Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nizham Journal of Islamic Studies

Kurikulum Pendidikan Islam Klasik Muhammad Solihin
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Nizham
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.693 KB)

Abstract

Pendidikan Islam telah tumbuh dan berkembang sejalan dengan adanya dakwah Islam yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Pendidikan Islam memiliki corak dan karakteristik yang berbeda sejalan dengan perubahan zaman, upaya pembaharuan dalam perjalanan selanjutnya pendidikan Islam terus mengalami perubahan baik dari segi kurikulum (mata pelajaran). Secara eksplisit, pendidikan mempunyai fungsi yang strategis dan urgen dalam pembentukan suatu bangsa. Untuk menjadikan pendidikan yang berarti harus menyediakan kurikulum pendidikan yang baik tentunya kepada peserta didik. Hari ini kurikulum pendidikan di Indonesia dapat kita katakan sudah berjalan dengan baik, dan langsung dikelola oleh departemen pendidikan. Sebagaimana halnya dengan faktor-faktor pendidikan lainnya, maka kurikulum pun memainkan peranan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Kurikulum mengalami perkembangan mengikuti perkembangan kebudayaan dan peradaban masyarakat. Dalam perkembangannya, tentu saja kurikulum mengalami pembaruan dalam isinya, sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Munculnya pendidikan Islam bersamaan dengan lahirnya Islam itu sendiri. Pendidikan pada awalnya dilakukan dari rumah ke rumah, di masjid-masjid dan sebagainya. Ini dilakukan dengan peralatan yang sederhana sekali. Pendidikan Islam sebagai suatu sistem merupakan sistem tersendiri di antara sistem pendidikan di dunia ini, kendatipun memiliki banyak persamaan. Dikatakan sistem tersendiri karena cakupannya dan kesadarannya terhadap detak jantung, karsa dan karya manusia. Kurikulum pendidikan Islam klasik merupakan suatu sistem pendidikan klasik yang berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang ada pada saat ini. Kalau ditinjau dari aspek tujuan, guru, murid, kurikulum, metode, fasilitas, dan sarana prasarana, jelas terlihat perbedaannya. Sudah banyak terjadi perkembangan-perkembangan dalam dunia pendidikan Islam. Istilah pendidikan Islam klasik dalam tulisan ini adalah suatu proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan individu, kelompok tertentu atau pemerintah/lembaga pemerintah, formal atau non-formal dalam periode tertentu pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam. Kegiatan itu dilakukan di rumah-rumah, majlis, masjid/halaqah dengan jenjang pendidikan dasar (kuttab), menengah (masjid/masjid khan, zawiyah) sampai tingkat tinggi (madrasah/al-Jamiah). Tulisan ini membahas isi dan bentuk kurikulum serta metode lembaga pendidikan Islam klasik.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM MENCEGAH LGBT PERSPEKTIF AL-QURAN Muhammad Solihin; Akhmad Rifa’i; Robby Aditya Putra
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 01 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i01.6443

Abstract

Abstract In Indonesia, the number of cases involving LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, And Transgender) individuals continues to rise. It is anticipated that parental role will prevent children from engaging in sexual behavior. From the perspective of the Qur'an, this article presents descriptive analytic methods for illustrating how interpersonal communication between parents and children can help prevent LGBT. According to the review, interpersonal communication between parents and children is crucial to preventing LGBT behavior. Preventing LGBT behavior through interpersonal communication between parents and children. Before explaining the dangers of LGBT behavior, the Koran's perspective can be started with openness, empathy, support, equality, and a positive attitude. It is hoped that parents will be better able to encourage their children to express what is on their minds so that they can communicate effectively through honesty and openness. Keywords: Interpersonal Communication, LGBT, Al-Qur'an Perspective Abstrak Di Indonesia, jumlah kasus yang melibatkan individu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) terus meningkat. Peran orang tua diharapkan akan mencegah anak-anak untuk melakukan perilaku seksual. Dari perspektif Al-Qur'an, artikel ini menyajikan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan bagaimana komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dapat membantu mencegah LGBT. Menurut review, komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah perilaku LGBT. Mencegah perilaku LGBT melalui komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak. Sebelum menjelaskan bahaya perilaku LGBT, perspektif Alquran bisa dimulai dengan keterbukaan, empati, dukungan, kesetaraan, dan sikap positif. Diharapkan para orang tua lebih mampu mendorong anaknya untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya sehingga dapat berkomunikasi secara efektif melalui kejujuran dan keterbukaan. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, LGBT, Perspektif Al-Qur'an