Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UJI KARAKTERISTIK LANGKAR CREAM SCRUB TANAMAN BANGKAL (Nauclea subdita) Nur Armelia Rahman; Najmi Nur Asyifa Ali; Nor Saidah; Elsya Adha Triyani; Atikah Soraya; Emilda Prasiska; RR. Ariessanti Alicia Kusuma Wardhani
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i3.16014

Abstract

Tanaman Bangkal (Nauclea Subdita) merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk produk kesehatan dan kecantikan. Tanaman bangkal memiliki potensi sebagai bahan dasar kosmetik karena tanaman ini kaya akan antioksidan dan antibakteri. Prosedur penelitian dimulai dengan membuat sampel yaitu Langkar cream scrub yang terdiri dari bubuk tanaman bangkal (Nauclea subdita), cocoa butter, beeswax, vco, fragnance oil dan phenoxyetanol yang dicampurkan hingga memperoleh sampel cream scrub. Pengujian sifat fisik dari cream scrub yaitu meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat. Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwa cream scrub stabil jika dilihat dari hasil uji organoleptik, homogenitas, uji pH, dan uji daya lekat, sedangkan untuk uji sebar tidak memiliki daya sebar yang luas. Oleh karena itu, perlu dilakukan rekomposisi takaran pada formula cream scrub agar sediaan yang dihasilkan memiliki daya sebar yang lebih luas. 
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG BANGKAL (Nauclea subdita) MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAPHY – MASS SPECTROMETRY Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Antoni Pardede; Fitria Rizkiana; Emilda Prasiska
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v8i1.16798

Abstract

Tanaman bangkal (Nauclea subdita) merupakan tanaman sumber obat dan kosmetik yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan secara turun temurun. Bagian kulit batang bangkal biasanya digunakan sebagai campuran bahan kosmetik dan daunnya digunakan untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun dan kulit batang tanaman Bangkal dengan menggunakan GC-MS. Hasil analisis senyawa menggunakan GC-MS pada ekstrak etanol daun menunjukkan adanya 3 senyawa dengan konsentrasi tertinggi yaitu Phytol; Hexadecanoic acid, methyl ester dan trans-13-Octadecenoic acid, methyl ester. Pada ekstrak etanol kulit batang, 3 senyawa dengan konsentrasi tertingginya adalah senyawa Hexadecanoic acid, methyl ester; trans-13-Octadecenoic acid, methyl ester dan 9,12-Octadecadienoic acid (Z,Z)-, methyl ester. Senyawa- senyawa tersebut memiliki efek farmakologi seperti antikanker, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antiartritis, nematisida, antihistamin, anti eczema. Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dapat diketahui bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang tanaman bangkal sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal.
ANALYSIS OF LABORATORY MANAGEMENT IN SUPPORTING SCIENCE LEARNING AT SMP NEGERI 1 ANJIR MUARA Prasiska, Emilda; Rizkiana, Fitria; Apriani, Herlina
Jurnal IPA Terpadu Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v8i3.66875

Abstract

Science learning cannot only be taught in the form of concepts or theories but there needs to be practical activities in the learning process so that learning objectives can be achieved completely and comprehensively. Good science laboratory management will support the success of science learning in schools. Seeing the importance of science laboratories as a support in teaching and learning activities to achieve the expected competencies for students, science laboratories in schools need to be managed properly so that the use of science laboratory tools and functions can be achieved effectively and efficiently. This research was conducted at SMP Negeri 1 Anjir Muara with a type of research using a qualitative descriptive approach, with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the study, it is known that of the four functions of laboratory management, namely planning, organizing, implementation, and controlling in general, they run well even though of the four functions there are two laboratory management functions that are not optimal due to limited human resources available at the school. Limited skilled human resources are one of the main obstacles in optimizing laboratory functions. Therefore, there needs to be a training program and development of teacher competencies in laboratory management, operation of practical equipment, and management of consumables.
Emotional Resilience, Mood States, and Emotional Stability: Foundations for Digital Emotional Analytics and Technology-Enhanced Counseling in Swamp-Region Schools Jarkawi, Jarkawi; Sanjaya, Sanjaya; Prasiska, Emilda; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2328

Abstract

Purpose of the study: This study examines the relationship between emotional resilience and emotional stability among high school students living in swamp ecological regions in Indonesia and evaluates the mediating role of mood states (Depression, Esteem-related Affect, Vigour). It also highlights implications for technology-enhanced student emotional monitoring. Methodology: This study employed a cross-sectional survey design with cluster sampling. Instruments included the Ecological Integrity Assessment (EIA) questionnaire, Profile of Mood States (POMS), and the Eysenck Personality Questionnaire Short Scale. Data were collected via paper-based surveys and analyzed using path analysis and SEM with maximum likelihood estimation in R and RStudio software. Main Findings: Emotional resilience was associated with lower depression and higher vigour. Mood states significantly mediated the resilience–stability relationship, with vigour showing the strongest mediating effect. Students in swamp areas demonstrated high resilience yet exhibited poorer mood conditions than national norms. Novelty/Originality of this study: Beyond psychological contributions, this study offers new insights for educational technology by identifying mood indicators that can be integrated into digital dashboards, LMS-based monitoring tools, and AI-driven counseling systems for geographically remote schools.
Teknologi Multi Soil Layering Dalam Pengolahan Limbah Cair Sasirangan di Desa Sungai Gampa Kecamatan Rantau Badauh Pardede, Antoni; Wardhani, Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma; Prasiska, Emilda; Rizkiana, Fitria; Apriani, Herlina; Akhyar, Okviyoandra
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20455

Abstract

Multi Soil Layering (MSL) merupakan teknologi berbasis inovasi ilmiah untuk pengolahan limbah cair sasirangan (LCS) yang merupakan produk samping dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kain sasirangan khas Banjarmasin.  MSL hadir sebagai perwujudan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Pengolahan LCS dengan MSL efektif dan efisien dikarenakan proses pengolahan LCS yang tidak mahal namun tepat guna, mudah diimplementasikan dan dapat digunakan secara berkelanjutan tanpa membutuhkan perawatan yang banyak dan rumit. Pengabdian ini bertujuan sebagai bentuk upaya untuk memperkenalkan MSL kepada masyarakat sehingga dapat menjaga dan melestarikan lingkungan, dilaksanakan sesuai dengan metode yang telah disusun yang mencakup observasi dan pemberian materi penyuluhan MSL, diakhiri dengan evaluasi kegiatan yaitu memberikan angket respon kepada masyarakat desa Sungai Gampa, kecamatan Rantau Badauh. Penyampaian materi penyuluhan mencakup komposisi alat dan bahan yang digunakan serta efektifitas penggunaan MSL dalam reduksi LCS. Hasil penyuluhan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi, kegiatan terlaksana dengan lancar dan terjalin diskusi yang aktif dengan rata-rata persentase dari angket respon masyarakat adalah 87,50%, sehingga dapat disimpulkan bahwa khalayak sasaran pengabdian meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran terhadap kesehatan lingkungan dengan pemanfaatan teknologi MSL.