Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUJIAN THERMOELECTRIC GENERATOR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN SISI DINGIN MENGGUNAKAN AIR BERTEMPERATUR 10 ºC Gontor Andrapica; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14 No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermoelectric Generator (TEG) is used to generate electricity, there is temperature different between the hot and cold side from thermoelectric module. This principle is called the seebeck effect which is the opposite phenomena of the peltier effect. This research used two types of thermoelectric module, TEC 12706 and TEG SP 1848 type. With the variation of input voltage was 60 V to heat the heater electric attached at hot side module. Cold side of thermoelectric module used ice water at temperature 10 ºC with speed of water circulation is 16.6 liter/minute. According to the test, the power generated by thermoelectric modul TEG SP 1848 is bigger than thermoelectric modul of TEC 12706. Power maximum generated by thermoelectric TEC 12706 type at the first until foorth testing were 0.001 W, 0.0018 W, 0.0061 W and 0.105 W. Whereas using module of TEG SP 1848 the maximum energy at the same testing were 0.125 W, 0.141 W, 0.274 W and 0.357 W. The difference of maximum energy used between TEC 12706 and TEG SP 1848 module was around 0.2 W.
PENGARUH VARIASI ARAH PUTARAN FAN TERHADAP PENDINGINAN PADA PENDINGIN MINUMAN PORTABLE MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK KAPASITAS 4,7 LITER Rahmat Iman Mainil; Syafri; Azridjal Aziz; Renhard Niptro Gultom; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14 No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Portable beverage cooler (PBC) capacity of 4.7 liters using thermoelectric cooler (TEC) module was used to determine the cooling rate of PBC. This study employed active peltier elements by comparing two variations of direction of fan rotation (induced draft fan and force draft fan) and cooling loads. Each experiments was conducted until the temperature of cooling room reach the lowest temperature. By using force draft fan the data showed that by using three TEC module the cooling room temperature can reach 14,6 oC in 95 minute (without cooling load) and 25,5 oC in 40 minutes (maximum cooling load, 6 beverage cans).Whereas, by employing three TEC and using induced draft fan the cooling room reach temperature 17,4 oC in 55 minutes (without cooling load), and 25,6 oC in 35 minutes (maximum cooling load, 6 beverage cans).
KAJI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) DENGAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN UDARA Hasra Rafika; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termoelektrik adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energi kalor (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik. Pembangkit daya termoelektrik (Thermoelectric Generator / TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika perbedaan temperatur terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda, maka elemen termoelektrik ini akan mengalirkan arus sehingga menghasilkan perbedaan tegangan. Prinsip ini dikenal dengan nama ‘efek Seebeck’ yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier TEC (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang bersumber dari elemen termoelektrik sebanyak empat buah dengan tipe TEC 12706 dan tipe TEG SP 1848. Sumber panas disimulasikan dengan menggunakan heater tegangan 60 volt, sedangkan sisi pendinginan menggunakan fan kecepatan 3,5 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Thermoelectric tipe TEG SP 1848 menghasilkan daya maksimum 0,055 W, arus 0,279 A, sedangkan tipe TEC 12706 menghasilkan daya maksimum 0,109 W arus 0,147 A, dengan perbedaan temperatur rata-rata 14,87 ºC. Kinerja elemen termoelektrik TEG tipe SP 1848 lebih besar potensi listrik yang dihasilkan dibandingkan TEC 12706.
KARAKTERISTIK KINERJA PIPA KALOR MENGGUNAKAN STRUKTUR WICK SCREEN 100 MESH DENGAN FLUIDA KERJA AIR Wandi Wahyudi; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa kalor merupakan alat penukar kalor dengan dimensi yang kecil tetapi dapat memindahkan kalor yang besar. Banyak penelitian mengenai pipa kalor, guna memperoleh peningkatan kinerja termalnya dengan memodifikasi fluida, orientasi, kecepatan putar dan struktur wick. Dalam penelitian ini pipa kalor dibuat dari pipa tembaga berdiameter 9,525 mm, tebal 1 mm dan panjang 400 mm menggunakan screen 100 mesh sebagai struktur wick dengan air sebagai fluida kerja. Variasi pengujian menggunakan 3 variasi sudut kemiringan 0o, 45o, 90o dan 4 variasi heat input 3 watt, 4 watt, 5 watt dan 6 watt untuk melihat pengaruhnya pada kinerja pipa kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan terhadap heat input, maka semakin kecil nilai hambatan termalnya. Hambatan termal terendah terjadi pada sudut 90o dengan heat input 6 Watt sebesar 8,60˚C/Watt. Koefisien perpindahan panas terbesar dan temperature difference terkecil terjadi pada sudut kemiringan 90o dengan nilai 97,70W/˚C m² dan 31,8°C.
PERANCANGAN EVAPORATOR MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER (AC) ½ PK DENGAN KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA Adriyus putra; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang evaporator mesin pengering pakaian menggunakan mesin pendingin udara dengan sistem kompresi uap siklus terbuka. Mesin pengering pakaian ini mengunakan Air Conditioner ½ PK dengan siklus kompresi uap yang mempunyai efek pendinginan dan efek pemanasan. Efek pendinginan dilayani oleh suatu penukar kalor yang dinamakan evaporator, proses yang terjadi pada evaporator adalah perubahan fasa refrigeran/fluida, dari cairan menjadi uap (penguapan/evaporasi). Desain evaporator dipengaruhi oleh, jenis refrigeran, temperatur evaporasi, temperatur dan laju massa air memasuki evaporator. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah melalui perhitungan termodinamika dan perhitungan pada evaporator. Pada desain ini menggunakan refrigeran 22 dengan temperatur evaporasi 10 °C, kapasitas pendinginan di evaporator 1,818 kW, serta temperatur permukaan evaporator 16 °C. Pipa kapiler untuk evaporator menggunakan pipa tembaga ¼ inci, dari hasil perhitungan evaporator didapat panjang pipa kapiler yang dibutuhkan sepanjang 16,52 meter. Maka panjang pipa kapiler untuk setiap lintasan panjang pipa 0,68 meter dengan 24 lintasan, serta dari luas permukaan perpindahan panas 0,1997 m2 .
KAJI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) DENGAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN UDARA Hasra Rafika; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termoelektrik adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energi kalor (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik. Pembangkit daya termoelektrik (Thermoelectric Generator / TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika perbedaan temperatur terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda, maka elemen termoelektrik ini akan mengalirkan arus sehingga menghasilkan perbedaan tegangan. Prinsip ini dikenal dengan nama ‘efek Seebeck’ yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier TEC (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang bersumber dari elemen termoelektrik sebanyak empat buah dengan tipe TEC 12706 dan tipe TEG SP 1848. Sumber panas disimulasikan dengan menggunakan heater tegangan 60 volt, sedangkan sisi pendinginan menggunakan fan kecepatan 3,5 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Thermoelectric tipe TEG SP 1848 menghasilkan daya maksimum 0,055 W, arus 0,279 A, sedangkan tipe TEC 12706 menghasilkan daya maksimum 0,109 W arus 0,147 A, dengan perbedaan temperatur rata-rata 14,87 ºC. Kinerja elemen termoelektrik TEG tipe SP 1848 lebih besar potensi listrik yang dihasilkan dibandingkan TEC 12706.
KARAKTERISTIK KINERJA PIPA KALOR MENGGUNAKAN STRUKTUR WICK SCREEN 100 MESH DENGAN FLUIDA KERJA AIR Wandi Wahyudi; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa kalor merupakan alat penukar kalor dengan dimensi yang kecil tetapi dapat memindahkan kalor yang besar. Banyak penelitian mengenai pipa kalor, guna memperoleh peningkatan kinerja termalnya dengan memodifikasi fluida, orientasi, kecepatan putar dan struktur wick. Dalam penelitian ini pipa kalor dibuat dari pipa tembaga berdiameter 9,525 mm, tebal 1 mm dan panjang 400 mm menggunakan screen 100 mesh sebagai struktur wick dengan air sebagai fluida kerja. Variasi pengujian menggunakan 3 variasi sudut kemiringan 0o, 45o, 90o dan 4 variasi heat input 3 watt, 4 watt, 5 watt dan 6 watt untuk melihat pengaruhnya pada kinerja pipa kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan terhadap heat input, maka semakin kecil nilai hambatan termalnya. Hambatan termal terendah terjadi pada sudut 90o dengan heat input 6 Watt sebesar 8,60˚C/Watt. Koefisien perpindahan panas terbesar dan temperature difference terkecil terjadi pada sudut kemiringan 90o dengan nilai 97,70W/˚C m² dan 31,8°C.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Adha, Aidil Adi Hans Purba Adi Hans Purba Adriyandy, Warits Adriyus putra Adriyus putra Afdhal Kurniawan Mainil Afdhal Kurniawan Mainil Afdhal Kurniawan Mainil Ahmad Surya Ahmad Surya Ahmad Wisnu Sulaiman Anggriawan, Akbar Anita Susilawati Atria Martina Aulian Samri Auliaswan, Fayzil Aura Zulvani S Awaludin Martin Ayu Mita Jami Yanti Aziz, Azdrizal Azridjal Aziz Bungsu Herwanto Cahyati, Wulan Dani Ikhsan Putra Darfia, Novreta Deni Kurniawan Dicky Ikhwandi Eigko Malau Eko Prasetyo Eko Saputra Erlangga Dwi Atha Faisal Afif Faisal Tanjung Farida Isroani Fayzil Auliaswan Ferly Septian Iskandar Ferly Septian Iskandar Gihon Matondang Giri Saputra Gontor Andrapica Gontor Andrapica Gontor Andrapica Gordon HTTM Hasra Rafika Hasra Rafika Helmizar - Hendra Abdul Aziz Hendrik Syahputra Henni Syawal Herisiswanto Herisiswanto ' Herisiswanto, Herisiswanto Ibnu Rizqullah Iqbal Parija Irwandi Hidayat Irwandi Hidayat Izzuddin Ali Raja Siregar Izzuddin Ali Raja Siregar, Izzuddin Ali Raja Izzudin Ali Raja Siregar Jacklin Mendy Jenvrizen, David KHOIRUL ANAM Khotso Sai Listiono, Hendra luthfi afiif yazu M. Ibnu Sina Zikri Muh Wira Tri Kusuma, Muh Wira Tri Muhammad Faizal Syukrillah Muhammad Faizal Syukrillah, Muhammad Faizal Muhammad Ilham Muhammad Rif’at Syahnan N Fuad N. Nazaruddin Nabila Putri Maharani Nasution, Fikri Fahlevi Naufal Arif Budiman Nofriadi Nofriadi Novreta Ersyi Darfia Novreta Ersyi Darfia NST, Berriansyah Cipta Nugrah Suryanto Nurcholish Windiharto Nurman Saputra Nurul Deswita Nurul Deswita P. Eko Prasetyo Perima, Yoan Purba, Adi Hans Putra, Rio Ahmad Juliansyah Rahman Asfaranda Renaldi Khaesar Kumara Renhard Niptro G, Renhard Niptro Renhard Niptro Gultom Renhard Niptro Gultom Ridwan Abdurrahman Rizqullah, Ibnu Ruben Siregar Saberina Hasibuan Saberina Hasibuan Saipul Anwar Nasution Sarwo Fikri Sayfri Syafri Sihombing, Tikkos Sofia Zuhrah Suci Rahmadhani Irawan Suprayitno Suprayitno Surya, Ahmad Syafri Syafri ' Syahdi Fahala Banjarnahor Teguh Irawan Thalal, Thalal Tikkos Sihombing Tio Vani Nesri Utari Prayetno Utari Prayetno Wandi Wahyudi Wandi Wahyudi Warits Adriyandy Wulan Cahyati Yandra, Vicky Yoan Perima Yovan Witanto