casting facilities have met the needs of SMK Bika 1 as supporting facilities for practice.