Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIEKONOMIKA

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN PANGAN DI INDONESIA S. Rusdiana; Aries Maesya
Agriekonomika Vol 6, No 1: April 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i1.1795

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, sesuai dengan pertambahan jumah penduduk. Kebutuhan pangan di Indonesia hampir dapat dipenuhi semua, dari potensi domestik, kecuali untuk komoditas pangan asal daging impor dan kedelai yang masih mengalami defisit, sedangkan untuk beras, jagung, kacang maupun ubi, telor, daging ayam, dan susu mengalami surplus yang tinggi. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui petumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia. Pemerintah dapat mempertahankan dan berupaya terus memacu pembangunan ketahanan pangan, melalui program yang  benar-benar mampu memperkokoh untuk ketahanan pangan, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pendapatan rumah tangga dapat mencerminkan menjadi salah satu ukuran kemampuan dalam mengakses konsumsi pangan yang dibutuhkan beserta keragamannya. Pertumbuhan komoditi pangan yang paling tinggi setiap tahun adalah komoditi beras, sedangkan kontribusi daging sapi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani menduduki urutan yang kedua setelah daging unggas.ECONOMIC GROWTH AND IN INDONESIA NEEDS FOODABSTRACTGrowth effect economic on food requirements, accordance with increasing the sheer the number residents. Food needs can be met in Indonesia, almost all, of the domestic potential, except for the origin of food commodities imported meat and soybeans are still in deficit, while for rice, corn, beans and potatoes, eggs, chicken, and milk have a surplus high. The purpose of this article to find out of economic and food needs in Indonesia. Household income levels can be one measure reflects the ability to access food consumption is required along with diversity. The growth of most food commodities are higher every year is rice, while the contribution of beef in meeting the needs of animal protein ranks second after the poultry.
Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak Aries Maesya; Supardi Rusdiana
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Abstract

Pengembangan usaha ternak kambing dipedesaan cukup tinggi, dilihat dari agroekosistem di Indonesia cukup baik. Secara sosial ekonomi kepemilikan ternak kambing dapat memberikan arti tersendiri bagi peternak. Tujuan tulisan adalah untuk mengetahui prospek pengembangan usaha ternak kambing dan memacu peningkatan ekonomi peternak. Fokus bahasan ini menjadi bagian terpeting yang perlu ditangani dalam menjawab, juga sebagai dasar pengembangan ternak kambing selanjutya. Pendekatan dapat dilakukan melalui usaha ternak kambing pada tingkat peternak, industri maupun tingkat wilayah. Kedepan pengembangan usaha ternak kambing lokal Indonesia dapat dilakukan melalui dengan budidaya, perbanyakan bibit betina, jantan produktif dan pembesaran pejantan secara nasional. Selain untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, juga dapat meningkatkanpopulasi ternak kambing. Secara tidak langusng kebutuhan konsumen akan daging, pasar domestik maupun pasar ekspor dapat terpenuhi. Peningkatan skala usaha ternak kambing bukan lagi sebagai usaha sampingan, namun diharapkan sebagai usaha pokok. Jenis-jenis kambing yang ada di wilyah Indonesia perlu dilestarikan dan diushakan. Prospek kedepan sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis, dalam upaya untuk kecukupan pangan, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan peternak.