Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PAKAN TERNAK KAMBING MELALUI PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI DAN PEMASARAN DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA PURWOSARI MAGELANG Eni Safriana; Mella Katrina Sari; Eko Saputra; Ragil Tri Indrawati; Farika Tono Putri; Timotius Anggit Kristiawan
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v7i1.7166

Abstract

Desa Purwosari Magelang memiliki prospek yang besar dalam bidang peternakan, khususnya peternakan kambing. Salah satu peternakan kambing tersebut ialah Peternak Kambing “Berkah Abadi”. Teknik penyediaan pakan ternak masih dilakukan secara konvensional tanpa bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG). Penyediaan pakan ternak terutama pakan konsentrat masih berasal dari suplayer seluruhnya, baik pada konsentrat SMG S20 atau pada jagung halus, dan juga proses pencampuran konsentrat masih dilakukan secara konvensional. Hal ini berakibat pada tingginya waktu dan biaya pada penyediaan pakan. Belum adanya pencatatan pelaporan keuangan, menjadi salah satu faktor mitra tidak dapat mengetahu level dari usahanya baik dalam hal keuntungan atau juga kebutuhan modal usaha kedepannya. Tujuan dan focus kegiatan PKM adalah (a) perbaikan sistem produksi melalui penerapan TTG dan (b) perbaikan manajemen keuangan. Metode yang dilakukan pada kegiatan PKM yaitu metode partisipatif dengan melibatkan mitra dengan tahapan kegiatan berupa: perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan program, pendampingan dan monitoring evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PKM pada apsek produksi yaitu tercipta mesin TTG berupa: unit mesin hammer mill, 1unit mesin horizontal mixer. Pada aspek manajemen tercipta system finance accounting yaitu system pencatatan keuangan digital. Seluruh kegiatan PKM ini sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah produk kambing unggulan daerah Magelang, sehingga mampu mendorong peningkatan ekonomi masayarakat di Kabupaten Magelang.
Finite Element-Based Design and Performance Evaluation of a Chain Conveyor Grid Feeder for Non-Value-Added Reduction in Battery Manufacturing Timotius Anggit Kristiawan; Rosyadul Muzzaqi; Farika Tono Putri; Mochammad Ariyanto
International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijimeam.v8i2.38756

Abstract

Non-value-added (NVA) waiting time in the grid-feeding process of battery manufacturing is caused by the limited capacity of the existing paster machine input conveyor, resulting in production flow interruptions and reduced operational efficiency. Although finite element analysis (FEA) has been widely applied for structural verification of industrial equipment, limited studies have integrated structural validation with operational performance evaluation to address production inefficiencies in battery manufacturing. To address this gap, this study proposes a chain conveyor grid feeder and introduces a cross-platform FEA approach by combining ANSYS Workbench and SolidWorks Simulation with in-situ industrial validation, thereby providing both numerical verification and practical evidence of production performance improvement. This study proposes and evaluates a chain conveyor grid feeder by integrating cross-platform FEA using ANSYS Workbench and SolidWorks Simulation with in-situ operational validation. The methodology includes CAD-based design, linear-static structural analysis under the maximum loading condition using ASTM A36 material properties, followed by fabrication, production-line implementation, and before–after performance evaluation. The FEA results indicate maximum von Mises stresses of 55–57 MPa for the frame subsystem and 60–73 MPa for the conveyor subsystem, both remaining below the ASTM A36 yield strength (250 MPa). The corresponding maximum deflection ranges from 0.41 to 1.09 mm, with minimum safety factors ranging from 2.30 to 4.54, confirming adequate structural reliability. Operational validation further demonstrates that NVA waiting time was reduced from 124.33 s to 0 s, while operator requirements decreased from two to one across two production lines. These findings demonstrate that integrating cross-platform FEA with industrial implementation provides an effective framework for achieving both structural reliability and measurable improvements in production efficiency.