Vicky H. Makarau
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT, Manado

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

KAJIAN PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR DENAH RUMAH TINGGAL KAITAN DENGAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT PEMUKIM PADA PERUMAHAN KARYAWAN KANTOR GUBERNUR DI WINANGUN MANADO Rengkung, Joseph; Makarau, Vicky H.; Kapugu, Herry
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Karyawan Kantor Gubernur di Desa Winangun Dua Manado dibangun tahun 1978 dan awal ditempati tahun 1981, berjumlah 70 unit terdiri dua tipe yaitu tipe 70 M2 dan tipe 54 M2.  Dalam perkembangan perumahan tersebut telah mengalami perubahan bentuk arsitektur dimana ada indikasi perubahan terkait dengan kehidupan sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat pemukim. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan bentuk Arsitektur difokuskan pada perubahan bentuk denah rumah  dari ke dua tipe rumah yang ada diperumahan ini dengan melihat kaitan terhadap indikasi tersebut di atas. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan pengambilan sampel penelitian dilakukan secara proposive (sampel bertujuan) dengan melihat indikasi visual terhadap kondisi perubahan rumah yang ada. Sampel yang diperoleh dapat menggambarkan secara faktual fenomena yang terjadi pada ke dua tipe  rumah yang ada di perumahan ini. Sedangkan untuk mendapatkan data sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat pemukim dilakukan observasi terhadap populasi rumah yang ada di perumahan ini. Kajian dilakukan secara deduktif untuk menguji kebenaran konsep penelitian yang dibangun dari kajian teori. Hasil kajian penelitian ditemukan bahwa perubahan bentuk denah rumah terdiri dari tiga kategori yaitu; (1) Reparasi denah, (2) Modifikasi denah dan (3) Rekonstruksi denah, dimana  perubahan ini meliputi; penambahan ruang, penghapusan ruang dan perubahan fungsi ruang. Hasil kajian menunjukan bahwa perubahan yang ada   terkait dengan kondisi sosial ekonomi serta tuntutan rutinitas melakukan aktivitas kehidupan dan merupakan aplikasi konsep keluarga yang erat hubungan dengan nilai budaya masyarakat pemukim. Kata kunci : Perubahan Rumah,Sosial ekonomi dan Budaya masyarakat Pemukim
KAJAN DINAMIKA TATA GUNA LAHAN PADA KAWASAN SEKITAR PUSAT PELAYANAN KOTA MANADO Rogi, Octavianus H. A.; Tilaar, Sonny; Makarau, Vicky H.; Malik, Andi A. M.; Moniaga, Ingerid
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the dynamics change of the land use pattern in the region around the service center of Manado city. Moreover, this study also aims to determine what factors are influencing changes in land use of the area.Theoretical studies indicate that the land use of a city can be present in a concentric pattern (single center), sectoral or multiple centered. Changes in land use patterns in urban areas occurs dynamically and is influenced by human factors, physical factors and the factor of urban landscapes. Changes in the structure of land use include the changes of development, location and the behavior setting.The major service center area of Manado is the old downtown area and the reclamation area along the Piere Tendean street. To that end, research locations specified in the administrative area of South Wenang and South Titiwungen flanked by Piere Tendean street (Boulevard) and Sam Ratulangi street.The study was conducted for 6 (six) months. The data used in this study includes primary and secondary data. Primary data include (a) the information from questionnaires distributed to 100 respondents who represent the element of local area residents informing about the aspects of their perceptional view of the economic value of land and land use patterns in which they live, and (b) information of land characteristics, including the physical condition of landscapes, availability of infrastructure, and so on, which obtained through field observations. Secondary data include the results of the institutional surveys through sources relevant to the topic under study. Respondents were taken with a purposive sampling method by an amount proportional to the number based on the sub-region. The analytical technique in this research is Descriptive Analysis, which analyzes the state of the object directly to the study through the description, understanding, or better explanations to the measurable variables or unmeasureable ones.In conclusion, the results of the study were (1) land use changes in the study area occurred in three periods, namely before the reclamation, after the reclamation and present days; ((2) changes that occur mainly is the transition of the settlements area into trading and services area gradually, following the path of primary and secondary roads, and (3) land use changes in the area of research primarily influenced by the strategic location of the sites, which is near the service center of the city, with high economic value of land.Key words: land use, service center area, descriptive analysis
ARSITEKTUR HIGH TECH PADA BANGUNAN OTOMOTIF Watung, Georgy S.V.; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang otomotif dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan bertambahnya jumlah kendaraan di kota manado ini bangunan-bangunan yang menampung aktifitas otomotif juga semakin dibutuhkan. Saat ini desain arsitektur tidak bisa terlepas dari pengaruh teknologi dan perilaku manusia yang cenderung mengikuti perkembangan jaman juga ikut mempengaruhi keiinginan mereka untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang berteknologi tinggi dan mempermudah aktifitas diberbagai tempat yang mereka kunjungi. Disinilah peran dari para arsitek dan desainer dibutuhkan, yaitu dengan merancang suatu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan konsumerisme manusia akan teknologi terkini dan kemudahan fasilitas. Arsitektur high tech memiliki karakter yang transparan dengan penggunaan material baja dan kaca, menunjukan struktur dari bangunan, serta menggunakan kecanggihan teknologi untuk menunjang pengoprasian dari bangunan high tech itu sendiri. Penggunaan warna mencolok untuk elemen bangunan agar perbedaan fungsi menjadi hal yang jelas.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DI KOTA TOMOHON Tulung, Dandy F.; Poluan, Roosje J.; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk kawasan perkotaan di Kota Tomohon mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat seperti Kawasan permukiman. Seiring dengan adanya pertumbuhan jumlah penduduk, menyebabkan penambahan jumlah kawasan terbangun, untuk itu perlu diidentifikasi daya dukung lahan di Kota Tomohon. Tujuan penelitian untuk menganalisis daya dukung lahan dan menganalisis arahan pengembangan permukiman berdasarkan daya dukung lahan di Kota Tomohon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survey langsung untuk melihat kondisi eksisting dan pengambilan data sekunder di instansi yang berkaitan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis spasial dan analisis proyeksi geometri guna mendapat hasil proyeksi 20 tahun kedepan. Dari hasil analisis didapatkan hasil daya dukung lahan kelas 1 (kawasan pengembangan) memiliki luas ratio tutupan lahan eksisitng 99.42% atau 535.97 Ha, kelas 2 (kawasan kendala I) 8.48% atau 291.76 Ha, kelas 3 (kawasan kendala II) 7.63% atau 551.52 Ha, kelas 4 untuk ratio tutupan lahannya 0%, ditetapkan sebagai kawasan lindung dan limitasi. Diketahui kebutuhan luas lahan permukiman pada tahun 2039 di Kota Tomohon adalah 48.04 Ha dan luas daya dukung lahan yang masih dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman ada pada kelas 2 dan kelas 3 dengan total luasanya adalah 2320.12 Ha sehingga Kota Tomohon masih dapat memenuhi kebutuhan lahan untuk pengembangan permukiman.
ANALISIS SISTEM PERSAMPAHAN DI KECAMATAN AMURANG TIMUR DAN KECAMATAN TUMPAAN Tampinongkol, Reynaldo; Mononimbar, Windy; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu masalah utama di Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya pada kawasan perkotaan Amurang dan Tumpaan. Kecamatan Tumpaan dan Amurang Timur merupakan pintu masuk ke kawasan perkotaan Turangga terlihat banyak sampah-sampah berserakan di pinggir jalan, pinggir pantai, di badan sungai bahkan di kawasan pertokoan. Hal ini diduga selain disebabkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan, juga karena sistem pengelolaan persampahan oleh pemerintah yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Sistem persampahan di Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran dan fakta-fakta akurat terkait penelitian dan analisis distribusi frekuensi dilakukan dengan tujuan mengolah data dengan perhitungan statistik sederhana. Dari hasil analisis yang dilakukan didapati, pertama teknik operasional persampahan Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan secara keseluruhan belum maksimal karena terdapat beberapa desa/kelurahan yang belum tersedia tempat pewadahan sampah komunal, pengumpulan dan pengangkutan sampah, untuk di kawasan permukiman dan sebagaian masyarakat di pesisir pantai di semua kelurahan/desa belum tersedia pewadahan tong/TPS dan pelayanan pengangkutan sampah sehingga masyarakat masih membakar sampah, membuang sampah di selokan/sungai  membuang sampah di pantai yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kemudian yang Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah yang masih terdapat masalah seperti budaya dan perilaku masyarakat, timbulan dan karakteristik sampah, sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan, pembuangan akhir sampah, biaya yang tersedia, dan peraturan daerah.