Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Mesin Opening dalam Pembuatan Benang dari Serat Daun Nanas di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Eva Oktavia Ningrum; Niniek Fajar Puspita; Afan Hamzah; Deti Rahmawati
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.554

Abstract

Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri yang berada di kaki Gunung Kelud, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu penghasil buah nanas dan memiliki rumpun tanaman nanas cukup banyak, sebagai salah satu sumber penghasilan utama. Setelah pasca panen, daun nanas sebagian besar dibuang menjadi sampah daun dan tangkai nanas, baru kemudian dikomposkan atau dibakar oleh petani. Selain itu, petani nanas biasanya hanya menimbun dan membakar daun nanas. Ada upaya Tim KKN Abmas TTG berbasis produk untuk mengatasi permasalahan limbah daun nanas tersebut, sehingga apabila diolah lebih lanjut akan meningkatkan nilai ekonomi lebih tinggi dan merupakan hasil samping atau kemungkinan bisa merupakan hasil utama dari petani nanas masyarakat desa Satak. KKN Abmas TTG yang merupakan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa ini telah merancang dan membuat mesin opening dan mesin spinning single spindle yang berguna untuk pengolahan limbah daun nanas. Mesin opening digunakan dalam pengolahan serat kasar daun nanas untuk menghasilkan serat yang lebih halus, sedangkan mesin spinning single spindle digunakan untuk menghasilkan produk berupa benang single. Benang halus yang dihasilkan dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan baku pembuatan tas dan bahan tekstil. Pelaksanaan kegiatan KKN Abmas telah dilaksankan melalui sosialisasi pengoperasian produk mesin-mesin ke masyarakat yang dihadiri oleh Karang Taruna, Perangkat Desa Satak Kecamatan Puncu, dan staf Balitbangda Kabupaten Kediri.
Perancangan Proses Bisnis Marketing Communication Produk Stroberi dan Olahan Stroberi pada Kelompok Wanita Tani dengan Metode Model-Based and Integrated Process Improvement (MIPI) di Desa Pandanrejo, Kota Batu Malang Deti Rahmawati; Soedarso; Tony Hanoraga; Yuni Setyaningsih; Khairun Nisa
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.557

Abstract

Akselerasi keseimbangan pembangunan desa dan kota dapat diwujudkan dengan menciptakan pariwisata di desa. Desa wisata merupakan salah satu cara untuk membangkitkan pariwisata desa. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Wisata Pandanrejo yang memiliki wisata petik stroberi. Dalam upaya pengembangannya terdapat hambatan dan tantangan. Sehingga untuk mendukung terwujudnya desa wisata yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, dibutuhkan kerjasama antar elemen. Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan pendampingan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan KWT ini adalah Model-based and Integrated Process Improvement (MIPI). Peningkatan pasar penjualan produk stroberi dari sisi perbaikan proses bisnis marketing communication dengan Metode MIPI menjadikan proses bisnis menjadi lebih detail dan mudah diaplikasikan. MIPI memberi solusi dengan langkah-langkah yang komprehensif bagi peningkatan pemasaran. Melalui metode MIPI, keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat terlaksana lebih baik dikarenakan adanya aspek komunikasi yang terintegrasi terhadap konsumen melalui media massa guna penyampaian informasi yang efisien sehingga tujuan bisnis dapat tercapai. Hal ini dapat membawa manfaat dalam kesejahteraan KWT sehingga potensi lumbung stroberi ini nantinya dapat menjadikan Desa Pandanrejo sebagai desa wisata yang maju dan mandiri.
Analisis Pengembangan Desa Wisata untuk Keberlanjutan Petani Strawberry di Desa Wisata Pandanrejo Menggunakan Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) Deti Rahmawati; Soedarso Soedarso; Arfan Fahmi
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 16, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v16i1.15415

Abstract

The concept of Village-City Development's hegemony is being clarified in various media outlets, necessitating periodic reviews to strike a balance between the two. The harmonization of village development is evident in the rapid improvement and transformation of villages, exemplified by the emergence of tourist villages. Among these, Pandanrejo Tourism Village stands out, offering strawberry barn tourism that has been operational since late 2018. This tourism destination not only showcases strawberry gardens and products but also provides educational tours related to strawberries. To support the success of tourism villages, efforts can be made by mapping the community's potential and needs, which will inform the development programs aimed at empowering the local populace. The research undertaken in this study employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which ensures that the people of Pandanrejo Tourism Village are not mere recipients of top-down programs, but active participants in designing bottom-up development initiatives. This approach encourages the community's involvement throughout the development process. The study encompasses several stages of analysis, allowing village communities to actively participate in identifying social problems and their root causes, devising solutions, and subsequently formulating programs. These programs will receive budgetary support and be implemented based on principles of cooperation, empowerment, and community independence
Women Education During Crisis: How Do Cosmetic and Health Industries Educate Women for Covid-19 Resilience and Provide Basis for Mitigation Education? Adi Suryani; Soedarso Soedarso; Sonny Harry Budiutomo Harmadi; Deti Rahmawati; Niken Prasetyawati; Ni Wayan Suarmini
International Journal of Research in Education Vol. 4 No. 2 (2024): Issued in July 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v4i2.564

Abstract

COVID-19 virus has been putting many people's health in peril and causing social anxiety, insecurity, and mayhem. It has become a public enemy. Collaboration between all sectors and community involvement are required to control the spread and negative effects of COVID-19. The beauty industry has emerged as one of several crucial sectors in the fight against COVID-19 Because they can make hand sanitizers, cleansers, hand gel, and lotions in large quantities that can protect the community and encourage community to stay healthy. This research explores the roles played by some locally produced beauty products in Indonesia in empowering women and girls to protect themselves from COVID-19. The study uses qualitative research methods. It examines ten cosmetics companies and incorporates interpretative analysis and web content analysis. The study examines the data from the perspective of community education and humanities. According to the study, the beauty industries typically employ three major strategies to educate their female and young girl customers. The first educational strategy is promoting self-health protection to make wellness and health goods. The second approach involves teaching women new healthy routines, safe, healthy makeup practices, and strict mask wearing and health plan implementation. The third strategy involves taking part in social educational activities that support and promote social skills among women and girls, such as empathy, care, and support. The study shows that women education is not only the responsibility of educational institutions, but also the business or industries sectors.