Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Education for Environmental Sustainability: A Green School Development Suryani, Adi; Soedarso, Soedarso; Saifulloh, Mohammad; Muhibbin, Zainul; Wahyuddin, Wahyuddin; Hanoraga, Tony; Nurif, Muhammad; Trisyanti, Umi; Rahadiantino, Lienggar; Rahmawati, Deti
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2019): The 1st International Conference on Global Development (ICODEV)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.799 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2019i6.6347

Abstract

Natural environment should be cared and sustained. It is a place for human to live and develop their social and economical world. Moreover, it is also a site for many biodiversity to live together in a balanced ecosystem. Recently, global awareness is directed to the alarming destruction of environment and its’ potential threats for human and other living things, as the impacts of human social-economical activities. Many efforts are executed to avoid or minimize future environmental damage. One of those endeavours is environmental education for young generation. Growing children’s environmental knowledge, protection skills and management as well as caring and responsible character can be an endurant solution. This study aims to examine some learning aspects in environmental education through green school development in MI Walisongo, Desa Sawohan, Sidoarjo. The study is based on a qualitative inquiry conducted by using direct participant observation as its’ data collection method. The study finds that environmental education requires a wide range of learning experiences, relating to emotion, direct practice and cognition development. In Green School MI Walisongo Desa Sawohan, those experiences are manifested into several learning processes: participative learning, modeling, character building, green site building, learning through game and peer team working.
PENETAPAN PERDA KAWASAN LINDUNG SEBAGAI SALAH SATU TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MENCEGAH BANJIR Tony Hanoraga
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.856 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v2i2.661

Abstract

Masalah banjir adalah masalah yang menyangkut lingkungan hidup. Terjadinya masalah lingkungan merupakan akumulasi dari berbagai faktor penyebab yang sangat luas dan komplek. Berbagai faktor penyebab tersebut dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu faktor penyebab yang bersifat alamiah (yang menyangkut kondisi serta peristiwa alam), dan adanya pengaruh/campur tangan manusia yang bermukim dan melakukan berbagai kegiatan di daerah aliran sungai (DAS) baik di bagian hulu, tengah maupun di hilir. Pengendalian banjir dapat dikategorikan berdasarkan kriteria-kriteria yang terdiri dari pendangkalan sungai, pengelolaan DAS, aliran permukaan, daerah resapan, perilaku masyarakat dan reklamasi pantai sedangkan alternatif pemecahannya berdasarkan perencanaan tata ruang, reboisasi dan teknologi pengendalian.  Berdasarkan alternatif perencanaan tata ruang, reboisasi dan teknologi pengendalian menunjukkan  bahwa   perencanaan   tata  ruang  mempunyai  prioritas  yang  paling  baik sebesar 55,0 % dilanjutkan reboisasi sebesar 29,3 % dan yang terakhir adalah teknologi pengendalian sebesar 15,8 %.  Dalam perencanaan tata ruang yang terpenting penetapan kawasan lindung.Kawasan Lindung adalah Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.  Penetapan kawasan lindung bertujuan untuk mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup guna menjamin terselenggaranya perlindungan sistem penyangga kehidupan dan keselamatan kehidupan yang berkesinambungan.Kawasan lindung meliputi: a. kawasan yang memberkan perlindungan kawasan bawahannya, b. kawasan perlindungan setampat, c. kawasan suaka alam dan cagar budaya, d. kawasan rawan bencana alam.Setelah Draft Perda disyahkan  menjadi Perda, hal yang tidak kalah penting adalah sosialisasi dan penegakan hukum PERDA itu sendiri.  Sosialisasi PERDA akan berdampak pada kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan  PERDA tersebut, sehingga perbuatan masyarakat akan sesuai dengan harapan (sesuai dengan PERDA). Penegakan hukum amat tergantung dari aparat penegak hukum itu sendiri dan kesadaran masyarakat.  Apabila aparat penegak hukumnya disiplin dan penuh dedikasi maka kemungkinan KKN amat kecil dan PERDA akan terasa efektif, sehingga  banjir dapat dicegah.
DESIGNING PUBLIC-PRIVATE PARTNERSHIP FOR BONTANG INDUSTRIAL ESTATE Adjie Pamungkas; Yudha Ardian; Tony Hanoraga; Mohammad Sodiq; M Muhktasor; Vely Kukinul Siswanto
TATALOKA Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.912 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.17.4.186-195

Abstract

Bontang Local Government has planned Bontang Industrial Estate (BIE) to accommodate oil, gas, condensate and other industries.  The estate will need investment for about IDR. 2.27 Trillion while the total annual local government budget is near to IDR 2 Trillion. Moreover, the estate has to be operated in a business manner while the local government officers have a culture in non-profit organisation as part of bureaucracy. However, the BIE feasibility study 2013 has determined that the estate will generate economic multipliers boosting the city development.  Therefore, a partnership among government and private parties should be determined and accommodated in a proper cooperation arrangement. To design the partnership, we review literature, interview related private parties and confirm opinions of the private parties to the governments. A content analysis was used to assess information from the interviews. Considering the final outputs, BIE should be organised by a pure private enterprise or Ltd. to ensure the economic viable of the estate. The Ltd. is a partnership among the government and private parties via shareholders. The government can still hold a majority share with special arrangement in investment scheme. For the initial investments, the government can use its assets valued as 51% of total share while private parties can inject cash money equal to 49% of the total.  With this capital arrangement, the estate can be operated with initial investment for about IDR. 267.11 Billion on 244.97 Ha land. This initial investment can be profitable with IDR. 650 Billion NPV, 19.93% IRR and 13.95 year PP.Bontang Local Government has planned Bontang Industrial Estate (BIE) to accommodate oil, gas, condensate and other industries.  
PEMBAHARUAN SISTEM PATEN NASIONAL SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Tony Hanoraga
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.111 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4450

Abstract

Kemajuan teknologi  dalam revolusi industri generasi ke-4 ini mengalami terobosoan luar biasa. Untuk dapat bersaing dalam era revolusi industri generasi ke-4 ini kita perlu meningkatkan kemampuan bangsa dalam mengembangkan keunggulan teknologi yang kompetitif dan mengembangkan kreatifitas yang berbasis pada kekayaan intelektual khusus paten. Pengembangan sistem paten di Indonesia tidaklah semata-mata karena tekanan dunia internasional, namun juga karena kebutuhan nasional untuk menciptakan suatu sistem perlindungan paten yang efektif dan juga bermanfaat bagi bangsa Indonesia.  Perangkat hukum di bidang paten diperlukan untuk memberikan perlindungan hukum dan mewujudkan suatu iklim yang lebih baik bagi kegiatan invensi teknologi serta mempermudah masuknya teknologi ke dalam negeri.   Untuk memperlancar tujuan itu semua maka perlu di dilakukan pembaharuan sistem paten diantaranya: ketentuan pengungkapan yang cukup (sufficient disclosure), ketentuan pengecualian terhadap hak eksklusif  paten, ketentuan lisensi paten, ketentuan lisensi wajib paten, dan sistem pelayanan informasi paten.
PENGEMBANGAN PROGRAM CHSE BERBASIS AI DAN KEBIJAKAN STANDAR TEKNOLOGI PARIWISATA DI ERA NEW NORMAL UNTUK MENGONTROL PENGUNJUNG KAWASAN EDUWISATA MOJOKERTO Tony Hanoraga; Banu Prasetyo; Khakim Ghozali; Rizka Wakhidatus Sholikah; Ridho Rahman Hariadi; Juniarun Fathurrohman
ABDIMAS Vol 2 No 01 (2022): Education for Sustainable Development
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan publik merupakan modal utama yang dimiliki pemerintah untuk menata kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Dikatakan sebagai modal utama karena hanya melalui kebijakan publiklah pemerintah memiliki kekuatan dan kewenangan hukum untuk menata masyarakat dan sekaligus memaksakan segala ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk mencegah penularan COVID-19 di Kawasan Eduwisata Mojokerto di era new normal perlu disusun kebijakan standar teknologi pariwisata untuk mengontrol pengunjung di Kawasan Eduwisata Mojokerto. Salah satu inovasi kebijakan standar teknologi pariwisata yang dapat dilakukan yaitu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mengontrol kepatuhan pengunjung terhadap Protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Luaran yang diharapkan dari ABMAS ini adalah Kabupaten Mojokerto khususnya kawasan Eduwisata Mojokerto memiliki kebijakan standar teknologi pariwisata yang dapat meningkatkan perlindungan wisatawan terhadap penularan COVID-19 yang berkunjung ke kawasan wisata ini sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap pelaksanaan Protokol CHSES di kawasan Eduwisata Mojokerto. Luaran lainnya dari kegiatan abmas ini adalah diterapkannya perangkat teknologi untuk mendeteksi suhu, wajah dan kerumunan pengunjung di kawasan Eduwisata Mojokerto.
Dampak Local-based Entrepreneurship terhadap Aset Penghidupan yang Berkelanjutan: Studi Kasus Wisata Lembah Mbencirang, Mojokerto Yuni Setyaningsih; Tony Hanoraga
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v0i0.15341

Abstract

Tourism is one of the most effective tools for economic development. According to Haryana, 4.5% of Indonesia's total GDP was significantly contributed to by tourism in 2018. The World Economic Forum ranked Indonesia 40th in the Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) out of 140 countries in 2019. Nonetheless, this contribution decreased significantly during the covid-19 pandemic outbreak in 2020. Mursalin et. al. argued that the tourism industry was hardest hit by the pandemic's impact on economic growth. Understanding this phenomenon, it became intriguing to investigate the gradual tourism revival and livelihood assets of local tourism-based enterprise in Wisata Lembah Mbencirang by the Village Owned Enterprises (BUMDES). This study's objectives included identifying and analyzing the core problematization and livelihood assets of locally based entrepreneurship, as well as its community impact. This study was conducted in Kebontunggul Village, Mojokerto, East Java. This study employed a variety of methods. Several analytical tools, including pentagon assets and sustainable livelihood assets, were utilized. The results demonstrated that local entrepreneurship had both positive and negative effects on communities. The vulnerability context that shook people's livelihoods must be overcome by bolstering social and human capitals to maintain resilience, as well as the government's commitment to enhancing policies pertaining to locally-based entrepreneurship. In conceiving and ensuring sustainability, the community implemented a variety of livelihood strategies through adaptation. When feasible, livelihood adaptation would continue, and incomes would increase.
Pengembangan Karakter Cinta Lingkungan Sekolah Melalui Eco-School Branding dan Peer Teamworking Mohammad Saifulloh; Wahyuddin; Soedarso; Adi Suryani; Zainul Muhibbin; Tony Hanoraga; Muhammad Nurif; Umi Trisyanti; Deti Rahmawati; Liengar Rahadiantino
Sewagati Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.233 KB)

Abstract

Pengabdian cinta lingkungan lingkungan sekolah ini merupakan pengabdian kedua kali di sekolah MI Walisongo. MI Walisongo adalah sebuah sekolah yang sangat sederhana yang terletak di Desa Sawohan, Buduran, Sidoarjo. Dibalik kesederhaan sekolah tersebut, para guru sangat bersemangat untuk menanamkan nilai nilai islami kepada para siswanya dalam rangka menumbuhkan akhlak yang mulia kepada siswa-siswanya. Pengabdian kami ini bertujuan untuk berpartisipasi dalam pendidikan tersebut melalui penumbuhan karakter cinta lingkungan sekolah. Adapun tujuan pengabdian kami ini adalah agar siswa-siswa MI Walisongo semakin cinta kepada Allah perduli dan sayang terhadap lingkungan mereka, baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan sosial mereka. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, program pengabdian ini difokuskan pada pengembangan atau pembuatan eco-school branding sekolah dan taman sekolah yang dikerjakan secara bersama-sama melibatkan semua peserta, baik tim, guru maupun siswa MI Walisongo. Pendidikan cinta lingkungan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat baik manfaat secara kognisi, afeksi ataupun motorik. Kegiatan pengabdian berjalan lancar dan diikuti dengan penuh semangat oleh semua peserta. Kegiatan ini berlangsung dengan agenda kegiatan yang meliputi: penyambutan, ceramah interaktif, game/permainan, penanaman dan acara santai bersama. Melalui ceramah interaktif, para siswa diberi wawasan tentang pentingnya cinta kepada Allah dan kecintaan tersebut diwujudkan salah satunya dengan menyayangi lingkungan sekolah. Memalui ceramah interaktif, para siswa diajak untuk meneladani karakter mulia Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang melalui story telling yang diselingi dengan humor sehari-hari dan yel yel. Memalui acara permainan bersama dengan teman sekolah, para siswa diajak untuk saling kompak dan bekerjasama dengan teman-temannya menghadapi tantangan demi tantangan yang diberikan. Melalui penanaman dan pembuatan taman bersama, para siswa diajak untuk secara langsung menciptakan lingkungan yang asri dan indah, sehingga diharapkan mereka mempunyai rasa memiliki apa yang telah mereka bangun bersama.
Pelatihan Bisnis Berbasis Smartphone pada Komunitas Keputih Surabaya Banu Prasetyo; Lienggar Rahadiantino; Tony Hanoraga; Edy Subali; Enie Hendrajati; Dyah Satya Yoga Agustin
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.609 KB)

Abstract

Perkembangan dunia yang begitu cepat menuntut manusia untuk memiliki kemampuan yang adaptif agar mampu untuk bertahan di tengah perkembangan digital. Di dalam dunia bisnis, jumlah wirausaha Indonesia dinilai masih rendah. Hal itu disebabkan karena mentalitas masyarakat yang tidak memiliki jiwa wirausaha. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Departemen Studi Pembangunan ITS melakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan menciptakan dan menumbuhkan minat wirasusaha berbasis online pada komunitas pemuda Karang Taruna RT 3 RW 3 Kelurahan Keputih. Kegiatan ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), pemantauan serta evaluasi hasil kegiatan untuk mengamati bagaimana perubahan perilaku pemuda karang taruna dalam mengembangkan bisnis online. Pola bisnis yang diterapkan, yakni bisnis penjualan pulsa secara online. Selama durasi pengabdian yang dilakukan pada bulan Juli – September, tim pengabdian mendapatkan gambaran bagaimana perilaku bisnis di kalangan pemuda Karang Taruna, Kelurahan Keputih. Melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan, kami menemukan minat berjualan pulsa secara online terjadi pada pemuda yang belum menikah dan memiliki pengeluaran rumah tangga lebih dari Rp 1.000.000,00. Oleh karena itu, pelatihan bisnis online ini tepat sasaran karena ditargetkan kepada pemuda yang lebih akrab dengan teknologi dan berkeinginan meningkatkan pendapatannya.
Pengembangan Model Crowdfunding Berbasis Ekuitas Sebagai Akses Pendanaan Bagi UMKM di Jawa Timur Ninditya Nareswari; Muhammad Saiful Hakim; Udisubakti Ciptomulyono; Tony Hanoraga; Izzat Aulia Akbar
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.739 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.481

Abstract

Crowdfunding merupakan solusi bagi pelaku usaha untuk memperoleh modal yang cukup untuk mengembangkan atau menjalankan usahanya. Crowdfunding sendiri memiliki beberapa jenis, salah satunya berbasis ekuitas. Dana yang disimpan dalam crowdfunding berbasis ekuitas akan menjadi persentase kepemilikan unit usaha yang dikelola oleh UMKM sehingga dapat memberikan pendanaan jangka panjang. Di satu sisi, pemilik ekuitas dapat menerima pengembalian yang lebih tinggi dan dapat mengendalikan UMKM melalui kepemilikan ekuitas. Namun, mewujudkan platform crowdfunding berbasis ekuitas untuk UMKM membutuhkan beberapa studi yang lebih mendalam. Pengembangan model crowdfunding diwujudkan melalui beberapa hal, mulai dari peningkatan literasi bagi para pengelola UMKM dan calon investor, melakukan pemetaan terkait solusi pendanaan eksternal agar sesuai dengan bentuk usahanya, studi kelayakan terkait pelaksanaan suatu kerangka crowdfunding terkait dengan standar operasional dan hal teknis lain, serta langkah terakhir ialah rancangan platform crowdfunding yang diharapkan dapat menyederhanakan proses crowdfunding.
Perancangan Proses Bisnis Marketing Communication Produk Stroberi dan Olahan Stroberi pada Kelompok Wanita Tani dengan Metode Model-Based and Integrated Process Improvement (MIPI) di Desa Pandanrejo, Kota Batu Malang Deti Rahmawati; Soedarso; Tony Hanoraga; Yuni Setyaningsih; Khairun Nisa
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.557

Abstract

Akselerasi keseimbangan pembangunan desa dan kota dapat diwujudkan dengan menciptakan pariwisata di desa. Desa wisata merupakan salah satu cara untuk membangkitkan pariwisata desa. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Wisata Pandanrejo yang memiliki wisata petik stroberi. Dalam upaya pengembangannya terdapat hambatan dan tantangan. Sehingga untuk mendukung terwujudnya desa wisata yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, dibutuhkan kerjasama antar elemen. Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan pendampingan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan KWT ini adalah Model-based and Integrated Process Improvement (MIPI). Peningkatan pasar penjualan produk stroberi dari sisi perbaikan proses bisnis marketing communication dengan Metode MIPI menjadikan proses bisnis menjadi lebih detail dan mudah diaplikasikan. MIPI memberi solusi dengan langkah-langkah yang komprehensif bagi peningkatan pemasaran. Melalui metode MIPI, keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat terlaksana lebih baik dikarenakan adanya aspek komunikasi yang terintegrasi terhadap konsumen melalui media massa guna penyampaian informasi yang efisien sehingga tujuan bisnis dapat tercapai. Hal ini dapat membawa manfaat dalam kesejahteraan KWT sehingga potensi lumbung stroberi ini nantinya dapat menjadikan Desa Pandanrejo sebagai desa wisata yang maju dan mandiri.