Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG BANGKAL (Nauclea subdita) MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAPHY – MASS SPECTROMETRY Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Antoni Pardede; Fitria Rizkiana; Emilda Prasiska
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v8i1.16798

Abstract

Tanaman bangkal (Nauclea subdita) merupakan tanaman sumber obat dan kosmetik yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan secara turun temurun. Bagian kulit batang bangkal biasanya digunakan sebagai campuran bahan kosmetik dan daunnya digunakan untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun dan kulit batang tanaman Bangkal dengan menggunakan GC-MS. Hasil analisis senyawa menggunakan GC-MS pada ekstrak etanol daun menunjukkan adanya 3 senyawa dengan konsentrasi tertinggi yaitu Phytol; Hexadecanoic acid, methyl ester dan trans-13-Octadecenoic acid, methyl ester. Pada ekstrak etanol kulit batang, 3 senyawa dengan konsentrasi tertingginya adalah senyawa Hexadecanoic acid, methyl ester; trans-13-Octadecenoic acid, methyl ester dan 9,12-Octadecadienoic acid (Z,Z)-, methyl ester. Senyawa- senyawa tersebut memiliki efek farmakologi seperti antikanker, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antiartritis, nematisida, antihistamin, anti eczema. Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dapat diketahui bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang tanaman bangkal sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal.
PENDAMPINGAN GURU SMA KORPRI BANJARMASIN DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN BOOK CREATOR Emilda Prasiska; Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Fitria Rizkiana; Antoni Pardede
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.16605

Abstract

Proses pembelajaran Kurikulum Merdeka memerlukan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang interaktif. Pengembangan media pembelajaran interaktif dapat menggunakan berbagai website, salah satunya seperti book creator. Berdasarkan hasil diskusi dengan SMA KORPRI Banjarmasin, ada beberapa masalah yang berhasil diidentifikasi. 1) Pengetahuan dan keterampilan para guru tentang prosedur pengembangan media pembelajaran interaktif masih kurang. (2) Para guru belum memiliki pengalaman dalam membuat media pembelajaran interaktif menggunakan website book creator. Berdasarkan hal tersebut, agar dapat membantu mengatasi permasalahan mitra tim pengusul sepakat untuk membuat program Pendampingan Guru SMA KORPRI dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Interaktif. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelaksanaan yang terdiri dari 3 tahapan pelaksanaan, yaitu Persiapan, Pelaksanaan (tindakan), dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan diperoleh kenaikan nilai rata-rata pretes dan postes sebesar 47,5%. Kegiatan ini memiliki manfaat bagi guru di SMA KORPRI Banjarmasin, dengan kegiatan ini guru-guru memiliki peningkatan pengetahuan, dan keterampilan dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif menggunakan book creator.
Pewarna Alami Kain Sasirangan Yang Ramah Lingkungan Pada Industri Rumah Tangga di Desa Sungai Gampa Kecamatan Rantau Badauh Antoni Pardede; Rr Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Emilda Prasiska; Fitria Rizkiana; Herlina Apriani; Zainal Fauzi; Amalia Wahyuni; Sabariah Sabariah; Chandra Halim; Mardan Mardan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.14507

Abstract

Sasirangan sudah sangat umum dikenal dikalangan masyarakat Kalimantan Selatan dan telah lekat dalam kehidupan keseharian masyarakat, karena sasirangan digunakan sebagai seragam baik pemerintahan, swasta, lembaga pendidikan hingga digunakan dalam momen spesial seperti undangan atau rapat pertemuan dan lain sebagainya. Sebagai warisan dan kearifan lokal budaya maka sasirangan dijaga dan dilestarikan masyarakat dengan beragam motif dan warna. Pewarna alami perlu dan sangat baik digunakan untuk kain sasirangan karena bersumber dari tumbuh – tumbuhan yang tidak menghasilkan limbah atau zat pencemar sehingga ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai bentuk upaya melestarikan kearifan lokal dengan memperkenalkan alternatif pewarna alami untuk kain sasirangan yang aman dan ramah lingkungan. Pengabdian dilaksanakan dengan mengikuti metode yang meliputi observasi dan pemberian materi sosialisasi beserta dengan angket respon terhadap kegiatan yang dilakukan di desa Sungai Gampa, kecamatan Rantau Badauh. Proses penyampaian materi sosialisasi mencakup uraian sumber pewarna alami kain sasirangan serta komposisi tambahan yang dapat mengatur degradasi dan jenis warna. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan telah berlangsung dengan baik dan aktif. Berdasarkan rata-rata persentase angket respon peserta yang mencapai 98,75% disimpulkan bahwa khalayak sasaran dapat menambah dan meningkatkan pemahaman serta pengetahuan akan pewarna alami kain sasirangan yang aman, dan ramah lingkungan.
ANALYSIS OF LABORATORY MANAGEMENT IN SUPPORTING SCIENCE LEARNING AT SMP NEGERI 1 ANJIR MUARA Prasiska, Emilda; Rizkiana, Fitria; Apriani, Herlina
Jurnal IPA Terpadu Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v8i3.66875

Abstract

Science learning cannot only be taught in the form of concepts or theories but there needs to be practical activities in the learning process so that learning objectives can be achieved completely and comprehensively. Good science laboratory management will support the success of science learning in schools. Seeing the importance of science laboratories as a support in teaching and learning activities to achieve the expected competencies for students, science laboratories in schools need to be managed properly so that the use of science laboratory tools and functions can be achieved effectively and efficiently. This research was conducted at SMP Negeri 1 Anjir Muara with a type of research using a qualitative descriptive approach, with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the study, it is known that of the four functions of laboratory management, namely planning, organizing, implementation, and controlling in general, they run well even though of the four functions there are two laboratory management functions that are not optimal due to limited human resources available at the school. Limited skilled human resources are one of the main obstacles in optimizing laboratory functions. Therefore, there needs to be a training program and development of teacher competencies in laboratory management, operation of practical equipment, and management of consumables.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.
Teknologi Multi Soil Layering Dalam Pengolahan Limbah Cair Sasirangan di Desa Sungai Gampa Kecamatan Rantau Badauh Pardede, Antoni; Wardhani, Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma; Prasiska, Emilda; Rizkiana, Fitria; Apriani, Herlina; Akhyar, Okviyoandra
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20455

Abstract

Multi Soil Layering (MSL) merupakan teknologi berbasis inovasi ilmiah untuk pengolahan limbah cair sasirangan (LCS) yang merupakan produk samping dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kain sasirangan khas Banjarmasin.  MSL hadir sebagai perwujudan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Pengolahan LCS dengan MSL efektif dan efisien dikarenakan proses pengolahan LCS yang tidak mahal namun tepat guna, mudah diimplementasikan dan dapat digunakan secara berkelanjutan tanpa membutuhkan perawatan yang banyak dan rumit. Pengabdian ini bertujuan sebagai bentuk upaya untuk memperkenalkan MSL kepada masyarakat sehingga dapat menjaga dan melestarikan lingkungan, dilaksanakan sesuai dengan metode yang telah disusun yang mencakup observasi dan pemberian materi penyuluhan MSL, diakhiri dengan evaluasi kegiatan yaitu memberikan angket respon kepada masyarakat desa Sungai Gampa, kecamatan Rantau Badauh. Penyampaian materi penyuluhan mencakup komposisi alat dan bahan yang digunakan serta efektifitas penggunaan MSL dalam reduksi LCS. Hasil penyuluhan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi, kegiatan terlaksana dengan lancar dan terjalin diskusi yang aktif dengan rata-rata persentase dari angket respon masyarakat adalah 87,50%, sehingga dapat disimpulkan bahwa khalayak sasaran pengabdian meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran terhadap kesehatan lingkungan dengan pemanfaatan teknologi MSL.
WORKSHOP PEMBUATAN MODUL DIGITAL MULTIMODAL BERBASIS RAWA GAMBUT BAGI GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Prasiska, Emilda; Rizkiana, Fitria; Pardede, Antoni
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 12, No 1 (2026): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v12i1.20869

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan lingkungan sekitar, termasuk pemanfaatan ekosistem rawa gambut sebagai sumber belajar kontekstual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang modul digital multimodal berbasis kearifan lokal dan teknologi. Metode yang digunakan berupa workshop dengan pelatihan dan pendampingan kepada 27 guru dalam penggunaan platform Book Creator untuk mengembangkan modul interaktif digital. Data dikumpulkan melalui angket respon peserta. Hasil menunjukkan rata-rata skor keseluruhan sebesar 4,4 (sangat baik), dengan aspek antusiasme sebesar 4,6 (sangat baik) dan aspek pemahaman sebesar 4,1 (baik). Temuan ini menunjukkan bahwa peserta memberikan respon yang sangat positif serta memiliki pemahaman yang baik terhadap materi dan melakukan praktik pembuatan modul digital berbasis rawa gambut. Dengan demikian, workshop ini efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta mendukung penerapan Kurikulum Merdeka yang mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.
MODUL DIGITAL MULTIMODAL: INSERSI KEARIFAN LOKAL TANAMAN PURUN PADA MATERI TERMOKIMIA TERINTEGRASI NILAI RELIGIUS Fitria Rizkiana; Emilda Prasiska; Yasmine Khairunnisa
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 14, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v14i2.16789

Abstract

Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam implementasinya, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan diantaranya peningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, akhlakul karimah serta ragam dan potensi daerah peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan bahan ajar yang sesuai untuk mendukung terlaksananya kurikulum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas dan  mengukur respon peserta didik terhadap modul digital multimodal pada materi termokimia terintegrasi nilai religius dan kearifan lokal tanaman purun. Guna menjawab tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R & D) dengan model Borg & Gall termodifikasi, yang terdiri atas 6 tahapan yaitu: penelitian pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk, validasi produk, revisi produk, dan ujicoba lapangan. Teknik pengumpulan data adalah teknik non tes berupa angket. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket validasi modul dan angket respon. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA MAN 2 Barito Kuala tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak 15 orang dan 3 ahli (1 dosen program studi kimia UPR serta 2 guru kimia dari MAS Raudhatsyuyuban dan MAN 2 Barito Kuala). Data yang diperoleh dari peserta didik diolah dengan teknik persentase dan dikategorikan sesuai kriteria respon yang telah ditentukan, sedangkan data yang diperoleh dari ahli dihitung indeks kesepakatannya menggunakan indeks Aiken, untuk kemudian dikategorikan berdasarkan indeks V yang diperoleh. Hasil studi menunjukkan bahwa indeks kesepakatan yang diberikan oleh para ahli berada pada kategori sangat valid dan mendapat respon yang sangat baik dari 15 peserta didik sebagai pengguna. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa modul ini dapat digunakan sebagai bahan ajar pada materi termokimia.